Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.205 views

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Oleh: Roni Tabroni

Paradok sejarah terkadang membuat bingung para ahli warisnya. Ketiadaan menjadi menarik dibicarakan karena problem kejujuran dari para pelakunya dalam memotret sebuah realita.

Tidak terlalu lasut jika orang beranggapan bahwa sejarah merupakan rangakain ceritera para pemenang. Sedangkan pecundang atau musuh yang ada di seberang akan bersusah payah memahat kisahnya sendiri di bawah ancama sebuah rezim yang siap membungkam kapan saja.

Para sejarawan yang jujur pasti akan kesal dengan kondisi ini. Sebab narasi peradaban tidak mungkin dipenggal berdasarkan kepentingan subjektif. Keberadaan unsur politik dalam merangkai narasi yang bersambung tidak elok jika harus terputus karena tabrakan dengan keinginan sang "bapak".

Dalam skala global seorang sejarawan kenamaan dari Irak Jawwad Ali begitu menyesalkan, ketika tahu bahwa betapa miskinnya kita karena tidak memiliki litelatur dan bukti sejarah yang komprehensif tengang apa yang sebut Jahiliah. Ali dalam buku "Sejarah Arab Sebelum Islam" jilid pertamanya begitu kecewa, mengapa para sejarawan dahulu begitu tidak pedulinya tentang ceritera Jahiliah. Termasuk sejarawan Islam.

Bahkan secara umum, kita pun tidak memiliki catatan dan referensi yang cukup untuk mengenal masyarakat Jahiliah. Hanya karena disebut abad kegelapan, maka begitu naifnya masyarakat Arab pun tidak mau mencatatkannya. Sebuah subjektifitas keagamaan yang berlebihan karena merasa sejak datang Islam lah sebuah peradaban patut dipelajari.

Bahkan jika kita buka buku "History of the Arabs" yang ditulis Philip K. Kitti, kita pun sulit menemukan sejarah Jahiliah. Buku yang hampir mencapai 1000 halaman ini nihil untuk mencatatakan sebuah penggalan sejarah yang harusnya ada. Maka Jawwad Ali menyebutnya sebagai "Sejarah Jahiliah yang Diabaikan". Untuk itu Ali menyerukan untuk mencatatkannya lagi semaksimal mungkin sebagai pelajaran begi manusia di bumi ini.

Kekosongan sejarah berawal dari subjektifitas para pencatatanya untuk mengabaikan sebuah peristiwa atau penggalan ceritera secara sengaja. Yang dirugikan sebenarnya bukan hanya bagi para pelakunya, tetapi juga para ahli waris peradaban, karena tidak dapat menginputnya dalam memori mereka tentang peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Maka penyesalan kita atas tenggelamnya pers nasional dalam peristiwa 212, merupakan kepedulian atas warisan sejarah itu. Pers nasional (kecuali satu-dua) begitu abai terhadap salah satu value dalam berita yaitu keluar biasaan. Terlalu mencolok untuk menutup mata publik dari peristiwa yang sangat transparan ini.

Abad informasi yang lebih mendekatkan mata dan telinga publik, kemudian setiap peristiwa dapat dilihat bak aquarium, tidak ada yang bisa ditutp-tutupi. Maka keengganan pers nasional dalam mengabarkan sebuah peristiwa yang luar biasa merupakan pengecualian dari semua teori dan praktek jurnalisme tanah air.

Berkumpulnya manusia di satu titik dengan jumlah jutaan (apapaun tujuannya) merupakan sebuah peristiwa yang luar biasa. Jumlah manusia sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk "memfatwakan" teori jurnalistik bahwa itu layak menjadi berita utama.

Seorang dosen jurnalistik akan terpukul dengan ilmunya sendiri jika mengatakan itu tidak layak baik jadi berita. Terlebih jika kumpulan orang banyak itu melakukan hal yang inspiratif dan tidak biasa. Sebab umumnya orang menyampaikan pendapat dalam jumlah puluhan saja, sudah "seksi" bagi para pencari berita.

Husnudzonnya, saya yakin bahwa di antara jutaan manusia di bilangan monas dan sekitarnya di sana bertaburan wartawan dalam dan luar begeri. Mereka adalah wartawan cetak, elektronik dan online. Di sana juga banyak wartawan yang sudah memenuhi kualifikiasi wartawan muda, madya, maupun utama. Walaupun awalnya sebagian tidak bermaksud meliput, ketika melihata kenyataan di lapangan, seorang wartawan instingnya langsung on. Apalagi yang dengan sengaja akan hadir dan merekam peristiwa yang menakjubkan itu.

Sayangnya, dalam tradisi media maenstream, juru warta (yang ada di lapangan) bukanlah penentu apakah berita itu naik atau tidak. Mereka pun belum tentu memiliki daya paksa terhadap redaktur terlebih kepada Pimrednya bahwa apa yang diliputnya harus menjadi bagian dari kabar yang akan dinikmati pembaca atau pemirsa.

Maka di sini kita harus paham bahwa kerja kolektif dalam struktur kerja media maenstream tetap berlaku. Jika salah satu bagian tidak merestui peristiwa 212 itu jadi berita, maka wartawan menulis pakai tinda darah pun, berita itu tidak akan naik. Apalagi jika sang pemilik sudah tidak merestui, jika tim redaksi tidak mau ambil resiko dengan karir jurnalistiknya maka dia akan memasukkan berita itu ke laci meja atau lemari es. Tidak ada yang dikabarkan dan semuanya dingin saja, seolah-olah tidak ada peristiwa apapun.

Kejengkelan kita terhadap minimnya media nasional dalam memberitakan peristiwa 212 bukan hanya menjadi kenaifan jagat jurnalistik tanah air, tetapi juga menjadi problem sejarah yang serius.

Apapun alasannya, mengabaikan peristiwa bersejarah akan disesali kemudian hari. Bahkan bisa jadi generasi mendatang mencaci kita yang tidak mencatatkan perjalanan sejarahnya dengan baik, karena akhirnya mereka kehilangan rantai sejarah yang seharusnya tersambung.

Bagaimanapun reuni 212 tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa ke belakang dan ke depannya. Dalam konteks inilah mungkin kita sedih dengan dunia pers hari ini, karena kerja jurnalistik didasarkan pada suka dan tidak suka, tidak dilandasi pada fungsinya itu sendiri.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Mantan Napi Nusakambangan Hijrah, Butuh Motor untuk Kerja Ojek Online. Ayo Bantu.!!

Mantan Napi Nusakambangan Hijrah, Butuh Motor untuk Kerja Ojek Online. Ayo Bantu.!!

Bang Tomo, pria Banten ini sudah 3 bulan bebas dari penjara Nusakambangan. Selama di penjara ia aktif mengikuti program Tahfizh Al-Qur'an. Hijrah menjadi Muslim yang mandiri, ia butuh sepeda...

Uang 20.000 Rupiah di Tahun Baru, Akan Membawamu ke Surga atau Neraka?

Uang 20.000 Rupiah di Tahun Baru, Akan Membawamu ke Surga atau Neraka?

Terompet, kembang api dan petasan menjadi ritual wajib saat perayaan pergantian tahun baru. Rasulullah SAW menegaskan bahwa ketiganya adalah budaya kafir. Uang 20.000 akan menjerumuskan ke neraka...

Ayo Bangun Musholla di Lereng Galunggung, Dapatkan Istana di Surga.!!!

Ayo Bangun Musholla di Lereng Galunggung, Dapatkan Istana di Surga.!!!

Musholla di lereng Galunggung ini terlalu kecil, rapuh dan tak layak. Butuh dana sekitar 40 juta rupiah untuk merenovasi total supaya bisa dimanfaatkan sebagai pusat ibadah, taklim, dan syiar...

Jaga Keluarga dari Pemurtadan, Dapatkan Buku ''Misteri Natal & Ketuhanan Yesus'' GRATISS.!!

Jaga Keluarga dari Pemurtadan, Dapatkan Buku ''Misteri Natal & Ketuhanan Yesus'' GRATISS.!!

Setiap tahun, bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru Masehi banyak umat Islam tergelincir dalam budaya, tradisi dan misi agama kafir. Jagalah keluarga dari pemurtadan, dapatkan buku ini GRATISS..!!...

Latest News
Taati Pakta Integritas Ijtima Ulama, Prabowo Janji akan Stop Kriminalisasi Terhadap Ulama

Taati Pakta Integritas Ijtima Ulama, Prabowo Janji akan Stop Kriminalisasi Terhadap Ulama

Rabu, 16 Jan 2019 06:26

Prabowo Komitmen Wujudkan Janjinya di 2014 Lalu dengan Bentuk Bank Tabungan Haji

Prabowo Komitmen Wujudkan Janjinya di 2014 Lalu dengan Bentuk Bank Tabungan Haji

Rabu, 16 Jan 2019 06:21

Dinilai Nodai Jalan Jenderal Sudirman, Wali Kota Solo Diminta Evaluasi Mozaik Mirip Salib

Dinilai Nodai Jalan Jenderal Sudirman, Wali Kota Solo Diminta Evaluasi Mozaik Mirip Salib

Selasa, 15 Jan 2019 23:18

Mozaik Mirip Salib di Depan Balaikota Solo, LUIS: Bikin Resah Warga

Mozaik Mirip Salib di Depan Balaikota Solo, LUIS: Bikin Resah Warga

Selasa, 15 Jan 2019 22:52

Heboh, Mozaik Mirip Salib Besar di Jalanan Depan Balaikota Solo

Heboh, Mozaik Mirip Salib Besar di Jalanan Depan Balaikota Solo

Selasa, 15 Jan 2019 22:28

Mantan Penasihat Kerajaan Saud Al-Qahtani Hadir Saat Penyiksaan Aktivis Saudi Loujani al-Hathloul

Mantan Penasihat Kerajaan Saud Al-Qahtani Hadir Saat Penyiksaan Aktivis Saudi Loujani al-Hathloul

Selasa, 15 Jan 2019 21:46

Menteri Baru Israel Serukan Pencaplokan Seluruh Wilayah Tepi Barat Palestina

Menteri Baru Israel Serukan Pencaplokan Seluruh Wilayah Tepi Barat Palestina

Selasa, 15 Jan 2019 21:05

Pidato Prabowo Paham Masalah, bukan Gimmick/Pencitraan

Pidato Prabowo Paham Masalah, bukan Gimmick/Pencitraan

Selasa, 15 Jan 2019 20:29

Akan Ada Fitnah Lain yang Menunggu Prabowo

Akan Ada Fitnah Lain yang Menunggu Prabowo

Selasa, 15 Jan 2019 19:29

Fitnah dari 2014 tak Terbukti, Insya Allah Prabowo Menang

Fitnah dari 2014 tak Terbukti, Insya Allah Prabowo Menang

Selasa, 15 Jan 2019 18:29

Boko Haram Ambil Alih Pangkalan Militer Nigeria di Kota Rann

Boko Haram Ambil Alih Pangkalan Militer Nigeria di Kota Rann

Selasa, 15 Jan 2019 18:15

Qatar Siap Bahas Penyelesaian Krisis dengan Blok Pimpinan Saudi Tanpa Prasyarat

Qatar Siap Bahas Penyelesaian Krisis dengan Blok Pimpinan Saudi Tanpa Prasyarat

Selasa, 15 Jan 2019 17:45

Prabowo Gagal Tunjukkan Ini ke Musuh-musuhnya

Prabowo Gagal Tunjukkan Ini ke Musuh-musuhnya

Selasa, 15 Jan 2019 17:29

Anda Sakit, Yuk obati dengan Quantum Healing, Tanpa Obat, operasi, Kimia, herbal apalagi Jin

Anda Sakit, Yuk obati dengan Quantum Healing, Tanpa Obat, operasi, Kimia, herbal apalagi Jin

Selasa, 15 Jan 2019 14:12

Menangkan Prabowo-Sandi, Jaringan 98 Siap Kawal TPS

Menangkan Prabowo-Sandi, Jaringan 98 Siap Kawal TPS

Selasa, 15 Jan 2019 10:08

TPM Nyatakan Dukung Prabowo-Sandi

TPM Nyatakan Dukung Prabowo-Sandi

Selasa, 15 Jan 2019 09:50

Prostitusi, Afi Nihaya, dan Hak Asasi

Prostitusi, Afi Nihaya, dan Hak Asasi

Selasa, 15 Jan 2019 07:23

Sebab Ini FUI Launching Forum Caleg Muslim

Sebab Ini FUI Launching Forum Caleg Muslim

Senin, 14 Jan 2019 22:19

Tidak Seperti UEA dan Bahrain, Qatar Tolak Perbaharui Hubungan dengan Rezim Teroris Assad

Tidak Seperti UEA dan Bahrain, Qatar Tolak Perbaharui Hubungan dengan Rezim Teroris Assad

Senin, 14 Jan 2019 22:05

Forum Umat Islam Launching Forum Caleg Muslim

Forum Umat Islam Launching Forum Caleg Muslim

Senin, 14 Jan 2019 21:19


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 15/01/2019 07:23

Prostitusi, Afi Nihaya, dan Hak Asasi