Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.957 views

Diskualifikasi

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

Kartu merah layak diberikan kepada KPU dan Capres pasangan Jokowi-Ma'ruf. Artinya get out! Buruk dan kasar permainannya sehingga membahayakan lawan.

Penonton disuguhi tontonan kecurangan bukan permainan yang menjunjung tinggi sportivitas dan "fairness". Sulit membedakan tinju, kick boxing, atau sepakbola. Yang terjadi sepak suara. Suara dioper oper. Orang gila boleh ikut menyepak di lapangan.

Kotak gawang kardus digigit gigit si gila jadi rusak tak berguna. Sementara wasit berpihak dan melindungi orang gila. Wasit ternyata gila juga. 25 Trilyun uang rakyat dihamburkan untuk permainan tak bermutu, menipu, bahkan mematikan. Berdarah darah lagi.

Ijtima Ulama III di Jakarta setelah menelaah kecurangan Paslon Capres/Wapres No 01 memutuskan pada salah satu butir pernyataannya adalah mendesak agar Pasangan Jokowi Ma'ruf di "diskualifikasi" karena terjadi kecurangan terstruktur, sistematik dan masif. Akibat permainan tak sehat maka berakibat angka suara yang tidak benar. Suara 01 menggelembung suara 02 menguap lalu diumumkannya pun di malam yang gelap ketika rakyat tertidur lelap.

Pengaduan ke Bawaslu hasil di awal bagus dengan diputuskan KPU salah dalam urusan lembaga survey "quick count" dan mekanisme situng "low count", namun buruk pada putusan yang berhubungan dengan kecurangan terstruktur, sistematik dan masif. Tuntutan "diskualifikasi" untuk Pasangan No 01 tidak dikabulkan. Keputusan Bawaslu yang menghukum KPU pun diabaikan oleh KPU.

Kini di Mahkamah Konstitusi tuntutan "diskualifikasi" diajukan kembali dengan dasar dan argumentasi hukum yang lebih sistematik, jelas dan detail. Publik banyak yang baru sadar akan kecurangan petahana untuk memenangkan Pilpres ini. Segala cara digunakan termasuk yang "diharamkan". Suap, penyalahgunaan APBN, manipulasi dana kampanye, serta rangkap jabatan. Gelembung angka sudah pasti.

Hakim sedang diuji kualitas, kejujuran, serta tanggungjawab moralnya pada bangsa dan negara. Kebenaran hukum berbedakah dengan kebenaran hati nurani atau kebenaran Ilahi ? Kebenaran hukum sejalankah dengan keadilan? Kebenaran apa yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi dalam perselisihan hasil pemilu.

Kualitatif atau kuantitatif. Majelis Kalkulatorkah ia? Hukum perdata mencari kebenaran formiel, hukum pidana menggali kebenaran materiel, hukum administrasi mendasarkan pada kebenaran proseduriel. Lalu MK pada kebenaran apa ? Disini ruang interpretasi terbuka bagi para Hakim. Inovasi dan penggalian nilai-nilai lebih luas. Kebenaran konstitusional tentu sebagai dasar dari kewenangan dan pertimbangan.

Idealnya putusan adalah hasil musyawarah dan mufakat sembilan anggota Majelis. Jangan seperti skor sepakbola 5-4 atau 6-3 atau berapapun. Di tingkat Keputusan tak elok jika kuantitatif dikedepankan. Kondisi saat ini spesifik karena vonis yang keliru akan berdampak sistemik. Kondisi bangsa dan negara adalah pertaruhannya. Rezim sedang sakit dan bermasalah.

Pilihan nampaknya bisa antara diskualifikasi, pemilu ulang atau menolak gugatan. Untuk putusan "aman" bagi MK maka tentu pemilu ulang. Namun terbayang cost dan enerji yang terbuang. Belum lagi dengan KPU dan Bawaslu seperti ini ya sama saja hasilnya bisa bermasalah. Jika menolak gugatan dengan alasan sederhana Majelis fokus pada perselisihan angka, kecurangan itu soal pidana, TSM sudah diputus Bawaslu, maka ini sama dengan menyederhanakan kewenangan MK sendiri. Juga bertentangan dengan rasa keadilan.

Diskualifikasi memiliki alasan yang kuat. Di samping rangkap jabatan BUMN yang dilanggar Cawapres 01, juga berbagai dalil gugatan 02 cukup menggambarkan "kelicikan" atau "kecurangan" pasangan 01 yang jika ditoleransi akan terjadi pengulangan pada setiap pemilu Pilpres. Ini berbahaya. Putusan tegas MK akan mencegah bahaya ke depan.

Tanggungjawab MK pada amanat Konstitusi dan sikap yang "hanya takut pada Allah SWT" dapat menyebabkan MK berani untuk menyatakan bahwa pasangan 01 itu pantas didiskualifikasi. Rasa keadilan mendasari kebenaran hukum. Diskualifikasi!  [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X