Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
23.460 views

Disyariatkannya Jima' di Malam Ramadhan

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Ada beberapa orang yang sangat semangat mengisi Ramadhan. Sampai-sampai ia melarang untuk melakukan hubungan suami istri pada malam harinya. Ia pun memberi fatwa dan anjuran untuk tidak melakukan jima' dengan istri agar bisa lebih maksimal dalam menjalankan kebaikan di bulan yang mulia. Bagaimana sebenarnya kedudukan jima' (hubungan suami istri) di malam Ramadhan? Bagaimana pula hukum orang yang melarangnya karena untuk memaksimalkan ibadah di malam-malam tersebut?

Sesungguhnya melakukan jima' (hubungan suami istri) di malam-malam Ramadhan adalah mubah sebagaimana makan dan minum. Hal itu didasarkan pada keterangan yang sangat jelas dari Al-Qur'an dan kesepakan kaum muslimin. Allah 'Azza wa Jalla  telah berfirman:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu . . ." (QS. Al-Baqarah: 187) apakah masih berlaku pendapat yang melarang jima' di malam Ramadhan sesudah jelas izin Allah bagi para hamba-Nya?

Al-Jashshah berkata, "Maka Allah membolehkan jima', makan, dan minum pada malam-malam puasa dari sejak awal malam sampai terbit fajar."

Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata: Ini adalah rukhshah dari Allah Ta'ala bagi kaum muslimin. Dan Allah mengangkat hukum yang berlaku di awal Islam., yang apabila salah seorang mereka sudah berbuka maka halal baginya makan, minum, dan jima' sampai shalat isya' atau tidur sebelum itu. Maka kapan ia telah tertidur atau shalat Isya', diharamkan atasnya makan minum, dan jima' sampai malam berikutnya. Merekapun mendapi hal itu sangat berat. Dan rafats di sini adalah: al-Jima', (seperti) yang dikatakan Ibnu 'Abbas, 'Atha', Mujahid, Sa'id bin Jubair, Thawus, Salim bin Abdillah, Amru bin Dinar, al-Hasan, Qatadah, al-Zuhri, al-Dhahak, Ibrahim al-Nakha'I, al-Sudi, Atha' al-Khurasani, dan Muqatil bin Hayyan. . ." (Selesai dari perkataan beliau)

Maka jika orang tersebut meyakini haramnya jima' pada malam-malam puasa dan menfatwakan hal itu, maka ia dalam bahaya besar karena menyelisihi Sharihul Qur'an (ketarangan Al-Qur'an yang sangat jelas). Ia harus bertaubat kepada Allah Ta'ala dengan taubatan nasuha karena telah melarang sesuatu yang dihalalkan. Jika larangan jima' yang dia keluarkan dalam rangka mencari yang lebih baik dan lebih utama; -- lebih baik orang-orang menyibukkan diri dengan ibadah dan macam-macam amal ketaatan pada bulan ini dan tidak larut dalam syahwat-syahwat ini --, maka urusannya lebih ringan. Tetapi, tidak lantas dia benar seratus persen, dia tetap salah. Karena berjima' pada malam-malam puasa adalah dibolehkan. Tidaklah orang tersebut lebih wara' (menjaga diri dari yang haram) dari pada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. tidak pernah didapatkan satu keterangan dari mereka yang melarang hal itu, kecuali siapa yang beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Maka ia tidak boleh mendekati istrinya sebagaimana yang sudah maklum. Dan dalam hadits diterangkan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

"Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila sudah masuk pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, maka beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan tali ikat pinggangnya." (Muttafaq 'Alaih dari 'Asiyah Radhiyallahu 'Anha)

Imam al-Syaukani rahimahullah menerangkan, "Perkataannya: Dan Syadda Mi'zarahu (mengencangkan tali ikat pinggangnya), maknanya menjauhi istri-istrinya."

Boleh  jadi menggauli istri pada malam-malam puasa, terdapat maslahat yang lebih, yaitu kalau disertai niat yang baik sebagai bentuk qurbah dan tha'ah. Karena hal itu bisa membantu seseorang untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Oleh karena itu, Allah Ta'ala berfirman, "Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu . . ." (QS. Al-Baqarah: 187)

Syaikh al-Sa'di rahimahullah berkata, "(Maka sekarang) sesudah adanya rukhshah dan kelapangan dari Allah ini, (campurilah mereka) dengan bersetubuh, ciuman, dan belaian, serta yang lainnya. (dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu) maksudnya: niatkan dalam menggauli istri-istrimu itu sebagai taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala. Dan tujuan utama dari berjima' terebut adalah untuk mendapatkan keturunan, menjaga kehormatan farjinya dan farji istrinya, dan mendapatkan tujuan-tujuan pernikahan."

Adapun jika tujuannya meninggalkan jima' dengan istrinya pada malam-malam puasa tidak membahyakan dirinya, maka tidak mengapa (tidak berdosa), karena ia meninggalkan hal yang mubah. Dan ini tetap tidak apa-apa (tidak ada dosa) kecuali jika hal itu menyiksa istri karena tak terpenuhi kebutuhan batinnya. Maka ia tidak boleh menyakiti dan menyiks istrinya dengan keputusannya tersebut. Bahkan, termasuk kewajiban para suami adalah menjaga 'iffah (kesucian) istrinya dan memenuhi kebutuhan batinnya sesuai dengan kemampuan suami dan kebutuhan istri. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Muallaf Istri Mujahid Melahirkan Cessar Kembar, Butuh Biaya 11,5 Juta. Ayo Bantu..!!!

Muallaf Istri Mujahid Melahirkan Cessar Kembar, Butuh Biaya 11,5 Juta. Ayo Bantu..!!!

Usai melahirkan cessar kembar, Azzahra Simanjuntak terkendala biaya persalinan. Sang suami belum lama keluar penjara karena amaliah jihadnya memerangi gerakan kristenisasi....

Astagfirullah!! Masjid Jadi Sarang Mesum Dikepung Pemurtadan. Ayo Berqurban dan Jihad Harta di Kaliori

Astagfirullah!! Masjid Jadi Sarang Mesum Dikepung Pemurtadan. Ayo Berqurban dan Jihad Harta di Kaliori

IDC membuka kesempatan SATU HARI lagi berqurban ke Kaliori untuk memulihkan dakwah yang dikepung Kristenisasi & kemaksiatan...

Ummu Muhammad Sudah Dioperasi Kelenjar, Bantuan 8 Juta Rupiah Telah Disalurkan

Ummu Muhammad Sudah Dioperasi Kelenjar, Bantuan 8 Juta Rupiah Telah Disalurkan

Alhamdulillah!! Setelah operasi pengangkatan kelenjar dan rawat inap selama lima hari, istri mujahid asir ini pulang ke rumah. Kini berikhtiar pengobatan herbal....

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Latest News
MPR Ingatkan Guru-guru akan Bahaya Liberalisme dan Kapitalisme

MPR Ingatkan Guru-guru akan Bahaya Liberalisme dan Kapitalisme

Rabu, 28 Sep 2016 06:17

Panglima TNI: Pulau Natuna Milik Indonesia, Itu Harga Mati!

Panglima TNI: Pulau Natuna Milik Indonesia, Itu Harga Mati!

Rabu, 28 Sep 2016 06:11

Nusron Wahid Sebut Tokoh Muslim yang Menolak Ahok adalah Anti-Pancasila dan Pengusung Syariat Islam

Nusron Wahid Sebut Tokoh Muslim yang Menolak Ahok adalah Anti-Pancasila dan Pengusung Syariat Islam

Rabu, 28 Sep 2016 06:01

Serikat Tani Islam Indonesia: Cimanuk Harus Dinormalkan dengan Dakwah

Serikat Tani Islam Indonesia: Cimanuk Harus Dinormalkan dengan Dakwah

Selasa, 27 Sep 2016 22:30

Abu Sayyaf Disebut Punya Mata-Mata di Indonesia, Pengamat : Informasi Masih Mentah

Abu Sayyaf Disebut Punya Mata-Mata di Indonesia, Pengamat : Informasi Masih Mentah

Selasa, 27 Sep 2016 21:42

Muslimah Dewan Dakwah Aceh Bina Warga Lapas Perempuan

Muslimah Dewan Dakwah Aceh Bina Warga Lapas Perempuan

Selasa, 27 Sep 2016 20:02

Lecehkan Al-Quran, Ahok Dilaporkan Sekelompok Advokat ke Bawaslu

Lecehkan Al-Quran, Ahok Dilaporkan Sekelompok Advokat ke Bawaslu

Selasa, 27 Sep 2016 19:55

Taufik Ismail: Kebangkitan Komunis Gaya Baru Sangat Merisaukan

Taufik Ismail: Kebangkitan Komunis Gaya Baru Sangat Merisaukan

Selasa, 27 Sep 2016 19:29

Teror Keji 'Kejahatan Seksual' Anak

Teror Keji 'Kejahatan Seksual' Anak

Selasa, 27 Sep 2016 18:20

Facebook Minta Maaf Telah Nonaktifkan Akun 2 Situs Palestina Pengecam Israel

Facebook Minta Maaf Telah Nonaktifkan Akun 2 Situs Palestina Pengecam Israel

Selasa, 27 Sep 2016 17:00

Diprotes karena Berstatus Pejabat Negara, Nusron Wahid Dilengserkan dari Ketua Tim Sukses Ahok

Diprotes karena Berstatus Pejabat Negara, Nusron Wahid Dilengserkan dari Ketua Tim Sukses Ahok

Selasa, 27 Sep 2016 13:31

Erdogan: Pertempuran untuk Mengusir Islamic State (IS) dari Mosul Akan Dimulai 19 Oktober

Erdogan: Pertempuran untuk Mengusir Islamic State (IS) dari Mosul Akan Dimulai 19 Oktober

Selasa, 27 Sep 2016 13:30

Dewan Dakwah: PKI Dalang Peristiwa 1965

Dewan Dakwah: PKI Dalang Peristiwa 1965

Selasa, 27 Sep 2016 13:08

Gerakan Beli Indonesia Agendakan Pameran dan Kongres Retas Kebangkitan Ekonomi

Gerakan Beli Indonesia Agendakan Pameran dan Kongres Retas Kebangkitan Ekonomi

Selasa, 27 Sep 2016 12:27

Menyertakan Allah dalam Ruang Ujian

Menyertakan Allah dalam Ruang Ujian

Selasa, 27 Sep 2016 12:15

Mencintaimu yang Telah Dimilikinya

Mencintaimu yang Telah Dimilikinya

Selasa, 27 Sep 2016 10:53

Usung Ahok Tukang Gusur, AMJU: PDIP Bukan Pembela Wong Cilik tapi Pengembang

Usung Ahok Tukang Gusur, AMJU: PDIP Bukan Pembela Wong Cilik tapi Pengembang

Selasa, 27 Sep 2016 08:49

Pesawat Tempur Rusia Secara Keliru Serang Pos Pemeriksaan Rezim Assad di Homs

Pesawat Tempur Rusia Secara Keliru Serang Pos Pemeriksaan Rezim Assad di Homs

Selasa, 27 Sep 2016 08:15

Mengurai Kepentingan Geostrategis China atas Indonesia

Mengurai Kepentingan Geostrategis China atas Indonesia

Selasa, 27 Sep 2016 07:45

Banjir Bandang di Garut, Jurnalis Filantropi Minta Pemerintah Sensitif Kebencanaan Nasional

Banjir Bandang di Garut, Jurnalis Filantropi Minta Pemerintah Sensitif Kebencanaan Nasional

Selasa, 27 Sep 2016 07:14


Must Read!
X