Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.562 views

Pemimpin Rasa Pedagang, Semua Dihitung Untung Rugi

 

Oleh: Khamsiyatil F

Malang nian nasib rakyat dengan pemimpin mendudukkan masalah ekonomi sebagai acuan dalam setiap kebijakannya. Ini adalah bahasa yang lain untuk pertimbangan untung dan rugi. Akibatnya, rakyat merasakan penderitaan yang tak berkesudahan. Kali ini, dengan datangnya pandemi covid 19, bukan hanya kesulitan ekonomi yang menimpa rakyat, tetapi juga keselamatan hidup mereka dihitung dari kepentingan ekonomi.

Di awal bulan Februari, ketika beberapa negara mulai terpapar virus ini, pemerintah Indonesia menganggapnya sebagai gurauan semata. Tidak ada antisipasi, tidak ada kesiapan sama sekali. Bahkan saat itu dengan gegabahnya, pemerintah tetap membuka pintu pariwisata untuk semua negara, di saat negara lain menutup pintu wisata. Kesempatan menggenjot perekonomian sebagai alasannya. Padahal dengan membiarkan negeri ini didatangi oleh wisatawan asing, hal itu sama saja dengan membuka pintu virus covid 19 masuk ke Indonesia.

Di awal Maret, covid 19 benar-benar ada di Indonesia, dimulai hanya dua orang yang positif. Perjalanan selama sebulan, di awal april pasien dengan positif covid 19 sudah melewati angka 2000. Semakin hari, kenaikannya semakin berlipat. Sebarannya merata di semua provinsi di Indonesia. Tetapi tuntutan lockdown yang diserukan oleh IDI sebagai garda terdepan penanganan  wabah ini dianggap angin lalu oleh pemerintah. Meskipun tanda pagar #lockdown dengan  beragam kata tambahan seperti #LockdownSekarangJuga, LockdownituAjaranIslam dan yang  lainnya tetap saja pemerintah membiarkan covid 19 melanglang ke se-antero Indonesia  dengan terus berhitung atas nama pertimbangan ekonomi.

Setelah pasien positif covid 19 menembus angka 1000 dengan angka kematian di atas angka 100, pemerintah baru memutuskan bahwa kebijakan yang tepat menurut mereka adalah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) dan Darurat Sipil. Keputusan ini menuai kritik dari banyak pihak  sudahlah keputusan yang diambil sangat telat diberikan, nampaknya pemerintah hendak cuci tangan dari pandemi ini. Di sinilah rakyat Indonesia hanya dihitung sebagai  angka.

Negara terus berhitung uang yang  dikeluarkan negara untuk urusan ini.Menteri keuangan sudah berkeluh kesah bahwa pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara banyak terkuras untuk pandemi ini. Pemerintah juga meminta rakyat untuk menjadi donatur untuk menangani pandemi ini. Padahal, ribuan relawan telah bekerja sejak virus ini mulai menyebar di Indonesia, Alat Pengaman Diri juga menjadi barang langka di kalangan tenaga medis, sementara pemerintah terus saja telah mengekspor barang penting dan langka ini, secara besar-besaran ke negara lain.

Dan nampaknya, tidak akan habis kata menggambarkan bagaimana pemerintah tetap dengan prinsip untung dan rugi saat mengurusi rakyatnya. Kita mungkin hanya bisa bergumam teganya dirimu padaku, teganya-teganya-teganya, dengan nada dangdut. Tetap saja pemerintah kita dengan prinsipnya.

Benar apa yang dituliskan oleh seorang ulama Taqiyuddin An Nabhaniy dalam bukunya "Daulah Islam" bahwa politisi dengan pemikiran sekular akan menghancurkan kehidupan umat. Politisi sekular yang melepaskan diri dari syariat Islam, juga berlepas dari keyakinan bahwa kepemimpinan yang ada ditangannya sekarang akan dimintai  pertanggungjawaban kelak di akhirat. Pusat perhatiannya hanyalah kemaslahatan dirinya sendiri, sementara umat yang dipimpinnya, tetaplah harus mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Begitulah posisi rakyat di hadapan pemerintah sekular. Jadi, apakah kita mau terus mempertahankannya? Wallau alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X