Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.603 views

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

 

Oleh:

Nawfa Andini

Revowriter Karawang

 

MENARIK tentang apa yang menjadi pokok pembahasan Kabinet Indonesia Maju (KIM). Isu ini mencuat ke ranah publik. Meroket. Hingga menjadi tema pembahasan yang seksi untuk dikuliti. Deradikalisasi. Istilah yang tak asing lagi untuk didengar masyarakat luas yang melek sosial media. Yang tak melek sosial media? Tema seksi yang menjadi pembahasan utama mereka tetap sama, yakni soal memenuhi kebutuhan perut yang kian mencekik.

Kita tahu, apa yang menjadi semangat kerja dari Kabinet Indonesia Maju yang baru ini ada agenda yang menjadi perhatian bersama yakni tentang isu menangkal deradikalisasi. Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tegas mengintruksikan soal penanganan tangkal radikalisme. Terbukti dari beberapa pernyataan para tokoh menteri semakin menderaskan isu deradikalisasi ini. Pun demikian, kabarnya Kementerian Dalam Negeri akan membentuk pengawas radikalisme hingga ke tingkat kecamatan. Lantas seberapa urgensinya isu deradikalisasi ini? Dibanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang kian menyiksa rakyat? Kenaikan BPJS? Juga kenaikan tarif dasar listrik yang kian memusingkan rakyat? Atau isu degradasi moral yang membuat miris? Yang hampir tak pernah disinggung oleh para pemegang tungku kekuasaan?

Yang menjadi perhatian publik, justru meroketnya pernyataan-pernyataan nyentrik para menteri terkait isu deradikalisasi ini. Soal Menteri Agama yang melarang ASN menggunakan cadar dan celana cingkrang karena bisa jadi terindikasi radikalisme. Begitupun dengan pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD terkait anak SD yang sudah memahami arti mahrom, dikatakan sebagai virus jahat dan adanya indikasi munculnya benih-benih radikalisme atau deradikalisasi pada anak. Lantas apa sejatinya deradikalisasi atau radikalisme itu sendiri? Apa yang menjadi patokan dan batasan dari radikalisme itu? Jika faktanya narasi-narasi tadi mengarah pada ajaran agama tertentu? Apalagi jika bukan Islam dan ajarannya yang tertuduh.

Sebagai anak bangsa, kita perlu kritis terhadap isu-isu sensitif yang berkembang. Karenanya isu ini akan berbuah  menjadi opini umum jika terus menerus di blown up.  Tentunya, berpengaruh pada pola pikir dan cara pandang masyarakat. Perlu adanya pengkajian tentang apa kolerasinya antara identitas dan ciri kebangsaan Indonesia dengan istilah deradikalisasi itu sendiri. Sebab apa? Sebab dari istilahnya saja sungguh tidak familiar dalam benak masyarakat Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsudin pada acara Fakta - TVone yang dipublikasikan pada tanggal 4/11/2019,  bahwa kata 'deradikalisasi' bukan identitas dan cara Indonesia.

Menelisik lebih dalam dari pernyataan tokoh besar Muhammadiyah, Din Syamsudin dalam acara Fakta di TV One yang dipublikasikan 4 November 2019 dengan tema 'Melawan Radikalisme, Siapa yang Radikal?', "Deradikalisasi seingat saya itu proposal keinginan Presiden Jos Bush waktu datang kedua kalinya di Bogor setelah di Bali, dan mengundang tokoh Islam. Ketua Umum Nahdatul Ulama (NU) Alm. Kiai Haji Ahmad Hasyim Muzadi tidak berkenan hadir. Saya pun kemudian ikut serta juga tidak mau hadir. Namun didatangi ya saya kira intel ya. Yang ngajak-ngajak diskusi dan mereka menawarkan program deradikalisasi. Yang kedua ingin menghapus kurikulum agama atau menyesuaikan kurikulum agama di madrasah dan pesantren. Waktu itu kita tolak. Maka saya meyakini bahwa deradiklisasi sebenarnya program luar. Bukan identitas Indonesia dan cara Indonesia. Istilahnya sendiri 'deradikalisasi' gak akan mau yang dituduh radikal akan ikut. Karena dia sudah dituduh sebagai objek." Tegas Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin.

Isu semakin berkembang dengan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan mengganti istilah radikalisme ini menjadi frasa 'manipulator agama'. Seperti yang dilansir CNN.com, "Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut yaitu mengenai radikalisme," kata Jokowi.

Hal itu Jokowi sampaikan saat membuka rapat terbatas dengan topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Kamis (31/10).

Jokowi lantas melempar wacana untuk merubah istilah gerakan radikalisme. Dia menyebut frasa 'manipulator agama' mungkin bisa menjadi pengganti dari 'gerakan radikalisme'.

"Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama," ujarnya.

Uraian yang disampaikan Din Syamsudin semakin memperjelas arah isu deradikalisasi ini. Seiring dengan usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan sebuah frasa pengganti radikalisme itu sendiri menjadi 'manipulator agama'. Secara konteks frasa dari manipulator agama, tentunya akan menambah keruwetan dalam benak masyarakat. Tidak jelas. Apakah nama baru 'manipulator agama' ini agar lebih di terima sebagai identitas dan cara indonesia dibanding dengan kata 'radikalisasi' itu sendiri?

Umat mulai melek. Umat mulai sadar. Bahwa sejatinya isu radikalisme ini adalah alat untuk membungkam geliat kebangkitan umat Islam. Untuk membungkam dakwah Islam. Untuk membungkam para aktivis Islam yang memperjuangkan syariah Islam. Sejatinya, semakin deras perlawanan para penghadang dakwah. Percayalah, fajar kemenangan itu semakin dekat. Pertanyaannya, apakah kita puas hanya sebatas menjadi penonton?*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Anis Byarwati Pesankan Independensi BI Harus Ditegaskan Secara Eksplisit

Anis Byarwati Pesankan Independensi BI Harus Ditegaskan Secara Eksplisit

Rabu, 08 Jul 2020 08:37

Kampanye LGBT Bikin Geger, Boikot Unilever?

Kampanye LGBT Bikin Geger, Boikot Unilever?

Rabu, 08 Jul 2020 07:41

[VIDEO] Pancasila Ingin Diperas, UFS: Maling Juga Gotong Royong

[VIDEO] Pancasila Ingin Diperas, UFS: Maling Juga Gotong Royong

Rabu, 08 Jul 2020 07:32

Kurva Bisa Melandai Jika Indonesia Penuhi Target Tes Usap

Kurva Bisa Melandai Jika Indonesia Penuhi Target Tes Usap

Rabu, 08 Jul 2020 06:35

Sekolah Terbaik di Jakarta Timur Diserbu Calon Siswa Baru

Sekolah Terbaik di Jakarta Timur Diserbu Calon Siswa Baru

Rabu, 08 Jul 2020 06:29

Pada 21 Juli 2020, Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Dzulhijjah

Pada 21 Juli 2020, Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Dzulhijjah

Rabu, 08 Jul 2020 06:00

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Selasa, 07 Jul 2020 22:08

Skandal Politik Pilpers

Skandal Politik Pilpers

Selasa, 07 Jul 2020 22:00

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

Selasa, 07 Jul 2020 21:26

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Selasa, 07 Jul 2020 20:50

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

Selasa, 07 Jul 2020 20:35

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

Selasa, 07 Jul 2020 20:33

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di  PII

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di PII

Selasa, 07 Jul 2020 19:15

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

Selasa, 07 Jul 2020 18:19

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Selasa, 07 Jul 2020 15:00

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Selasa, 07 Jul 2020 14:15

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Selasa, 07 Jul 2020 13:00

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Selasa, 07 Jul 2020 12:30

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Selasa, 07 Jul 2020 11:48

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Selasa, 07 Jul 2020 01:59


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X