Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
1.387 views

Afghanistan Tahan 2 Warganya yang Jadi Mata-mata Iran

AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Pihak berwenang Afghanistan dilaporkan telah menahan dua pria atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Iran dan mencoba untuk melakukan serangan teroris di negara tersebut.

Dalam rekaman video yang diperoleh RFE / RL Radio Free Afghanistan dari sumber intelijen yang tidak disebutkan namanya, kedua orang tersebut- Syed Kamal dan Syed Hussain - keduanya warga negara Afghanistan, mengakui tuduhan tersebut.

RFE / RL tidak dapat secara independen memverifikasi klaim yang dibuat dalam video tersebut atau keadaan di mana video itu direkam.

Dalam rekaman itu, kedua laki-laki itu mengatakan mereka adalah bagian dari Sipah-i-Mohammad, sekelompok pengungsi Afghanistan yang telah menerima pelatihan dari Garda Revolusi Iran.

Para pria tersebut mengatakan anggota kelompok itu dikirim kembali ke Afghanistan untuk melakukan serangan teror dan mengumpulkan data intelijen.

Kamal, yang dikirim kembali ke Afghanistan pada tahun 2000, mengatakan kelompok itu dilengkapi dengan senjata dari sebuah pabrik senjata Iran yang dijalankan oleh Garda Revolusi.

Rekaman video menunjukkan Kamal mengacungkan beberapa senjata, termasuk detonator remote control, yang katanya bisa meledak "10 sampai 20 bom secara bersamaan di lokasi yang berbeda" dari beberapa kilometer jauhnya.

..Para pria tersebut mengatakan anggota kelompok itu dikirim kembali ke Afghanistan untuk melakukan serangan teror dan mengumpulkan data intelijen..

"Merekrut secara sangat aktif '

Kamal mengklaim bahwa Garda Revolusi Iran telah merekrut militan dari Afghanistan, Irak, dan Libanon, dan melatih mereka di kamp-kamp di sekitar Iran, termasuk tempat-tempat di kota-kota Mashad, Zahidan, dan bahkan beberapa daerah di Teheran.

"Saat ini, [Garda Revolusi] merekrut secara sangat aktif," katanya. "Mereka bekerja secara intensif dengan semua kelompok yang berbeda. Mereka ingin meremajakan Hezb-i-Islami dan mereka merekrut pasukan untuk mereka."

Hussain, tahanan lain, mengatakan bahwa Garda Revolusi mengatakan kepada anggota kelompok warga Afghanistan bahwa Amerika Serikat adalah musuh mereka dan bahwa mereka harus berusaha untuk mengusir mereka dari negeri ini.

Hussain, yang mengatakan ia berada di Afghanistan terutama untuk mengumpulkan data intelijen dan bekerja sebagai kurir, muncul untuk mengaku bahwa ia adalah bagian dari kelompok mencoba menanam bom pinggir jalan di Kabul.

Dia mengatakan rencana itu akhirnya gagal ketika dua remote control bom mereka telah ditanam itu dijinakkan oleh pasukan keamanan Afghanistan sebelum bom itu bisa diledakkan.

Penangkapan Kamal dan Hussain datang setelah laporan bahwa pihak berwenang Afghanistan telah menangkap seorang pria Afghanistan atas tuduhan bekerja sebagai mata-mata untuk Iran.

Abdolvahed Hakimi, kepala biro Kabul untuk kantor berita semi-resmi Iran, Fars, ditahan oleh intelijen Afghanistan karena mengungkapkan rahasia pemerintah ke Iran.

Fars menegaskan bahwa Hakimi ditangkap pada tanggal 5 Mei dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.

Kantor berita ini mengutip istri Hakimi yang mengatakan bahwa suaminya telah melakukan panggilan telepon singkat pada malam tanggal 5 Mei untuk menginformasikan keluarganya bahwa dirinya ditangkap oleh Kantor Keamanan Nasional Afghanistan.

Fars mengatakan penangkapan bisa disebabkan oleh sebuah "kesalahpahaman" pada bagian dari badan keamanan Afghanistan. (an/rfe)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X