Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.400 views

Kepala Misi PBB: Pembantaian Houla 'Sembarangan dan Tidak Termaafkan'

HOULA, SURIAH (voa-islam.com) - Kebiadaban tentara pemerintah Suriah dan para preman bayaran dari milisi bersenjata Syi'ah pro Bashar Al-Assad kembali terjadi di kota Houla, provinsi Homs hari Jum'at (25/6/2012) saat mereka membantai puluhan bahkan ratusan pemrotes sipil damai anti rezim, termasuk diantaranya para wanita dan anak-anak. Sebuah pembantaian yang disebut kepala misi PBB sebagai "sembarangan dan tidak termaafkan.

Para pemantau PBB telah menegaskan bahwa pertumpahan darah di Houla telah menyebabkan sedikitnya 90 orang tewas, termasuk 32 anak.

Setidaknya 90 orang, termasuk puluhan anak-anak, tewas di kota Houla Jumat malam. Beberapa laporan menyebutkan jumlah korban meninggal lebih dari 110, mengatakan bahwa sedikitnya 50 dari mereka adalah anak-anak.

Sebuah tim pengamat PBB yang tiba di Houla untuk menyelidiki pembunuhan tersebut telah mengkonfirmasikan sedikitnya 90 korban, termasuk 32 anak di bawah usia 10 dan puluhan perempuan. Kepala misi PBB Mayor Jenderal Mood Robert mengatakan pembunuhan di Houla adalah "sembarangan dan tidak dimaafkan," dan meminta kedua belah pihak, pasukan pemerintah dan oposisi untuk segera menghentikan kekerasan "dalam segala bentuknya."

Awalnya pembantaian itu dilaporkan oleh para aktivis oposisi, termasuk Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris, yang menyatakan bahwa kota itu bombardir oleh pasukan pemerintah selama demonstrasi anti-rezim. Laporan juga menyatakan bahwa pasukan memasuki kota dan menjagal puluhan orang.

Beberapa Video amatir yang diposting di YouTube menunjukkan puluhan mayat, termasuk banyak anak-anak, yang pincang akibat pecahan peluru.

..Sebuah tim pengamat PBB yang tiba di Houla untuk menyelidiki pembunuhan tersebut telah mengkonfirmasikan sedikitnya 90 korban, termasuk 32 anak di bawah usia 10 dan puluhan perempuan..

Kecaman Internasional

Pembantaian mengerikan itu mendapat kecaman dari dari media dan juga para pemimpin internasional yang menyalahkan rezim Assad atas kejahatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius adalah orang pertama yang mengutuk pembantaian itu, mengatakan bahwa "dengan kejahatan-kejahatan terbaru, rezim pembunuh ini mendorong Suriah lebih lanjut kedalam horor dan mengancam stabilitas regional." Ia juga mendesak kelompok kerja Teman dari Suriah untuk segera mengatur pertemuan tentang masalah ini di Paris.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague Sementara itu menyerukan sesi mendesak sidang parlemen Dewan Keamanan PBB. "Ada laporan yang kredibel dan mengerikan bahwa sejumlah besar warga sipil telah dibantai di tangan pasukan Suriah di kota Houla, termasuk anak-anak," kata William Hague sebagaimana dikutip oleh BBC.

Gedung Putih juga mengutuk keras pembantaian Houla. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Erin Pelton mengatakan serangan tersebut berfungsi sebagai sebuah "bukti keji bagi bagi sebuah rezim tidak sah". Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintah Suriah menanggapi protes politik secara damai "dengan kebrutalan yang tak terkatakan dan tidak manusiawi."

Menlu AS Hillary Clinton mengecam serangan "dalam istilah paling kuat" dan menuntut agar pelaku diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban.

"Amerika Serikat akan bekerja dengan masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan kami pada Assad dan kroni-kroninya, yang memerintah dengan pembunuhan dan ketakutan harus berakhir," katanya.

Liga Arab juga mengecam serangan itu, dengan Sekretaris Jenderal Nabil Al-Arabi mendesak PBB untuk mengambil langkah segera untuk menghentikan pembunuhan yang dilakukan oleh milisi SYi'ah bersenjata pro Assad, Shabiha, dan para tentara militer di Suriah. Dalam rangka tragedi Houla, Uni Emirat Arab telah menyerukan pertemuan darurat Liga Arab.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan utusan khusus perdamaian Kofi Annan mengutuk pembantaian itu sebagai "pelanggaran brutal" hukum internasional.

Pada tanggal 25 Mei Ban Ki-Moon merilis sebuah laporan menyalahkan pemerintah Assad untuk sebagian besar kejahatan di Suriah, besarnya kejahatan tersebut, katanya, telah mencapai "tingkat yang tidak dapat diterima." Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa "secara signifikan beberapa bagian dari kota tampaknya di bawah kendali de facto unsur oposisi,'' menyerukan semua anggota oposisi untuk juga menghentikan kekerasan dan menghormati hak asasi manusia. (an/rt)

Ket: jenazah para korban pembantaian tentara pemerintah Suriah dan milisi Syi'ah bersenjata pro Bashar Al-Assad di kota Houla.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, keluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Latest News
Sudah Kepalang Janji dengan Cina, Buwas pun Dikorbankan Pemerintah

Sudah Kepalang Janji dengan Cina, Buwas pun Dikorbankan Pemerintah

Kamis, 03 Sep 2015 13:45

Rihlah Cordoba: Menjadi Saksi Masjid yang Diubah Menjadi Gereja

Rihlah Cordoba: Menjadi Saksi Masjid yang Diubah Menjadi Gereja

Kamis, 03 Sep 2015 12:57

Bohongi KMP, PAN Main Dua Kaki

Bohongi KMP, PAN Main Dua Kaki

Kamis, 03 Sep 2015 12:45

Kesimpulan Hakim Prancis Yasser Arafat Meninggal Bukan Karena Diracun

Kesimpulan Hakim Prancis Yasser Arafat Meninggal Bukan Karena Diracun

Kamis, 03 Sep 2015 12:30

Daulah Islam (IS) Rebut Kembali Bagian-bagian dari Kota Baiji di Irak Utara

Daulah Islam (IS) Rebut Kembali Bagian-bagian dari Kota Baiji di Irak Utara

Kamis, 03 Sep 2015 12:00

Pemerintah Tidak Becus, KMP Dijadikan Kambing Hitam

Pemerintah Tidak Becus, KMP Dijadikan Kambing Hitam

Kamis, 03 Sep 2015 11:45

Prediksi PBB: Tahun 2020 Gaza, Palestina Tidak Akan Berpenghuni

Prediksi PBB: Tahun 2020 Gaza, Palestina Tidak Akan Berpenghuni

Kamis, 03 Sep 2015 10:45

Dukungan PAN Pada Jokowi Tak Ngaruh, Rupiah Tetap Ambles Rp14.175/1USD

Dukungan PAN Pada Jokowi Tak Ngaruh, Rupiah Tetap Ambles Rp14.175/1USD

Kamis, 03 Sep 2015 10:24

Tragedi Anak Imigran Suriah Tewas Menjadi Trending Topic Dunia

Tragedi Anak Imigran Suriah Tewas Menjadi Trending Topic Dunia

Kamis, 03 Sep 2015 10:11

Antara Dubai dan Suriah, Antara Dosa Maksiat dan Jihad

Antara Dubai dan Suriah, Antara Dosa Maksiat dan Jihad

Kamis, 03 Sep 2015 07:49

Serangan Udara Koalisi Arab Gempur Sarang-sarang Pemberontak Syiah Yaman di Ma'rib

Serangan Udara Koalisi Arab Gempur Sarang-sarang Pemberontak Syiah Yaman di Ma'rib

Kamis, 03 Sep 2015 05:46

DPR RI Minta dengan Tegas Kepada Pemerintah Cabut Bebas Visa bagi Cina

DPR RI Minta dengan Tegas Kepada Pemerintah Cabut Bebas Visa bagi Cina

Rabu, 02 Sep 2015 23:55

Pelukan Kekasih, Bekal Istri Menghadapi Momen Sensi

Pelukan Kekasih, Bekal Istri Menghadapi Momen Sensi

Rabu, 02 Sep 2015 22:37

SBY Sentil Pemimpin Agama yang Suka Buat Gaduh

SBY Sentil Pemimpin Agama yang Suka Buat Gaduh

Rabu, 02 Sep 2015 22:35

Pemerintah Burma Tidak Mengizinkan Muslimin Rohingya Bangun Kembali Masjid Mereka yang Rusak

Pemerintah Burma Tidak Mengizinkan Muslimin Rohingya Bangun Kembali Masjid Mereka yang Rusak

Rabu, 02 Sep 2015 22:21

Indonesia Hadapi Krisis Ekonomi, DPR RI Tegaskan Tidak Butuh IMF

Indonesia Hadapi Krisis Ekonomi, DPR RI Tegaskan Tidak Butuh IMF

Rabu, 02 Sep 2015 21:35

AS Lancarkan Kampanye Drone Rahasia di Suriah

AS Lancarkan Kampanye Drone Rahasia di Suriah

Rabu, 02 Sep 2015 20:35

Pejabat Militer Barat: 50 Tentara Uni Afrika Tewas, 50 Hilang dalam Serangan Al-Shabaab di Janale

Pejabat Militer Barat: 50 Tentara Uni Afrika Tewas, 50 Hilang dalam Serangan Al-Shabaab di Janale

Rabu, 02 Sep 2015 20:00

Militer Nigeria Klaim Rebut Kembali Kota Kunci di Borno dari Boko Haram

Militer Nigeria Klaim Rebut Kembali Kota Kunci di Borno dari Boko Haram

Rabu, 02 Sep 2015 19:45

Mengapa PAN Masuk ke Kapal Oleng Nyaris Tenggelam?

Mengapa PAN Masuk ke Kapal Oleng Nyaris Tenggelam?

Rabu, 02 Sep 2015 17:50



Must Read!
X