Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.161 views

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

 

Penulis:

Eresia Nindia Winata, S.T. || Ibu rumah tangga

 

LUPAKAN dulu data kelabu dari BPS tentang jumlah penduduk miskin di Indonesia yang mencapai angka 27.54 juta per Maret 2021 lalu. Lupakan juga bahwa Yusuf Rendy Manilet, Ekonom CORE Indonesia, mengatakan upaya penurunan rakyat miskin selama 10 tahun terakhir menjadi seolah sia-sia sejak COVID-19 menerkam Indonesia. Karena, masih ada tren yang meningkat selama pandemi selain angka pengangguran, apa itu? Harta pejabat. Ya, di tengah terpaan pandemi, kekayaan pejabat justru mengalami tren kenaikan signifikan.

 Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan mengungkapkan, terdapat kenaikan harta para pejabat sebesar 70 persen setelah pihaknya melakukan analisis terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) selama setahun terakhir. Pahala juga mengungkap, ada 58 persen menteri yang kekayaannya bertambah lebih dari Rp 1 miliar. Sementara, 26 persen menteri kekayaannya bertambah kurang dari Rp 1 miliar. Selain itu, 45 persen kekayaan anggota DPR bertambah lebih dari Rp 1 miliar, sementara 38 persen anggota dewan yang melaporkan kekayaannya bertambah kurang dari Rp 1 miliar. (merdeka.com, 09/09/2021)

Tidak hanya Menteri dan anggota DPR, Komisi Antirasuah juga mencatat kenaikan harta kekayaan pejabat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Terdapat 30 persen gubernur dan wakil gubernur yang melaporkan kekayaannya bertambah di atas Rp 1 miliar. Sementara, 40 persen lainnya melaporkan kekayaannya bertambah kurang dari Rp 1 miliar. (kompas.com, 10/09/2021)

Setidaknya terdapat lima menteri dalam kabinet Jokowi yang mengalami kenaikan harta signifikan selama setahun terakhir. Pertama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan penambahan harta Rp 481 M, disusul Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar dengan kenaikan harta Rp 67.7 M, disusul Menhan Prabowo Subianto dengan penambahan harta Rp 23.3 M, nomor empat adalah Menteri Komunikasi Johnny G Plate dengan penambahan harta 17.7 M, terakhir nomor lima Menag Yaqut Cholil Qoumas yang kekayaannya bertambah lebih dari 1000 persen senilai Rp 10.2 M.

 

Ironi Disparitas Sosial

Di saat rakyat terpukul karena bisnisnya harus gulung tikar, belum lagi banyak yang dirumahkan, pejabat di atas sana justru memperkaya diri. Seharusnya bukan hanya audit kekayaan yang dilakukan, tapi juga mengusut dari mana sumber kekayaan itu berasal.

Karena kenaikan harta tak wajar sejak menjadi pejabat pemerintahan justru harus menjadi red flag bagi KPK. Mengapa meningkat serentak saat menjabat? Mulai Menteri, DPR, hingga tingkat pemerintah daerah, ada apa? Kita butuh kritis dan menganalisis, jika kenaikan itu berasal dari bisnis, maka bisnis apa yang selama pandemi menjadi digdaya dan memiliki profit ratusan miliar?

Imbauan jubir Menteri komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, bahwa tak boleh ada rakyat yang lapar selama pandemi seolah menjadi angin lalu. Karena fakta di lapangan tidak sesuai. Kita jangan lupa pada mantan Mensos Juliari Batubara, yang tega menilap uang sepuluh ribu rupiah per paket bansos. Dalam dua kali putaran pembagian bansos saja, Juliari ‘berhasil’ mendapat 17 M. Kejadian serupa sangat mungkin terjadi pada pejabat pemerintah lainnya.

Pemerintah sibuk memperkaya diri, sementara rakyat sibuk menangis karena laparnya sampai ke ulu hati. Ironi ini menjadi fakta tidak terbantah di tengah sistem demokrasi yang melahirkan oligarki.

 

Demokrasi Mahal dan Korup

Demokrasi terbukti mahal. Hanya orang-orang dengan kekayaan melimpah dan memiliki akses pada pengusaha kaya yang bisa mencalonkan diri untuk dipilih. Dengan modal miliaran yang harus digelontorkan selama kampanye, maka pejabat manapun yang terpilih akan punya kebutuhan mendesak untuk mengembalikan modal. Tak terlepas para menteri yang berdiri di kabinet dengan keterwakilan partai dan politik transaksional.

Sistem politik ini membuka ruang menganga bagi perilaku korupsi. Budaya rasuah seolah menjadi sikap yang mudah sekali ditemui. Mulai institusi pusat maupun daerah. Mulai urusan administrasi hingga budget anggaran teknis. Hantu korupsi gentayangan di manapun. Apalagi setelah KPK mulai dikebiri dan diberi rantai agar tindak OTT-nya diharapkan lebih santai.

Kekayaan pejabat yang meroket ini menjadi indikasi kuat ke arah sana. Jika hanya satu dua orang yang mengalami tren peningkatan kekayaan, tentu masih bisa dianggap wajar. Namun jika 70% pejabat serentak kaya bersamaan, dengan persentase kenaikan harta yang tidak main-main, maka ada borok dalam sistem politik negeri ini. Disparitas sosial makin kentara, keadilan sosial sekedar slogan semata.

 

Pejabat Hisabnya Berat, Jangan Gila Harta

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya ke mana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya; tentang hartanya, dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya; serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.” (HR Tirmidzi).

Khulafaur rasyidin tau betul bagaimana menjalankan hadits di atas selama menjadi pemimpin. Tidak hanya diterapkan pada diri sendiri, namun para khalifah juga mengawasi dengan ketat para pegawai pemerintahan yang mengalami kenaikan harta yang tak wajar.

Khalifah Umar bin Khaththab ra. selalu mengaudit jumlah kekayaan pejabatnya sebelum dan sesudah menjabat. Jika terdapat peningkatan harta yang tidak wajar, mereka diminta membuktikan bahwa hasil kekayaan yang mereka dapat bukanlah hasil korupsi atau hal haram lainnya. Bahkan, Khalifah Umar beberapa kali membuat kebijakan mencopot jabatan atau menyita harta bawahannya hanya karena hartanya bertambah, terlebih jika diketahui hartanya itu didapat bukan dari gaji yang diberikan negara.

Umar bin Khaththab ra. selalu menghitung dan mencatat kekayaan wali dan amil sebelum diangkat sebagai pejabat. Setelah masa tugasnya selesai, jumlah kekayaan pejabat tersebut dihitung kembali. Apabila pejabat tersebut terbukti memiliki kekayaan tambahan yang diragukan dari mana perolehannya, kelebihan harta pejabat tersebut akan disita atau dibagi dua.

Tindakan Umar bin Khaththab ra. ini pernah dilakukan terhadap Abu Sufyan sepulang dari mengunjungi anaknya, yaitu Muawiyah, yang menjabat sebagai wali pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab ra.. Amirulmukminin menduga Muawiyah membekali ayahnya dengan uang dan barang-barang berharga untuk dibawa pulang. Umar mengirim utusan ke rumah Hindun dan Abu Sufyan. Sesampainya di Hindun, utusan tersebut berkata, “Perlihatkan kepadaku dua wadah yang baru engkau terima dan berikanlah keduanya.” Utusan itu kembali menemui Khalifah dengan membawa dua buah wadah, ternyata di dalamnya terdapat uang sebanyak 10.000 dirham. Uang tersebut diambil oleh Amirulmukminin dan diserahkan ke baitulmal.

Pejabat di masa kekhilafan Islam tidak gila harta. Keberadaan harta di sisi mereka justru menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena takut akan hisabnya kelak di yaumil akhir. Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan istrinya, misalnya, rela mendermakan harta kekayaannya demi rakyat. Mereka lebih memilih hidup sederhana dibanding menanti hisab berat di akhirat.

Sa’id bin Amir, satu contoh gubernur sederhana yang hidup pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab ra.. Ia hanya memiliki satu pakaian yang ia kenakan, sampai-sampai ia dikenal sebagai gubernur yang miskin.

Ada pula Abu Ubaidan bin al-Jarrah, sahabat Nabi saw. dan panglima besar penaklukan Negeri Syam. Di dalam rumahnya yang luas, Abu Ubaid hanya memiliki sebilah pedang, baju besi, dan satu kendaraan. Meski khalifah Umar bin Khaththab menyarankan agar ia mengambil sesuatu dari harta berlimpah di sekitarnya, Abu Ubaid menolak. Sang gubernur lebih memilih zuhud dibanding bergelimang harta.

Para pejabat negeri ini harusnya malu. Mereka menumpuk harta saat perut rakyat meronta. Sikap para pemimpin Islam di masa lalu harusnya menjadi teladan dan membuat pejabat tidak gila harta. Karakter terbaik memang hanya akan muncul pada sistem terbaik.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:45

 Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:31

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

Jum'at, 22 Oct 2021 21:36

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

Jum'at, 22 Oct 2021 17:35

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Jum'at, 22 Oct 2021 16:45

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Jum'at, 22 Oct 2021 14:50

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Kamis, 21 Oct 2021 16:35

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

Kamis, 21 Oct 2021 15:12

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Kamis, 21 Oct 2021 14:14

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07


MUI

Must Read!
X