Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.555 views

Negara Abai, Keimanan Tergadai

 

Oleh: Ummu Nada 

Islam adalah agama yang paling sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati. Bagi seorang muslim keberkahan hidupnya ditentukan oleh seberapa besar ketaatannya kepada Allah SWT. Semakin taat, hidupnya akan semakin berkah dan bahagia karena ridha Allah dalam genggaman.

Namun tidak demikian dengan apa yang terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah warga dikabarkan keluar dari agama Islam (Murtad) hanya karena iming-iming dunia yang tak seberapa ( detikcom, 15/05/22)

Sangat miris, ditengah kehidupan yang serba tidak menentu seharusnya Islam menjadi sandaran yang kokoh, ini malah mencari sandaran lain yang rapuh. Dalam salah satu firmanNya (QS.29 : 41) Allah swt membuat perumpamaan orang yang berlindung kepada selain Allah seperti laba-laba yang membuat rumah, sangat mudah koyak, jangankan kena angin, disentuh saja sudah robek. Itulah gambaran orang yang menukar agamanya dengan sekerat tulang dunia, amat sangat rugi.

Pemurtadan yang terjadi hari ini tidak ubahnya pemurtadan pada era Nabi Saw, hanya beda modus. Dikisahkan bahwa sahabat Bilal Bin Rabbah dipaksa murtad oleh majikannya Sumaiyah bin Khalaf dengan diperlakukan diluar batas kemanusian. Bilal ditelentangkan di atas padang pasir yang panas, ditindih dengan batu besar dan dipukuli namun upaya majikan biadab ini sia-sia, Bilal dengan cerdas dan lantang tetap pada keimanannya dengan mengucapkan ahad, ahad.

Korban pemurtadan yang lain adalah Amar Bin Yasir, Ia dipaksa kafir Quraisy untuk menanggalkan keimanannya, bila tidak, diancam akan dibunuh sebagaimana ayah dan ibunya yang dibunuh di depan mata kepalanya sendiri, namun Amar Bin Yasir tetap pada keimanannya.

Beda zaman, beda pula cara pemurtadan tapi prinsipnya sama, keluar dari Agama Islam. Pemurtadan hari ini di picu oleh beragam faktor. Faktor internal dan eksternal. Kedua faktor ini saling melengkapi sehingga sangat mudah seseorang bergonta-ganti agama sesuai kepentingannya.

Faktor internal yang nyata terlihat pada masyarakat saat ini adalah, rendahnya keimanan, jauhnya umat dari ajaran Islam dan minimnya tsaqofah Islam. Lemahnya pondasi keimanan menyebabkan iman hanya seharga sembako. Sembako dan janji pekerjaan membuat tergiur sekelompok orang ini untuk menggadaikan keimanannya, tanpa lagi berpikir panjang bahwa yang diperbuatnya akan menjadi penyesalan yang tak berujung. Minimnya tsaqofah Islam pun mendukung tercerabutnya akar keyakinan ini dengan mudah, tak perlu siksaan fisik sebagaimana yang dialami sahabat Bilal bin Rabbah dan Amar bin Yasir. Cukup hanya dengan beberapa keping koin dunia terkoyaklah keimanan kepada Allah swt sebagaimana rumah laba-laba yang sangat mudah koyak.

Umat hari ini sangat jauh dari ajaran Islam, jangankan membaca kitab gundul, bahasa arab pun tak paham. Padahal sholat menggunakan bahasa arab, alquran berbahasa arab, hadist-hadist Nabi Saw berbahasa arab dan bejibun tsaqofah Islam pun berbahasa arab. Semua faktor internal ini menyebabkan keimanan berada di titik terendah. Tidak perlu bersusah payah untuk memurtadkan, cukup dengan janji manis kesejahteraan semu, aqidah ini sudah tumbang.

Faktor eksternal tak kalah kuatnya, ada upaya masif dan sistemik dari suatu kelompok untuk menggiring umat yang sudah lemah ini pada keyakinan lain yang menyesatkan. Kelompok ini gencar menawarkan atribut dunia, pekerjaan, uang dan makanan untuk menggoyahkan aqidah yang telah rapuh.

Umat pun dibuat takut dengan ajaran Islam, bahasa arab dikonotasikan bahasa radikal sehingga umat enggan mempelajarinya. Tontonan pun tak bisa menjadi tuntunan sehingga umat semakin lemah. Kondisi ini sangat menguntungkan upaya pemurtadan. Tidak perlu memutar otak untuk mengalihkan keyakinan umat, sekali tepuk melayanglah aqidahnya.

Jika problem ini dirunut ke pokok pangkal masalahnya, tergambarlah bahwa semua ini adalah buah diterapkannya sistem sekularisme, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Efeknya, berimbas pada semua aspek kehidupan .  Jauhnya umat dari ajaran Islam merupakan konsekuensi logis diberlakukannya pendidikan yang mengabaikan ketaqwaan individu.

Sedangkan tingginya angka kemiskinan adalah buah diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme neoliberal.  Potret buram kesejahteraan rakyat menunjukkan kegagalan negara mengurus warganya. Harta hanya beredar di kalangan orang yang dekat dengan kekuasaan, distribusi kekayaan pun tidak merata. Yang kaya semakin kaya dengan beragam fasilitas dari negara, sedang yang miskin semakin terpuruk. Wajar jika orang mudah tergiur menukar agama dengan segepok uang, karena urusan perut tidak bisa diganggu gugat. Benarlah sabda Rasul Saw, bahwa kefakiran dekat dengan kekufuran.

Akidah sekularisme melegalkan kebebasan beragama, siapapun boleh berpindah agama sesukanya. Bahkan kebebasan ini dijamin oleh Undang-undang. Pemurtadan sistemik tidak akan bisa dihentikan selama sistem sekuler diterapkan di negeri ini. Upaya masif dan terorganisir ini tidak bisa dilawan secara individu atau kelompok, butuh negara yang memberlakukan syariat Islam secara kaffah dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga agama.

Satu-satunya bentuk pemerintahan yang mampu mencegah dan menghentikan segala bentuk pemurtadan adalah sistem yang menjadikan Akidah Islam sebagai asas dalam menjalankan roda kekuasaan. Sistem yang mempunyai visi akhirat, ridha Allah menjadi tujuan akhir dan utama. Pemimpin dalam sistem ini sadar bahwa akan ada hari pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, maka Ia tidak akan teledor menjaga akidah umat. Dengan demikian pemurtadan sistemik tidak akan mendapatkan ruang di sistem ini. Wallahu a’lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google/trenopini

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sabtu, 02 Jul 2022 22:05

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Sabtu, 02 Jul 2022 20:38

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Sabtu, 02 Jul 2022 20:03

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Sabtu, 02 Jul 2022 18:54

Prerogatif Ketum

Prerogatif Ketum

Sabtu, 02 Jul 2022 17:16

PERSIS Berduka, Ketua LPPI Meninggal Dunia

PERSIS Berduka, Ketua LPPI Meninggal Dunia

Sabtu, 02 Jul 2022 16:58

CV Remora Farm Sedikan Hewan Kurban Berkualitas Bebas PMK

CV Remora Farm Sedikan Hewan Kurban Berkualitas Bebas PMK

Sabtu, 02 Jul 2022 15:50

Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Sabtu, 02 Jul 2022 14:15

Pengesahan Perkawinan Beda Agama oleh PN Surabaya Tidak Sejalan dengan Fatwa MUI

Pengesahan Perkawinan Beda Agama oleh PN Surabaya Tidak Sejalan dengan Fatwa MUI

Sabtu, 02 Jul 2022 14:13

Pemerintah Indonesia Dituntut untuk Tekan bahkan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan India

Pemerintah Indonesia Dituntut untuk Tekan bahkan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan India

Sabtu, 02 Jul 2022 14:10

Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Allah

Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Allah

Sabtu, 02 Jul 2022 06:36

Pemimpin Tertingg Taliban Hibatullah Akhundzada Hadiri Pertemuan Ulama Seluruh Afghanistan Di Kabul

Pemimpin Tertingg Taliban Hibatullah Akhundzada Hadiri Pertemuan Ulama Seluruh Afghanistan Di Kabul

Jum'at, 01 Jul 2022 17:19

Eliminasi Liberalisme, Akhiri Promosi Maksiat Holywings

Eliminasi Liberalisme, Akhiri Promosi Maksiat Holywings

Jum'at, 01 Jul 2022 17:07

Membeli Migor lewat Aplikasi, Memudahkan atau Menyulitkan?

Membeli Migor lewat Aplikasi, Memudahkan atau Menyulitkan?

Jum'at, 01 Jul 2022 16:58

Ben & Jerry Lipat Gandakan Boikot Israel Setelah Keputusan Anti-Palestina Unilever

Ben & Jerry Lipat Gandakan Boikot Israel Setelah Keputusan Anti-Palestina Unilever

Jum'at, 01 Jul 2022 16:15

Timnas Harus Menolak Bermain dengn Timnas Zionis

Timnas Harus Menolak Bermain dengn Timnas Zionis

Jum'at, 01 Jul 2022 15:35

Jenderal Ukraina: Rusia Gunakan Rudal Tidak Akurat Era Soviet Untuk Serangan Di Ukraina

Jenderal Ukraina: Rusia Gunakan Rudal Tidak Akurat Era Soviet Untuk Serangan Di Ukraina

Jum'at, 01 Jul 2022 15:00

Komisi Fatwa MUI Jatim Beri Penjelasan Terkait Ganja Untuk Medis

Komisi Fatwa MUI Jatim Beri Penjelasan Terkait Ganja Untuk Medis

Jum'at, 01 Jul 2022 14:43

Yang Mulia Tukang Baso

Yang Mulia Tukang Baso

Jum'at, 01 Jul 2022 12:57

FMGB Tuntut PBB Konsisten Jalankan Resolusi Anti Islamofobia

FMGB Tuntut PBB Konsisten Jalankan Resolusi Anti Islamofobia

Jum'at, 01 Jul 2022 10:50


MUI

Must Read!
X