Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.848 views

Pengadilan Kairo Cabut Larangan Niqab

Kairo - Sebuah keputusan oleh pengadilan Mesir, mencabut larangan kontroversial, mengenakan niqab (cadar wajah penuh) di asrama universitas dan ruang ujian, telah menambah kontroversi atas pakaian tersebut.

Pengadilan Administratif di Kairo pada hari Minggu mengatakan bahwa larangan, yang dipaksakan oleh Menteri Pendidikan Tinggi dan presiden universitas-universitas publik, melanggar konstitusi, yang menghormati kebebasan pribadi dan hak untuk mempraktikkan agama seseorang.

Kebebasan keyakinan


"Putusan ini adalah bersejarah karena kebebasan mengabadikan keyakinan kami," kata Hanan Okasha, salah satu mahasiswa, yang telah pergi ke pengadilan untuk memprotes larangan.

"Pengadilan mengatakan bahwa larangan tersebut sewenang-wenang, menuntut kami untuk melepas niqab dan melanjutkan kuliah di universitas, atau tetap memakainya dan tinggal di rumah. Larangan ini tidak adil dan diskriminatif, terutama karena gadis-gadis berpakaian minim diijinkan untuk pergi ke mana-mana, termasuk universitas , bebas. "

 Larangan ini tidak adil dan diskriminatif, terutama karena gadis-gadis berpakaian minim diijinkan untuk pergi ke mana-mana, termasuk universitas , bebas.

Beberapa pemakai niqab mengatakan pakaian yang menutup seluruh tubuh hingga kepala melindungi mereka dari pelecehan seksual, yang menurut kelompok-kelompok pro-perempuan telah tersebar luas di negara dengan 80 juta orang penduduk ini.

Kontroversi atas niqab di negeri mayoritas Muslim ini meledak Oktober lalu ketika Muhammad Tantawi, Syekh Besar Al Azhar, yang merupakan perguruan tinggi terkemuka di dunia, melarang mengenakan niqab bagi perempuan  di kelas dan asrama. Ulama tersebut mengatakan bahwa niqab tidak ada hubungannya dengan Islam dan bukan kewajiban.

Beberapa hari kemudian, Menteri Pendidikan Tinggi Hani Hilal mengikutinya, mengutip alasan keamanan. Dia menjelaskan bahwa beberapa orang laki-laki ditangkap dengan mengenakan niqab untuk memasuki asrama-asrama universitas. Pekan lalu, Hilal melarang siswa yang mengenakan niqab- mengambil ujian mereka kecuali mereka melepas cadarnya.

Dia juga memerintahkan agar dosen wanita yang mengenakan niqab- tidak boleh diizinkan masuk ke kelas.

Larangan tersebut memperbaharui protes di luar Universitas Kairo, universitas terbesar di Mesir yang dikelola pemerintah, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Meluasnya arangan,  telah menarik kecaman besar-besaran dari kelompok-kelompok Islam dan hak asasi manusia.

Sementara itu, Perkumpulan Staf Pengajaran Universitas Kairo, sebuah serikat pekerja independen, mengecam pemerintah karena campur tangan dengan urusan universitas.

"Presiden Universitas-universitas harus membatalkan larangan ini, yang melanggar kebebasan yang dilindungi oleh konstitusi," kata anggota serikat pekerja dalam sebuah pernyataan yang diperoleh oleh Gulf News.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X

Sabtu, 25/10/2014 15:53

Presiden Setengah Kaki