Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
8.574 views

Syi'ah Irak Berperang Bersama Pasukan Bashar Al-Assad di Suriah

SURIAH (voa-islam.com) - Perang agama di Suriah antara Sunni dan Syi'ah tidak hanya menarik sejumlah mujahidin dari negara lain untuk membantu Muslim Sunni yang ada di negara tersebut, tetapi juga mengundang petempur Syi'ah dari negara tetangga suriah seperti Irak dan Iran serta Libanon untuk ikut terjun di lapangan membantu tentara Bashar Al-Assad dalam mempertahankan wilayah dan melakukan operasi tempur terhadap pemberontak Suriah yang notebene berasal dari kaum Sunni.

Puluhan militan Syi'ah Irak yang bersumpah setia kepada pemimpin tertinggi agama Syi'ah Iran saat ini berperang di Suriah bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad, menurut petempur dan politisi Syi'ah di Irak.

Bagi warga Syiah Irak yang mengikuti pemimpim tertinggi Syi'ah Iran Ayatollah Ali Khamenei, pemberontakan di Suriah mengancam pengaruh Syiah dan warga Syi'ah Irak yang berperang di Suriah mengatakan mereka memandang adalah sebuah kewajiban untuk membantu Assad yang juga berfaham Syi'ah, karena kesetiaan mereka kepada otoritas tertinggi Republik Syi'ah Iran.

Diantara para milisi Syi'ah Irak yang terlibat dalam perang di Suriah adalah para pembelot dan mantan petempur anti-AS dari Tentara Mehdi pimpinan ulama Syi'ah Irak Moqtada al-Sadr, Badr Group dan Asaib al-Haq yang didukung Iran dan Kata'ib Hizbullah, milisi yang pernah mengobarkan perang terhadap pasukan Amerika, militan Syiah dan politisi Irak mengatakan.

Para politisi Syi'ah mengatakan para militan yang berjuang di Suriah tidak mendapatkan sanksi resmi dari pimpinan milisi mereka atau dari pemerintah Irak yang dipimpinan Syi'ah yang terjebak dalam tindakan menyeimbangkan antara sekutunya Teheran, dan negara-negara Barat dan negara-negara Arab yang menyerukan Assad untuk hengkang.

Beberapa militan Syi'ah Irak tersebut adalah mantan petempur Tentara Mahdi yang mengusi ke Suriah setelah 2007 ketika kelompok mereka hancur oleh pasukan Irak. Sementara yang lain, yang setia kepada Khamenei sebagai otoritas keagamaan, menyeberang baru-baru ini, para petempur dan politisi Syi'ah Irak mengatakan.

"Kami membentuk brigade Abu al-Fadhal al-Abbas yang mencakup 500 warga Irak, Suriah dan beberapa negara lain," kata seorang pembelot Irak dari Tentara Mehdi yang mengaku bernama Abu Hajar kepada Reuters melalui telepon satelit dari Suriah.

"Ketika pertempuran meletus di daerah kami, kami melakukan beberapa operasi militer gabungan berdampingan dengan tentara Suriah untuk membersihkan daerah yang direbut oleh Tentara Pembebasan Suriah (FSA)," kata Abu Hajar, yang seperti orang lain merupakan pengungsi di Suriah sebelum konflik.

Pembelot lain dari Tentara Mehdi, Abu Mujaid, yang baru saja kembali ke Suriah setelah semengunjungi keluarganya di kota Najaf Irak mengatakan misi kelompoknya di Suriah dibatasi untuk mengamankan kuil suci terkenal Syi'ah Sayyida Zeinab dan lingkungan-lingkungan Syi'ah terdekat.

Tapi kadang-kadang, katanya, mereka melakukan penyerbuan pre-emptive para para pejuang FSA, setiap kali mereka mendapatkan informasi Tentara Pembebasan Suriah akan menyerang kuil tersebut, kantor-kantor pemimpin agama Syi'ah, dikenal sebagai Marjaiya, dan lingkungan-lingkungan Syiah.

"Misi kami adalah mengamankan kuil suci Syi'ah, wilayah-wilayah Syiah dan kantor Marjaiya," kata Abu Mujaid. "Kami tidak memiliki medan yang jelas, namun, dari waktu ke waktu, kita melaksanakan penyerangan dengan tentara Suriah di tempat-tempat Tentara Pembebasan Suriah."

"Pasukan tentara Suriah tidak bisa menjaga semua medan," kata Abu Mujaid. "Mereka datang untuk satu atau dua jam, setiap hari, untuk membebaskan daerah yang direbut dari pemberontak dan meninggalkan sisanya terserah kepada kita dan warga Syiah dari daerah-daerah tersebut."

Milisi pro-Assad

Tentara Pembebasan Suriah menganggap militan Syi'ah adalah sebuah milisi pro-Assad. Beberapa dari para militan Syi'ah tersebut telah ditangkap dan dibunuh dalam pertempuran, para militan dan keluarga lokal di Irak mengatakan.

Di kawasan Syi'ah Ameen Baghdad, baru-baru ini didirikan billboard yang menunjukkan foto seorang militan Tentara Mehdi berjanggut yang diposternya diyatakan menjadi "martir" pada bulan Februari. Keluarganya mengatakan dia mati dalam pertempuran di Suriah.

Sebuah video yang diposting di YouTube bulan lalu oleh pejuang Suriah menunjukkan seorang pemuda bernama Ahmed al-Maksosi yang wajahnya tampak bengkak saat ia mengaku bahwa ia adalah seorang petempur Tentara Mahdi.

Para militan Syi'ah Irak mengatakan Maksosi adalah salah satu dari rekan-rekan mereka yang bertempur bersama mereka di salah satu lingkungan Zeinab Sayyida. Mereka mengatakan ia diculik dan disiksa oleh FSA sebelum ia dibunuh.

Abu Mujaid, Abu Hajar dan para politisi Syi'ah Irak yang memiliki pengetahuan tentang para militan Syi'ah mengatakan mereka yang pergi ke Suriah adalah relawan individu yang bepergian dengan paspor mereka sendiri melalui rute biasa.

Mereka mengatakan ada para kontak yang bertanggung jawab untuk menerima dan mengorganisir relawan, mempersenjatai mereka dan mengarahkan mereka untuk tugas, tetapi semua menghadapi masalah pendanaan, banyak yang mengatakan mereka berasal dari beberapa pedagang Irak di Suriah.

Bantah kirim petempur ke Suriah

Para pemimpin Organisasi Badr, Asaib al-Haq dan Tentara Mehdi mengatakan kepada Reuters mereka tidak mengirimkan petempurnya ke Suriah karena mereka percaya bahwa pergolakan itu merupakan urusan internal. Mengirim para petempurnya akan menjadi sebuah intervensi dalam urusan Suriah.

"Kami tidak mengutus seorangpun ke Suriah ... beberapa orang berpikir berperang di Suriah adalah sah, jadi mungkin orang-orang tersebut pergi ke sana tanpa berkoordinasi dengan para pemimpin mereka," kata pemimpin senior organisasi Badr, yang berbicara dengan syarat anonim.

Pergolakan Suriah adalah mimpi buruk politik bagi pemerintah Irak yang dipimpin Syiah yang percaya jatuhnya Assad akan menghancurkan Suriah sepanjang garis-garis sekterian dan menghasilkan sebuah permusuhan, rezim garis keras Muslim Sunni yang  yang bisa membangkitkan Irak sendiri terbakar Sunni-Syiah campuran komunal.

Irak mengatakan negara itu memiliki kebijakan non-interferensi di Suriah - namun tetap dekat dengan posisi Teheran dengan menolak untuk mendukung tuntutan Liga Barat dan Arab untuk menurunkan Bashar Al-Assad, berfaham Alawit, salah satu cabang Syiah yang merupakan agama minoritas di Suriah

Amerika Serikat, sekutu Eropa, Turki dan negara-negara Arab Teluk telah berpihak pada oposisi Suriah, sementara Iran, Rusia dan China telah mendukung Assad, yang keluarga dan sekte minoritas Alawitnya telah mendominasi Suriah selama 42 tahun.

Pengaruh Iran

Pemerintah Syiah-Iran  telah mencoba untuk melawan tekanan oleh Barat serta AS untuk memutar kembali kekuatan negara itu di Timur Tengah dan ketakutan akan kesuksesan pemberontakan yang dipimpin Sunni di Suriah.

Para militan dan politisi Syi'ah Irak mengatakan tidak ada petempur Iran di tanah di Suriah, tapi ada para ahli dan perwira Hizbullah Lebanon untuk melatih orang-orang.

"Iran bekerja di sana dengan menggunakan Hizbullah, ada perwira dan militan Hizbullah dari Libanon yang melatih warga dan mengembangkan keterampilan dan kemampuan pertempuran mereka," militan Irak, Abu Mujaid mengatakan.

Iran sendiri telah menunjuk seorang pemimpin senior Syi'ah Irak dalam Group Badar - sayap politik ISCI yang secara erat didukung oleh Teheran - untuk mengendalikan kelompok-kelompok militan Syi'ah dan berkoordinasi antara pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok Syi'ah Irak, seorang politisi yang bersekutu dengan kelompok milisi tersebut mengatakan.

Meski para petempur Syi'ah dari negara-negara tetangga Suriah juga mengalir ke negara itu sebagaimana mujahidin, dimana kehadiran mereka juga telah meradikalisasi konflik dan juga meningkatkan ketegangan sekterian di Suriah, hingga kini tidak ada pertanyaan kekhawatiran yang dikeluarkan oleh PBB atas mereka. (by/Reuters)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Hingga akhir hayatnya, ustadz Sanjaya Abdullah mengabdikan diri di jalan dakwah. Kini masa depan yatim Syifani dan Syafina yang masih SD, menjadi tanggungjawab kita hingga baligh...

Latest News
Jika Head to Head dengan Ahok, Yusril Bersedia Maju Cagub

Jika Head to Head dengan Ahok, Yusril Bersedia Maju Cagub

Sabtu, 06 Feb 2016 21:48

Fenomena Kriminalisasi terhadap Aktivis, Pemerintah Diminta Kooperatif

Fenomena Kriminalisasi terhadap Aktivis, Pemerintah Diminta Kooperatif

Sabtu, 06 Feb 2016 21:29

PAN Siap Dukung Yusril sebagai Cagub DKI Jakarta

PAN Siap Dukung Yusril sebagai Cagub DKI Jakarta

Sabtu, 06 Feb 2016 20:46

Dalam 2 Hari 24 Tentara Syi'ah Iran Tewas dalam Pertempuran Melawan Mujahidin di Aleppo

Dalam 2 Hari 24 Tentara Syi'ah Iran Tewas dalam Pertempuran Melawan Mujahidin di Aleppo

Sabtu, 06 Feb 2016 20:45

Tiga Peneliti Jepang Datang ke Aceh Utara Meneliti Pengungsi Rohingya

Tiga Peneliti Jepang Datang ke Aceh Utara Meneliti Pengungsi Rohingya

Sabtu, 06 Feb 2016 20:20

Palestina Buka Kedutaan Besar di Brazil

Palestina Buka Kedutaan Besar di Brazil

Sabtu, 06 Feb 2016 20:05

Rezim Jokowi-JK, Rezim Kriminalisasi?

Rezim Jokowi-JK, Rezim Kriminalisasi?

Sabtu, 06 Feb 2016 19:29

KPAI Sebut Tayangan Sinetron Banyak Ajarkan Kekerasan pada Anak

KPAI Sebut Tayangan Sinetron Banyak Ajarkan Kekerasan pada Anak

Sabtu, 06 Feb 2016 18:59

Negeri Akhir Zaman Itu Bernama Syam

Negeri Akhir Zaman Itu Bernama Syam

Sabtu, 06 Feb 2016 17:51

KPR Syariah, Solusi Miliki Rumah Idaman?

KPR Syariah, Solusi Miliki Rumah Idaman?

Sabtu, 06 Feb 2016 17:48

CBA: Rata-rata Harga Sebuah Pengajuan RUU Sebesar Rp.2,4 Milyar

CBA: Rata-rata Harga Sebuah Pengajuan RUU Sebesar Rp.2,4 Milyar

Sabtu, 06 Feb 2016 17:29

Efektifkah Mengajarkan Materi per Materi Kepada Anak?

Efektifkah Mengajarkan Materi per Materi Kepada Anak?

Sabtu, 06 Feb 2016 16:35

Setelah Rilis Daftar PesantrenTerorisme, Kini Pemerintah Sebut Banyak Pesantren Terjangkit Narkoba

Setelah Rilis Daftar PesantrenTerorisme, Kini Pemerintah Sebut Banyak Pesantren Terjangkit Narkoba

Sabtu, 06 Feb 2016 14:59

Muhammadiyah Minta BNPT Jangan Asal Main Tuduh Pesantren Pendukung Terorisme

Muhammadiyah Minta BNPT Jangan Asal Main Tuduh Pesantren Pendukung Terorisme

Sabtu, 06 Feb 2016 14:29

Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Sabtu, 06 Feb 2016 13:29

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Sabtu, 06 Feb 2016 13:08

Fahira Idris Minta Dukungan Masyarakat agar UU Larangan Miras Cepat Diberlakukan

Fahira Idris Minta Dukungan Masyarakat agar UU Larangan Miras Cepat Diberlakukan

Sabtu, 06 Feb 2016 11:29

Sejak 2015 Twitter Telah Tangguhkan 125.000 Akun yang Mempromosikan Aksi Jihad

Sejak 2015 Twitter Telah Tangguhkan 125.000 Akun yang Mempromosikan Aksi Jihad

Sabtu, 06 Feb 2016 11:15

Menulislah, Bangkitkan Peradaban dengan Pena!

Menulislah, Bangkitkan Peradaban dengan Pena!

Sabtu, 06 Feb 2016 10:37

Al-Qaidah Yaman Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mereka dalam Serangan Udara AS di Abyan

Al-Qaidah Yaman Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mereka dalam Serangan Udara AS di Abyan

Sabtu, 06 Feb 2016 09:45



Must Read!
X