Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
64.840 views

Bila Orang Kafir Mengucapkan Salam, Bagaimana Menjawabnya?

Bila Orang Kafir Mengucapkan Salam, Bagaimana Menjawabnya?

Oleh: Badrul Tamam

Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasuulullah, keluarga dan para sahabatnya.

 

Dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak hanya terdiri dari umat muslim, kita terkadang mendapatkan salam dari orang kafir dengan, "Assalam 'alaikum". Saat seperti itulah kita menjadi dilema, antara menjawab atau hanya diam karena dia kafir atau alasan lainnya. Ada sebagian saudara muslim yang diam saja, tidak menjawab. Alasannya tidak diperbolehkan mendoakan kebaikan untuk orang kafir. Ada yang mencukupkan dengan wa'alaikum saja karena meniru jawaban Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat menjawab salam orang Yahudi yang disimpangkan, Assamu 'Alaik, (Semoga kematian atasmu). Maka dalam tulisan ini kami berusaha bahas tentang hukum menjawab salam orang kafir? Apa yang harus kita ucapkan apabila ada orang kafir yang mengucapkan salam kepada kita?

 

Haram Mengawali Salam Terhadap Orang Kafir

 

Seorang muslim diharamkan mengawali ucapan salam kepada non-muslim, baik dari Ahli Kitab maupun yang lainnya. Hal ini seperti yang dikatakan Syaikh Ibnu 'Utsaimin, "Memulai salam kepada non-muslim adalah diharamkan dan tidak boleh." Beliau menyandarkannya kepada hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

 

لَا تَبْدَءُوا الْيَهُود وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ ، وَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدهمْ فِي طَرِيق فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقه

 

"Janganlah kalian awali megucapkan salam kepada Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu salah seorang mereka di jalan, maka pepetlah hingga ke pinggirnya." (HR. al- Muslim dari Abu Hurairah)

 

Larangan memulai salam ini berlaku terhadap Yahudi, Nasrani, maupun penyembah berhala. Karena salam merupakan penghormatan kaum muslimin, penghormatan mereka di dunia dan akhirat. Allah Ta'ala berfirman,

 

تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ

 

"Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: "salam"." (QS. Al-Ahzab: 44)

 

Menjawab Salam Orang Kafir

 

Apabila  ada orang kafir mengucapkan salam kepada seorang muslim, misalnya  dengan "Assalamu 'Alaik" (Semoga salam kesejahteraan atasmu). Maka ia boleh menjawabnya, bahkan menurut Syaikh Ibnu 'Utsaimin hukumnya wajib berdasarkan keumuman firman Allah Ta'ala,

 

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

 

"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (QS. Al-Nisa': 86)

 

Di dalam ayat di atas, tidak disebutkan: Apabila orang-orang muslim memberi penghormatan kepada kalian. Tetapi dengan kalimat yang umum, "Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (Fatawa Nuur 'ala al-Darb, dinukil dari www.ibnothaimeen.com)

 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkannya sebagaimana yang terdapat dalam Shahihain, dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu,

 

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

 

"Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah: wa'alaikum (Dan atas kalian)."

 

Dan dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu tentang larangan memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani di atas menunjukkan bahwa apabila mereka yang memulai maka kita menjawab salam mereka. Yang dilarang pada hadits tersebut hanya memulai, sedangkan menjawab salam mereka adalah wajib. (Dinukil dari Fatwa Syaikh Ibnu Bazz dalam www.binbaz.org.sa)

 

Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri juga menjawab salam ahli kitab. Dari Aisyah Radhiyallaahu 'Anha berkata, “Orang-orang Yahudi mendatangi Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dan berkata, ‘Assaam ‘Alaikum’ (semoga kematian atasmu). Lalu Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam memjawabnya, ‘Wa’alaikum’ (dan atas kalian)." (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Bagaimana Cara Menjawab Salam Mereka?

 

Apabila orang kafir mengucapkan salam kepada orang muslim, "Assaam 'Alaikum" (semoga kematian atas kalian), atau Assilaam 'Alaikum (bebatuan atas kalian), atau dengan kalimat salam yang tidak jelas, maka kita menjawabnya dengan, "Wa'alaikum" (dan atas kalian).

 

Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu berkata, "Ada seorang yahudi melewati Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu berkata, "Assaam 'Alaik." Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Wa'alaik". Kemudian beliau bersabda, "Tahukah kalian apa yang ia ucapkan?" Beliau bersabda, "Assaam 'alaik." Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah tidak bolehkah kami membunuhnya?" Beliau menjawab, "Jangan, apabila orang ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah, "Wa'alaik". (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dari Abdullah bin Dinar Radhiyallahu 'Anhu, ia pernah mendengar Ibnu Umar dan Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya orang-orang Yahudi apabila mereka mengucapkan salam kepada kalian, maka salah seorang mereka akan berkata, "Assaam 'Alaik." Karena itu jawablah (salamnya), "Wa'alaik." (HR. Muslim)

"Para ulama sepakat menjawab salam ahli kitab, apabila mereka mengucapkan salam (salam yang benar)."

Perkataan Imam Nawawi

 

Namun jika mereka benar-benar mengucapkan salam yang syar'i, "Assalaamu 'Alaikum." Maka dikalangan ulama ada perbedaan pendapat tentang hukumnya menjawabnya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Mereka berbeda pendapat tentang wajibnya menjawab salam mereka. Maka jumhur (mayoritas) ulama berpendapat wajib dan itu adalah pendapat yang benar. Sebagian ulama berpendapat tidak wajib menjawab salam mereka sebagaimana tidak wajib menjawab salam kepada ahli bid'ah dan itu lebih layak. Namun yang benar adalah pendapat pertama. Perbedaannya, kita diperintahkan meninggalkan ahli bid'ah sebagai ta'zir bagi mereka dan peringatan terhadap bahaya mereka, berbeda dengan ahli dzimmah." (Ahkam Ahli al-Dzimmah: 2/425-426)

 

Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Para ulama sepakat menjawab salam ahli kitab, apabila mereka mengucapkan salam (salam yang benar)." (Syarh hadits no. 4024)

 

Jika salam orang kafir adalah salam yang syar'i maka menjawabnya juga dengan jawaban syar'i pula. Tentang jawaban ini terjadi perbedaan pendapat. Pendapat Pertama, hanya wa'alaikum saja. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, ". . . Tetapi tidak boleh dijawab untuk mereka: wa'alaika salam. Tapi dijawab: 'Alaikum saja, atau wa'alaikum." (Syarh hadits no. 4024)

 

Pendapat kedua, jika yakin benar bahwa ia mengucapkan salam yang sesunguhnya dan tidak memelintirkannya, yaitu ia mengucapkan: Assalamu 'alaikum, tidak merubah dan memelencengkan perkataannya sehingga nampak jelas ia mengucapkan salam, maka boleh membalasnya dengan salam yang benar dan sebanding. Ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

 

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

 

"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (QS. Al-Nisa': 86)

 

Dalam ayat tersebut menjawab yang sebanding adalah wajib, sementara membalas yang lebih adalah sunnah. Hanya dalam masalah ini bukanlah wajib karena masalahnya bersifat ijtihadiyah.

 

Orang yang berpendapat tentang bolehnya menjawab dengan salam yang sempurna karena menilai perintah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam agar menjawab dengan "wa'alaikum" saja dikarenakan ada sebabnya. Yakni sebagaimana yang diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu 'Anha: Mereka mengucapkan assaam dengan menyamarkannya. Karena itu ucapkanlah: wa'alaikum.

 

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Ahkam Ahli al-Dzimmah berkata, "Jika orang yang mendengar itu yakin bahwa orang dzimmi mengucapkan kepadanya: "Salamun 'alaikum", ia tidak ragu akan hal itu; apakah ia boleh menjawab Wa'alaikas Salam (semoga keselamatan juga atasmu) atau hanya menjawab wa'alaik (dan semoga atasmu)?

 

Maka yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syar'i dan kaidah-kaidah syar'iyah: ia mengatakan kepadanya Wa'alaikas Salam; dan sungguh ini termasuk balasan yang adil, sedangkan Allah memerintahkan berbuat adil dan ihsan. . . . Hal ini tidak meniadakan sedikitpun dari kandungan hadits-hadits dalam bab tersebut. Karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam hanya memerintahkan untuk menjawab secara ringkas hanya dengan mengucapkan "Wa'alaikum",karena ada sebab yang telah disebutkan yang biasa mereka ucapkan dalam salam mereka. Hal itu ditunjukkan oleh hadits Aisyah Radhiyallahu 'Anha, sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidakkah engkau tahu aku telah mengatakan, "wa'alaikum" saat mereka mengucapkan, "Assaam 'alaikum". Kemudian beliau bersabda, "Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian maka jawablah: wa'alaikum." Walaupun yang menjadi I'tibar (patokan,-red) adalah keumuman lafadz, maka yang bisa dijadikan patokan keumumannya adalah kasus yang serupa, bukan yang berseberangan dengannya. . ." (Ahkam Ahlil al-Dzimmah: 1/425-426)

 

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata, ". . . dan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam: Apabila orang-orang ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian, maka jawablah," wa'alaikum".  Dan atas dasar ini apabila orang kafir mengucapkan salam kepada kita, maka kita jawab sesuai dengan salamnya. Apabila ia mengucapkan, "Assalamu 'alaikum" dengan lafadz salam yang jelas, maka kita ucapkan: "alaikumus salam". Apabila ia mengucapkan "ahlan wa sahlan", maka kita juga ucapkan, "ahlan wasahlan". Jika ia mengucapkan, "Shabbahakumullah bilk hair", maka kita juga jawab, "Shabbahakumullah bilk hair". Seperti itulah kita menjawab salamnya sebagaimana ia mengucapkan salam kepada kita sebagai bentuk pelaksanaan terhadap perintah Allah 'Azza wa Jalla. Akan tetapi perlu diperhatikan oleh seorang muslim untuk bersungguh-sungguh menyeru orang kafir kepada agama Allah 'Azza wa Jalla  semampunya. Dan berapa banyak orang yang sebelumnya kafir atau atheis lalu Allah memberinya petunjuk melalui tangan seseorang yang menjawab salam kepadanya, yakni menyambutnya dengan menjawab salam sehingga membuat dirinya senang dan dadanya lapang sehingga Allah 'Azza wa Jalla  memberikan hidayah kepadanya." (Fatawa Nuur 'alaa al-Darb, dinukil dari www.ibnothaimeen.com)

 

Dalam fatwa beliau yang lain dikatakan, "Oleh karena ini, sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya apabila orang Yahudi, atau Nashrani, atau non-muslim mengucapkan dengan lafadz yang jelas: Assalamu 'alaikum, maka kita boleh mengucapkan: 'Alaikumus Salam. . " (Fatawa Nuur 'alaa al-Darb, dinukil dari www.ibnothaimeen.com)

Dan atas dasar ini apabila orang kafir mengucapkan salam kepada kita, maka kita jawab sesuai dengan salamnya. Apabila ia mengucapkan, "Assalamu 'alaikum" dengan lafadz salam yang jelas, maka kita ucapkan: "alaikumus salam".

Pendapat Syaikh Utsaimin

 

Penutup

 

Dari yang sudah kami jelaskan di atas, dapat kami simpulkan dalam beberapa poin sebagai berikut:

1. Haram seorang muslim memulai mengucapkan salam terhadap orang kafir, baik salam yang syar'i atau bentuk penghormatan lainnya.

2. Apabila ada orang kafir yang mengucapkan salam kepada kita maka kita (kaum muslimin) wajib menjawabnya.

3. Jika kalimat salam orang kafir itu tidak jelas atau dengan kalimat salam yang sengaja dirubahnya seperti, "Assaam 'Alaikum" (semoga kematian atas kalian), atau Assilaam 'Alaikum (bebatuan atas kalian), maka kita menjawabnya dengan, "Wa'alaikum" (dan atas kalian).

4. Jika salamnya jelas-jelas salam yang sesuai dengan tuntunan Islam, "Assalaamu 'Alaikum", maka dikalangan ulama ada dua pendapat yang masyhur: Pertama, cukup dengan wa'alaikum dan tidak boleh lebih dari itu. Kedua, boleh dengan kalimat salam yang mereka ucapkan, seperti: wa'alaikum salam. Dan pendapat yang membolehkan salam dengan sempurna inilah yang menurut kami lebih benar.

5. Menjawab salam orang kafir yang syar'i dengan salam yang sempurna tidaklah wajib, karena masih termasuk masalah ijtihadiyah. Namun, menjawab salamnya adalah perkara yang harus dilakukan orang muslim. Artinya ia tidak boleh diam saja atau malah memalingkan muka.

6. Menjawab salam orang kafir haruslah menjadi sarana dakwah seorang mukmin, sebagaimana perkataan Syaikh 'Utsaimin di atas, " Akan tetapi perlu diperhatikan oleh seorang muslim untuk bersungguh-sungguh menyeru orang kafir kepada agama Allah 'Azza wa Jalla  semampunya. Dan berapa banyak orang yang sebelumnya kafir atau atheis lalu Allah memberinya petunjuk melalui tangan seseorang yang menjawab salam kepadanya, yakni menyambutnya dengan menjawab salam sehingga membuat dirinya senang dan dadanya lapang sehingga Allah 'Azza wa Jalla  memberikan hidayah kepadanya." Wallahu Ta'ala a'lam

Menjawab salam orang kafir yang syar'i dengan salam yang sempurna tidaklah wajib, karena masih termasuk masalah ijtihadiyah. Namun, menjawab salamnya adalah perkara yang harus dilakukan orang muslim. Artinya ia tidak boleh diam saja atau malah memalingkan muka.

[PurWD/voa-islam.com]

Tulisan Terkait:

1. Hukum Laki-laki Mengucapkan Salam Kepada Kaum Wanita dan Sebaliknya

2.Hukum Menghadiri Penyelenggaraan Jenazah Orang Kafir

3. Bila Orang Kafir Mengucapkan Salam, Bagaimana Menjawabnya? 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Muallaf Istri Mujahid Melahirkan Cessar Kembar, Butuh Biaya 11,5 Juta. Ayo Bantu..!!!

Muallaf Istri Mujahid Melahirkan Cessar Kembar, Butuh Biaya 11,5 Juta. Ayo Bantu..!!!

Usai melahirkan cessar kembar, Azzahra Simanjuntak terkendala biaya persalinan. Sang suami belum lama keluar penjara karena amaliah jihadnya memerangi gerakan kristenisasi....

Astagfirullah!! Masjid Jadi Sarang Mesum Dikepung Pemurtadan. Ayo Berqurban dan Jihad Harta di Kaliori

Astagfirullah!! Masjid Jadi Sarang Mesum Dikepung Pemurtadan. Ayo Berqurban dan Jihad Harta di Kaliori

IDC membuka kesempatan SATU HARI lagi berqurban ke Kaliori untuk memulihkan dakwah yang dikepung Kristenisasi & kemaksiatan...

Ummu Muhammad Sudah Dioperasi Kelenjar, Bantuan 8 Juta Rupiah Telah Disalurkan

Ummu Muhammad Sudah Dioperasi Kelenjar, Bantuan 8 Juta Rupiah Telah Disalurkan

Alhamdulillah!! Setelah operasi pengangkatan kelenjar dan rawat inap selama lima hari, istri mujahid asir ini pulang ke rumah. Kini berikhtiar pengobatan herbal....

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Latest News
Dilaporkan karena Lecehkan Al-Quran, Ahok: MTQ dan Lomba Hafalan Quran Melecehkan Nggak?

Dilaporkan karena Lecehkan Al-Quran, Ahok: MTQ dan Lomba Hafalan Quran Melecehkan Nggak?

Kamis, 29 Sep 2016 15:09

Kebiadaban Pemprov Gusur Bukit Duri tanpa Pandang Proses Hukum Dikecam DPR

Kebiadaban Pemprov Gusur Bukit Duri tanpa Pandang Proses Hukum Dikecam DPR

Kamis, 29 Sep 2016 14:45

Memaknai Idul Adha Agar Tak Lekang Waktu

Memaknai Idul Adha Agar Tak Lekang Waktu

Kamis, 29 Sep 2016 13:23

LAZIS Dewan Dakwah Gelar Operasi Air bersama Tentara dan Polisi

LAZIS Dewan Dakwah Gelar Operasi Air bersama Tentara dan Polisi

Kamis, 29 Sep 2016 13:07

Mewaspadai Bangkitnya Komunisme di Indonesia

Mewaspadai Bangkitnya Komunisme di Indonesia

Kamis, 29 Sep 2016 13:00

Serangan Udara AS Tewaskan 22 Tentara Somalia yang Dikira Anggota Al-Shabaab

Serangan Udara AS Tewaskan 22 Tentara Somalia yang Dikira Anggota Al-Shabaab

Kamis, 29 Sep 2016 13:00

Sekum DDII Jabar: Pemimpin Kafir Itu Sudah Jelas Haram Dipilih Umat Islam

Sekum DDII Jabar: Pemimpin Kafir Itu Sudah Jelas Haram Dipilih Umat Islam

Kamis, 29 Sep 2016 12:58

Fahri Hamzah Tantang Mahasiswa Lebih Kritis pada Pemerintah, Bukan DPR

Fahri Hamzah Tantang Mahasiswa Lebih Kritis pada Pemerintah, Bukan DPR

Kamis, 29 Sep 2016 12:45

Manfaat Menyusui bagi Busui (Ibu Menyusui)

Manfaat Menyusui bagi Busui (Ibu Menyusui)

Kamis, 29 Sep 2016 11:27

Ini Strategi bagi Dua Pasangan Cagub DKI Mengalahkan Petahana

Ini Strategi bagi Dua Pasangan Cagub DKI Mengalahkan Petahana

Kamis, 29 Sep 2016 10:45

HTI Sampaikan Penolakan Revisi UU Terorisme ke DPRD Surakarta

HTI Sampaikan Penolakan Revisi UU Terorisme ke DPRD Surakarta

Kamis, 29 Sep 2016 10:08

Fahira Idris: Warga Bukit Duri Taat Hukum, Kenapa Tidak Dihargai Pemprov DKI?

Fahira Idris: Warga Bukit Duri Taat Hukum, Kenapa Tidak Dihargai Pemprov DKI?

Kamis, 29 Sep 2016 09:28

Rezim Teroris Assad dan Rusia Kembali Hancurkan 2 Rumah Sakit di Timur Aleppo yang Dikuasai Oposisi

Rezim Teroris Assad dan Rusia Kembali Hancurkan 2 Rumah Sakit di Timur Aleppo yang Dikuasai Oposisi

Kamis, 29 Sep 2016 09:12

Jelang 30 September, Brigade PII Serukan Waspada dengan Komunis

Jelang 30 September, Brigade PII Serukan Waspada dengan Komunis

Kamis, 29 Sep 2016 07:25

Dr. Tiar: Ijma Ulama Sepakat, Memilih Pemimpin Kafir Itu Hukumnya Haram

Dr. Tiar: Ijma Ulama Sepakat, Memilih Pemimpin Kafir Itu Hukumnya Haram

Kamis, 29 Sep 2016 06:13

Aneh Jika PKI Merasa Menjadi Korban Pembunuhan Massal

Aneh Jika PKI Merasa Menjadi Korban Pembunuhan Massal

Kamis, 29 Sep 2016 05:50

Dua Cagub Agus-Silvy dan Anies-Uno Diprediksi Akan Gerus Suara Petahana

Dua Cagub Agus-Silvy dan Anies-Uno Diprediksi Akan Gerus Suara Petahana

Rabu, 28 Sep 2016 18:17

Menkeu Diminta Tidak Menyenangkan Hati Jokowi Saat Hadapi Gejolak Runtuhnya Ekonomi

Menkeu Diminta Tidak Menyenangkan Hati Jokowi Saat Hadapi Gejolak Runtuhnya Ekonomi

Rabu, 28 Sep 2016 16:17

Pemasukan Tax Amnesty Bukan saja dari Harta Kekayaan, tapi dari Hasil Korupsi dan Bandar Judi?

Pemasukan Tax Amnesty Bukan saja dari Harta Kekayaan, tapi dari Hasil Korupsi dan Bandar Judi?

Rabu, 28 Sep 2016 14:17

Mantan Presiden Israel Shimon Peres Akhirnya Mati Setelah 2 Pekan Jalani Perawatan Akibat Stroke

Mantan Presiden Israel Shimon Peres Akhirnya Mati Setelah 2 Pekan Jalani Perawatan Akibat Stroke

Rabu, 28 Sep 2016 14:00


Must Read!
X