Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.226 views

Kampung KB Solusi Kesejahteraan Ala Kapitalis

JUMLAH penduduk Indonesia sebagaimana sering dikemukakan, menempati peringkat ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat, dengan jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa. Permasalahan jumlah penduduk tersebut menimbulkan dampak yang berarti, antara lain: ketersediaan bahan pangan terbatas, sarana perumahan dan tempat tinggal kurang memadai, angka penganguran tinggi, sehingga berakibat pada tingginya angka kriminalitas (06/03/14).

Kondisi inilah yang mendorong pemerintah akhirnya mencanangan program nasional Kampung KB di tahun 2016 lalu. Program ini tak hanya berbicara soal ledakan penduduk, tetapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan.

Pemerintah berharap hadirnya kampung KB mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program pembangunan keluarga (KKBPK) serta pembangunan di sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas (Kominfo, 06/06/17). Sejak dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi-JK, program tersebut mulai merata digalakkan di seluruh kota di Indonesia tak terkecuali Banyuwangi, kota yang akhir-akhir ini jadi pembicaaran publik karena berbagai penghargaan yang diraih.

Tak main-main, sejak 2016 hingga maret 2019 telah ada 35 kampung KB yang tersebar di beberapa kecamatan di Banyuwangi. Bahkan sejumlah program pun telah disiapkan guna menyukseskan program nasional tersebut, diantaranya: pendewasaan usia nikah (PUP), pemakaian kontrasepsi, ketahanan keluarga dan peningkatan ekonomi produktif. Benarkah hadirnya Kampung KB mampu memberi solusi untuk kesejahteraan rakyat?

Berdasarkan data BKKBN jumlah kampung KB di Jawa Barat telah mencapai lebih dari 1.300. Hal inilah yang membuat Provinsi Jabar menjadi percontohan bagi provinsi lain (19/09/18). Namun dilain sisi keberhasilan yang dicapai tersebut tak selaras dengan kondisi kesejateraan masyarakatnya.

Nyatanya pengangguran masih menjadi masalah yang cukup menonjol di Jawa Barat. Hal ini diakui Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pihaknya mengaku dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Barat masih ada yang harus dicermati pada masa pemerintahannya saat ini. Masalah tersebut ialah pengangguran terbuka dan masalah ketimpangan yang cukup menonjol di Jabar (29/03/19).

Tak hanya itu, maraknya kasus perceraian di Bogor banyak disebabkan karena masalah ekonomi. Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama kota Bogor Agus Yuspian menuturkan alasan perceraian di kota Bogor semakin bervariasi, penyebab tertinggi yaitu faktor ekonomi dan perselingkuhan (27/02/19). Di daerah lain yang mendapat penghargaan karena berhasil mewujudkan keluarga sejahtera lewat program Kampu KB seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Riau, kondisi kesejahteraan masyarakatnya pun patut dipertanyakan.

Pengangguran masih menjadi masalah utama di Jatim, bahkan Malang menjadi kota dengan pengangguran tertinggi se-Jatim. Parahnya diantara para pengangguran tersebut adalah lulusan sarjana (05/12/18). Tak hanya itu, dalam kasus gugatan perceraian yang tercatat oleh Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang setidaknya ada 5.998 kasus sepanjang tahun 2018 yang disebabkan oleh faktor ekonomi.

Hal ini dibeberkan oleh Supadi, Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang “Yang mendominasi sih faktor ekonomi” (06/12/18). Kondisi serupapun terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Dari catatan Pengadilan Agama Negeri Lombok Tengah, sepanjang Januari-Desember 2018 ada 2500 perkara perceraian yang diajukan, “Faktor ekonomi menjadi pemicu utama perkara perceraian yang masuk di Pengadilan Agama Negeri Lombok Tengah” kata Ketua Pengadilan Agama Negeri Lombok Tengah H. Didi Nurwayudi (26/02/19).

Di Sleman, Jawa Tengah bahkan seorang karyawati nekat mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi (08/02/19). Fakta-fakta di atas menunjukkan betapa Program nasional Kampung KB yang digadang-gadang pemerintah mampu mensolusi masalah kesejahteraan rakyat terbukti gagal. Kegagalan tersebut diakibatkan solusi yang ditawarkan tak sejalan dengan permasalahan yang sebenarnya.

Di dalam Islam negara wajib menjamin terealisasinya pemenuhan semua kebutuhan primer warganya secara menyeluruh seperti sandang, papan, dan pangan. Caranya adalah dengan mewajibkan setiap laki-laki yang mampu untuk bekerja agar dia bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan primernya sendiri, berikut kebutuhan orang-orang yang nafkahnya menjadi tanggungannya.

Jika orang tersebut sudah tidak mampu bekerja maka Islam mewajibkan kepada anak-anaknya serta ahli warisnya untuk bekerja. Sementara itu jika yang wajib menanggung nafkahnya tidak ada maka Baitul Mal-lah yang wajib memenuhinya. Islam juga mendorong seseorang untuk dapat menikmati rezeki yang halal serta memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai dengan kadar kesanggupan individu tersebut.

Bahkan dalam hal ini, Islam melarang negara mengambil pajak dari harta orang tersebut terkecuali setelah pemenuhan-pemenuhan kebutuhannya tersebut tercukupi. Demikianlah aturan Islam dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Negara tidak berlepas tangan dengan kondisi rakyatnya. Namun dalam cengkraman sistem kapitalisme sebagaimana hari ini, rakyat seolah dibiarkan untuk menuntaskan problemnya sendiri. Karena itulah keberadaan sistem Islam menjadi sangat urgen untuk diterapkan saat ini, sebab hanya dengan syariah Islamlah maka solusi tuntas dalam menyelesaikan persoalan kesejahteraan tersebut dapat terwujud.*

Sri Wahyuni, S.Pd

Guru tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X