Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
1.501 views

Meski Dikritik, Pemerintahan Obama Tetap Perluas Kampanye Drone di Yaman

AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Presiden AS Barack Obama telah menyetujui kebijakan baru yang memungkinkan Badan Intelijen Amerika Serikat CIA untuk memperluas kampanye serangan pesawat drone di Yaman.

Menurut pejabat AS, Obama telah menyetujui penggunaan pesawat pembunuh drone, yang akan memungkinkan CIA untuk melancarkan serangan terhadap tersangka pejuang Islam bahkan ketika CIA tidak mengetahui identitas mereka yang bisa dibunuh.

Langkah itu diambil ketika jumlah serangan pesawat drone pembunuhan AS di Yaman telah mencapai rekor.

Para kritikus kampanye drone percaya bahwa akan ada lebih banyak orang yang tidak bersalah yang akan terbunuh jika serangan AS diperluas di Yaman.

Serangan pembunuhan pesawat tak berawak AS menewaskan sedikitnya 64 orang, kebanyakan warga sipil, di Yaman selatan selama tiga hari pada bulan Maret.

CIA telah menerbangkan pesawat itu di Yaman sejak 2011 dari sebuah pangkalan rahasia di negara tersebut.

Tahun lalu, dua warga Amerika, Syaikh Anwar al-Awlaki dan anak remajanya, juga gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Yaman. Kematian mereka memicu kritik keras terhadap pemerintahan Obama yang menargetkan pembunuhan warga sipil di seluruh dunia, termasuk warga Amerika, tanpa prosedur peradilan.

Pemimpin akademik Profesor Noam Chomsky juga mengutuk kebijakan AS yang menargetkan tersangka pejuang Islam di luar negeri dengan menggunakan kendaraan udara tak berawak, mengatakan sejumlah taktik tersebut kepada "derajat teror."

Militer AS menggunakan pesawat pembunuh itu di beberapa negara Muslim, termasuk Yaman, Somalia, dan Pakistan.

Washington mengklaim para pejuang Islam sebagai sasaran serangan udara tersebut, tetapi sebagian besar serangan justru telah menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil tak berdosa. (by/ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Hijrah Memeluk Islam, Nurul Hutabarat Menuai Banyak Ujian Hidup. Ayo Bantu!!

Hijrah Memeluk Islam, Nurul Hutabarat Menuai Banyak Ujian Hidup. Ayo Bantu!!

Keputusan masuk Islam disusul ujian yang bertubi-tubi: fitnah, pengasingan, intimidasi, penculikan, dan penodaan kehormatan. Setitik pun ia tak menyesali keputusan jadi muallaf....

Latest News


Must Read!
X