Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.759 views

Gagal Paham Kartu Prakerja, Potret Gagalnya Kapitalisme

 

Oleh:

Dina Wachid

 

DI TENGAH wabah corona yang melanda, pemerintah meluncurkan program kartu prakerja. Meski banyak mendapat sorotan karena dianggap tidak efektif di situasi pandemik saat ini, ternyata peminat kartu prakerja ini cukup banyak. Sampai kamis, 16 April 2020 lalu tercatat 5,96 juta orang yang telah melakukan registrasi program kartu prakerja dengan 4,42 yang sudah melalui tahap verifikasi e-mail.

Dari data tersebut, dari 3,29 juta yang telah melalui tahap verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), sebanyak 2,78 juta berhasil lolos untuk melalui proses pengacakan sistem untuk bergabung sebagai peserta gelombang pertama program Kartu Prakerja.
Untuk gelombang kedua sendiri sudah dibuka Selasa kemarin (21/04/2020).

Program kartu prakerja ini sebenarnya merupakan program yang dijanjikan presiden Jokowi pada kampanye pilpres 2019 lalu. Syarat Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 18 tahun, dan sedang tidak mengikuti pendidikan formal. Dikutip dari laman Prakerja.go.id, Selasa (7/4/2020), program Kartu Prakerja 2020 adalah bantuan biaya pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kerja sasaran penerima yang berusia 18 tahun ke atas dan sedang tidak sekolah/kuliah. Bantuan ini hanya akan diberikan sekali seumur hidup untuk peserta.

Kartu Prakerja direncanakan bertujuan untuk mengembangkan kompetensi angkatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja. Kartu Prakerja 2020 adalah program bantuan biaya pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kerja. Kartu pra kerja ini akan menyasar tiga kalangan yakni para pencari kerja yang baru lulus, pekerja yang ingin meningkatkan skill, serta korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Program ini bisa jadi bagus ketika kondisi perekonomian normal. Namun, dengan kondisi yang tengah tak menentu saat ini, akibat global pandemic corona, nampaknya program ini sangat perlu untuk dikaji ulang. Setidaknya sampai wabah corona ini mereda. Karena yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukanlah kartu-kartuan, melainkan bantuan langsung seperti sembako untuk bertahan hidupa di tengah wabah. Inilah yang nampaknya tidak dipahami pemerintah dan banyak mendapat sorotan.

Seperti diketahui, dengan adanya wabah corona yang menghantam tidak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia secara global, jelas memberi dampak kepada kehidupan perekonomian umat manusia. Aktivitas ekonomi terhenti, banyak usaha-usaha yang mandeg, akibatnya PHK mau tidak mau menjadi pilihan paling logis yang harus ditempuh. Menurut catatan Kemenaker, hingga 13 April 2020 sudah ada 2,8 juta orang di PHK dan dirumahkan karena dampak pandemi corona, maka mereka otomatis menambah daftar pengangguran di Indonesia. Gelombang PHK besar tengah mengancam di depan mata. Banyak yang akan kehilangan pekerjaan dan menganggur.

Bagi rakyat yang terpenting saat ini adalah bagaimana bisa bertahan di tengah kondisi wabah. Mereka yang biasanya bisa bekerja sehari-hari dan mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya dipaksa untuk tetap tinggal di rumah. Jelas, tidak ada pemasukan yang berimbas terguncangnya pemenuhan kebutuhan hidup. Sementara dari negara sendiri tidak ada bantuan untuk menutupi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Lantas darimana mereka bisa bertahan? Maka tidak heran jika masyarakat ambil jalan sendiri-sendiri sesuai pemikiran masing-masing. Pada akhirnya, negara abai terhadap urusan rakyatnya.

Situasi mewabahnya pandemic corona, membuat manusia lebih mementingkan urusan perut karena berkaitan dengan keberlangsungan hidupnya. Manusiawi, karena ini adalah sesuatu yang melekat pada diri manusia, yaitu memenuhi kebutuhan jasmaninya untuk tetap hidup. Selain itu sudah menjadi naluri manusia untuk mempertahankan hidupnya ketika sedang terancam. Seperti halnya di tengah situasi yang mengancam seperti wabah corona ini.

Disinilah peran negara benar-benar diuji. Menjalankan tanggung jawabnya mengurusi keperluan rakyat, melindungi dan mengayomi seluruhnya tanpa diskriminasi. Negara harusnya bisa memberikan bantuan secara langsung kepada rakyat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup karena harus berhenti bekerja dikarenakan adanya wabah. Bukan hanya satu, dua orang saja, tetapi semuanya. Pertanyaannya adalah maukah dan bisakah negara melaukan itu semua di tengah jeratan sistem kapitalisme pekat?

Mencari akar masalah sebenarnya, mengidentifikasi bagaimana dampaknya terhadap rakyat, untuk kemudian menentukan kebijakan yang tepat sebagai solusi dari masalah tersebut adalah tanggung jawab negara. Sayangnya, karena sedari awal sudah salah memahami permasalahan mendasarnya, lagi-lagi rakyat banyak menjadi korban. Pemerintah hanya melihat dari satu sisi, itupun dengan sudut pandang yang salah. Ini tak bisa dilepaskan dari dasar pemikiran yang dipakai dalam melihat kehidupan yang berkaitan dengan sebuah sistem. Paradigma yang terpengaruh oleh ideology kapitalisme.

Sudah menjadi tabiat kapitalisme untuk mengasaskan kehidupan pada manfaat semata. Ada tidaknya manfaat materi menjadi standar dalam melakukan suatu tindakan. Untung rugi menjadi pertimbangan utama negara kapitalis dalam menjalankan suatu aturan dan kebijakan. Selama tidak menghasilkan keuntungan materi, maka ogah bagi negara melakukannya, meski untuk rakyatnya sendiri.

Bagi negara, mengurusi kebutuhan rakyat jelas tidak bisa menghasilkan pundi-pundi materi. Yang ada malah negara harus mengeluarkan banyak duit. Apalagi di kondisi sulit akibat pandemic corona ini, dibutuhkan anggaran yang sangat besar untuk menopang kehidupan ratusan juta rakyat negeri. Pasti sudah, dana yang besar akan terkuras dari kantong negara. Ini jelas tidak diinginkan negara dengan paham kapitalismenya ini. Rugi besar jika mengeluarkan uang trilyunan rupiah untuk rakyatnya.

Ini adalah fakta dan nyata adanya. Maka, tak heran jika kebijakan yang dikeluarkan terkait penanganan wabah corona ini kacau balau, tidak tepat, asal jadi dan hanya menguntungkan satu golongan saja, yakni kapitalis. Kebijakan pemerintah yang amburadul dalam situasi merebaknya corona ini, untuk kesekian kalinya memperlihatkan gagalnya dalam menelusuri akar masalah yang terjadi. Sekaligus juga membuka bobroknya para penguasa dan sistem kapitalisme itu sendiri.

Ini jelas beda dengan Islam. Dengan meyakini bahwa wabah itu berasal dari Allah SWT, maka cara menanganinya pun harus dikembalikan kepada bagaimana syariat mengaturnya. Negara sebagai institusi yang mengurusi urusan rakyat secara amanah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Setiap kebijakan yang dilakukan negara harus berlandaskan aturan syariat. Ini adalah prinsip pokoknya.

Karena kondisi wabah yang merebak, banyak rakyat yang terdampak. Banyak diantara mereka yang tidak bisa bekerja seperti biasa karena harus berdiam di rumah guna mengurangi penyebaran virus ini. Maka, negara harus sigap dan siap memastikan setiap rakyatnya tercukupi kebutuhan pokoknya (sandang, pangan, papan) bagaimanapun caranya dan seberapapun besarnya dana yang dibutuhkan, dengan tetap mematuhi tuntunan syariat.

Rumah sakit disediakan bagi mereka yang sakit dan yang ingin memeriksakan dirinya. Negara wajib menyediakannya secara murah bahkan gratis, namun tetap professional dan berkualitas. Jangan sampai yang sudah sakit, semakin menderita gara-gara ongkos yang selangit dan penanganan yang alakadarnya.

Termasuk internet yang sudah menjadi bagian masyarakat masa kini, juga disediakan oleh negara guna menunjang kebijakan negara selama wabah. Sehingga aktivitas pendidikan, ekonomi dan yang lainnya tetap bisa berjalan secara online. Dan semua pembiayaan kebijakan untuk mengatasi wabah ini berasal dari baitul mal negara.

Demikianlah gambaran kebijakan negara dalam menangani wabah. Semua sesuai tuntunan syariat, sehingga tidak ada satu jiwa pun yang terdzalimi akibat gagalnya negara dalam menentukan solusi atas suatu permasalahan yang mewabah. Yakin, bahwa setiap yang berasal dariNya pasti akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi umat manusia seluruhnya. Maka, jalan satu-satunya adalah kembali kepada syariat Allah SWT. Wallahu a'lam bish-shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Sabtu, 08 Aug 2020 06:36

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Sabtu, 08 Aug 2020 06:22

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Jum'at, 07 Aug 2020 21:48

Para Pemimpin Desa Kashmir Pro-India 'Diungsikan' Ke Kempat Aman Setelah Gelombang Serangan Jihadis

Para Pemimpin Desa Kashmir Pro-India 'Diungsikan' Ke Kempat Aman Setelah Gelombang Serangan Jihadis

Jum'at, 07 Aug 2020 21:25

Ibarat Desainer, MUI Harus Merajut Benang Perbedaan Menjadi Pakaian Indah

Ibarat Desainer, MUI Harus Merajut Benang Perbedaan Menjadi Pakaian Indah

Jum'at, 07 Aug 2020 21:14

Haedar Nashir: Membangun Kebersamaan Harmoni Islam Wasathiyyah bersama MUI

Haedar Nashir: Membangun Kebersamaan Harmoni Islam Wasathiyyah bersama MUI

Jum'at, 07 Aug 2020 21:11

Kemendikbud Sosialisasikan SIPLah 2020 Lintas Kementerian dan Lembaga Negara

Kemendikbud Sosialisasikan SIPLah 2020 Lintas Kementerian dan Lembaga Negara

Jum'at, 07 Aug 2020 21:06

Prostitusi Online Remaja Marak, Buah Liberalisasi!

Prostitusi Online Remaja Marak, Buah Liberalisasi!

Jum'at, 07 Aug 2020 20:54

Korban Tewas Akibat Ledakan Mematikan di Beirut Meningkat Jadi 154 Orang, 5000 Lainnya Terluka

Korban Tewas Akibat Ledakan Mematikan di Beirut Meningkat Jadi 154 Orang, 5000 Lainnya Terluka

Jum'at, 07 Aug 2020 20:46

Food Estate untuk Ketahanan Pangan, Berhasilkah?

Food Estate untuk Ketahanan Pangan, Berhasilkah?

Jum'at, 07 Aug 2020 20:43

Zionis Israel Hancurkan 313 Rumah Warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem di Paruh Pertama 2020

Zionis Israel Hancurkan 313 Rumah Warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem di Paruh Pertama 2020

Jum'at, 07 Aug 2020 19:10

Keajaiban yang Abadi

Keajaiban yang Abadi

Jum'at, 07 Aug 2020 15:20

Putra Mahkota Saudi Kirim Regu Pembunuh Ke Kanada Untuk Menargetkan Mantan Pejabat Intelijen

Putra Mahkota Saudi Kirim Regu Pembunuh Ke Kanada Untuk Menargetkan Mantan Pejabat Intelijen

Jum'at, 07 Aug 2020 14:45

Pekan ASI Sedunia dan Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam

Pekan ASI Sedunia dan Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam

Jum'at, 07 Aug 2020 08:11

Karyawan Upah di Bawah Rp5 Juta Akan Diberi Bansos, Ini Catatan Komisi XI

Karyawan Upah di Bawah Rp5 Juta Akan Diberi Bansos, Ini Catatan Komisi XI

Jum'at, 07 Aug 2020 07:06

Pembelajaran Daring, Antara Harapan dan Kenyataan

Pembelajaran Daring, Antara Harapan dan Kenyataan

Jum'at, 07 Aug 2020 07:05

Pimpinan Komisi VII DPR RI Prihatin Ekonomi Anjlok: Emak-emak Tak Pegang Duit

Pimpinan Komisi VII DPR RI Prihatin Ekonomi Anjlok: Emak-emak Tak Pegang Duit

Jum'at, 07 Aug 2020 06:54

Indonesia di Ambang Resesi, Legislator Desak Pemerintah All Out Bangkitkan UMKM

Indonesia di Ambang Resesi, Legislator Desak Pemerintah All Out Bangkitkan UMKM

Jum'at, 07 Aug 2020 06:47

Serah Terima Jabatan Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra: Bekerja bagi Kemanusiaan untuk Indonesia

Serah Terima Jabatan Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra: Bekerja bagi Kemanusiaan untuk Indonesia

Jum'at, 07 Aug 2020 06:34

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Kamis, 06 Aug 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X