Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.570 views

Refleksi Ramadhan 1440 : Kembali kepada Syariat Allah

Sahabat VOA-Islam...

Ramadhan bulan perjuangan. Begitulah tagar yang sempat populer di jagat twitter Indonesia. Nyatanya memang demikian, sebagaimana yang dicontohkan oleh rasul misalnya. Rasulullah dan para sahabat mengisi ramadhan kala itu dengan berperang.

Ramadhan tidak melulu soal berjuang meningkatkan ibadah mahdho saja, juga tidak sekedar berjuang melawan hawa nafsu yang ada pada setiap muslim. Tapi, berjuang untuk menegakkan yang haq diantara yang bathil seperti yang terjadi pada perang Badar.

Memang terasa cukup berbeda dari bulan-bulan Ramadhan lainnya, isu politik terutama tentang pemilu masih dirasakan masyarakat di awal bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, pemilu diumumkan pada pertengahan bulan ramadhan yang hasilnya cukup mengejutkan sebagian pihak.

Puncaknya protes terhadap hasil perhitungan KPU yang semula disebut aksi damai tercoreng oleh tindakan brutal yang dilakukan oleh aparatur negara. Bentrok antar kedua belah pihak tidak terelakkan. Bahkan bentrok tersebut tidak hanya dengan peserta aksi damai tersebut saja, relawan dan wartawan media mainstream pun juga kena imbasnya.

Kericuhan tersebut diperparah dengan matinya media sosial Whatsapp, Instagram, dan Facebook. Pemerintah sengaja meng-off kan ketiganya guna meminimalisir hoax yang beredar. Sekalipun hal itu sepintas terlihat benar tapi, nyatanya malah menambah kebingungan dan kecemasan masyarakat dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Bagaimana tidak perang opini antara media mainstream dan akun-akun media sosial saling serang satu sama lain. Media mainstream berlomba-lomba menayangkan bagaimana kerja keras aparatur negara yang rela berpisah dari keluarga demi "mengamankan" aksi damai tersebut. Bak drama film, haru biru mewarnai tayangan tersebut. Sementara media sosial justru memperihatkan bagaimana kebrutalan dan kekejaman mereka secara tampak, kepada peserta aksi yang notabenenya juga merupakan masyarakat sipil.

Sadarkah kita bahwa saat ini kita tengah memasuki era post truth (pasca kebenaran). Singkatnya era ini kita sering dijejali dengan pembenaran-pembenaran dibandingkan dengan kebenaran. Pembenaran-pembenaran yang disuguhkan jelas bertolak belakang dengan fakta yang terjadi, karena pembenaran itu hanya didasari oleh sisi emosional saja bukan rasional. Ada pihak-pihak yang sengaja ingin mempermainkan masyarakat, yang semestinya mereka melek terhadap realitas fakta tapi justru dijejali dengan kebohongan demi kebohongan guna menutupi kepentingan segelintir orang.

Ketika masyarakat dijejali dengan hal-hal yang bersifat emosional maka mereka akan mengesampingkan realitas fakta yang terjadi. Seseorang yang dzalim sekalipun tidak akan terlihat kedzalimannya selama masyarakat digiring kepada opini kerja nyata. Sekalipun kerjanya itu faktanya mendzalimi rakyat. dengan kata lain masyarakat sengaja dibodohi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa gagasan post truth merupakan buah dari penerapan sistem sekulerisme-kapitalisme. Dalam sistem sekulerisme-kapitalisme kebenaran bisa diputar balikkan sesuai dengan kepentingan pihak-pihak tertentu dan mengorbankan kepentingan rakyat. Dalam sistem sekulerime tidak ada kebenaran mutlak. Lantas bagaimana mungkin kita hidup dalam sistem yang penuh dengan kebohongan semacam ini?

Tidaklah layak bagi seorang muslim mempertahankan sistem selain dari apa yang diajarkan oleh Allah melalui Rasulnya. Rasulullah telah memberi kita contoh bagaimana menjalankan kehidupan bernegara yang baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberhasilan beliau dalam menjalankan sistem pemerintahan berdasarkan Al Quran dan Hadits ini, hingga diakui oleh orang-orang barat.

Salah satunya Michael H. Hart dalam bukunya 100 Tokoh yang Berpengaruh Sepanjang Sejarah. Disisi lain Rasulullah senantiasa mengedukasi masyarakat dengan mengajarkan Al Quran dan Hadits, sehingga terbentuk kepribadian muslim yang unggul dan khas karena beliau mengajarkan islam secara kaffah mulai dari akar hingga daun.

Oleh karena marilah kita jadikan momentum Ramadhan ini sebagai titik tolak kita menuju perubahan hakiki dengan kembali kepada syariatNya. Wallahu alam bishawab. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Harumi, S.Pd, Institut Kajian Politik dan Perempuan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Selasa, 25 Feb 2020 11:58

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 10:13

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Selasa, 25 Feb 2020 09:50

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Selasa, 25 Feb 2020 09:37

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Selasa, 25 Feb 2020 09:31

Tips Sholat Khusyuk

Tips Sholat Khusyuk

Selasa, 25 Feb 2020 08:41

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Selasa, 25 Feb 2020 08:26

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Selasa, 25 Feb 2020 08:19

Sistem Sekularisme Melahirkan Manusia Kebetulan

Sistem Sekularisme Melahirkan Manusia Kebetulan

Selasa, 25 Feb 2020 07:23

Ombudsman RI: Jangan-jangan Omnibus Law Sudah Out of Context

Ombudsman RI: Jangan-jangan Omnibus Law Sudah Out of Context

Selasa, 25 Feb 2020 07:05

Persis Usung 'Tranformasi Dakwah untuk Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin' pada Muktamar ke-XVI

Persis Usung 'Tranformasi Dakwah untuk Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin' pada Muktamar ke-XVI

Selasa, 25 Feb 2020 06:43

Tatkala Kata 'Obong' Bermakna

Tatkala Kata 'Obong' Bermakna

Selasa, 25 Feb 2020 06:23

PKS: RUU Omnibus Law Cipta Kerja Korbankan Pekerja

PKS: RUU Omnibus Law Cipta Kerja Korbankan Pekerja

Senin, 24 Feb 2020 22:37

RUU Ketahanan Keluarga sebagai Solusi Ketahanan Bangsa

RUU Ketahanan Keluarga sebagai Solusi Ketahanan Bangsa

Senin, 24 Feb 2020 21:31

Atasi LGBT secara Islami

Atasi LGBT secara Islami

Senin, 24 Feb 2020 20:59

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Klaim Tewaskan 16  Tentara Turki di Libya

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Klaim Tewaskan 16 Tentara Turki di Libya

Senin, 24 Feb 2020 17:30

Yordania Akan Larang Masuk Warga Cina, Iran dan Korsel Sebagai Tanggapan Atas Wabah Corona

Yordania Akan Larang Masuk Warga Cina, Iran dan Korsel Sebagai Tanggapan Atas Wabah Corona

Senin, 24 Feb 2020 16:30

Paus Franciskus Tidak Setuju Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump

Paus Franciskus Tidak Setuju Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump

Senin, 24 Feb 2020 16:00

Turki dan Pakistan Akan Tutup Perbatasannya dengan Iran Khawatir Penyebaran Virus Corona

Turki dan Pakistan Akan Tutup Perbatasannya dengan Iran Khawatir Penyebaran Virus Corona

Senin, 24 Feb 2020 16:00

Senator: Wagub DKI Terpilih Harus Mampu Ikuti Ritme Kerja Anies

Senator: Wagub DKI Terpilih Harus Mampu Ikuti Ritme Kerja Anies

Senin, 24 Feb 2020 15:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X