Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.347 views

Terowongan Silaturahmi, Bukti Presiden Busung Lapar Sejarah?

 

Oleh: Nuraisah Hasibuan S.S.

Rencana pembangunan terowongan silaturahmi dari masjid Istiqlal menuju gereja Katedral dinilai banyak pihak hanya sebagai simbol yang kosong esensi.

Usulan rencana pembangunan terowongan ini sendiri baru muncul saat presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo melakukan tinjauan proyek renovasi masjid Istiqlal. Artinya, rencana itu sebenarnya tidak ada di awal rancangan renovasi masjid yang telah dimulai sejak 6 Mei 2019 itu.

Kontan, rencana tersebut menuai pro dan kontra. Pihak yang setuju di antaranya Kepala Bagian Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah. Ia menilai ide rencana ini adalah rasa toleransi yang sangat tinggi. Bagaimana tidak? Jemaat gereja Katedral yang selama ini memarkir kendaraan di halaman masjid Istiqlal dan merasa kesulitan saat menyebrang akan dimudahkan dengan adanya terowongan ini. Bahkan, menurutnya, dulu sempat ada rencana merubuhkan pagar masjid agar akses lebih terbuka lagi. Namun rencana ini batal karena alasan keamanan.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas juga mengatakan setuju dengan pembangunan terowongan ini, karena terdapat maslahat di dalamnya. Menunjukkan agama Islam yang toleran, katanya.

Pendapat serupa juga dikuatkan oleh Wakil Ketua Komisi Agama Departemen Perwakilan Rakyat (DPR), Ace Hasan. Menurutnya, terowongan tersebut akan menjadi ikon toleransi beragama, karena menghubungkan dua rumah ibadah terbesar di Indonesia.

Namun tak begitu halnya dengan Sejarahwan J.J. Rizal. Ia mengkritik keras pembangunan terowongan ini, sampai-sampai menyebut Presiden Jokowi “busung lapar sejarah” (tempo.co). Pasalnya, jika melihat sejarah pembangunan masjid Istiqlal yang berseberangan dengan gereja Katedral, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan toleransi antar umat beragama Islam dan Kristen. Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno memilih lokasi di dekat gereja Katedral karena memang ketika itu ada lahan yang cukup luas di sana. Saat itu Soekarno ingin ada rumah Tuhan yang dekat dengan pusat pemerintahan, agar para penguasa selalu ingat pada Tuhannya.

Jadi, sangat tidak tepat jika teworongan tersebut selalu dikait-kaitkan dengam toleransi. Dan memang teramat keliru jika toleransi dianggap hanya sekedar ikon saja.

Hal ini disampaikan dengan sangat gamblang oleh Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom. Menurutnya daripada sibuk dengan pembangunan simbol-simbol yang formalistik, ada baiknya pemerintahan Jokowi fokus pada perbaikan kerukunan yang eksistensial semisal perizinan pembangunan rumah ibadah.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Direktur Riset Setara Institute, Halili. Meski ia mengapresiasi pembangunan terowongan ini sebagai simbol toleransi, namun hal tersebut harus dibarengi dengan perbaikan masalah-masalah keagamaan yang justru melampaui urgensitas pengadaan infrastruktur sebagai simbol-simbol.

Sejak periode pertama pemerintahan Jokowi, sebenarnya rakyat sudah sangat berharap agar pemerintah melakukan upaya yang serius dalam mengartasi masalah kerukunan antar umat beragama di negeri ini. Namun ironisnya, masalah ini justru semakin meruncing hinga memasuki periode ke-dua pemerintahan. Tambahan lagi karena ada kesan pemerintah lebih pro minoritas, dimana masalah-masalah yang menyangkut agama minoritas sanngat cepat direspon. Sementara masalah yang berkaitan dengan agama mayoritas dalam hal ini Islam, terkesan diabaikan.

Disamping itu, hal ihwal pendanaan juga harus dipertimbangkan. Di tengah krisis keuangan negeri, akan lebih elok jika pembangunan infrastruktur yang tidak urgent di-delay dulu hingga kondisi keuangan membaik. Saking tingginya biaya pembangunan terowongan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sampai mengusulkan agar yang dibangun jembatan saja dan bukannya terowongan.

Intinya adalah, seluruh rakyat negeri ini berharap agar pemerintah lebih jeli melihat prioritas. Prioritas untuk lebih meningkatkan penyelesaian masalah antar umat beragama di lapangan, dan prioritas untuk menggunakan Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) untuk halbyang lebih mendesak. Rakyat sudah jemu dengan tontonan gimik politik. Jika terowongan silaturahmi itu memudahkan akses penyebrangan bagi jemaat gereja Katedral saat memarkir kendaraannya di halaman masjid Istiqlal, lalu fungsinya untuk jamaah masjid Istiqlal apa?

Seharusnya pemerintah sadar, pengambilan kebijakan-kebijakan yang bertujuan ingin menarik simpati sebagian golongan umat beragama pada akhirnya bukannya membawa perbaikan dalam negeri, melainkan justru akan membawa perpecahan. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Jum'at, 03 Apr 2020 08:49

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Jum'at, 03 Apr 2020 08:23

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Jum'at, 03 Apr 2020 07:51

Memutus Mata Rantai Corona

Memutus Mata Rantai Corona

Jum'at, 03 Apr 2020 07:09

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Jum'at, 03 Apr 2020 06:31

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

Jum'at, 03 Apr 2020 06:21

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Jum'at, 03 Apr 2020 06:18

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Kamis, 02 Apr 2020 23:59

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Kamis, 02 Apr 2020 23:50

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Kamis, 02 Apr 2020 23:28

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Kamis, 02 Apr 2020 23:27

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Kamis, 02 Apr 2020 23:00

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Kamis, 02 Apr 2020 22:26

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Kamis, 02 Apr 2020 22:19

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Kamis, 02 Apr 2020 22:17

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Kamis, 02 Apr 2020 21:45

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

Kamis, 02 Apr 2020 21:15

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 20:59

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Kamis, 02 Apr 2020 20:48

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kamis, 02 Apr 2020 20:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X