Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.528 views

Tidak Disyariatkan Shalat Sunnah Rawatib Saat Safar

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Shalat sunnah memiliki keutamaan yang agung. Membiasakannya dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menjadi sarana untuk meraih cinta dan ridha-Nya. Dalam Hadis Qudsi disebutkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman melalu lisan Rasul-Nya:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

"Hamba-Ku senantiasa bertaqarub kepada-Ku melalui shalat-shalat sunah (nawafil) sampai Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya maka Aku pun menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, menjadi matanya yang dengannya ia melihat, menjadi tangannya yang dengannya ia bekerja, dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Manakala ia meminta kepada-Ku maka akan Aku beri dan jika memohon perlindungan kepada-Ku maka akan Aku lindungi dia." (HR. Bukhari dari hadits Abu Hurairah)

Dalam riwayat dari Abu Umamah disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda:

مَا أَذِنَ اللَّهُ لِعَبْدٍ فِي شَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يُصَلِّيهِمَا وَإِنَّ الْبِرَّ لَيُذَرُّ عَلَى رَأْسِ الْعَبْدِ مَا دَامَ فِي صَلَاتِهِ

"Allah tidak menyerukan bagi hamba-Nya sesuatu yang lebih utama daripada shalat dua rakaat. Sesungguhnya kebajikan ditebarkan di atas kepala seorang hamba selagi ia dalam shalatnya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga pernah bersabda kepada seorang sahabat yang meminta untuk menjadi pendampingnya di surga, agar ia memperbanyak shalat sunnah;

فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِك بِكَثْرَةِ السُّجُود

Maka bantulah aku (untuk mewujudkannya) dengan engkau memperbanyak sujud (shalat).” (HR. Muslim)

Termasuk dalam shalat sunnah ini adalah shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardlu baik sebelum atau sesudahnya. Dia akan menjadi penyempurna atas kekurangan yang ada dalam shalat wajibnya.

Diriwayatakan dari  Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Apabila bagus maka ia telah beruntung dan sukses, dan bila rusak maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya maka Rabb 'Azza wa jalla berfirman: "Lihatlah, apakah hamba-Ku itu memiliki shalat tathawwu' (shalat sunnah)?" Lalu shalat wajibnya yang kurang tersebut disempurnakan dengannya, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian.” (HR Al-Tirmidzi, an Nasai, dan al Hakim)

Sunnah Rawatib Saat Safar

Secara umum keutamaan shalat sunnah Rawatib di atas disyariatkan saat seseorang tidak dalam safar. Karena saat safar, shalat yang fardhu saja diberi keringanan dengan jama’ dan qashar. Sehingga tidak ditemukan petunjuk dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa beliau melakukan shalat sunnah rawatib kecuali dua rakaat sebelum shubuh dan shalat witir.

Dalam hadits 'Ashim bin Umar bin al Khathab, dia bercerita: “aku pernah menemani Ibnu Umar dalam perjalanan menuju Makkah.” Dia melanjutkan kisahnya, “Dan Ibnu Umar mengerjakan shalat Dzuhur dua rakaat bersama kami, kemudian beliau berangkat dan kamipun ikut berangkat bersamanya hingga sampai di kendaraannya. Lalu dia duduk dan kamipun ikut duduk bersamanya. Setelah itu dia berbalik ke arah tempat dia mengerjakan shalat dan melihat beberapa orang tengah berdiri (shalat).”

Ibnu Umar bertanya, “Apa yang dilakukan oleh orang-orang itu?”

Aku (‘Ashim) menjawab, “Mereka sedang mengerjakan shalat sunnah.”

Dia kemudian berkata, “Seandainya aku mengerjakan shalat sunnah sesudah shalat fardlu, tentulah aku sempurnakan shalat (dzuhur empat rakaat-red). Wahai putera saudaraku, aku pernah menemani Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam sebuah perjalanan dan beliau tidak pernah mengerjakan shalat lebih dari dua rakaat sampai Allah memanggilnya. Aku juga pernah menemani Abu Bakar dan dia mengerjakan shalat tidak lebih dari dua rakat sampai Allah mencabut nyawanya. Selain itu, aku pernah menemani Umar bin Khathab, dan dia juga tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat sampai akhirnya Allah mewafatkannya. Aku pun pernah menemani Ustman dan dia juga tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat sampai Allah memanggilnya. Allah Ta'ala telah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Sunguh telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik baik kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ini dikecualikan pada shalat Sunnah qabliyah Shubuh –dua rakaat fajar- dan Shalat Witir, baik ketika sedang bepergian atau di rumah. Hal ini didasarkan pada hadits 'Aisyah mengenai shalat sunnah sebelum Shubuh, “Bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya (dua rakaat sebelum shubuh) sama sekali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadits Abu Qatadah Radliyallah 'Anhu dikisahkan, pernah terjadi dalam sebuah perjalanan, Rasulullah dan para sahabat tertidur sehingga terlambat mengerjakan shalat Shubuh hingga matahari terbit. Di dalamnya disebutkan, “Bilal pun mengumandangkan Adzan. Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengerjakan shalat dua rakaat baru kemudian mengerjakan shalat Shubuh, sebagaimana yang beliau kerjakan setiap hari.” (HR. Muslim)

Sedangkan shalat Witir, hal itu didasarkan pada hadits Abdullah bin Umar, dia bercerita, "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengerjakan shalat dalam sebuah perjalanan di atas kendaraannya dengan menghadap ke arah mana kendaraan beliau menuju. Beliau memberi isyarat dengan isyarat shalat malam kecuali shalat fardlu. Beliau juga mengerjakan shalat witir di atas tunggangannya." (HR. Muttafaq 'Alaih)

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, "kegigihan dan kesungguhan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam menjaga shalat sebelum Shubuh lebih besar daripada shalat-shalat sunnah rawatib lainnya, sehingga beliau tidak pernah meninggalkannya. Begitu pula shalat witir, baik ketika di perjalanan maupun ketika sedang di rumah . . . . tidak pernah dinukil bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengerjakan shalat sunnah rawatib selain dua rakaat sebelum shubuh dan shalat witir dalam safarnya." (Zaad al Ma'ad: I/315).

. . . . tidak pernah dinukil bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengerjakan shalat sunnah rawatib selain dua rakaat sebelum shubuh dan shalat witir dalam safarnya." (Zaad al Ma'ad: I/315).

Mengenai shalat tathawwu' mutlak. Shalat itu tetap disyariatkan ketika safar maupun muqim, seperti shalat Dzuha, Tahajjud pada malam hari, dan seluruh shalat sunnah mutlak. Termasuk dalam hal ini shalat-shalat Dzawat al Asbab (memiliki sebab), seperti shalat sunnah wudlu, shalat sunnah thawaf, shalat Kusuf, tahiyyatul masjid, dan lainnya.

Imam an Nawawi Rahimahullah dalam Syarhnya atas Muslim berkata, "Para ulama telah sepakat untuk tetap menyunahkan shalat-shalat sunnah mutlak dalam perjalanan."

Penutup

Tidak disyariatkan shalat sunnah Rawatib saat safar, baik yang qabliyah maupun ba’diyah. Kecuali shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat Shubuh, atau yang biasa disebut dua rakaat fajar. Karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah mengerjakannya kecuali yang dua rakaat fajar tadi. Padahal beliau adalah orang yang paling semangat dalam menjalankan ibadah-ibadah dan ketaatan.

Bahasan ini mengabarkan, semangat beribadah dalam Islam haruslah didasarkan kepada ilmu. Dan ilmu dalam Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Shahihah. Lalu para ulama menjelaskannya dalam tafsir, syarh hadits, dan kitab-kitab fiqih mereka. Janganlah membangun ibadah di atas perkiraan dan dugaan-dugaan tanpa dasar dalil yang shahih. (PurWD/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Selasa, 22 Jun 2021 22:00

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Selasa, 22 Jun 2021 21:41

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

Selasa, 22 Jun 2021 21:07

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Selasa, 22 Jun 2021 20:00

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Selasa, 22 Jun 2021 19:30

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Selasa, 22 Jun 2021 17:24

Darah Kucing Najis?

Darah Kucing Najis?

Selasa, 22 Jun 2021 17:05

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Selasa, 22 Jun 2021 15:02

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Selasa, 22 Jun 2021 14:42

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Selasa, 22 Jun 2021 14:11

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Selasa, 22 Jun 2021 13:26

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Selasa, 22 Jun 2021 13:01

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Selasa, 22 Jun 2021 10:35

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Selasa, 22 Jun 2021 10:30

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Selasa, 22 Jun 2021 10:00

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Selasa, 22 Jun 2021 09:16

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Selasa, 22 Jun 2021 08:54

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59


MUI

Must Read!
X