Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.798 views

Adian Husaini: Lebay, Stereotype Jahat Film Hanung

Jakarta (voa-islam) – Bukan hanya Ketua MUI KH. Cholil Ridwan yang menyatakan kecewa setelah menonton film ”?” (tanda tanya) yang disutradarai Hanung Bramantyo. Pemerhati Paham Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) Adian Husaini juga menyatakan kekecewaannya.

”Setelah saya melihat triller film ini yang lebih dulu disebarkan di You Tube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas. Hanung ingin menggambarkan kerukunan, tapi justru memberi stereotype yang buruk tentang Islam.”

Sebagai contoh, kata Adian, di babak awal film ini, ada adegan penusukan terhadap seorang pendeta yang tidak jelas motifnya. Belum lagi adegan pengeboman gereja. Kasus-kasus itu diangkat, untuk memberi steroetype orang Islam  yang diperankan secara buruk. Begitu juga, seorang muslim yang murtad dari Islam diangap wajar saja. Kemudian semua agama digambarkan menuju satu tujuan dan tuhan  yang sama. 

Menurut Adian, ide-de pluralisme itu sendiri sudah lama ditentang oleh Islam. Karena kerukunan itu bisa diwujudkan tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing. Adian menilai, film Hanung terkesan lebay alias berlebihan. Film ini ingin menciptakan kerukunan, tapi malah merusak konsep keyakinan pada masing-masing agama, terutama agama slam.

”Sangat disayangkan film ini telah sebarluaskan. Ini bukan menciptakan kerukunan, tapi  justru  bisa merusak kerukunan itu sendiri. Kalau konsep kebenaran pada setiap agama dihilangkan atas nama pluralisme, justru ini sangat berbahaya,” tukas Adian kesal.

Dikatakan Adian, tidak mungkin setiap agama menghilangkan klaim pada keyakinannya. Selama ini tidak ada masalah. Tidak bisa seorang muslim seenaknya, di masjid melafalkan QS Al Ikhlas, tapi disisi lain memerankan Yesus di sebuah gereja pada hari Pasca dan kegiatan kebaktian agama Nasrani lainnya. Toleransi sebetulnya cukup dengan menghormati orang lain, bukan mencampuradukkan keyakinan.

“Jelas sekali dalam ajaran islam, ada tauhid ada syirik, ada iman ada kufir. Nah, batas-batas itulah yang seharusnya dipegang. Jika produser, penulis, sutradara, pemain itu seorang muslim, seharusnya dia menjaga batas-batas keimanan dan akidahnya, yakni kapan dia mempertahankan konsep keyakinannya dan kapan rukun dengan orang lain yang tidak seagama. Film ini jelas Ini melampaui batas, ini merugikan kerukunan umat beragama itu sendiri,” paparnya.

Hanung Sebaiknya Bertobat

Ketika ditanya, apakah sebaiknya ada seruan untuk memboikot film ini? Adian sendiri tidak menganjurkan agar film ini diboikot. Ia beralasan, sekarang ini era kebebasan, eranya orang boleh menyebarkan apa saja. Terpenting, kata Adian, setiap muslim wajib mempertahankan keimanannya, sehingga tidak tergoda, tidak terjebak, tidak terpesona serta tidak terpeleset.

Di era keterbukaan ini, siapa yang bisa melarang untuk memboikot. Yang pasti tokoh agama harus menjelaskan kepada umat akan bahaya film pluralisme agama yang jelas menyesatkan. Bagi Adian,  yang penting masing-masing orang tahu, mana tauhid mana syirik, mana iman mana kufur, mana sunnah mana bidah, mana halal dan mana haram,

”Kadangkala tontonan yang menyesatkan itu dibungkus dengan humor dan gambaran-gambaran sinematografi yang memancing tawa. Sehingga orang lupa dibalik canda dan tanda itu ada sesuatu yang serius.  Muslim di era globalisasi adalah menjaga diri dan keluarganya dari api neraka,” tandas Adian.

Mengutip QS Al An am: 112, musuh para  Nabi itu selalu mengungkapkan  kata-kata yang indah dengan tujuan menyesatkan manusia. “Mudah-mudahan Hanung tidak sadar, keliru, dan segera bertobat. Itu lebih baik, daripada mempertahankan hal yang salah. Kita kan hanya bisa menghimbau. Terserah produser dan sutradaranya masing-masing.”

Yang menjadi persoalan, boleh jadi masyarakat menilai bahwa film garapan Hanung ini sebagai film religius. Padahal, nyatanya Hanung sedang mengkampanyekan pluralisme. Jelas, film ini mengkampanyekan pluralisme yang teramat vulgar sekali. Bukan pluralisme yang halus.

Dalam pandangan Islam, orang murtad itu serius, tidak bisa main-main. Tapi dalam film ini, pilihan murtad seolah bukan hal yang serius, yang biasa saja jika orang yang keluar dari agama Islam.

”Saya menilai apa yang saya lihat dan dengar saja. Saya hanya bisa mengingatkan, kita jangan main-main dengan kemusyrikan, sebab dosa syirik bisa menyebabkan kemurkaan Alloh. Dalam QS Maryam: 88-91. Alloh itu murka karena perkataan Alloh itu punya anak. Karena itu, seorang muslim jangan main-main soal akidah.”

Mengenai  toleransi, umat Islam tak perlu diajari. Sejak di Madinah dan Palestina, jauh sebelum orang barat mengenal keberagaman, umat Islam sudah merasakan kemajemukan. ”Tapi ini sudah masuk wilayah teologis, tentu saja sangat sensitif. Seharusnya Hanung membatasi para ruang sosilogis, dimana ada ruang fakta perbedaan antar umat beragam, dimana umat yang berbeda sesungguhnya bisa bekerja sama. ”

Menjadi aneh, seorang muslimah berkerudung tapi merasa nyaman bekerja di sebuah restoran yang menjual daging babi. Mungkin saja ada kasus itu, tapi apakah itu menjadi contoh ideal dari sebuah toleransi? Jelas itu contoh yang tidak baik.

Adian juga menyesalkan adegan seorang muslim memerangkan adegan Yesus, lalu sebagai sesuatu yang wajar. ”Ini bukan wilayah sosiologis dan toleransi lagi, tapi wilayah teologis, yang masing-agama punya konsep yang eksklusif dan khas. Ini salah pandang, dikira kerukunan bisa dibangun dengan menghilangkan klaim kebenaran (truth claim). Jelas ini konsep yang keliru dari sebuah pluralisme.”

Jika pluralisme itu dimaknai semua agama benar, ujung-ujung adalah orang tidak beragama pun boleh.  Orang yang ateis dan pluralisme itu sangat dekat. Ketika semua agama dianggap benar, tidak beragama juga tidak apa-apa. Yang penting, baik kepada sesama manusia.

Film Hanung kali ini memang bukan pertama menuai kontroversi, sebelumnya ia membuat film perempuan berkalung surban. ”Saya hanya berharap, semoga Hanung bertobat dan berubah pikiran.  Film tanda tanya ini adalah buah dari penerimaan informasi terhadap Islam yang keliru. Jika Hanung betul-betul serius mempelajari Islam, sebaiknya ia  jangan menutup diri, sebab menutup diri itu bukan sikap yang baik,” kata Adian berharap. ● Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Upclose lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Pasca meninggalnya anak kedua, Ummi Keysan kembali diuji Allah Ta'ala. Ia harus harus menjalani persalinan bedah cessar, padahal kondisi ekonominya sedang dalam masa sulit....

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Malang betul nasib Sofia Putri. Ia bertarung nyawa tanpa didampingi orang tua. Setelah operasi bedah kepala dua kali, pengobatan terhenti terbentur biaya, dan kepala terus membesar....

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Latest News
Netanyahu Ucapkan Terima Kasih pada Donald Trump Karena telah Dukung Israel

Netanyahu Ucapkan Terima Kasih pada Donald Trump Karena telah Dukung Israel

Selasa, 28 Mar 2017 11:00

AS Bunuh Komandan Senior Pejuang Oposisi dalam Serangan Udara di Idlib

AS Bunuh Komandan Senior Pejuang Oposisi dalam Serangan Udara di Idlib

Selasa, 28 Mar 2017 09:35

Awas! Budaya Hedonis Mewabah di Kalangan Pelajar

Awas! Budaya Hedonis Mewabah di Kalangan Pelajar

Selasa, 28 Mar 2017 08:01

Bersama Dai Islam Kokoh Hingga Penjuru

Bersama Dai Islam Kokoh Hingga Penjuru

Selasa, 28 Mar 2017 06:39

MTT Salurkan Bantuan untuk Pengadaan Air Minum di Masjidil Aqsha

MTT Salurkan Bantuan untuk Pengadaan Air Minum di Masjidil Aqsha

Senin, 27 Mar 2017 22:31

Ahok Dianggap Gunakan Teknik Orde Baru untuk Raih Suara, Ini Dia

Ahok Dianggap Gunakan Teknik Orde Baru untuk Raih Suara, Ini Dia

Senin, 27 Mar 2017 20:07

Ahrar Al-Sham Tembak Jatuh Sebuah Helikopter Tempur Rezim Assad di Latakia

Ahrar Al-Sham Tembak Jatuh Sebuah Helikopter Tempur Rezim Assad di Latakia

Senin, 27 Mar 2017 18:30

Pemuda Muslim Tulang Punggung Penegakan Islam dan Kejayaan Peradaban

Pemuda Muslim Tulang Punggung Penegakan Islam dan Kejayaan Peradaban

Senin, 27 Mar 2017 18:18

500 Lebih Warga Sipil Irak Tewas Akibat Pemboman Koalisi Pimpinan AS di Barat Mosul

500 Lebih Warga Sipil Irak Tewas Akibat Pemboman Koalisi Pimpinan AS di Barat Mosul

Senin, 27 Mar 2017 17:30

Majelis Siyasi HTI Majalengka: Pendidikan Sekuler Bahayakan Generasi Muslim

Majelis Siyasi HTI Majalengka: Pendidikan Sekuler Bahayakan Generasi Muslim

Senin, 27 Mar 2017 17:27

Pisahkan Politik & Agama Dinilai Sikap Sekuler Jokowi yang Ingin Selamatkan Ahok dari Kekalahan

Pisahkan Politik & Agama Dinilai Sikap Sekuler Jokowi yang Ingin Selamatkan Ahok dari Kekalahan

Senin, 27 Mar 2017 17:07

Negara & Agama Dipisah, Jokowi kan Bernasib Sama seperti Soekarno

Negara & Agama Dipisah, Jokowi kan Bernasib Sama seperti Soekarno

Senin, 27 Mar 2017 14:07

Negeri Luth Gaya Baru

Negeri Luth Gaya Baru

Senin, 27 Mar 2017 12:45

Hadirilah! Islamic Education Festival di Bandung 14-16 April 2017 dan Ikuti Perlombaannya

Hadirilah! Islamic Education Festival di Bandung 14-16 April 2017 dan Ikuti Perlombaannya

Senin, 27 Mar 2017 12:41

Inilah 6 Langkah Praktis Melindungi Anak dari Taring Beracun Pedofil

Inilah 6 Langkah Praktis Melindungi Anak dari Taring Beracun Pedofil

Senin, 27 Mar 2017 12:13

Pendaftaran Online Dibuka, Masyarakat Sangat Antusias Hadiri Ceramah Umum Zakir Naik

Pendaftaran Online Dibuka, Masyarakat Sangat Antusias Hadiri Ceramah Umum Zakir Naik

Senin, 27 Mar 2017 11:02

Pertama Lihat Drone, Apa yang Dipikirkan Kakek di Afrika ini?

Pertama Lihat Drone, Apa yang Dipikirkan Kakek di Afrika ini?

Senin, 27 Mar 2017 10:43

Tak Masalah Inul Daratista Dukung Ahok, tapi Ya Mbok Jangan Menghina Ulama

Tak Masalah Inul Daratista Dukung Ahok, tapi Ya Mbok Jangan Menghina Ulama

Senin, 27 Mar 2017 10:35

Polisi Inggris Lakukan Penangkapan Baru Setelah Serangan di London

Polisi Inggris Lakukan Penangkapan Baru Setelah Serangan di London

Senin, 27 Mar 2017 10:30

Gema Pembebasan Komsat UPI Kritisi Sistem Pendidikan Lewat Dialogika

Gema Pembebasan Komsat UPI Kritisi Sistem Pendidikan Lewat Dialogika

Senin, 27 Mar 2017 10:23


Must Read!
X