Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.835 views

Generasi Indonesia Darurat Game Online

GENERASI Indonesia tidak hanya darurat narkoba, pornografi dan pornoaksi tetapi sekarang bertambah darurat game online. Bagaimana tidak di saat keluarga dan sekolah bahkan negara lain memerangi dan bertindak terhadap pecandu game, pemerintah Indonesia malah mendukung profesi gamer dan industri gaming.
 
Di berbagai negara lain sudah muncul masalah serius terkait game online. Di AS, ayah tiga anak berusia 35 tahun tewas setelah main game 22 jam nonstop. Cina, pria 20 tahun juga tewas setelah main game online 9 jam setiap hari selama 5 bulan. India sudah mengambil tindakan serius terhadap pecandu game online dengan menangkap jika ketahuan memainkan PUBG. Seperti yang diberitakan dengan judul "Ketahuan main game Pubg, puluhan siswa ditahan" (Digitalnews.id, 20/3/2019) dan "10 siswa India ditangkap gara-gara main Pubg" (Merdeka.com)
 
Di Indonesia sendiri kecanduan game online memicu tindakan kriminal. Pernah dilaporkan ada kasus tujuh remaja yang mencuri uang, rokok, dan tabung gas di toko untuk membayar sewa alat game online. Dua remaja merampok penjual nasi goreng untuk mendapatkan uang yang dipakai main game online. (Theconversation, 4/7/2018)
 
Sumber media yang sama mengabarkan berdasarkan data 2017 saja Indonesia menurut lembaga riset pemasaran asal Amsterdam, Newzoo, ada 43,7 juta gamer (56% diantaranya laki-laki) yang membelanjakan total UU$ 880 juta. 6,1% pemain game mengalami kecanduan dan diperkirakan saat ini 2,7 juta pemain game kecanduan. Indonesia bahkan mendulang jumlah pemain game terbanyak di Asia Tenggara.
 
 
Negara Tidak Pantas Dukung Game Online
 
Rusaknya generasi karena rusaknya negara. Orang tua dan para guru yang berusaha agar generasi tidak kecanduan game online, negara malah dukung dengan apresiasi bahwa industri game online perlu ditingkatkan karena turut menyumbang angka pertumbuhan ekonomi. Negara terus menggencarkan infrastruktur langit atau digital untuk menunjang game online salah satunya eSport.
 
"Ini profesi yang sekarang anak-anak senang jadi gamer, anak-anak muda harus memiliki infrastruktur mengembangkan profesinya sebagai gamer. Kita jangan sampai terlewat merespon, anggaran iklan sekarang bergeser ke sana dalam jumlah besar. Kita merespon dengan regulasi yang benar dan eSport profesional butuh latihan besar", ujar Presiden. (CNBCIndonesia, 13/4/2019)
 
"Cara lainnya, membangun ekosistem yang sama bagi mereka untuk bisa berusaha membuat game. Ini peluang besar bagi industri game di Indonesia. Fokus pada sektor industri game sangat menjanjikan ekonomi bertumbuh sangat besar Rp.11-12 triliun pertumbuhannya per tahun", jelasnya lagi pada sumber yang berbeda. (Liputan6.com,13/4/2019)
 
Industri game di Indonesia kian meningkat, bahkan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) berpendapat eSport harus mulai masuk kurikulum pendidikan untuk mengakomodasi bakat-bakat muda. Kemenpora sudah menganggarkan Rp.50 miliar untuk kompetensi di level sekolah. (CNNIndonesia.com, 28/1/2019)
 
Sebelumnya Januari 2018, pemerintah menggelar kompetensi eSport nasional pertama di Indonesia berjudul Piala Presiden. Kompetensi ini memilih Mobile Legends sebagai cabang olah raga yang dipertandingkan.
 
Bahayanya Game Online
 
"Gamer" yang sebelumnya dianggap biasa atau hobby bahkan ungkapan orang kecanduan game akan menjadi bagian profesi pekerjaan yang menggiurkan bagi para industri game dan konsumen khususnya generasi. 
 
Padahal, efek bahaya game online sudah banyak disampaikan oleh para pakar parenting, bidang konseling, pakar kesehatan, dan bidang pendidikan oleh para guru serta dalam keluarga oleh orang tua sendiri. Di antara bahaya-bahaya dari aspek kesehatan game online dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik bagi anak-anak. Pancaran radiasi akan mengganggu kesehatan mata. Selain itu, cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, kurang konsentrasi, susah tidur, dan gangguan kesehatan lainnya.
 
Dari apek moral game online dapat menyebabkan perilaku brutal dan radikal dalam diri anak-anak. Mereka terinspirasi dari kekerasan yang mereka mainkan. Terbiasa dengan kekerasan di dunia maya akan menganggap biasa di dunia nyata. Rasa ngeri dan takut terkikis, sehingga kekerasan dianggap sepele akhirnya menjadi pelaku.
 
Dampak psikis akibat game online membuat susah bersosialisasi, cuek, kurang peduli terhadap lingkungan dan malas belajar. Game online bisa menyebabkan kecanduan bahkan gangguan mental. 
 
Selain itu, dari aspek ekonomi berpotensi menjerumuskan seseorang kepada kebangkrutan dan borus. Kreatifitas lokal dan Usaha Kecil Menengah berupa industri mainan mati karena tergantikan game online.
 
Bahkan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organisatioan/WHO) memasukan kecanduan game online ke dalam daftar penyakit gangguan mental atau kesehatan jiwa.
 
Aspek lain khususnya agama, game online akan melalaikan kewajiban, waktu sia-sia tidak produktif, silaturahmi dan keakraban memudar, bahkan memicu perbuatan asusila dan kriminal. Lebih berbahaya lagi game online sengaja dijajakan oleh kafir barat untuk merusak generasi, khususnya kaum muslimin. Game online menjadi gaya hidup bukan lagi sebatas hiburan.
 
 
Negara Rusak, Generasi Rusak VS Peradaban Islam, Generasi Emas
 
Negara rusak yang memisahkan agama dalam sistem aturan kehidupan (kapitalis sekuler), salah satunya menjadikan game online sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan atau materi tanpa peduli generasi yang sudah rusak bertambah semakin marak. 
 
Industri game, kompetensi game dan profesi game dianggap sebagai peluang bisnis dalam menyumbang perekonomian. Bahkan sistem pendidikan dalam negara sekuler menjadi tak jelas arah dan kental aroma bisnis berbasis proyek digitalisasi. Akhirnya, generasi rusak akibat negara sendiri yang merusak karena sistem kapitalis sekuler yang diterapkan.
 
Solusi kerusakan generasi harus sistemik. Sistem pendidikan sekuler, sistem sosial yang liberal, sistem ekonomi yang kapitalis, dan sistem hukum yang tidak manusiawi dan lemah semuanya menjadi sumber rusaknya generasi. Berbagai sistem tersebut berakar dari aturan kehidupan yang diterapkan. 
 
Orang tua atau keluarga merupakan pilar utama dan pertama dalam melindungi generasi. Namun, pilar keluarga tidak akan rapuh jika tidak disokong oleh negara. 
 
Beda dengan peradaban Islam, teknologi akan membawa manfaat dan keberkahan karena adanya landasan keimanan. Dalam Islam game online bukan penopang ekonomi negara, karena negara akan membentuk lingkungan yang baik bagi generasi. Memfasilitasi sarana atau tenologi untuk menunjang pendidikan.
 
Game online dalam pandangan Islam terkategori sebagai hiburan. Statusnya boleh selama tidak mengandung unsur berbahaya, menampilkan aurat, unsur magis, judi, ado domba, dan berlebih-lebihan. (Yusuf Qardawi dalam buku Fiqhu al Lahwi wa al-Tarwihi)
 
Oleh karena itu, melihat banyaknya bahaya game online maka negara yang berlandaskan Islam tidak akan mendukungnya. Peradaban Islam akan melahirkan generasi emas karena visi misi Islam ditopang oleh negara. Keluarga atau orang tua pun tidak sendiri memerangi kecanduan game online, lingkungan dan sekolah pun turut andil sehingga generasi tidak akan darurat game online lagi. Wallahu'alam.**
 
Rahmi Surainah, M.Pd
Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Pendaftaran Sertifikasi Halal Masih Manual, Pemerintah Diharapkan Dengar Aspirasi Pelaku Industri

Pendaftaran Sertifikasi Halal Masih Manual, Pemerintah Diharapkan Dengar Aspirasi Pelaku Industri

Jum'at, 18 Oct 2019 16:13

Rusia Uji Coba Rudal Nuklir Antar Benua Selama Latihan Militer di Arktik

Rusia Uji Coba Rudal Nuklir Antar Benua Selama Latihan Militer di Arktik

Jum'at, 18 Oct 2019 15:45

Optimisme Di Tengah Kesulitan

Optimisme Di Tengah Kesulitan

Jum'at, 18 Oct 2019 14:58

Turki Jeda Operasi Anti-Teror di Suriah Utara, Beri YPG Waktu  5 Hari untuk Mundur dari Zona Aman

Turki Jeda Operasi Anti-Teror di Suriah Utara, Beri YPG Waktu 5 Hari untuk Mundur dari Zona Aman

Jum'at, 18 Oct 2019 14:48

Tahfidz akan Diusulkan Jadi Program Nasional

Tahfidz akan Diusulkan Jadi Program Nasional

Jum'at, 18 Oct 2019 14:46

Dandim yang Terdzalimi

Dandim yang Terdzalimi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:55

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:32

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Jum'at, 18 Oct 2019 11:10

Keangkuhan Jenderal

Keangkuhan Jenderal

Jum'at, 18 Oct 2019 10:46

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Jum'at, 18 Oct 2019 10:18

Prabowo yang Semakin Jauh

Prabowo yang Semakin Jauh

Jum'at, 18 Oct 2019 08:42

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Jum'at, 18 Oct 2019 04:39

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Kamis, 17 Oct 2019 23:31

Kampus yang Diobok-obok

Kampus yang Diobok-obok

Kamis, 17 Oct 2019 22:36

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 22:15

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut  Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 21:45

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

Kamis, 17 Oct 2019 21:30

Penyanyi Mualaf Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Penyanyi Mualaf Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 21:15

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Kamis, 17 Oct 2019 20:41

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Kamis, 17 Oct 2019 19:31


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X