Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.625 views

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

 

Oleh: Rochma Ambarwati

Masyarakat Indonesia kembali digemparkan dengan adanya wacana dari pemerintah mengenai pajak. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menghembuskan wacana pemungutan pajak untuk sektor bahan pokok pangan dan juga kesehatan. Tentu saja, hal ini serta merta mendapatkan tanggapan negatif dari masyarakat.

Bagaimana tidak? Di masa pandemi, tak sedikit masyarakat yang dirumahkan atau dipecat, tak punya pekerjaan, dan sektor usaha juga melesu. Nah ini, pemerintah malah berniat untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai pada sejumlah barang yang awalnya tak terkena PPN. Terlebih, barang tersebut menjadi barang yang amat dibutuhkan oleh rakyat. Sebut saja ada bahan pokok pangan dan sektor pendidikan. Semuanya akan dipungut PPN.

Pemungutan PPN ini tentu saja akan menaikan harga dari produk tersebut. Untuk sembako, jelaslah harganya akan naik karena memang ditambah dengan PPN. Sungguh miris, di saat sebagian masyarakat sedang berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan utamanya, pemerintah malah akan menaikkan harga kebutuhan pokok mereka. Sekarang saja sudah sulit, apalagi dengan penambahan harga akibat PPN ini.

Negara Berbasis Pajak

Sebenarnya pemungutan pajak seperti ini merupakan hal yang sangat wajar di era kapitalis sekarang. Negara kita menjadikan pajak sebagai sumber pemasukan utama negara. Sehingga, pemerintah akan memutar otak untuk mencari pos-pos baru mana saja yang bisa digunakan sebagai pemasukan pajak yang baru. Selain, tentunya memaksimalkan pos-pos pajak yang sudah ada.

Inilah yang menjadikan negara kita menjadi satu negara yang berbasis pajak. Pajak ditarik dari rakyat dengan sugesti bahwa pajak tersebut adalah untuk pembangunan bangsa. Dengan aktif membayar pajak, rakyat dianggap membantu pemerintah dan negara untuk membangun negara ini. Pertanyaannya, apakah memang pajak pantas dan layak dijadikan sebagai sumber utama pemasukan negara? Apakah negara tidak bisa menemukan sumber pemasukan lainnya? Ataukah memang negara kita tak memiliki sumber pemasukan lain tersebut?

Islam tanpa Pajak

Konsep ekonomi Islam tentu amatlah berbeda dengan konsep ekonomi yang ada saat ini, yang notabene menganut sistem ekonomi kapitalisme. Salah satu pilar ekonomi kapitalis menganggap bahwa rakyat adalah konsumen dan negara adalah produsen.

Dalam Islam, pandangan seperti ini tidak akan pernah kita temukan. Negara dan pemerintah memposisikan dirinya sebagai peri’ayah atau pengatur semua urusan rakyatnya. Menjadi tugas dan tanggung jawab dari negaralah untuk memenuhi kebutuhan dan hajat hidup rakyat secara keseluruhan tanpa terkecuali.

Kebutuhan hidup ini menjadi jaminan dalam negara Islam, baik itu dalam hak kesehatan atau pun pendidikan dimana saat ini, dua aspek ini menjadi aspek yang paling ditakuti rakyat karena memang sangat mahal untuk mengaksesnya. Islam memberikan jaminan setiap rakyatnya untuk mendapatkan akses yang mudah dan tepat pada semua layanan umum, termasuk kesehatan dan pendidikan ini.

Lalu, dari mana sumber pembiayaan tersebut? Kita sangat tahu bahwa kedua aspek ini sangat menuntut nilai nominal yang tak sedikit.

Hal ini terletak dari bagaimana Islam memberikan aturan mengenai pengelolaan sumber daya alam dan industri dalam negara. Islam membagi sumber daya dibagi ke dalam tiga jenis yang berbeda, yaitu milik negara, miliki rakyat bersama dan milik pribadi.

Sumber daya milik negara contohnya adalah sumber daya emas, nikel, timah dan yang lainnya. Sedangkan sumber daya milik rakyat contohnya adalah sumber daya air seperti laut, sungai atau danau, serta sumber daya api seperti tambang batu bara, gas alam, minyak bumi dan yang lainnya serta tumbuhan seperti hutan atau padang rumput.  Tanggung jawab pengelolaan ada di tangan negara. Hasilnyalah yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rakyat tadi, misalnya dalam aspek kesehatan dan pendidikan.

Sedangkan untuk industri yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, sebut saja seperti listrik, telekomunikasi, transportasi, dan yang lain, semua hal ini dikelola oleh negara. Hasilnya kembali disalurkan ke rakyat dengan maksimaldan sebisa mungkin dengan gratis. Misal harus dibeli oleh rakyat, tentulah dengan harga yang sangat minim agar tidak membebani rakyat. Negara sekali lagi tidak memposisikan dirinya sebagai produsen. Harga yang harus dikeluarkan rakyat ini dapat berupa cost yang perlu dikeluarkan negara dalam pengelolaannya. Dengan pengelolaan inilah, negara kemudian bisa mengratiskan biaya pendidikan dan kesehatan.

Pengaturan ini tak akan kita dapatkan dalam negara sekuler kapitalis sekarang. Hanya Islamlah yang akan membangun pondasi negara tanpa adanya pajak. Tak seperti saat ini, negara yang kaya namun justru rakyatnya menjadi miskin. Ibarat anak ayam yang mati di lumbung padi. Sungguh sangat miris. Wallahu ‘alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Rabu, 28 Jul 2021 09:58

Benarkah Indonesia Merdeka?

Benarkah Indonesia Merdeka?

Rabu, 28 Jul 2021 08:31

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Rabu, 28 Jul 2021 08:06

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Rabu, 28 Jul 2021 07:19

Butuh Kebijakan dan Perhatian Khusus Buat Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Butuh Kebijakan dan Perhatian Khusus Buat Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Rabu, 28 Jul 2021 07:09

Militer Pakistan Sebut 46 Tentara Afghanistan Kabur Ke Pakistan Setelah Diserang Taliban

Militer Pakistan Sebut 46 Tentara Afghanistan Kabur Ke Pakistan Setelah Diserang Taliban

Selasa, 27 Jul 2021 21:40

Ennahda Serukan Konsultasi Politik Di Tunisia Setelah 'Kudeta' Oleh Presiden Kais Saied

Ennahda Serukan Konsultasi Politik Di Tunisia Setelah 'Kudeta' Oleh Presiden Kais Saied

Selasa, 27 Jul 2021 21:15

HRW Desak ICC Selidiki Kejahatan Perang Militer Israel Dalam Serangan 11 Hari Di Gaza

HRW Desak ICC Selidiki Kejahatan Perang Militer Israel Dalam Serangan 11 Hari Di Gaza

Selasa, 27 Jul 2021 21:15

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15


MUI

Must Read!
X