Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.952 views

Maskapai Asing? Ilusi Solusi Mahalnya Harga Tiket Pesawat dalam Negeri

MAHALNYA tiket pesawat menjadi masalah yang berlarut-larut. Baru-baru ini Presiden Joko Widodo mengatakan akan membuka pintu bagi maskapai asing yang ingin membuka rute penerbangan di Tanah Air. Hal itu guna memperkaya persaingan untuk menurunkan harga tiket pesawat maskapai domestik.

Namun alih alih sepakat, pengamat penerbangan sekaligus mantan KSAU, Chappy Hakim justru menilai bahwa mengundang maskapai asing dapat mengganggu kepentingan nasional terutama di sektor perhubungan udara. (Merdeka.com 15/6)

Sejalan dengan itu, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan, pemerintah tidak bisa hanya melihat satu sisi dalam membuat kebijakan untuk menekan harga tiket pesawat dengan mempersilakan maskapai asing bersaing di dalam negeri. Menurut ekonom senior INDEF, Didik J. Rachbini, jika pertimbangan kebijakan hanya satu sisi dan mengorbankan sisi yang lain, maka diperkirakan bisa merugikan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Kerugian tersebut akan terlihat pada akumulasi pendapatan primer Indonesia yang akan lebih meningkatkan defisit jasa dan defisit neraca berjalan. (rmol.id 16/6)

Fenomena mahalnya tiket pesawat domestik, kemudian menilik pada solusi yang ditawarkan penguasa, sejatinya benar benar mengingatkan kita akan memori beberapa waktu lalu ketika hal serupa terjadi. Yakni ketika harga cabai tinggi menteri terkait meminta rakyat untuk menanam sendiri. Beras mahal - tawar. Daging mahal - alih ke keong sawah.

Sungguh ironis sekali melihat bagaimana problem solving penguasa akhir akhir ini. Begitu entengnya jawaban terlontar, seolah keluhan rakyat bukanlah masalah besar yang perlu pemikiran matang dan mendalam.

Tapi memang beginilah tipikal masalah masalah peradaban sekuler. Dimana tanggungjawab negara dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya (pada kasus ini mahalnya harga tiket pesawat) seringkali diserahkan ke pihak privat. Hal tersebut selaras dengan paradigma neolib kapitalistik yang menempatkan negara sebatas sebagai regulator, sementara operator diserahkan kepada mekanisme pasar.

Sehingga jangan heran jika kini para penguasa nampak lepas tangan bahkan terkesan membiarkan situasi ini untuk membuka celah masuknya korporasi asing dalam pengelolaan sektor layanan publik. Padahal rencana mengundang maskapai asing sama saja dengan rencana untuk diri karena faktanya tidak ada satu negara pun yang rela membiarkan lalu lintas udaranya dikuasai berbagai negara lain.

Kondisi ini tentu berbanding terbalik dengan Islam, dimana negara benar benar akan mengerahkan seluruh konsentrasi dan upayanya dalam memenuhi urusan dan hajat hidup rakyat. Terkait mahalnya harga tiket  pesawat, maka solusi yang akan diambil adalah dengan menata ulang basis pengelolaan transportasi. Tujuannya tentu bukan untuk bisnis/keuntungan, namun semata mata untuk memenuhi kebutuhan publik dengan penerapan muamalah yang tidak melanggar aturan Islam.

Dalam perspektif Islam, investasi Infrastruktur harus berjalan berdasarkan 3 prinsip utama, yaitu :

Pertama, penyediaan infrastruktur adalah tanggungjawab negara, sehingga pelaksanaan pembangunannya tidak boleh diserahkan ke investor swasta.

Kedua, negara harus memiliki perencanaan wilayah yang baik, yang dengan itu mampu mengurangi kebutuhan rakyat akan transportasi. Hal ini sebagaimana dulu ketika Baghdad dibangun menjadi ibukota kekhilafahan. Setiap bagian kota diproyeksikan hanya untuk jumlah penduduk tertentu dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum seperti masjid, sekolah, rumah sakit, perpustakaan bahkan pemakaman umum dan tempat pengolahan sampah.

Ketiga, pembangunan infrastruktur publik didasarkan pada standar teknologi terakhir yang dimiliki termasuk teknologi navigasi, telekomunikasi, fisik jalan hingga alat transportasinya itu sendiri.

Terbukti sudah!! Tidak akan dijumpai satu kebaikan pun bagi manusia tatkala mereka masih saja mengukuhkan sistem bobrok kapitalisme. Oleh karena itu, sudah semestinya umat tak hanya gesit dalam beribadah, tapi harus pula cerdik dalam berpolitik dan berani beramar makruf nahi mungkar terhadap penguasa yang berani mencampakkan syariat Islam.* Maya A, tinggal Gresik, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Sudan Bantah Laporan PBB Mereka Memasok Pasukan Paramiliter untuk Khalifa Haftar

Sudan Bantah Laporan PBB Mereka Memasok Pasukan Paramiliter untuk Khalifa Haftar

Selasa, 12 Nov 2019 11:15

Turki Mulai Deportasi Pejuang Islamic State ke Negara Asal Mereka

Turki Mulai Deportasi Pejuang Islamic State ke Negara Asal Mereka

Selasa, 12 Nov 2019 10:30

Pesan 10 Nopember

Pesan 10 Nopember

Selasa, 12 Nov 2019 02:16

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Selasa, 12 Nov 2019 00:49

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Senin, 11 Nov 2019 23:52

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Senin, 11 Nov 2019 22:59

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Senin, 11 Nov 2019 21:54

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Senin, 11 Nov 2019 20:50

Ketika Zina Dianggap Biasa

Ketika Zina Dianggap Biasa

Senin, 11 Nov 2019 19:45

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Senin, 11 Nov 2019 18:30

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Senin, 11 Nov 2019 17:14

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

Senin, 11 Nov 2019 17:00

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Senin, 11 Nov 2019 16:10

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Senin, 11 Nov 2019 16:00

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Senin, 11 Nov 2019 14:33

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

Senin, 11 Nov 2019 13:35

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Senin, 11 Nov 2019 11:28

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Senin, 11 Nov 2019 10:20


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X