Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.895 views

Melihat Amerika Dari Dekat

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Setelah kurang lebih dua pekan saya berkeliling di sejumlah state di Amerika dan Kanada. Dimulai dari New York, Woshinton DC, Washinton Dallas, Philadelphia, Indiana, Wisconsin, Illinois, Chicago, Los Angeles sampai Ottawa dan Montreal Kanada. Kalau konteksnya Indonesia kira-kira jaraknya dari Sabang sampai Merauke.

Bertemu, berbincang dan berdiskusi berbagai hal dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Amerika dan Kanada, baik secara formal maupun informal. Juga dengan bule, warga keturunan Pakistan, Bangladesh dan Arab. Berkunjung ke Islamic Center dan Masjid At-Thahir di Los Angeles, Masjid Al-Hikmah di New York, dan Masjid Imaam di Washinton DC. Berkunjung juga ke MC Gill University di Montreal Kanada, Indiana University di Bloomington dan University of California Los Angeles (UCLA) di LA. Bahkan sempat ikut kuliah informal (halaqah) dengan ahli hukum UCLA Prof. Khalid Abou El Fadl, Ph.D di rumahnya. Sebuah diskusi bulanan yang pesertanya para mahasiswa pasca UCLA.

Perjalanan ini tidak saja memberi pengalaman, tapi juga wawasan yang boleh jadi akan memberi pengaruh dalam cara berpikir, pilihan dan perjalanan hidup saya kedepan.

Mendengar cerita bahkan curhat terkait dengan nasib hidup para imigran. Survive! Itu kata kuncinya. Survive untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tak mudah di Amerika. Time is money. Dalam konteks ini, untuk bisa bertahan hidup di Amerika butuh kerja keras. Bahkan super keras.

Tidak saja berjuang untuk bertahan hidup, tapi juga berjuang untuk mempertahankan agamanya. Dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan agama tak seleluasa dan sebebas di Indonesia, atau di negara muslim lainnya. Adzan misalnya. Tak bisa didengar di luar. Apalagi pengajian. Tapi yang pasti, tak pernah ada persekusi terhadap ustaz yang mau ngisi pengajian. Hak asasi dilindungi di Amerika. Sekali lagi, di Amerika. Dalam konteks ini, tak ada salahnya Indonesia belajar.

Di sisi lain, Amerika terkenal sebagai negara bebas dan brutal. Dibalik kebebasan dan stigma brutalismenya, Amerika sangat peduli dan besar perhatiannya kepada warganya.

Bagi Amerika, penduduk itu aset. Sejak hamil sudah dapat perhatian dari negara. Diberi susu, roti, vitamin dan semua kebutuhan makan untuk calon bayi. Lahir gratis. Setelah lahir diakui sebagai warga negara Amerika. Citizen. Saat sekolah disediakan beasiswa. Bahkan ketika orang tuanya berpendapatan dibawah standar, ada tunjangan anak hingga US$8-10.000. Kira-kira 110-140 juta rupiah. Wow. Prinsip "banyak anak banyak rizki" nampaknya berlaku di negeri Paman Sam ini.

Di Indonesia, kenapa banyak pejabat yang tidak memiliki nasionalisme dan jadi penghianat bangsa?

Di Indonesia, kenapa banyak pejabat yang tidak memiliki nasionalisme dan jadi penghianat bangsa? Mungkin salah satu faktornya karena sejak lahir anak-anak Indonesia banyak yang disia-siakan dan ditelantarkan oleh negara.  Dikuyo-kuyo, kata orang kaya. Makanya, ketika jadi pejabat mereka dendam dan banyak yang jadi pengkhianat.

Inilah alasan sebagian besar para imigran, khususnya dari Indonesia betah dan gak Ingan tinggal di Indonesia. Kenapa? Kata mereka: lebih nyaman dan ada kepastian hidup di Amerika. Di Indonesia, lagi-lagi kata mereka, jalan raya seperti hutan belantara. Dimana-mana ada pungli. Mulai dari preman jalanan, preman ormas sampai preman birokrasi. Sampai ada kawan yang antar saya jalan-jalan di Los Angeles seloroh: Indonesia itu surga bagi para penjahat. Mendengar itu, saya tidak saja prihatin, tapi tersinggung. Tersinggung kepada siapa? Kepada para penjahat!

Di aspek hukum, Amerika sangat tegas. Law inforcemen berlaku. Hukum ditegakkan. Penegakan hukum inilah salah satu aspek penting yang menjadi basis Amerika membangun peradabannya.

Jangan sekali-kali membawa minuman keras di luar bar. Buka botol minuman keras saja di jalan, polisi akan mengejar anda dan menggiring anda ke pengadilan. Untuk bisa beli rokok dan minuman keras disyaratkan berusia di atas 21 tahun, dan mesti harus menyerahkan ID. Melanggar, diborgol.

Pengguna jalan raya tertib. Jarang sekali ada pelanggaran lampu merah atau salah parkir. Sekali melanggar, dapat surat tilang. Tak ada transaksi. Polisinya tegas. Sekali main sogok, tak saja polisi itu dipecat, tapi dipenjara.

Bagi seseorang yang melakukan tiga kali pelanggaran di jalan raya, SIM ditarik. 10 tahun tak boleh membawa mobil. Coba anda bandingkan dengan hukum di Indonesia. SIM saja bisa "nembak".

Tegaknya hukum inilah membuat penduduk Amerika menjunjung tinggi kejujuran. Terkenal ungkapan orang Amerika: "I'm no good person but I'm not liar".

Intinya, baik tidaknya bangsa itu bisa dilihat dari aspek penegakan hukumnya. Hukum adil, negara itu beradab dan kondusif untuk maju. Hukum tak adil, negara akan terancam peradabannya. Negara justru menuju ke kehancuran.

Secara sederhana bisa disimpulkan: jika polisinya baik, negara itu akan baik. Jika polisinya rusak, negara pasti rusak. Di tangan polisi nasib hukum ditentukan. Dan potret penegakan hukum akan menentukan peradaban sebuah bangsa.

Kenapa polisi? Karena di tangan polisi nasib hukum ditentukan. Bagaimana hakim dan jaksa? Hakim dan jaksa macam-macam, polisi bisa tangkap. Jika polisinya longgar, jaksa dan hakimnya leluasa untuk korupsi dan memeriahkan gratifikasi. Apalagi jika ada oknum polisi yang memulainya, maka akan marak terjadinya mafia hukum. Jaksa dan hakim tak bisa berbuat apa-apa jika polisinya tegas.

Intinya, melihat karakter dan law inforcemen negara maju, termasuk diantaranya adalah Amerika, Indonesia masih jauh dari kesungguhannya untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab. [PurWD/voa-islam.com]

Los Angeles California USA, 13/10/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Sabtu, 25 Jan 2020 23:59

Saudi Dalam Pembicaraan Untuk Membeli Klub Liga Premier Inggris Newcastle United

Saudi Dalam Pembicaraan Untuk Membeli Klub Liga Premier Inggris Newcastle United

Sabtu, 25 Jan 2020 22:45

Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Sabtu, 25 Jan 2020 22:15

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Sabtu, 25 Jan 2020 22:06

Uyghur Vs Hantu Corona China

Uyghur Vs Hantu Corona China

Sabtu, 25 Jan 2020 21:20

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Sabtu, 25 Jan 2020 19:46

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Sabtu, 25 Jan 2020 18:13

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Sabtu, 25 Jan 2020 18:00

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

Sabtu, 25 Jan 2020 17:59

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

Sabtu, 25 Jan 2020 17:41

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Sabtu, 25 Jan 2020 17:04

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Sabtu, 25 Jan 2020 16:55

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Sabtu, 25 Jan 2020 16:49

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

Sabtu, 25 Jan 2020 14:52

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Sabtu, 25 Jan 2020 13:48

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Sabtu, 25 Jan 2020 12:35

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Sabtu, 25 Jan 2020 11:29

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Sabtu, 25 Jan 2020 10:17

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Sabtu, 25 Jan 2020 09:21

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Sabtu, 25 Jan 2020 08:25


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X