Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.987 views

Kunci Redakan Covid-19: Satu Komando dan Kepatuhan Masyarakat

JAKARTA (voa-islam.com)--Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir delapan bulan. Hingga kini masih banyak kasus masyarakat yang terpapar virus tersebut. Untuk meredakan penyebaran Covid-19, kunci utamanya adalah satu komando dari pemerintah dan kepatuhan masyarakat.

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. drh. Wiku Adisasmito, M.Sc., Ph.D., menegaskan hal tersebut dalam acara Bincang-Bincang Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (BBA ARM IPB) Volume 2 bertemakan “Adaptasi Kebiasaan Baru di Era Pandemi”, Sabtu (14/11).

“Untuk menangani kasus Covid-19 komando dari pemerintah harus satu. Jika masing-masing daerah membuat aturan dan kebijakan sendiri, maka akan sulit mengendalikan penyebaran virus yang telah memakan korban ribuan rakyat Indonesia tersebut,” ujar Prof. Wiku.

Karena itu, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2020 tentang Satuan Tugas Covid-19. Satgas tersebut yang melakukan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan TNI serta Polri. Koordinasi juga dilakukan dengan Satgas Daerah di 34 provinsi, berbagai organisasi, fasilitas layanan kesehatan masyarakat, laboratorium, media, dan swasta.

“Kami telah membuat satu data sebagai alat navigasi sebagai strategi pemerintah untuk menghadapai pandemi ini,” katanya. Wiku menambahkan, saat ini pemerintah telah membuat peta resiko wilayah penyebaran kondisi Covid-19 dan peta perubahan prilaku masyarakat di setiap daerah. Data terakhir peta resiko ada 27 kabupaten/kota yang mempunyai resiko tinggi dan 370 kabupaten/kota resiko sedang.

Wiku berharap ke depan makin banyak relawan untuk memasifkan gerakaan kampanye 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan) dalam adaptasi kebiasaan baru. Dengan gerakan gotong royong dan saling mengingatkan ini, perubahan perilaku masyarakat akan dapat dipercepat. Apalagi diperkirakan sekitar 17 persen atau hampir 10 juta penduduk Indonesia masih tidak percaya adanya Covid-19.

Profesor Yudi Pawitan, ahli epidemiologi dan Biostatistik di Karolinska Insitutet, Swedia, dalam paparannya menceritakan pengalaman Swedia dalam penanganan Covid-19. Secara kultur, penanganan yang dilakukan amat didukung semua pihak, mengingat kepercayaan publik kepada pemerintah amat tinggi. Penerapan jaga jarak (social distancing) juga tidak mengalami penolakan. Meskipun secara hasil, kasus Covid-19 di Swedia lebih tinggi dari negara-negara tetangganya, akan tetapi secara umum situasinya tidak lebih buruk dari negara-negara Eropa lainnya. Dan yang pasti, semua orang memang menanti-nanti kehadiran vaksin untuk dapat meredakan wabah tersebut.

Narasumber lainnya, Prof. Juhaeri Muchtar dari University of Carolina, Chapel Hill, Amerika Serikat, membagikan informasi terkini mengenai perkembangan pembuatan vaksin Covid-19. Menurut Juheri, ada tiga kategori vaksin Covid-19 yang kini tengah dikembangkan. Pertama, yang berbahan partikel virus yang inaktif seperti yang dibuat Sinovac. Kedua, dari virus hibrid hidup seperti yang dikembangkan Janssen, dan ketiga bahan berbasis mRNA (Moderna, CureVac, Pfizer, dan Sanofi).

Kebijakan satu komando oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19 dirasakan Linda Ambadar, alumni IPB yang menetap di Auckland, Selandia Baru. Saat ini, menurut Linda, Selandia Baru relatif cukup aman dari wabah Covid-19, bahkan aktivitas bekerja dan kegiatan keramaian sudah seperti biasa seperti tidak ada lagi pandemi. Saat baru terjadi wabah Covid-19, Pemerintah Selandia Baru langsung melakukan lockdown total. Mereka sangat serius ketika menghadapi ancaman virus ini. Bahkan koordinasi antara penyelenggara negara, baik dari penyelanggara kesehatan, sosial dan karantina dikelola dengan baik. “Penyelenggara pemerintah kompak, tidak berbeda-beda. Komando datang dari pusat, bahkan Perdana Menteri Selandia Baru dengan didampingi pejabat kesehatan selalu melakukan siaran pers langsung untuk menyampaikan kondisi terakhir.

Alumni IPB diaspora lainnya, Dian Utami Sukamto, menceritakan pengalaman serupa di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) tentang peran pemerintah dalam memberikan komando sebagai salah satu kunci keberhasilan UEA dalam mengatasi Covid-19. Bahkan UEA termasuk negara yang paling banyak melakukan tes Covid-19 yakni 150 persen atau dari 10 juta penduduk, sudah dilakukan 15 juta tes. Kasus positif Covid-19 hanya sekitar 0,9 persen.

Praktisi psikososial, Yuli Arinta Dewi, menyesalkan masih adanya stigma negatif terhadap masyarakat yang terkena covid-19, terutama pengucilan. Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab, antara lain masyarakat ketakutan tertular penyakit tersebut. Apalagi Covid-19 merupakan penyakit baru dan menular, ditambah pemahaman masyarakat yang minim terhadap penyakit ini dan vaksin belum ditemukan. “Stigma ini menjadikan trauma penderita yang lebih dalam. Sudahlah menjadi korban, malah ditambah stigma negatif,” ujarnya.

Dukungan psikososial bagi mereka yang tengah dan pernah terkena Covid-19 amat penting dilakukan untuk mencegah dampak psikologis lebih parah. Tujuan dukungan psikososial pada masa pandemi adalah untuk menurunkan kecemasan yang irasional di tengah masyarakat serta meningkatkan kemampuan mereka beradaptasi dengan kondisi saat pandemi.

Stigma negatif seperti itu pernah dirasakan oleh Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Joko Santoso, yang pernah divonis positif Covid-19 cukup lama, mulai April hingga Juni 2020. Bahkan dirinya sempat dinyatakan positif kembali setelah setelah sempat sembuh. “Stigma negatif dari tetangga bukan hanya saya, tapi keluarga saya juga sempat dijauhkan masyarakat. Bahkan mereka tidak mau menerima pemberian apapun dari keluarga saya. Ada juga yang tidak mau melewati depan rumah saya, mereka harus berputar melalui jalan lain,” tuturnya.

Namun, Joko mengakui, stigma negatif itu terjadi karena masyarakat belum paham terhadap penyakit Covid-19. Apalagi kasus yang menimpa Joko terjadi pada masa awal wabah Covid-19. “Seiring dengan waktu akhirnya masyarakat paham. Bahkan ada yang datang ke rumah meminta maaf,” katanya. Ia membagikan beberapa tips adaptasi kebiasaan baru dengan prinsip iman, imun, dan aman. Joko kini selalu membawa masker, hand sanitizer, minuman lemon madu, dan sajadah saat keluar rumah. Serta berolah raga sedikitnya 10-15 menit setiap hari.* [Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Kamis, 06 May 2021 12:57

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Rabu, 05 May 2021 20:27

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Rabu, 05 May 2021 19:15

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Rabu, 05 May 2021 18:54

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Rabu, 05 May 2021 15:08

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Rabu, 05 May 2021 14:59

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Rabu, 05 May 2021 14:52

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

Rabu, 05 May 2021 14:31

Indonesiaku Hijau, Cara PKS Lawan Penghancuran Global

Indonesiaku Hijau, Cara PKS Lawan Penghancuran Global

Rabu, 05 May 2021 13:53

MUI: Pemberangkatan Haji Harus Pertimbangkan Keselamatan Jiwa Jamaah

MUI: Pemberangkatan Haji Harus Pertimbangkan Keselamatan Jiwa Jamaah

Rabu, 05 May 2021 12:50

Lemak Ini Lebih Berbahaya Dibandingkan Kolesterol Makanan

Lemak Ini Lebih Berbahaya Dibandingkan Kolesterol Makanan

Rabu, 05 May 2021 11:00

IMT-GT Tempatkan Produk Halal Bagian Program Pemulihan Ekonomi

IMT-GT Tempatkan Produk Halal Bagian Program Pemulihan Ekonomi

Rabu, 05 May 2021 10:55

Silaturahim Dengan MUI, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dalam Politik dan Dukungan Terhadap RUU Ekonom

Silaturahim Dengan MUI, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dalam Politik dan Dukungan Terhadap RUU Ekonom

Rabu, 05 May 2021 10:50

Maksimalkan Pengelolaan Emosi di Bulan Suci, PP Himi Persis Adakan Sinergi Ramadhan

Maksimalkan Pengelolaan Emosi di Bulan Suci, PP Himi Persis Adakan Sinergi Ramadhan

Rabu, 05 May 2021 10:45

Tragedi Nanggala 402, Hima PERSIS Desak Pemerintah Lakukan Percepatan Modernisasi Alutsista TNI

Tragedi Nanggala 402, Hima PERSIS Desak Pemerintah Lakukan Percepatan Modernisasi Alutsista TNI

Rabu, 05 May 2021 10:40

Kapal Selam KRI Bocah Jogokariyan-1442

Kapal Selam KRI Bocah Jogokariyan-1442

Rabu, 05 May 2021 10:35

Kajian Akbar Spesial Akhir Ramadhan Bersama Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Zaitun Rasmin

Kajian Akbar Spesial Akhir Ramadhan Bersama Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Zaitun Rasmin

Rabu, 05 May 2021 08:48

Utang Luar Negeri Indonesia Semakin Membengkak, Anis: Sinyal Kurang Baik

Utang Luar Negeri Indonesia Semakin Membengkak, Anis: Sinyal Kurang Baik

Rabu, 05 May 2021 08:09


MUI

Must Read!
X