Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.921 views

Anggota Keluarga Pejuang Taliban Diusir Dari Lembah Swat

Peshawar (Voa-Islam.com) - Hanya karena mereka merupakan keluarga dari orang-orang yang di duga sebagai pejuang Islam Taliban, dewan lokal mengusir keluarga-keluarga tersebut dari lembah Swat Pakistan. Dengan alasan keamanan pihak militer pakistan kemudian mengumpulkan mereka di sebuah kamp yang di jaga oleh puluhan polisi dan tentara. Meskipun terlihat aman, namun mereka tidak dapat keluar masuk kamp tempat tinggal mereka tanpa izin dari pihak keamanan, sehingga ini bisa menimbulkan kecurigaan bahwa mereka di usir dan dikumpulkan di satu kamp yang di jaga militer agar mereka bisa terus-menerus diawasi.

Sekitar 130 orang keluarga dari orang-orang yang diduga pejuang Taliban telah diusir dari lembah Swat Pakistan dan sekarang tinggal di sebuah kamp yang dijaga oleh militer, kata para pejabat dan saksi mengatakan.

Pihak militer yang memerangi Taliban dari distrik barat laut Pakistan tahun lalu dan yang saat ini bertanggung jawab untuk keamanan di wilayah tersebut mengatakan para keluarga itu di usir oleh dewan lokal atau jirga karena keluarga mereka (pejuang Taliban) menolak untuk menyerah.

"Ada sekitar 25 keluarga dan 130 individu," kata Kolonel Akhtar Abbas, seorang juru bicara militer di Swat, kepada AFP melalui telepon.

"Jirga mengusir orang-orang ini karena ada ketakutan bahwa mereka masih memberikan dukungan kepada pejuang Taliban dan pembunuhan yang di targetkan dimulai di daerah tersebut," kata juru bicara itu.

..Keluarga-keluarga tersebut diusir keluar setelah tenggat waktu 20 Mei bagi para pejuang Taliban untuk menyerah berakhir..

Keluarga-keluarga tersebut diusir keluar setelah tenggat waktu 20 Mei bagi para pejuang Taliban untuk menyerah berakhir dan militer mengumpulkan mereka ke kamp dengan alasan "atas dasar kemanusiaan", kata Abbas.

Beberapa pembunuhan baru-baru ini telah mencapai target anggota komite perdamaian lokal dan para tetua masyarakat di daerah Kabal Swat utara, yang dianggap sebagai basis Taliban sebelum serangan tentara.

Para pria, wanita dan anak-anak tinggal di tenda-tenda di sebuah kamp pengungsi Afghanistan di Palai mantan, daerah tandus dan pegunungan di wilayah Malakand, sekitar 130 kilometer (80 mil) utara Peshawar, kata saksi.

Salah satu wartawan lokal yang mengunjungi wilayah itu mengatakan mustahil untuk memasuki atau meninggalkan kamp tanpa izin dari militer dan bahwa tempat itu dijaga ketat oleh puluhan polisi dan tentara.

Pihak militer mengatakan kepada AFP pada Selasa bahwa tidak akan mungkin untuk mengunjungi kamp setidaknya selama beberapa hari.

Petugas koordinasi distrik lokal Marwat Javed mengatakan keluarga-keluarga tersebut sedang disimpan di "tahanan perlindungan" untuk keamanan mereka sendiri karena mungkin operasi militer akan segera terjadi di Kabal.

"Ada ketakutan bahwa keluarga-keluarga tersebut memberikan informasi atau mendukung pejuang Taliban. Itulah sebabnya mereka telah dipindah di sini dan dimasukkan ke dalam kamp, "kata Marwat kepada AFP.

..Kami menentang hukum tanggung jawab kolektif. Jika seseorang menjadi pejuang militan, keluarganya tidak seharusnya dihukum..

Ketika ditanya apakah "penahanan" terhadap orang terlantar adalah sah, Marwat menjawab: "Situasinya sangat tegang dan orang-orang marah. Ada ketakutan bahwa orang-orang ini akan memberikan informasi dan dukungan kepada para pejuang Taliban".

Ketika dihubungi oleh AFP, kementerian informasi dari provinsi barat laut Pakistan Khyber Pakhtunkhwa (KP) provinsi, Mian Iftikhar Hussain menolak memberikan komentar.

Namun Komisi Hak Asasi Manusia independen Pakistan (HRCP) yang mengkritk pengusiran mengatakan hal itu pelanggaran hukum karena mengusir keluarga militan dan meminta pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap dewan suku.

"Ini melanggar hukum. Seseorang yang berdomisili di suatu daerah tidak dapat dikeluarkan, "kata Kamran Arif, wakil presiden HRCP provinsi KP.

"Kami menentang hukum tanggung jawab kolektif. Jika seseorang menjadi pejuang militan, keluarganya tidak seharusnya dihukum, "kata Arif kepada AFP.

"Lashkar (milisi lokal) atau dewan kesukuan tidak memiliki wewenang untuk mengusir atau menghukum siapa saja dan pemerintah harus mengambil tindakan terhadap itu," tambahnya . - AFP

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Obama Akui AS Gagal Lenyapkan Taliban dari Afghanistan

Obama Akui AS Gagal Lenyapkan Taliban dari Afghanistan

Rabu, 07 Dec 2016 18:45

Kanselir Angela Merkel Serukan Pelarangan Burqa di Jerman

Kanselir Angela Merkel Serukan Pelarangan Burqa di Jerman

Rabu, 07 Dec 2016 17:30

Pengadilan Saudi Vonis Mati 15 Orang yang Bekerja Sebagai Mata-mata Syi'ah Iran

Pengadilan Saudi Vonis Mati 15 Orang yang Bekerja Sebagai Mata-mata Syi'ah Iran

Rabu, 07 Dec 2016 16:00

Gelar Rakernas II, DMI Gulirkan Sejumlah Program Unggulan

Gelar Rakernas II, DMI Gulirkan Sejumlah Program Unggulan

Rabu, 07 Dec 2016 15:04

Mahir Berbahasa Inggris Dalam Waktu 30 Hari Dari Nol sampai Mahir, Hanya Rp.400rb

Mahir Berbahasa Inggris Dalam Waktu 30 Hari Dari Nol sampai Mahir, Hanya Rp.400rb

Rabu, 07 Dec 2016 14:41

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Rabu, 07 Dec 2016 13:17

Saham Sari Roti Anjlok 1,32%, Efek Gerakan Boikot?

Saham Sari Roti Anjlok 1,32%, Efek Gerakan Boikot?

Rabu, 07 Dec 2016 12:01

Klarifikasi Berlebihan Terkait Aksi 212,  Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Ajak Boikot Sari Roti

Klarifikasi Berlebihan Terkait Aksi 212, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Ajak Boikot Sari Roti

Rabu, 07 Dec 2016 10:49

Polisi Ohio AS Tembak Mati Seorang Mahasiswa asal Uni Emirat Arab

Polisi Ohio AS Tembak Mati Seorang Mahasiswa asal Uni Emirat Arab

Rabu, 07 Dec 2016 10:00

Pejuang Oposisi: Lebih Baik Mati Bermartabat Daripada Mundur dari Aleppo

Pejuang Oposisi: Lebih Baik Mati Bermartabat Daripada Mundur dari Aleppo

Rabu, 07 Dec 2016 07:45

Hadir pada Parade Kita Indonesia, Upaya Emilia Renita Melawan Diskriminasi kepada Kelompok Syiah

Hadir pada Parade Kita Indonesia, Upaya Emilia Renita Melawan Diskriminasi kepada Kelompok Syiah

Rabu, 07 Dec 2016 07:33

Kesal dengan Sikap dan Kebijakan Ahok, Pengamat: Doakan atau Tidak Disantet

Kesal dengan Sikap dan Kebijakan Ahok, Pengamat: Doakan atau Tidak Disantet

Rabu, 07 Dec 2016 06:55

Innalillahi, Aceh Diguncang Gempa Cukup Kuat

Innalillahi, Aceh Diguncang Gempa Cukup Kuat

Rabu, 07 Dec 2016 06:24

Jokowi Minta Yuan Dijadikan Patokan Nilai Tukar Rupiah, Ekonomi Indonesia Berkiblat ke Tiongkok?

Jokowi Minta Yuan Dijadikan Patokan Nilai Tukar Rupiah, Ekonomi Indonesia Berkiblat ke Tiongkok?

Rabu, 07 Dec 2016 06:06

Hadir pada Aksi 212, Jokowi Dinilai Akui Habib Rizieq sebagai Pemimpin Umat Islam

Hadir pada Aksi 212, Jokowi Dinilai Akui Habib Rizieq sebagai Pemimpin Umat Islam

Rabu, 07 Dec 2016 05:12

DPR Minta Ahok Ditahan Jelang Sidang Perdana

DPR Minta Ahok Ditahan Jelang Sidang Perdana

Rabu, 07 Dec 2016 04:34

Roadshow Dakwah Indonesiaku Hadir di SMAN 97

Roadshow Dakwah Indonesiaku Hadir di SMAN 97

Selasa, 06 Dec 2016 23:59

Yang Nyatakan Ahok Hebat Itu karena Tidak Digusur

Yang Nyatakan Ahok Hebat Itu karena Tidak Digusur

Selasa, 06 Dec 2016 22:59

Serap Aspirasi, Pembahasan Revisi UU Terorisme Diperpanjang

Serap Aspirasi, Pembahasan Revisi UU Terorisme Diperpanjang

Selasa, 06 Dec 2016 21:29

Acapkali Bermasalah, Pengamat: Ahok Jongkok secara Spritual

Acapkali Bermasalah, Pengamat: Ahok Jongkok secara Spritual

Selasa, 06 Dec 2016 19:59


Must Read!
X