Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.269 views

Pendidikan, Antara Keluarga, Sekolah dan Masyarakat

HARI guru Nasional 2020 yang diperingati bersamaan situasi pandemi covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun mengatakan bahwa sikap yang diambil saat menghadapi pandemi akan menjadi karakter bangsa di masa depan.  Salah satunya adalah dengan terus berinovasi melangsungkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang luar biasa berat. Selama delapan bulan melalui PJJ, pasti ada keluhan dan rasa ingin menyerah. Akan tetapi yang ada para tenaga didik semakin bersemangat menjalankan pembelajaran.

Begitu juga dengan para orang tua yang begitu aktif terlibat mendampingi anaknya saat belajar dari rumah. Keterlibatan ayah dan ibu yang saling bahu-membahu memberikan motivasi dan menemani belajar merupakan hal terpenting selama menjalani pembelajaran di masa pandemi. Dia pun turut mengajak semua pihak melanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk. Menurut Nadiem, pandemi ini telah memberikan momentum dan pelajaran berharga untuk mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan dan melakukan lompatan demi menghasilkan SDM unggul (JawaPos, 25/11/20).

Kolaborasi tentu sangat diperlukan untuk mencapai hasil pendidikan yang maksimal. Hal ini menjadi syarat mutlak, sebab nyatanya keberhasilan proses pendidikan tak lepas dari keterlibatan para pelaksana pendidikan yakni keluarga dan sekolah. Meniadakan peran salah satu dari mereka akan menjadikan proses pendidikan berjalan pincang. Oleh karenanya, tak cukup peran sekolah untuk mencetak generasi unggul sementara keluarga hanya menanti hasil.

Selama ini, sekolah senantiasa menjadi tumpuan harapan para orang tua untuk mendidik putra-putri mereka, dengan harapan penuh saat kembali ke rumah mereka telah menjadi pribadi yang baik. Di sisi lain, sekolah menganggap bahwa siswa telah siap secara mental menerima tugas-tugas, sehingga tak perlu lagi ada pendampingan secara khusus. Faktanya, siswa di rumah tak mendapat motivasi atau bahkan pendampingan secara langsung dari orang tua, sementra di sekolah pendampingan sendiri tak bisa berjalan maksimal lantaran jumlah siswa dan guru yang tak sebanding.

Namun, apakah kolaborasi hanya sebatas untuk tujuan nilai semata? Tak bisa dipungkiri bahwa orientasi pendidikan hari ini adalah capaian nilai tinggi. Motivasi ini mendorong sekolah untuk mencetak para siswa berprestasi, menyemangati mereka dengan berbagai even olimpiade untuk memacu semangat belajar siswa. Orang tua pun berlomba-lomba memberikan tambahan belajar untuk putra-putri mereka dengan mendatangkan guru bantu seraya berharap makin memantabkan kemampuan akademisnya.

Inilah yang kemudian menjadi pangkal problem pendidikan selama ini. Orientasi belajar yang hanya terfokus pada deretan nilai tinggi membuat orang tua kian berambisi mengharuskan anak-anak untuk meraih nilai sempurna dalam semua mata pelajaran. Guru di sekolah pun tak kalah sibuk memberikan tugas demi tugas sebagaimana tuntutan kurikulum. Pembelajaran semacam ini justru menyisakan banyak masalah. Mulai dari kebosanan hingga menganggap sekolah adalah beban.

Maka agar kolaborasi sempurna terwujud, dimana darinya dihasilkan output yang berkualitas maka tak bisa hanya memfokuskan pada pembentukan sisi intelektual semata. Berkualitas adalah tatkala siswa menguasai ilmu kehidupan dan bersamaan dengannya terbentuk kepribadian yang santun serta menguasai ilmu agama sebagai benteng diri dari tindakan amoral. Jika kini kita saksikan generasi memiliki mental yang lemah, mudah depresi hingga berujung pada bunuh diri. Bahkan yang intelek sekalipun tak segan menggasak uang rakyat dalam menjalankan amanah kekuasaannya, menghianati rakyat dengan mengesahkan undang-undang yang menyengsarakan rakyat demi tetap berada di posisi puncak, tak lain karena mengabaikan hal-hal di atas.

Oleh karenanya mewujudkan pribadi yang demikian haruslah ada sinergi positif antar pihak-pihak terkait. Jika dalam pembahasan di atas hanya menyebut keluarga dan sekolah, namun sesungguhnya masih ada satu lagi yakni keterlibatan masyarakat. Masing-masing memiliki peran yang berbeda. Sekolah menyediakan pengajar yang amanah dan kafa’ah, pembelajaran yang penuh makna, menciptakan lingkungan dan budaya sekolah yang kondusif bagi terwujudnya pendidikan unggulan, serta adanya upaya meminimasi pengaruh-pengaruh negatif yang ada serta pada saat yang sama meningkatkan pengaruh positif pada peserta didik. Sementara itu, keluarga berperan untuk secara sungguh-sungguh menanamkan nilai-nilai dasar keislaman secara memadai kepada anak, mengawasi pergaulannya serta mencontohkan keteladanan terbaik untuknya.

Dan yang tak kalah penting dari keduanya adalah peranan masyarakat dalam beramar ma’ruf nahi munkar terhadap perilaku-perilaku menyimpang generasi maupun untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Munculnya perilaku gaul bebas oleh generasi tak lepas dari pudarnya budaya saling mengingatkan di masyarakat. Amar ma’ruf nahi munkar dianggap sebagai bentuk pelanggaran hak orang lain. Padahal justru hal ini bertujuan agar kemaksiatan dapat dicegah. Kolaborasi ketiga unsur pelaksana di atas akan semakin kuat tatkala negara juga turut ambil bagian dengan memastikan setiap tayangan televisi maupun media sosial terbebas dari konten-konten porno dan kekerasan.

Sayangnya smua pran di atas tak dapat ditrapkan scara utuh. Hal ini lantaran sistm skulrism yang ditrapkan di ngri ini mengarahkan tujuan pendidikan untuk mencetak generasi materialistik dan individualistik. Tentu saja dengan tujuan pendidikan semacam ini akan meniadakan semua peranan tadi. Sebab semua seolah menjadi tak penting apakah generasi memiliki kepribadian yang baik atau sebaliknya, apakah sisi spiritualnya benar-benar terbentuk atau tidak. Karena yang terpenting mereka bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.

Orientasi duniawi inilah yang membedakan antara sistem pendidikan hari ini dengan Islam. Dalam Islam, Pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan sebagaimana disebutkan di atas akan menjalankan perannya dengan penuh kesadaran. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah-lah yang mendorong munculnya kesadaran tersebut. Maka mewujudkan kolaborasi yang positif dimana pihak-pihak yang terlibat dapat berperan aktif akan sulit terwujud selama tujuan pendidikan tidak berubah serta sistem sekuler masih kokoh dipertahankan. Sebab asas inilah yang menghilangkan peran seutuhnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan.*

 

Sri Wahyuni, S.Pd
Dadapan, Desa Pakistaji, Kec. kabat, Kab. Banyuwangi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Ahad, 24 Jan 2021 22:05

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Ahad, 24 Jan 2021 20:30

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Ahad, 24 Jan 2021 19:59

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Ahad, 24 Jan 2021 19:46

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Ahad, 24 Jan 2021 19:22

11 Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas Dalam Penyergapan Pejuang Islamic State di Tikrit Irak

11 Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas Dalam Penyergapan Pejuang Islamic State di Tikrit Irak

Ahad, 24 Jan 2021 19:21

Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Sabtu, 23 Jan 2021 21:30

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Sabtu, 23 Jan 2021 20:15

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Sabtu, 23 Jan 2021 19:45

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Sabtu, 23 Jan 2021 18:15

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Sabtu, 23 Jan 2021 17:55

Cerita Syekh Palestina Selesaikan Hafalan Quran Bersanad di Pengungsian

Cerita Syekh Palestina Selesaikan Hafalan Quran Bersanad di Pengungsian

Sabtu, 23 Jan 2021 17:50

Anis: Indonesia Mengulang Kondisi Krisis Ekonomi 1998

Anis: Indonesia Mengulang Kondisi Krisis Ekonomi 1998

Sabtu, 23 Jan 2021 17:26

Muadzin Baca Shalawat Setelah Adzan Dengan Keras, Bolehkah?

Muadzin Baca Shalawat Setelah Adzan Dengan Keras, Bolehkah?

Sabtu, 23 Jan 2021 14:00

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

Jum'at, 22 Jan 2021 23:16

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Jum'at, 22 Jan 2021 22:37

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43


MUI

Must Read!
X