Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.249 views

Anggota Keluarga Pejuang Taliban Diusir Dari Lembah Swat

Peshawar (Voa-Islam.com) - Hanya karena mereka merupakan keluarga dari orang-orang yang di duga sebagai pejuang Islam Taliban, dewan lokal mengusir keluarga-keluarga tersebut dari lembah Swat Pakistan. Dengan alasan keamanan pihak militer pakistan kemudian mengumpulkan mereka di sebuah kamp yang di jaga oleh puluhan polisi dan tentara. Meskipun terlihat aman, namun mereka tidak dapat keluar masuk kamp tempat tinggal mereka tanpa izin dari pihak keamanan, sehingga ini bisa menimbulkan kecurigaan bahwa mereka di usir dan dikumpulkan di satu kamp yang di jaga militer agar mereka bisa terus-menerus diawasi.

Sekitar 130 orang keluarga dari orang-orang yang diduga pejuang Taliban telah diusir dari lembah Swat Pakistan dan sekarang tinggal di sebuah kamp yang dijaga oleh militer, kata para pejabat dan saksi mengatakan.

Pihak militer yang memerangi Taliban dari distrik barat laut Pakistan tahun lalu dan yang saat ini bertanggung jawab untuk keamanan di wilayah tersebut mengatakan para keluarga itu di usir oleh dewan lokal atau jirga karena keluarga mereka (pejuang Taliban) menolak untuk menyerah.

"Ada sekitar 25 keluarga dan 130 individu," kata Kolonel Akhtar Abbas, seorang juru bicara militer di Swat, kepada AFP melalui telepon.

"Jirga mengusir orang-orang ini karena ada ketakutan bahwa mereka masih memberikan dukungan kepada pejuang Taliban dan pembunuhan yang di targetkan dimulai di daerah tersebut," kata juru bicara itu.

..Keluarga-keluarga tersebut diusir keluar setelah tenggat waktu 20 Mei bagi para pejuang Taliban untuk menyerah berakhir..

Keluarga-keluarga tersebut diusir keluar setelah tenggat waktu 20 Mei bagi para pejuang Taliban untuk menyerah berakhir dan militer mengumpulkan mereka ke kamp dengan alasan "atas dasar kemanusiaan", kata Abbas.

Beberapa pembunuhan baru-baru ini telah mencapai target anggota komite perdamaian lokal dan para tetua masyarakat di daerah Kabal Swat utara, yang dianggap sebagai basis Taliban sebelum serangan tentara.

Para pria, wanita dan anak-anak tinggal di tenda-tenda di sebuah kamp pengungsi Afghanistan di Palai mantan, daerah tandus dan pegunungan di wilayah Malakand, sekitar 130 kilometer (80 mil) utara Peshawar, kata saksi.

Salah satu wartawan lokal yang mengunjungi wilayah itu mengatakan mustahil untuk memasuki atau meninggalkan kamp tanpa izin dari militer dan bahwa tempat itu dijaga ketat oleh puluhan polisi dan tentara.

Pihak militer mengatakan kepada AFP pada Selasa bahwa tidak akan mungkin untuk mengunjungi kamp setidaknya selama beberapa hari.

Petugas koordinasi distrik lokal Marwat Javed mengatakan keluarga-keluarga tersebut sedang disimpan di "tahanan perlindungan" untuk keamanan mereka sendiri karena mungkin operasi militer akan segera terjadi di Kabal.

"Ada ketakutan bahwa keluarga-keluarga tersebut memberikan informasi atau mendukung pejuang Taliban. Itulah sebabnya mereka telah dipindah di sini dan dimasukkan ke dalam kamp, "kata Marwat kepada AFP.

..Kami menentang hukum tanggung jawab kolektif. Jika seseorang menjadi pejuang militan, keluarganya tidak seharusnya dihukum..

Ketika ditanya apakah "penahanan" terhadap orang terlantar adalah sah, Marwat menjawab: "Situasinya sangat tegang dan orang-orang marah. Ada ketakutan bahwa orang-orang ini akan memberikan informasi dan dukungan kepada para pejuang Taliban".

Ketika dihubungi oleh AFP, kementerian informasi dari provinsi barat laut Pakistan Khyber Pakhtunkhwa (KP) provinsi, Mian Iftikhar Hussain menolak memberikan komentar.

Namun Komisi Hak Asasi Manusia independen Pakistan (HRCP) yang mengkritk pengusiran mengatakan hal itu pelanggaran hukum karena mengusir keluarga militan dan meminta pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap dewan suku.

"Ini melanggar hukum. Seseorang yang berdomisili di suatu daerah tidak dapat dikeluarkan, "kata Kamran Arif, wakil presiden HRCP provinsi KP.

"Kami menentang hukum tanggung jawab kolektif. Jika seseorang menjadi pejuang militan, keluarganya tidak seharusnya dihukum, "kata Arif kepada AFP.

"Lashkar (milisi lokal) atau dewan kesukuan tidak memiliki wewenang untuk mengusir atau menghukum siapa saja dan pemerintah harus mengambil tindakan terhadap itu," tambahnya . - AFP

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Pemerintah Syi'ah Irak Eksekusi Mati 42 Pejuang Sunni di Nasiriyah

Pemerintah Syi'ah Irak Eksekusi Mati 42 Pejuang Sunni di Nasiriyah

Selasa, 26 Sep 2017 21:45

Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina Pembunuh Tiga Anggota Pasukan Keamanan Zionis

Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina Pembunuh Tiga Anggota Pasukan Keamanan Zionis

Selasa, 26 Sep 2017 21:05

Lantik DPW DKI Jakarta, BAKOMUBIN Harap Jadi Barometer Pergerakan

Lantik DPW DKI Jakarta, BAKOMUBIN Harap Jadi Barometer Pergerakan

Selasa, 26 Sep 2017 20:36

Alfian Tanjung Kembali Akan Disidang di PN Surabaya

Alfian Tanjung Kembali Akan Disidang di PN Surabaya

Selasa, 26 Sep 2017 20:29

Jangan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain!

Jangan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain!

Selasa, 26 Sep 2017 19:05

Terkait PKI, Fahri: Yang Disampaikan oleh Panglima adalah Bagian dari Konsen Pemerintah

Terkait PKI, Fahri: Yang Disampaikan oleh Panglima adalah Bagian dari Konsen Pemerintah

Selasa, 26 Sep 2017 18:05

Rusia Salahkan AS Atas Tewasnya Jenderal Mereka di Tangan Islamic State di Suriah

Rusia Salahkan AS Atas Tewasnya Jenderal Mereka di Tangan Islamic State di Suriah

Selasa, 26 Sep 2017 17:00

Isu 5000 Senjata, Teringat PKI Ingin Bangun Angkatan Kelima di Masa Orla

Isu 5000 Senjata, Teringat PKI Ingin Bangun Angkatan Kelima di Masa Orla

Selasa, 26 Sep 2017 16:05

COVER STORY September 2017: Episode Songong DN Aidit kepada Soekarno

COVER STORY September 2017: Episode Songong DN Aidit kepada Soekarno

Selasa, 26 Sep 2017 15:28

Serangan Mortir Pejuang Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Rusia di Deir Al-Zor

Serangan Mortir Pejuang Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Rusia di Deir Al-Zor

Selasa, 26 Sep 2017 14:52

Terkait PKI, Pengamat: Secara Relatif, Kehadiran TNI dalam Kancah Politik bukanlah Hal Buruk

Terkait PKI, Pengamat: Secara Relatif, Kehadiran TNI dalam Kancah Politik bukanlah Hal Buruk

Selasa, 26 Sep 2017 14:05

Meskipun Kontoversial, Panglima TNI Mendapatkan Apresiasi Besar karena Peduli Kedaulatan

Meskipun Kontoversial, Panglima TNI Mendapatkan Apresiasi Besar karena Peduli Kedaulatan

Selasa, 26 Sep 2017 12:05

Santri TPQ Solo Sumbang Rp7,3 Juta untuk Muslim Rohingya

Santri TPQ Solo Sumbang Rp7,3 Juta untuk Muslim Rohingya

Selasa, 26 Sep 2017 11:52

Dosa Murtad Masih Bisa Diampuni?

Dosa Murtad Masih Bisa Diampuni?

Selasa, 26 Sep 2017 10:20

Ketum PBB: Agama dan Politik Tidak dapat Dipisahkan dalam Bernegara

Ketum PBB: Agama dan Politik Tidak dapat Dipisahkan dalam Bernegara

Selasa, 26 Sep 2017 10:05

Jadi Corong Myanmar, Komisi I DPR RI: Copot Ito Sumardi!

Jadi Corong Myanmar, Komisi I DPR RI: Copot Ito Sumardi!

Selasa, 26 Sep 2017 09:07

PKS: Tentara Myanmar dan Buddha Radikal Lakukan Kekerasan kepada Muslim Rohingya

PKS: Tentara Myanmar dan Buddha Radikal Lakukan Kekerasan kepada Muslim Rohingya

Selasa, 26 Sep 2017 08:14

Instruksi Nobar G30S/PKI, Taktik Panglima TNI Pancing Simpatisan PKI Keluar dari Persembunyian

Instruksi Nobar G30S/PKI, Taktik Panglima TNI Pancing Simpatisan PKI Keluar dari Persembunyian

Selasa, 26 Sep 2017 07:23

Soal Rohingya, Forjim: Kalau Hanya Mengecam Anak-anak Pun Bisa

Soal Rohingya, Forjim: Kalau Hanya Mengecam Anak-anak Pun Bisa

Selasa, 26 Sep 2017 06:29

Negara; Antara Ada dan Tiada

Negara; Antara Ada dan Tiada

Selasa, 26 Sep 2017 06:17


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 25/09/2017 07:34

Debora dan Intropeksi Pemerintah