Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.270 views

Mudik Ala-Ala

 

Oleh:

Eriga Agustiningsasi, SKM || Penyuluh Kesehatan; Freelance Writer

 

TRADISI mudik telah mendarahdaging bagi penduduk Indonesia ketika menyambut lebaran tiba. Merayakan hari special bersama dengan momen istimewa bersama keluarga. Siapa yang tidak senang dengan tradisi ini? Tentu semuanya bisa merasakan betapa bahagianya bias bertemu keluarga, sanak saudara terlebih yang telah lama di perantauan, penuh dengan kerinduan yang tak mampu tertahan.

Namun kondisi pandemi COVID-19 yang belum usai hingga kini membuat pemerintah membuat kebijakan yang sama dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, lebaran tahun ini adalah kali kedua dalam masa pandemi virus Corona. Kebijakan yang dimaksud ialah larangan mudik dengan tujuan memutus mata rantai penularan COVID-19. Karena yang berpindah bukan virusnya tapi dari moblitas manusia yang membaw avirus kemana-mana. Maka semakin besar mobilitas manusia, maka semakin besar pula kemungkinan penularan virus ini. Mengingat virus Corona ini bukanlah virus yang remeh, tapi sangat berbahaya. Oeleh karena itu harus tetap waspada. 

Pupus sudah harapan para pemudik untuk bisa bertemu keluarga di momen special ini. Ada yang berani nekat mudik dengan segala konsekuensi namun ada pula yang tak punya nyali. Pasalnya, beberapa titik perbaasan antar kota telah didikan pos pengamanan lebaran dengan penyekatan oleh tim gabungan TNI, Polri, dishubb, PolPP hingga tim kesehatan yang siap menghentikan laju perjalanan mereka. Maka, sebenarnya sangat sedih namun jika untuk kebaikan bersama, maka mau bagaimana lagi? 

Di saat para pemudik belajar ikhlas untuk menunda keinginannya bertemu keluarga di kapun halama, pemandangan berbeda justru disuguhkan media bagaimana Warga Negara Asing dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Tentu sangat membuat iri, di saat masyarakat tak boleh mudik, namun warga negara lain diperbolehkan. Ada apa? Jika kebijakan hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi mengapa tidak berlaku bagi yang berkepentingan?

Apakah virus Corona bisa membedakan mana WNI dan WNA dalam menularkan? Jika memang kebijakan larangan mudik demi memutus rantai penularan virus ini untuk kebaikan manusia semuanya, maka bisa diterima, namun jika pilah pilih dengan kepentingan tertentu, maka hal ini akan berakibat ketidakpercayaan publik terhadap kebijakan yang dibuat. Maka akan lahir manusia manusia cengel (bebal) yang tak mau taat kebijakan. Karena merasa tiada keadilan. Lalu jika begini adanya, lonjakan kasus COVID-19 bukan tidak mungkin akan naik kembali. Hal ini terbukti. Pemerintah melakukan tes acak kepada 6.742 pemudik di tengah larangan mudik pada lebaran 2021, yang hasilnya sekitar 4 ribu orang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah pemudik random testing dari 6.742, konfirmasi positif 4.123 orang (CNBC.com 10/5/2021).

Sebelumnya masyarakat melayangkan kritikan terhadap pemerintah terkait kehadiran lebih dari 300 orang tenaga kerja asing (TKA) dari China di Bandara Sukarno-Hatta, di tengah kebijakan larangan mudik. Hasil pemeriksaan Kementerian Kesehatan, dua orang warga negara China itu positif terpapar Covid-19. Dua orang itu kini sedang menjalani isolasi di salah satu hotel di Jakarta (BBC.com 12/05/2021). Hal ini mengundang kemarahan publik mengingat kedatangan mereka di tengah kebijakan larangan mudik.

Butuh komitmen bersama dari pusat hingga daerah serta masyarakat untuk bersama sama berkomitmen menjalankan kebijakan yang ada demi memutus mata rantai virus corona. Karena virus tidak membedakan mana WNI maupun WNA. Semua berpotensi tertular. Maka perlu kebijakan yang tegas dan adil bagi semua. Semoga pandemi segera berakhir. Semoga semua dalam lindungan Allah SWT, Aamin.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Selasa, 22 Jun 2021 22:00

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Selasa, 22 Jun 2021 21:41

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

Selasa, 22 Jun 2021 21:07

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Selasa, 22 Jun 2021 20:00

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Selasa, 22 Jun 2021 19:30

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Selasa, 22 Jun 2021 17:24

Darah Kucing Najis?

Darah Kucing Najis?

Selasa, 22 Jun 2021 17:05

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Selasa, 22 Jun 2021 15:02

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Selasa, 22 Jun 2021 14:42

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Selasa, 22 Jun 2021 14:11

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Selasa, 22 Jun 2021 13:26

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Selasa, 22 Jun 2021 13:01

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Selasa, 22 Jun 2021 10:35

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Selasa, 22 Jun 2021 10:30

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Selasa, 22 Jun 2021 10:00

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Selasa, 22 Jun 2021 09:16

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Selasa, 22 Jun 2021 08:54

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59


MUI

Must Read!
X