Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.143 views

Perang Antara Mohammad Mursi Dengan Militer

Nampaknya tak dapat dihindari konflik antara Presiden Mesir Mohammad Mursi dengan para jenderal yang sekarang berkuasa. Militer tidak mau tunduk terhadap supremasi sipil, yang sudah mendapat legitimasi rakyat.

Di mana Jamaah Ikhwan telah memenangkan mayoritas parlemen, dan mengontrol parlemen dan sekaligus memegang jabatan ekskutif sebagai presiden.

Kemenangan Ikhwan yang menguasai mayoritas parlemen itu, kemudian mendorong militer membubarkan parlemen yang merupakan hasil pemilihan. Militer Mesir di bawah Menteri Partahanan Marsekal Mohammed Husien Tantawi, nampaknya tidak menginginkan parlemen akan melakukan perubahan terhadap konstitusi Mesir, yang selama ini telah memberikan wewenang yang sangat luas kepada militer.

Langkah-langkah yang membawa perubahan melaui mekanisme parlemen itu, ingin dihindari oleh militer Mesir, dan tidak membuka peluang dengan terbentuknya sebuah konstitusi yang dapat mereduki atau mengeleminir posisi militer dari kekuasaan.

Sementara itu, Presiden Mesir, Mohammad Mursi, sudah menegaskan, hendaknya militer Mesir, kembali kepada perannya yang pokok, yaitu menjaga keamanan dan kedaulatan negara, dan meninggalkan keterlibatannya dalam politik.

Maka langkah-langkah Mursi sesudah dilantik menjadi presiden oleh Mahkamah Konstitusi, berusha mengembalikan kewenangan dan hak-hak parlemen, yang sudah dibubarkan oleh militer. Langkah sangat penting terutama dalam menjaga hak-hak rakyat, serta terciptanya legitimasi politik terhadap lembaga parlemen.

Bila tidak dilakukan oleh Presiden Mursi, dan membiarkan parlemen dibubarkan oleh militer, maka hal itu akan menjadi preseden politik, di mana setiap saat militer dapat membubarkan parlemen dengan berbagai alasan. Alasan yang sangat tidak jelas, dan tidak memiliki landasan undang-undang, ketika militer membubarkan parlemen.

Di tengah-tengah situasi politik di Mesir, yang masih tidak stabil itu, Presiden Mohammed Mursi mengeluarkan dekrit, hari Minggu,  yang membatalkan keputusan  Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) bulan lalu untuk membubarkan parlemen.

Mursi melalui dekrit yang dikeluarkan  memutuskan  mengembalikan wewenang parlemen (Majelis Rakyat), yang merupakan hasil pemilihan parlemen, dan diperintahkan bekerja kembali pada bulan November, dan melakukan sesi persidangan yang baru guna membuat undang-undang. Keputusan yang dibuat oleh Presiden Mohammad Mursi, yang memulihkan hak-hak parlemen, nampaknya tidak menyenangkan para pemimpin militer.

Kemungkinan keputusan Mursi itu, bisa menimbulkan ledakan politik baru di Mesir, dan Ikhwan akan berhadapan dengan militer, yang didukung kaum sekuleris, liberal, nasionalis, dan minoritas Koptik.


Partai politik Ikhwanul Muslimin memenangkan hampir setengah dari perakitan dan Morsi, meskipun ia mengundurkan diri dari posisi kepemimpinan dalam Persaudaraan, masih anggota. Memang keputusan ini akan melabrka keputusan Mahkamah Agung,  yang menjadi perpanjangan tangan militer Mesir.

Militer vs Ikhwan

Konflik antara Ikhwan dengan militer sudah terjadi sepanjang sejarah pergerakan itu. Ikhwan tidak pernah bisa bertemu dengan militer, sejak lahirnya. Suatu kali Ikhwan ikut mendukung revolusi yang dilakukan para perwira muda, dibawah Jenderal Mohammad Najib, tetapi tidak berlangsung lama. Kemudian pecah, dan Ikhwan menghadapi kondisi yang sangat buruk di bawah Jenderal Gamal Abdul Nasser.

Saat Nasser digantikan oleh Anwar Sadat, sebagian tahanan Ikhwan dibebaskan dari penjara-penjara militer di Mesir. Tetapi, kemdian Sadat terbunuh, saat berlangsung upacara militer, tahun l98I, dan Ikhwan dituduh terlibat dalam pembunuhan itu.

Sejatinya,pembunuhan terhadap Anwar Sadat itu, dilakukan oleh Letanan Khalid Islambouli, yang sangat menentang perjanjian perdamaian dengan Israel, Camp David. Pertarungan antara Ikhwan  dilanjutkan saat Marsekal Hosni Mubarak berkuasa, menggantikan Presiden Anwar Sadat.  Banyak tokoh Ikhwan yang dijebloskan kedalam penjara.

Sekarang pun, situasi di Mesir menghadapi ketidak pastian. Nampaknya, militer belum ikhlas meninggalkan kekuasaannya. Hal itu sangat nampak dengan keputusan yang diambil, menjelang kemenangan dicapai oleh Ikhwan, yang kemudian melalui pengadilan Mahkamah Agung, militer membubarkan parlemen, yang merupakan hasil pemilihan. Selanjutnya, Ikhwan,  berpendapat dan bersikap bahwa keputusan pengadilan adalah salah, dan SCAF tidak memiliki hak secara hukum membubarkan parlemen.

Apakah Mursi berkonsultasi dengan militer atau kekuatan-kekuatan politik  lainnya sebelum mengeluarkan surat keputusan berupa dekrit? Menurut seorang pejabat Ikhwan, Presiden Mursi tidak melakukan  konsultasi denga para pejabat militer, saat membuat keputusan dekrit itu. Keputusan Mursi itu,menyebabkan kalangan militer Mesir, melakukan pertemuan darurat, yang akan membahas keputusan dekrit itu. Keputusan yang sangat penting itu diambil oleh Mursi, pada Minggu malam.

Kemungkinan, bila keputusan Mursi itu mendapatkan penolakan yang keras dari kalangan militer, pilihannya dalam waktu 60 hari akan diselenggarakan pemiihan anggota parlemen baru. Tentu, ini sangat tidak efisien, dan akan menimbulkan ketidak stabilan politik baru di Mesir, serta akan  merugikan kepentingan Mesir yang sekarang menghadapi masalah komplek, akibat peninggalan Mubarak.

Memang, kemenangan Ikhwan yang menguasi parlemen membuat kawatir  kalangan sekularis, liberal dan  minoritas Kristen, yang secara umum mereka lebih senang kalau  parlemen dibubarkan. Beberapa politisi sekuler terkemuka, termasuk Mohamed El-Baradei, mengkritik keputusan Mursi pada hari Minggu.

Keputusan Mahkamah Agung  Mesir menjatuhkan keputusan kontroversial yang  membubarkan parlemen sehari sebelum putaran kedua pemilihan presiden telah menimbulkan teka-teki politik yang luas. Tentang motive militer yang bertindak sangat tidak konstitutional itu.

Militer dengan membuat keputusan membubarkan parlemen itu, ingin membatasi kekuasaan presiden, dan keputusan itu tak lama sesudah TPS ditutup pada pemungutan suara presiden. SCAF mengeluarkan paket secara sepihak, dari amandemen konstitusi yang membatasi kekuasaan presiden, serta membuat parlemlen dibawah kekuasaan parlemen.

"Ini adalah langkah yang sangat menarik, karena ada pertanyaan, apa sebenarnya dibalik keputusan itu? ... Apakah ini benar pembangkangan  presiden baru terhadap para jenderal, atau ini sebuah keputusan yang diambil setelah konsultasi, dan dalam koordinasi dengan para  jenderal", ujar seorang pengamat politik di Cairo.

Ikhwan mengatakan pembubaran parlemen harus melalui referendum.Tidak bisa secara sepihak militer membubarkan parlemen. Ini merupakan langkah kudeta yang sangat bertentangan dengan tujuan revolusi rakyat Mesir, yang ingin menjujung supremasi sipil.

Konstitusi sementara Mesir, yang lahir pada  2011, tak lama sesudah rezim Hosni Mubarak runtuh, menegaskan tidak ada lembaga yang diberikan wewenang untuk membubarkan parlemen, dan tidak ada aturan dinyatakan mengatur situasi seperti itu.

Sementara itu, Presiden Mursi dijadwalkan akan melakukan lawatan pertamanya, ke Saudi, Gaza, Ethiopia, Turki, dan September dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Barack Obama di Washington.

Obama mengundang Mursi, dan akan membicarakan situasi politik di kawasan Timur Tengah. Tentu, Washington, akan mendorong Mursi, agar mentaati komitmen Mesir, terhadap perjanjian damai dengan Israel, yang telah disepakati di Camp David, pada tahun l978.

Presiden Mohammad Mursi menghadapi tekanan politik yang sangat keras, terutama dari kalangan sekuler, nasionalis, dan militer, yang tidak menginginkan Presiden Mursi memiliki wewenang yang luas, dan didukung parlemen yang kuat. Itulah wajah kaum sekuler, nasionalis, koptik, dan liberalis, yang menjadi pion Barat, terutama di dunia Islam. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Hamas Kecam Pernyataan 'Sesat' Menlu Saudi di Parlemen Eropa

Hamas Kecam Pernyataan 'Sesat' Menlu Saudi di Parlemen Eropa

Ahad, 25 Feb 2018 10:36

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

Ahad, 25 Feb 2018 10:15

[VIDEO ILMIAH] Prof Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu Cepat 26 Menit

[VIDEO ILMIAH] Prof Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu Cepat 26 Menit

Ahad, 25 Feb 2018 10:04

Menikmati Senja di Ampenan

Menikmati Senja di Ampenan

Ahad, 25 Feb 2018 08:19

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Ahad, 25 Feb 2018 08:10

Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad "Hilang", Artis dan Dai Ini Beri Perhatian

Ahad, 25 Feb 2018 07:53

Pesona Senggigi yang Tiada Habisnya

Pesona Senggigi yang Tiada Habisnya

Ahad, 25 Feb 2018 07:12

Taman Narmada, Saksi Lombok sebelum Islamisasi

Taman Narmada, Saksi Lombok sebelum Islamisasi

Ahad, 25 Feb 2018 06:28

Lombok Dijuluki Pulau Seribu Masjid, Begini Sejarahnya

Lombok Dijuluki Pulau Seribu Masjid, Begini Sejarahnya

Ahad, 25 Feb 2018 05:50

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X