Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.061 views

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

 

Oleh:

Nawfa Andini

Revowriter Karawang

 

MENARIK tentang apa yang menjadi pokok pembahasan Kabinet Indonesia Maju (KIM). Isu ini mencuat ke ranah publik. Meroket. Hingga menjadi tema pembahasan yang seksi untuk dikuliti. Deradikalisasi. Istilah yang tak asing lagi untuk didengar masyarakat luas yang melek sosial media. Yang tak melek sosial media? Tema seksi yang menjadi pembahasan utama mereka tetap sama, yakni soal memenuhi kebutuhan perut yang kian mencekik.

Kita tahu, apa yang menjadi semangat kerja dari Kabinet Indonesia Maju yang baru ini ada agenda yang menjadi perhatian bersama yakni tentang isu menangkal deradikalisasi. Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tegas mengintruksikan soal penanganan tangkal radikalisme. Terbukti dari beberapa pernyataan para tokoh menteri semakin menderaskan isu deradikalisasi ini. Pun demikian, kabarnya Kementerian Dalam Negeri akan membentuk pengawas radikalisme hingga ke tingkat kecamatan. Lantas seberapa urgensinya isu deradikalisasi ini? Dibanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang kian menyiksa rakyat? Kenaikan BPJS? Juga kenaikan tarif dasar listrik yang kian memusingkan rakyat? Atau isu degradasi moral yang membuat miris? Yang hampir tak pernah disinggung oleh para pemegang tungku kekuasaan?

Yang menjadi perhatian publik, justru meroketnya pernyataan-pernyataan nyentrik para menteri terkait isu deradikalisasi ini. Soal Menteri Agama yang melarang ASN menggunakan cadar dan celana cingkrang karena bisa jadi terindikasi radikalisme. Begitupun dengan pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD terkait anak SD yang sudah memahami arti mahrom, dikatakan sebagai virus jahat dan adanya indikasi munculnya benih-benih radikalisme atau deradikalisasi pada anak. Lantas apa sejatinya deradikalisasi atau radikalisme itu sendiri? Apa yang menjadi patokan dan batasan dari radikalisme itu? Jika faktanya narasi-narasi tadi mengarah pada ajaran agama tertentu? Apalagi jika bukan Islam dan ajarannya yang tertuduh.

Sebagai anak bangsa, kita perlu kritis terhadap isu-isu sensitif yang berkembang. Karenanya isu ini akan berbuah  menjadi opini umum jika terus menerus di blown up.  Tentunya, berpengaruh pada pola pikir dan cara pandang masyarakat. Perlu adanya pengkajian tentang apa kolerasinya antara identitas dan ciri kebangsaan Indonesia dengan istilah deradikalisasi itu sendiri. Sebab apa? Sebab dari istilahnya saja sungguh tidak familiar dalam benak masyarakat Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsudin pada acara Fakta - TVone yang dipublikasikan pada tanggal 4/11/2019,  bahwa kata 'deradikalisasi' bukan identitas dan cara Indonesia.

Menelisik lebih dalam dari pernyataan tokoh besar Muhammadiyah, Din Syamsudin dalam acara Fakta di TV One yang dipublikasikan 4 November 2019 dengan tema 'Melawan Radikalisme, Siapa yang Radikal?', "Deradikalisasi seingat saya itu proposal keinginan Presiden Jos Bush waktu datang kedua kalinya di Bogor setelah di Bali, dan mengundang tokoh Islam. Ketua Umum Nahdatul Ulama (NU) Alm. Kiai Haji Ahmad Hasyim Muzadi tidak berkenan hadir. Saya pun kemudian ikut serta juga tidak mau hadir. Namun didatangi ya saya kira intel ya. Yang ngajak-ngajak diskusi dan mereka menawarkan program deradikalisasi. Yang kedua ingin menghapus kurikulum agama atau menyesuaikan kurikulum agama di madrasah dan pesantren. Waktu itu kita tolak. Maka saya meyakini bahwa deradiklisasi sebenarnya program luar. Bukan identitas Indonesia dan cara Indonesia. Istilahnya sendiri 'deradikalisasi' gak akan mau yang dituduh radikal akan ikut. Karena dia sudah dituduh sebagai objek." Tegas Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin.

Isu semakin berkembang dengan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan mengganti istilah radikalisme ini menjadi frasa 'manipulator agama'. Seperti yang dilansir CNN.com, "Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut yaitu mengenai radikalisme," kata Jokowi.

Hal itu Jokowi sampaikan saat membuka rapat terbatas dengan topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Kamis (31/10).

Jokowi lantas melempar wacana untuk merubah istilah gerakan radikalisme. Dia menyebut frasa 'manipulator agama' mungkin bisa menjadi pengganti dari 'gerakan radikalisme'.

"Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama," ujarnya.

Uraian yang disampaikan Din Syamsudin semakin memperjelas arah isu deradikalisasi ini. Seiring dengan usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan sebuah frasa pengganti radikalisme itu sendiri menjadi 'manipulator agama'. Secara konteks frasa dari manipulator agama, tentunya akan menambah keruwetan dalam benak masyarakat. Tidak jelas. Apakah nama baru 'manipulator agama' ini agar lebih di terima sebagai identitas dan cara indonesia dibanding dengan kata 'radikalisasi' itu sendiri?

Umat mulai melek. Umat mulai sadar. Bahwa sejatinya isu radikalisme ini adalah alat untuk membungkam geliat kebangkitan umat Islam. Untuk membungkam dakwah Islam. Untuk membungkam para aktivis Islam yang memperjuangkan syariah Islam. Sejatinya, semakin deras perlawanan para penghadang dakwah. Percayalah, fajar kemenangan itu semakin dekat. Pertanyaannya, apakah kita puas hanya sebatas menjadi penonton?*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Jum'at, 23 Jul 2021 22:29

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Jum'at, 23 Jul 2021 22:00

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Jum'at, 23 Jul 2021 21:19

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Jum'at, 23 Jul 2021 21:00

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Jum'at, 23 Jul 2021 20:20

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jum'at, 23 Jul 2021 20:14

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Jum'at, 23 Jul 2021 19:35

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Jum'at, 23 Jul 2021 15:00

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Jum'at, 23 Jul 2021 11:14

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Jum'at, 23 Jul 2021 10:54

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Jum'at, 23 Jul 2021 09:25

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Jum'at, 23 Jul 2021 08:22

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Jum'at, 23 Jul 2021 08:14

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

Kamis, 22 Jul 2021 22:06

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

Kamis, 22 Jul 2021 21:45

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Kamis, 22 Jul 2021 20:25

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Kamis, 22 Jul 2021 19:01

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Kamis, 22 Jul 2021 18:15

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Kamis, 22 Jul 2021 16:56

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Kamis, 22 Jul 2021 16:27


MUI

Must Read!
X