Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.010 views

Ilusi Keamanan dan Kesejahteraan di Tengah Pandemi Covid-19

 

Oleh:

Roslina Basir

Kepala Perpustakaan Kampus STIKES Salewangan Maros

 

PROGRAM asimilasi 38.882 narapidana dalam rangka pencegahan virus corona menambah beban pikiran rakyat baik secara fisik maupun psikis. Bagaimana tidak penerapan PSBB pembatasan sosial berskala besar dan beberapa kebijakan lainnya cukup keras memukul perekonomian rakyat yang sebelumnya normal seketika lumpuh tanpa persiapan apa apa.

Pengharapan hidup rakyat tinggal sekadar berlutut belas kasih dari pemerintah. Namun rupanya belum kering duka bagaimana ide membangun ekonomi tiap tiap mereka, rakyat harus menelan pil pahit kejahatan para napi yang baru saja bebas. Dilansir dari media online detikNews ada 27 napi berulah lagi setelah dibebaskan 21/4/2020, alasan klasik para napi pun terurai bahwa mereka belum dapat pekerjaan dan terpaksa mencuri untuk kebutuhan makan, geliat  kekhawatiran pun muncul bagaimana nasib rakyat yang sudah segudang persoalan ini jika pandemi corona tak kunjung usai ?

Rujukan kebijakan yang diambil pemerintah dengan tidak melibatkan ahli dan banyak pihak dianggap kurang  seriusnya pemerintahan dalam menangani persoalan virus yang mendunia ini, hitung saja sejak awal masuknya kasus kematian dua orang yang diumumkan langsung oleh priseden joko widodo di gedung istana keperisedanan pada hari senin 2/3/2020 (kompas.com), diwaktu yang bersamaan belum ada pelarangan penerimaan wisatawan dari luar negeri.

Begitu pun dengan masuknya tenaga kerja asing atau pelarangan penerbangan masuk dan keluar dari indonesia, padahal kita tahu seksama bahwa virus corona berasal dari luar Indonesia. Jika melihat efek domino yang dimainkan pemerintah dalam mengambil kebijakan tentu tidak lepas dari kepentingan ekonomi negara kapitalis lainnya. Ibarat perpanjangan hubungan simbiosis mutualisme keakraban yang dijalin berlandas pada kemanfaatan bersama. Lihat saja kebijakan lockdown yang dilakukan 19 negara yang tingkat efektifitas pemutus rantai penyebaran corona lebih tinggi tidak pula diambil, padahal kita sadar bahwa pelajaran yang baik tentu diperoleh dari sejarah manusia yang berhasil.

Belum lagi rakyat korban PHK dan pekerja yang dirumahkan sekitar 1.9 juta orang (kompas.com) 19/4/2020. Tentu saja beban hidup mereka bertambah pelik. Banyak kasus kelaparan, kekerasan dalam rumah tangga, kondisi batiniah yang stres dirumah saja dan kondisi lainnya yang memprihatinkan dan bukan tidak mungkin kejahatan tidak terencana karena dorongan kebutuhan perut terjadi ataupun tindakan kejahatan lainnya dijadikan pilihan akhir setelah tidak mampu membantu ekonomi keluarga yang ambruk.

Berbeda jauh dengan Islam, pertimbangan melemahnya ekonomi akibat lockdown bukanlah prioritas. Sebab ajaran Islam memandang bahwa jiwa satu orang lebih mulia dari bumi dan seisinya sehingga pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap rakyat, baik dari segi kecukupan pangan, ketenangan jiwa dan keamanan fisik. Sehingga langkah langkah preventif wajib dilakukan pemerintah untuk mencegah keberadaan virus maupun dalam keadaan normal misalkan negara:

Pertama, mengedukasi rakyat bagaimana hidup sehat dengan mengatur perkara makanan dan cara hidup bersih. Allah berfirman dalam surah an-Nahl 114 “ Makanlah oleh kalian rezeki yang halal lagi baik yang telah Allah karuniakan kepada kalian”. Islam telah mengajarkan umatnya bagaimana melaksanakan amar makruf nahi munkar dengan mewajibkan aktifitas dakwah mengingatkan apa apa saja yang halal dan haram dimakan.

Kedua, tanggungjawab negara yang lainnya adalah memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, membangun sanitasi yang baik. Pada rakyat Eropa ada masa dikenal dengan masa the black death 1346-1353, terjadi wabah kolera karena kebiasaan rakyat membuang hajat disungai sungai, terkait kebersihan syariah islam sudah membahasanya dalam hukum hukum thararah.

Ketiga, selanjutnya upaya preventif yang tidak kalah penting dilakukan Islam adalah karantina wilayah sebab berbicara soal penyakit sudah lumrah kita tahu bahwa ada penyakit yang  menular dan tidak menular. Di dunia Islam, di Madinah saat itu di masa Rasulullah pernah terjadi wabah kusta yang belum ada obatnya. Untuk mengatasi hal itu Rasulullah menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita dan Rasulullah memerintahkan orang itu tidak dekat dan melihat orang yang terkena kusta. Rasul pun membangun tembok sebagai pemisah antara yang sehat dan tertular wabah.

“Jika kalian mendengar wabah terjadi disuatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut. Sebalikanya jika wabah itu terjadi ditempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” (HR. Al-Bukhari).

Yang terakhir adalah negara sepenuhnya menyokong dan mendukung secara materi dan moral upaya penelitian dan penciptaan vaksin sebagai obat bagi penyakit menular.

Usaha untuk memberikan keamanan dan kesejahteraan kepada rakyat tidak sanggung dipenuhi oleh rakyat sendiri tanpa adanya peran negara dan elemen masyarakat. Sehingga usahan serius penangan covid patut menjadi perhatian bersama untuk mengembalikan kondisi normal seraya kita meminta pertolongan kepada Allah agar ujian covid segera berlalu.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X