Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.239 views

Islamophobia Merebak, Sampai Kapan?

Oleh: Prita HW*

 Entah kata apa yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi hari ini, terutama menyoal umat Islam dan agamanya. Loh, ada apa memangnya? Bukannya kita berada dalam kondisi “baik-baik saja” dan bahkan bisa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan penuh kebebasan? Buka puasa, sahur bersama, bagi-bagi nasi, sedekah, dan sebagainya tetap berjalan seperti biasa? Ya, semuanya terlihat wajar saja bila kita melihat Islam sebagai agama ritual yang ajarannya hanya diasumsikan dengan apa yang ada dalam rukun Islam semata.

 Coba kita berpikir dari sudut pandang lain atau angle yang berbeda. Bukankah Islam adalah agama yang sempurna? Seperti dalam firman-Nya :

 “... Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu…” [Al-Maaidah:3]

Apa arti sempurna? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sempurna diartikan utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela), atau teratur dengan sangat baiknya. Sehingga, Islam yang sempurna artinya sudah tidak memerlukan penambahan atau pengurangan. Islam tak memerlukan modifikasi, apalagi menambah-nambah frase yang kurang atau bahkan tidak penting seperti Islam radikal, Islam nusantara, Islam persatuan, Islam yang tidak terlalu serius, Islamophobia, atau yang lainnya.

Ya, akhir-akhir ini, umat muslim yang sadar bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin dan tak mungkin mengajarkan ujaran kebencian apalagi radikalisme yang sering diidentikkan dengan citra Islam. Umat muslim saat ini rasanya seperti menyimpan bara dalam dada. Terlihat “baik-baik” saja padahal sejatinya sedang mengidap penyakit kronis yang mematikan.

Pasca teror bom yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya, kemudian berlanjut pada peristiwa kerusuhan di Mako Brimob, Islamophobia sepertinya makin menjadi. Di tingkatan terendah dalam kehidupan sehari-hari saja, sudah nyata kita melihat tindakan responsif yang dangkal seperti santri yang membawa kardus dan ransel diminta untuk mengeluarkan segala isinya di tengah jalan dan muslimah bercadar yang diturunkan beramai-ramai oleh penumpang lainnya dari bus.

Ibarat skema yang memang sudah dirancang dan berkesinambungan satu sama lain, pemerintah bergerak cepat lewat tangan-tangannya yang lain. Kemenag merilis daftar 200 ulama rekomendasi yang kemudian dicabut karena menuai banyak kritik. BNPT mengeluarkan warning tentang rohis kampus dan daftar 7 kampus yang sudah terkena virus radikalisme berikut perintah cleaning aktivis kampusnya. Mabes Polri mengeluarkan seruan supaya masyarakat terlibat aktif melaporkan pendukung khilafah, termasuk menjadi “mata-mata” pada setiap kajian di mushala dan masjid. Badan Kepegawaian Negara (BKN) pun tak mau ketinggalan untuk merilis sesuatu supaya juga ikutan hits, yaitu 6 ujaran kebencian yang tak boleh dilakukan PNS.     

Negara sepertinya sedang berada dalam ring 1 pengawasan dan nyata-nyata melakukan “perang” melawan agama yang notabene dipeluk pula oleh sebagian besar stakeholder nya. Islam yang sempurna yang tak hanya menyangkut ibadah ritual saja seolah-olah menjadi ancaman nyata yang harus diberangus sampai akar-akarnya. Islam di ranah politik dilarang bergaung, gagasan khilafah dianggap hoax dan dekat dengan isu Islam radikal atau Islam yang terlalu serius.

Apa dampak yang saat ini ada di depan mata? Jelas sekali umat muslim menjadi tidak nyaman dan terpecah belah dengan banyaknya pro dan kontra. Banyak aktivitas individu dan berkelompok yang dinodai haknya untuk memiliki kemerdekaan berserikat dan berkumpul, serta mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan seperti yang ada dalam bunyi Pasal 28 Undang Undang Dasar ‘45 yang juga merupakan dasar negara. Kontradiksi, bukan?

Betapa miris saat ini kita menyaksikan tatapan curiga pada banyak ulama dan pesantrennya. Para ustadz atau ustadzah dengan majelis-majelisnya, kampus dengan para aktivisnya, sekolah dengan aktivis rohisnya. Dan, baru-baru ini, yang makin membuat geram dan tak habis pikir adalah keluarga dengan kaum ibu dan anak-anak di dalamnya, termasuk penyelenggaraan sekolah rumah (homeschooling) yang disebut-sebut juga bisa menjadi cikal bakal pendidikan berbau radikalisme dan terorisme. Puncaknya, DPR berhasil tepat janji untuk mengesahkan revisi UU No. 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang ironisnya diketok tanpa dihadiri 400 lebih anggota dewan.  

Belum lagi di dunia maya yang sebelumnya rentan sekali dengan adanya UU ITE, dan saat ini tentu makin menjadi-jadi dengan segala multi tafsir yang berkembang di masyarakat. 

Sampai Kapan Islamophobia Akan Langgeng?

Sesungguhnya Islamophobia bukanlah sesuatu yang baru. Ia akan terus ada dan disebarkan oleh musuh-musuh Islam yang sangat takut Islam kaffah di bawah naungan daulah khilafah akan kembali tegak dan memimpin peradaban sesuai bisyaroh Rasulullah tentang 5 fase kehidupan :

Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam, (HR. Imam Ahmad).

Saat ini, kita semua berada pada masa raja diktator (pemaksa) seperti yang tersebut dalam hadits shohih di atas. Mereka mengemban ideologi yang berjaya saat ini yaitu kapitalisme yang berakar pada sekulerisme dan memisahkan kehidupan agama yang maha sempurna dengan kehidupan dunia. Semata-mata supaya umat menjadi “buta” bahwa sesungguhnya Islam tidak memisahkan agama dari urusan kehidupan masyarakat, termasuk politik. Dalam Islam, politik (as-siyasah) didefinisikan sebagai : pengaturan urusan-urusan masyarakat dalam dan luar negeri berdasarkan syariat Islam. Menggunakan hukum-hukum Allah, Sang Pengatur Kehidupan.

Apa yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengemban tugas untuk menyampaikan pada masyarakat bahwa Islam bukanlah ancaman seperti yang dituduhkan, Islam bukanlah virus yang mematikan. Sebaliknya, Islam adalah as-syifa atau penawar bagi siapa saja yang ingin menemukan kedamaian dan persatuan yang sesungguhnya. Ia tak perlu ditakuti, tapi wajib direngkuh dalam-dalam hingga menimbulkan kobaran takwa yang sebenarnya. Musuh yang nyata sebenarnya adalah hegemoni sistem kapitalisme buatan manusia yang menimbulkan banyak “lubang” dan tidak akan pernah selesai meski ditambal sulam sampai kapanpun.

Ingatlah, saat sempurna sudah mutlak ada pada Islam sebagai agama yang diridhai Allah SWT dan rahmat bagi seluruh alam, maka tak perlu ada keraguan di dalamnya. (rf/voa-islam.com)

*praktisi pendidikan, founder The Jannah Institute

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
200 Pejuang BIFF Serbu Kota Di Selatan Mindanao Filipina Selatan

200 Pejuang BIFF Serbu Kota Di Selatan Mindanao Filipina Selatan

Sabtu, 08 May 2021 21:40

Hamas Desak Anggotanya Memobilisasi Menghadapi Agresi Israel Di Al-Quds Yerusalem

Hamas Desak Anggotanya Memobilisasi Menghadapi Agresi Israel Di Al-Quds Yerusalem

Sabtu, 08 May 2021 20:50

200 Lebih Warga Palestina Terluka Dalam Penyerbuan Polisi Israel Di Komplek Masjid Al-Aqsa

200 Lebih Warga Palestina Terluka Dalam Penyerbuan Polisi Israel Di Komplek Masjid Al-Aqsa

Sabtu, 08 May 2021 20:29

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Sabtu, 08 May 2021 19:20

Dalil-dalil Lailatul Qadar di Malam 27 Ramadhan

Dalil-dalil Lailatul Qadar di Malam 27 Ramadhan

Sabtu, 08 May 2021 14:02

Hampir 1.600 Anak-anak Di Afghanistan Tewas  Selama 5 Tahun Terakhir Akibat Serangan Udara

Hampir 1.600 Anak-anak Di Afghanistan Tewas Selama 5 Tahun Terakhir Akibat Serangan Udara

Jum'at, 07 May 2021 22:00

PM Irak Perintakan Pencopotan Poster Tokoh Politik Syi'ah Iran Di Lingkungan Sunni Baghdad

PM Irak Perintakan Pencopotan Poster Tokoh Politik Syi'ah Iran Di Lingkungan Sunni Baghdad

Jum'at, 07 May 2021 21:30

Infeksi Virus Corona Harian Di India Capai 400.000 Lebih Kasus Selama 2 Hari Berturut-turut

Infeksi Virus Corona Harian Di India Capai 400.000 Lebih Kasus Selama 2 Hari Berturut-turut

Jum'at, 07 May 2021 20:56

Puasa Ramadan di Bawah Penjagaan Khilafah Islamiyah

Puasa Ramadan di Bawah Penjagaan Khilafah Islamiyah

Jum'at, 07 May 2021 15:10

Persis Apresiasi Aparat Keamanan yang Langsung Menangkap Pelaku Penganiayaan Imam Masjid

Persis Apresiasi Aparat Keamanan yang Langsung Menangkap Pelaku Penganiayaan Imam Masjid

Jum'at, 07 May 2021 15:09

Pemuda, Bangkitlah!

Pemuda, Bangkitlah!

Jum'at, 07 May 2021 14:49

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Jum'at, 07 May 2021 08:55

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kamis, 06 May 2021 21:00

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Kamis, 06 May 2021 20:39

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Kamis, 06 May 2021 20:36

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Kamis, 06 May 2021 20:35

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Kamis, 06 May 2021 20:15

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Kamis, 06 May 2021 19:01

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Kamis, 06 May 2021 16:01

Manusia Sekian Rupiah

Manusia Sekian Rupiah

Kamis, 06 May 2021 15:00


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 07/05/2021 14:49

Pemuda, Bangkitlah!