Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.221 views

Perang Antara Mohammad Mursi Dengan Militer

Nampaknya tak dapat dihindari konflik antara Presiden Mesir Mohammad Mursi dengan para jenderal yang sekarang berkuasa. Militer tidak mau tunduk terhadap supremasi sipil, yang sudah mendapat legitimasi rakyat.

Di mana Jamaah Ikhwan telah memenangkan mayoritas parlemen, dan mengontrol parlemen dan sekaligus memegang jabatan ekskutif sebagai presiden.

Kemenangan Ikhwan yang menguasai mayoritas parlemen itu, kemudian mendorong militer membubarkan parlemen yang merupakan hasil pemilihan. Militer Mesir di bawah Menteri Partahanan Marsekal Mohammed Husien Tantawi, nampaknya tidak menginginkan parlemen akan melakukan perubahan terhadap konstitusi Mesir, yang selama ini telah memberikan wewenang yang sangat luas kepada militer.

Langkah-langkah yang membawa perubahan melaui mekanisme parlemen itu, ingin dihindari oleh militer Mesir, dan tidak membuka peluang dengan terbentuknya sebuah konstitusi yang dapat mereduki atau mengeleminir posisi militer dari kekuasaan.

Sementara itu, Presiden Mesir, Mohammad Mursi, sudah menegaskan, hendaknya militer Mesir, kembali kepada perannya yang pokok, yaitu menjaga keamanan dan kedaulatan negara, dan meninggalkan keterlibatannya dalam politik.

Maka langkah-langkah Mursi sesudah dilantik menjadi presiden oleh Mahkamah Konstitusi, berusha mengembalikan kewenangan dan hak-hak parlemen, yang sudah dibubarkan oleh militer. Langkah sangat penting terutama dalam menjaga hak-hak rakyat, serta terciptanya legitimasi politik terhadap lembaga parlemen.

Bila tidak dilakukan oleh Presiden Mursi, dan membiarkan parlemen dibubarkan oleh militer, maka hal itu akan menjadi preseden politik, di mana setiap saat militer dapat membubarkan parlemen dengan berbagai alasan. Alasan yang sangat tidak jelas, dan tidak memiliki landasan undang-undang, ketika militer membubarkan parlemen.

Di tengah-tengah situasi politik di Mesir, yang masih tidak stabil itu, Presiden Mohammed Mursi mengeluarkan dekrit, hari Minggu,  yang membatalkan keputusan  Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) bulan lalu untuk membubarkan parlemen.

Mursi melalui dekrit yang dikeluarkan  memutuskan  mengembalikan wewenang parlemen (Majelis Rakyat), yang merupakan hasil pemilihan parlemen, dan diperintahkan bekerja kembali pada bulan November, dan melakukan sesi persidangan yang baru guna membuat undang-undang. Keputusan yang dibuat oleh Presiden Mohammad Mursi, yang memulihkan hak-hak parlemen, nampaknya tidak menyenangkan para pemimpin militer.

Kemungkinan keputusan Mursi itu, bisa menimbulkan ledakan politik baru di Mesir, dan Ikhwan akan berhadapan dengan militer, yang didukung kaum sekuleris, liberal, nasionalis, dan minoritas Koptik.


Partai politik Ikhwanul Muslimin memenangkan hampir setengah dari perakitan dan Morsi, meskipun ia mengundurkan diri dari posisi kepemimpinan dalam Persaudaraan, masih anggota. Memang keputusan ini akan melabrka keputusan Mahkamah Agung,  yang menjadi perpanjangan tangan militer Mesir.

Militer vs Ikhwan

Konflik antara Ikhwan dengan militer sudah terjadi sepanjang sejarah pergerakan itu. Ikhwan tidak pernah bisa bertemu dengan militer, sejak lahirnya. Suatu kali Ikhwan ikut mendukung revolusi yang dilakukan para perwira muda, dibawah Jenderal Mohammad Najib, tetapi tidak berlangsung lama. Kemudian pecah, dan Ikhwan menghadapi kondisi yang sangat buruk di bawah Jenderal Gamal Abdul Nasser.

Saat Nasser digantikan oleh Anwar Sadat, sebagian tahanan Ikhwan dibebaskan dari penjara-penjara militer di Mesir. Tetapi, kemdian Sadat terbunuh, saat berlangsung upacara militer, tahun l98I, dan Ikhwan dituduh terlibat dalam pembunuhan itu.

Sejatinya,pembunuhan terhadap Anwar Sadat itu, dilakukan oleh Letanan Khalid Islambouli, yang sangat menentang perjanjian perdamaian dengan Israel, Camp David. Pertarungan antara Ikhwan  dilanjutkan saat Marsekal Hosni Mubarak berkuasa, menggantikan Presiden Anwar Sadat.  Banyak tokoh Ikhwan yang dijebloskan kedalam penjara.

Sekarang pun, situasi di Mesir menghadapi ketidak pastian. Nampaknya, militer belum ikhlas meninggalkan kekuasaannya. Hal itu sangat nampak dengan keputusan yang diambil, menjelang kemenangan dicapai oleh Ikhwan, yang kemudian melalui pengadilan Mahkamah Agung, militer membubarkan parlemen, yang merupakan hasil pemilihan. Selanjutnya, Ikhwan,  berpendapat dan bersikap bahwa keputusan pengadilan adalah salah, dan SCAF tidak memiliki hak secara hukum membubarkan parlemen.

Apakah Mursi berkonsultasi dengan militer atau kekuatan-kekuatan politik  lainnya sebelum mengeluarkan surat keputusan berupa dekrit? Menurut seorang pejabat Ikhwan, Presiden Mursi tidak melakukan  konsultasi denga para pejabat militer, saat membuat keputusan dekrit itu. Keputusan Mursi itu,menyebabkan kalangan militer Mesir, melakukan pertemuan darurat, yang akan membahas keputusan dekrit itu. Keputusan yang sangat penting itu diambil oleh Mursi, pada Minggu malam.

Kemungkinan, bila keputusan Mursi itu mendapatkan penolakan yang keras dari kalangan militer, pilihannya dalam waktu 60 hari akan diselenggarakan pemiihan anggota parlemen baru. Tentu, ini sangat tidak efisien, dan akan menimbulkan ketidak stabilan politik baru di Mesir, serta akan  merugikan kepentingan Mesir yang sekarang menghadapi masalah komplek, akibat peninggalan Mubarak.

Memang, kemenangan Ikhwan yang menguasi parlemen membuat kawatir  kalangan sekularis, liberal dan  minoritas Kristen, yang secara umum mereka lebih senang kalau  parlemen dibubarkan. Beberapa politisi sekuler terkemuka, termasuk Mohamed El-Baradei, mengkritik keputusan Mursi pada hari Minggu.

Keputusan Mahkamah Agung  Mesir menjatuhkan keputusan kontroversial yang  membubarkan parlemen sehari sebelum putaran kedua pemilihan presiden telah menimbulkan teka-teki politik yang luas. Tentang motive militer yang bertindak sangat tidak konstitutional itu.

Militer dengan membuat keputusan membubarkan parlemen itu, ingin membatasi kekuasaan presiden, dan keputusan itu tak lama sesudah TPS ditutup pada pemungutan suara presiden. SCAF mengeluarkan paket secara sepihak, dari amandemen konstitusi yang membatasi kekuasaan presiden, serta membuat parlemlen dibawah kekuasaan parlemen.

"Ini adalah langkah yang sangat menarik, karena ada pertanyaan, apa sebenarnya dibalik keputusan itu? ... Apakah ini benar pembangkangan  presiden baru terhadap para jenderal, atau ini sebuah keputusan yang diambil setelah konsultasi, dan dalam koordinasi dengan para  jenderal", ujar seorang pengamat politik di Cairo.

Ikhwan mengatakan pembubaran parlemen harus melalui referendum.Tidak bisa secara sepihak militer membubarkan parlemen. Ini merupakan langkah kudeta yang sangat bertentangan dengan tujuan revolusi rakyat Mesir, yang ingin menjujung supremasi sipil.

Konstitusi sementara Mesir, yang lahir pada  2011, tak lama sesudah rezim Hosni Mubarak runtuh, menegaskan tidak ada lembaga yang diberikan wewenang untuk membubarkan parlemen, dan tidak ada aturan dinyatakan mengatur situasi seperti itu.

Sementara itu, Presiden Mursi dijadwalkan akan melakukan lawatan pertamanya, ke Saudi, Gaza, Ethiopia, Turki, dan September dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Barack Obama di Washington.

Obama mengundang Mursi, dan akan membicarakan situasi politik di kawasan Timur Tengah. Tentu, Washington, akan mendorong Mursi, agar mentaati komitmen Mesir, terhadap perjanjian damai dengan Israel, yang telah disepakati di Camp David, pada tahun l978.

Presiden Mohammad Mursi menghadapi tekanan politik yang sangat keras, terutama dari kalangan sekuler, nasionalis, dan militer, yang tidak menginginkan Presiden Mursi memiliki wewenang yang luas, dan didukung parlemen yang kuat. Itulah wajah kaum sekuler, nasionalis, koptik, dan liberalis, yang menjadi pion Barat, terutama di dunia Islam. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
[Puisi] Palestina, Muslim yang Tak terkalahkan

[Puisi] Palestina, Muslim yang Tak terkalahkan

Sabtu, 23 Jun 2018 07:40

Rasisme tak Berujung, Israel Makin tak Mengerti Arti Kemanusiaan

Rasisme tak Berujung, Israel Makin tak Mengerti Arti Kemanusiaan

Sabtu, 23 Jun 2018 07:18

Pentagon Setuju Tampung 20 Ribu Anak Migran

Pentagon Setuju Tampung 20 Ribu Anak Migran

Sabtu, 23 Jun 2018 05:16

Filipina Segera Berikan Otonomi Terbatas kepada Front Pembebasan Islam Moro

Filipina Segera Berikan Otonomi Terbatas kepada Front Pembebasan Islam Moro

Sabtu, 23 Jun 2018 05:07

Pasukan Israel Lukai 206 Warga Palestina di Jalur Gaza

Pasukan Israel Lukai 206 Warga Palestina di Jalur Gaza

Sabtu, 23 Jun 2018 03:03

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Langsung Sujud Syukur

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Langsung Sujud Syukur

Sabtu, 23 Jun 2018 02:57

PP Pemuda Muhammadiyah Serukan Kadernya Berperan Aktif dalam Pilkada 2018

PP Pemuda Muhammadiyah Serukan Kadernya Berperan Aktif dalam Pilkada 2018

Sabtu, 23 Jun 2018 02:30

Perjuangan Batalkan Ambang Batas Capres

Perjuangan Batalkan Ambang Batas Capres

Jum'at, 22 Jun 2018 23:59

Dianggap Tak Mampu Jelaskan Soal Iriawan, Politisi: Apa yang Bisa Diharapkan dari Rezim Ini?

Dianggap Tak Mampu Jelaskan Soal Iriawan, Politisi: Apa yang Bisa Diharapkan dari Rezim Ini?

Jum'at, 22 Jun 2018 23:17

Kontroversi List Da'i, Perpecahan Menanti

Kontroversi List Da'i, Perpecahan Menanti

Jum'at, 22 Jun 2018 23:14

Di Lingkar Istana Kepresidenan Jokowi: Ada Dayang dan Ada yang Pergi Saling Maki

Di Lingkar Istana Kepresidenan Jokowi: Ada Dayang dan Ada yang Pergi Saling Maki

Jum'at, 22 Jun 2018 22:17

Militer Filipina Buru Amir Baru Islamic State Asia Tenggara

Militer Filipina Buru Amir Baru Islamic State Asia Tenggara

Jum'at, 22 Jun 2018 21:30

Fahri Hamzah Bicarakan Kesadaran Diri Jokowi untuk Bangsa dan Negara

Fahri Hamzah Bicarakan Kesadaran Diri Jokowi untuk Bangsa dan Negara

Jum'at, 22 Jun 2018 21:17

UEA Bantah Tuduhan Mengoperasikan Penjara Rahasia dan Menyiksa Tahanan di Yaman

UEA Bantah Tuduhan Mengoperasikan Penjara Rahasia dan Menyiksa Tahanan di Yaman

Jum'at, 22 Jun 2018 21:15

Rezeki yang Melupakan Ibadah

Rezeki yang Melupakan Ibadah

Jum'at, 22 Jun 2018 21:00

Pejuang Taliban Tewaskan 16 Polisi Afghanistan di Badghis

Pejuang Taliban Tewaskan 16 Polisi Afghanistan di Badghis

Jum'at, 22 Jun 2018 20:35

Soal Iriawan, Hendri: Semakin Banyak Pejabat yang Komentar, semakin seperti Ada yang Ditutupi

Soal Iriawan, Hendri: Semakin Banyak Pejabat yang Komentar, semakin seperti Ada yang Ditutupi

Jum'at, 22 Jun 2018 20:17

Tegar di Jalan Yang Benar

Tegar di Jalan Yang Benar

Jum'at, 22 Jun 2018 19:33

Saudi Akan Bangun Kanal Selebar 200 Meter di Sepanjang Perbatasan dengan Qatar

Saudi Akan Bangun Kanal Selebar 200 Meter di Sepanjang Perbatasan dengan Qatar

Jum'at, 22 Jun 2018 17:30

PPh Final UMKM, Menyembelih Itik Bertelur Emas?

PPh Final UMKM, Menyembelih Itik Bertelur Emas?

Jum'at, 22 Jun 2018 17:16


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X