Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.363 views

Kepala Misi PBB: Pembantaian Houla 'Sembarangan dan Tidak Termaafkan'

HOULA, SURIAH (voa-islam.com) - Kebiadaban tentara pemerintah Suriah dan para preman bayaran dari milisi bersenjata Syi'ah pro Bashar Al-Assad kembali terjadi di kota Houla, provinsi Homs hari Jum'at (25/6/2012) saat mereka membantai puluhan bahkan ratusan pemrotes sipil damai anti rezim, termasuk diantaranya para wanita dan anak-anak. Sebuah pembantaian yang disebut kepala misi PBB sebagai "sembarangan dan tidak termaafkan.

Para pemantau PBB telah menegaskan bahwa pertumpahan darah di Houla telah menyebabkan sedikitnya 90 orang tewas, termasuk 32 anak.

Setidaknya 90 orang, termasuk puluhan anak-anak, tewas di kota Houla Jumat malam. Beberapa laporan menyebutkan jumlah korban meninggal lebih dari 110, mengatakan bahwa sedikitnya 50 dari mereka adalah anak-anak.

Sebuah tim pengamat PBB yang tiba di Houla untuk menyelidiki pembunuhan tersebut telah mengkonfirmasikan sedikitnya 90 korban, termasuk 32 anak di bawah usia 10 dan puluhan perempuan. Kepala misi PBB Mayor Jenderal Mood Robert mengatakan pembunuhan di Houla adalah "sembarangan dan tidak dimaafkan," dan meminta kedua belah pihak, pasukan pemerintah dan oposisi untuk segera menghentikan kekerasan "dalam segala bentuknya."

Awalnya pembantaian itu dilaporkan oleh para aktivis oposisi, termasuk Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris, yang menyatakan bahwa kota itu bombardir oleh pasukan pemerintah selama demonstrasi anti-rezim. Laporan juga menyatakan bahwa pasukan memasuki kota dan menjagal puluhan orang.

Beberapa Video amatir yang diposting di YouTube menunjukkan puluhan mayat, termasuk banyak anak-anak, yang pincang akibat pecahan peluru.

..Sebuah tim pengamat PBB yang tiba di Houla untuk menyelidiki pembunuhan tersebut telah mengkonfirmasikan sedikitnya 90 korban, termasuk 32 anak di bawah usia 10 dan puluhan perempuan..

Kecaman Internasional

Pembantaian mengerikan itu mendapat kecaman dari dari media dan juga para pemimpin internasional yang menyalahkan rezim Assad atas kejahatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius adalah orang pertama yang mengutuk pembantaian itu, mengatakan bahwa "dengan kejahatan-kejahatan terbaru, rezim pembunuh ini mendorong Suriah lebih lanjut kedalam horor dan mengancam stabilitas regional." Ia juga mendesak kelompok kerja Teman dari Suriah untuk segera mengatur pertemuan tentang masalah ini di Paris.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague Sementara itu menyerukan sesi mendesak sidang parlemen Dewan Keamanan PBB. "Ada laporan yang kredibel dan mengerikan bahwa sejumlah besar warga sipil telah dibantai di tangan pasukan Suriah di kota Houla, termasuk anak-anak," kata William Hague sebagaimana dikutip oleh BBC.

Gedung Putih juga mengutuk keras pembantaian Houla. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Erin Pelton mengatakan serangan tersebut berfungsi sebagai sebuah "bukti keji bagi bagi sebuah rezim tidak sah". Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintah Suriah menanggapi protes politik secara damai "dengan kebrutalan yang tak terkatakan dan tidak manusiawi."

Menlu AS Hillary Clinton mengecam serangan "dalam istilah paling kuat" dan menuntut agar pelaku diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban.

"Amerika Serikat akan bekerja dengan masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan kami pada Assad dan kroni-kroninya, yang memerintah dengan pembunuhan dan ketakutan harus berakhir," katanya.

Liga Arab juga mengecam serangan itu, dengan Sekretaris Jenderal Nabil Al-Arabi mendesak PBB untuk mengambil langkah segera untuk menghentikan pembunuhan yang dilakukan oleh milisi SYi'ah bersenjata pro Assad, Shabiha, dan para tentara militer di Suriah. Dalam rangka tragedi Houla, Uni Emirat Arab telah menyerukan pertemuan darurat Liga Arab.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan utusan khusus perdamaian Kofi Annan mengutuk pembantaian itu sebagai "pelanggaran brutal" hukum internasional.

Pada tanggal 25 Mei Ban Ki-Moon merilis sebuah laporan menyalahkan pemerintah Assad untuk sebagian besar kejahatan di Suriah, besarnya kejahatan tersebut, katanya, telah mencapai "tingkat yang tidak dapat diterima." Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa "secara signifikan beberapa bagian dari kota tampaknya di bawah kendali de facto unsur oposisi,'' menyerukan semua anggota oposisi untuk juga menghentikan kekerasan dan menghormati hak asasi manusia. (an/rt)

Ket: jenazah para korban pembantaian tentara pemerintah Suriah dan milisi Syi'ah bersenjata pro Bashar Al-Assad di kota Houla.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Sejak usia 8 tahun sudah menjadi yatim. Saat tumbuh menjadi remaja muslimah berprestasi dan rajin beribadah, ia diuji dengan musibah tumor ganas di lututnya. ...

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini lahir Caesar dengan biaya sekitar 7 juta rupiah. Sang ayah uzur syar'i sedang menjalani vonis penjara 7,5 tahun karena Jihad Rohingnya....

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan untuk muallaf Enny Hutajulu telah diserahkan untuk keluar dari keterpurukan, dimanfaatkan untuk: modal usaha, biaya pengobatan anaknya, biaya sekolah dan biaya kontrak rumah....

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Sudah dua hari Ummu Ghaza opname di rumah sakit karena pembengkakan jantung hingga anfal. Sang suami tidak cukup dana karena baru keluar penjara akibat amaliah jihadnya di Cirebon beberapa tahun...

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Bantuan Rp 5 juta untuk operasi sudah diserahkan. Karena dana sudah terpenuhi maka mujahid ini menginfakkan kembali kepada IDC untuk keluarga mujahid yang memerlukan....

Latest News
SAMA RATA SAMA RASA : Ide Komunis Yang Sedang Dimasyarakatkan

SAMA RATA SAMA RASA : Ide Komunis Yang Sedang Dimasyarakatkan

Kamis, 28 May 2015 06:35

Pemimpin Jabhat Al-Nusrah, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani: Kejatuhan Assad Tidak Akan Lama Lagi

Pemimpin Jabhat Al-Nusrah, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani: Kejatuhan Assad Tidak Akan Lama Lagi

Kamis, 28 May 2015 06:30

Ciptakan Hasut & Langgar Hukum, Menhan Siap Usir Jurnalis Asing di Papua

Ciptakan Hasut & Langgar Hukum, Menhan Siap Usir Jurnalis Asing di Papua

Kamis, 28 May 2015 04:40

Video Wawancara Ustadz Bernard Abdul Jabar 'Mantan Pendeta' Soal Kristenisasi di Indonesia

Video Wawancara Ustadz Bernard Abdul Jabar 'Mantan Pendeta' Soal Kristenisasi di Indonesia

Rabu, 27 May 2015 23:55

Mantan Menpan: Birokrasi Saat Ini Berantakan dan Juga Hancur

Mantan Menpan: Birokrasi Saat Ini Berantakan dan Juga Hancur

Rabu, 27 May 2015 22:09

Berita Foto : Rekaman Aksi Ratusan Umat Islam dari MMI, FPI, FUI, Kamra di depan Kedubes Myanmar

Berita Foto : Rekaman Aksi Ratusan Umat Islam dari MMI, FPI, FUI, Kamra di depan Kedubes Myanmar

Rabu, 27 May 2015 21:35

Secara Ilmiah, Suara Terompet Sangkakala Benar Adanya

Secara Ilmiah, Suara Terompet Sangkakala Benar Adanya

Rabu, 27 May 2015 21:10

Abu Jibril: Kejahatan Genosida Muslim Rohingya Sejak 1978, Tak Bisa Dibenarkan Aturan Negara Manapun

Abu Jibril: Kejahatan Genosida Muslim Rohingya Sejak 1978, Tak Bisa Dibenarkan Aturan Negara Manapun

Rabu, 27 May 2015 20:09

Forum Cinta Sragen, Kepsek SMPN 2 Sragen harus Minta Maaf di Depan Umum

Forum Cinta Sragen, Kepsek SMPN 2 Sragen harus Minta Maaf di Depan Umum

Rabu, 27 May 2015 20:05

[Video] Aksi Bakar Boneka Biksu Budha di Kedubes Myanmar Pacu Tensi Aparat

[Video] Aksi Bakar Boneka Biksu Budha di Kedubes Myanmar Pacu Tensi Aparat

Rabu, 27 May 2015 20:00

Indonesia Menjadi Tauladan di Dalam Kehidupan Sosial

Indonesia Menjadi Tauladan di Dalam Kehidupan Sosial

Rabu, 27 May 2015 19:59

ICW Berang Disebut Menerima Dana dari APBN dan KPK

ICW Berang Disebut Menerima Dana dari APBN dan KPK

Rabu, 27 May 2015 19:45

Jet Tempur Koalisi Saudi Bombardir Markas Komando Pasukan Khusus  Yaman di Ibukota Sana'a

Jet Tempur Koalisi Saudi Bombardir Markas Komando Pasukan Khusus Yaman di Ibukota Sana'a

Rabu, 27 May 2015 19:30

Orang Bersenjata Berusaha Bunuh PM Libya Abdullah Al-Thani yang Didukung Barat

Orang Bersenjata Berusaha Bunuh PM Libya Abdullah Al-Thani yang Didukung Barat

Rabu, 27 May 2015 19:15

Ratusan Umat Islam dari FUI, MMI, FPI Demo Kejahatan Genosida di Depan Kedubes Myanmar

Ratusan Umat Islam dari FUI, MMI, FPI Demo Kejahatan Genosida di Depan Kedubes Myanmar

Rabu, 27 May 2015 19:00

Paksa Muslim Makan Daging Babi Busuk, Polisi Jerman Diberhentikan dari Tugas

Paksa Muslim Makan Daging Babi Busuk, Polisi Jerman Diberhentikan dari Tugas

Rabu, 27 May 2015 16:27

Turki Akan Bantu Oposisi Moderat Suriah dengan Serangan Udara untuk Perangi Daulah Islam

Turki Akan Bantu Oposisi Moderat Suriah dengan Serangan Udara untuk Perangi Daulah Islam

Rabu, 27 May 2015 15:09

Pemerintah Syi'ah Irak Paksa Pengungsi Sunni Ramadi Kembali Ke Zona Perang

Pemerintah Syi'ah Irak Paksa Pengungsi Sunni Ramadi Kembali Ke Zona Perang

Rabu, 27 May 2015 14:05

AS Kembali Salahkan Pasukan Syi'ah Irak atas Jatuhnya Kota Ramadi ke Tangan Daulah Islam

AS Kembali Salahkan Pasukan Syi'ah Irak atas Jatuhnya Kota Ramadi ke Tangan Daulah Islam

Rabu, 27 May 2015 13:45

Surat Ancaman Teror 2 Masjid di Arizona Amerika Serikat

Surat Ancaman Teror 2 Masjid di Arizona Amerika Serikat

Rabu, 27 May 2015 13:30



Must Read!
X