Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.564 views

Angka Kematian Dihapus, Harapan Pandemi Tuntas Semakin Pupus?

 

Oleh: Amma Muiza

*(Praktisi Kesehatan)

Akhir-akhir ini, publik dicemaskan dengan langkah "berani" pemerintah menghapus angka kematian dari indikator penentuan level PPKM. Penghapusan angka kematian ini, selain dikhawatirkan menimbulkan rasa aman yang semu, lebih dari itu, hal ini dapat berimbas pada kesalahan pengambilan kebijakan. Ujungnya, pandemi semakin lama bercokol di Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com (10/8), Pemerintah resmi menghapus angka kematian pasien Covid-19 dari indikator penentuan level PPKM. Menurut Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi, langkah tersebut ditempuh sebab ditemukan penumpukan input data kematian. Masih menurut Jodi, hal ini dapat menimbulkan bias saat menganalisis situasi pandemi sehingga kesulitan menilai perkembangan situasi di satu daerah.

Dengan adanya keputusan tersebut, maka paling tidak dalam dua pekan ke depan angka kematian tidak jadi pertimbangan dalam mengevaluasi PPKM level 3 dan 4 di sejumlah daerah. Artinya, kelanjutan PPKM setelah 16 Agustus mendatang hanya berdasarkan indikator lain yang meliputi keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate, BOR) di RS rujukan Covid-19, kasus konfirmasi Covid-19, perawatan di RS, tracing, testing dan kondisi sosio-ekonomi masyarakat.

Sementara itu, para Ahli Epidemiologi menyayangkan keputusan tersebut. Menurut Windhu Purnomo, jumlah kematian harus tetap menjadi pertimbangan dalam pengendalian pandemi. Senada dengan Windhu, Dicky Budiman juga menyatakan tidak semestinya indikator kematian dihilangkan. Sebab angka kematian merupakan indikator valid untuk menilai derajat keparahan situasi wabah.

Fakta Kematian dalam Data

Kebijakan pemerintah  menghilangkan indikator angka kematian sudah sepatutnya menjadi tanda tanya berbagai pihak. Sebab hal ini ditetapkan justru saat kondisi pandemi di Indonesia jauh dari status aman. Setidaknya dalam sepekan terakhir, jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, mencapai 12.054 kematian. Dengan total kasus di Indonesia yang mencapai 3.774.155 dan menyebabkan 113.664 orang meninggal dunia.  Kenaikan kasus selalu diikuti dengan kenaikan angka kematian (12/8).  

Data yang diambil dari Kemenkes (10/8) tampak total kematian di bulan Juli, sebanyak 35.628, meningkat 350% dibandingkan bulan Juni. Bahkan, data yang terhimpun di awal bulan Agustus ini, angka kematian sejumlah 16.500, sudah lebih tinggi dibandingkan kematian di tiap bulan, dari Januari-Juni 2021.

Sementara jika dilihat dari tingkat kematian (Case Fatality Rate, CFR), CFR Indonesia mencapai 2.97%. Hal ini menunjukkan bahwa tiap 100 kasus Covid-19 ada hampir 3 orang meninggal dunia. CFR Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi selama 2021, lebih tinggi dari CFR Asia bahkan dunia (Ourworldindata, 10/8).

Indikator Yang Harus Ada

Dengan paparan data kematian yang sedemikian tinggi, semestinya ada upaya serius untuk menurunkan angka kematian ini bukan malah menghapusnya. Keputusan pemerintah untuk menghapus indikator angka kematian ini tidak sesuai dengan kaidah akademis pengendalian pandemi. Hal ini dapat berakibat fatal, sebab kebijakan pengendalian Covid-19 tidak lagi berdasarkan data yang seharusnya. Sehingga perbaikan data Covid-19,  termasuk di dalamnya data kematian, menjadi vital untuk dilakukan.

Angka kematian merupakan salah satu indikator yang sudah semestinya ada dalam setiap pelayanan kesehatan. Dalam terminologi pandemi, keberhasilan pengendalian pandemi sangat berhubungan dengan indikator angka kematian. Semakin tinggi angka kematian berarti sektor hilir penanganan pandemi masih buruk. Sehingga negara harus berupaya melakukan evaluasi dan penanganan pandemi yang lebih baik.

Sektor hulu penanganan pandemi adalah sisi promosi dan pencegahan sementara sektor hilir adalah kemampuan fasilitas kesehatan menangani sisi kuratif. Angka kematian yang rendah akan menjadi bukti perbaikan di sektor hilir penanganan pandemi. Jika indikator tersebut dihilangkan, tentu evaluasi penanganan dan pengendalian pandemi menjadi absurd.

Jika pemerintah bersikeras menghapus angka kematian dengan dalih input data, permasalahan data Covid-19 sebenarnya bukan baru-baru ini terjadi. Tidak hanya kematian, kasus harian Covid-19 juga sebenarnya bertumpuk dan tidak real time. Sejak tahun lalu, persoalan data sudah menjadi masalah yang tidak kunjung usai.

Pertama, data kasus baru hingga kasus kematian akibat Covid-19 disinyalir masih banyak yang under reported. Tersebab lemahnya testing dan tracing di Indonesia. Kedua, sistem pengelolaan data juga belum terintegrasi. Data di situs pemerintah kota/kabupaten, provinsi, dan pemerintah  pusat berbeda. Ketiga, persoalan sumber daya manusia. Masih banyak ditemukan di beberapa daerah, pengumpulan dan pengiriman data yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, bukan tenaga perdata khusus.

Agar Harapan Tidak Pupus

Harapan usainya pandemi dapat diukur salah satunya dengan indikator angka kematian.  Agar harapan tidak pupus, seyogiyanya seluruh indikator dari sektor hulu hingga hilir diberlakukan. Lebih dari itu, hal yang dapat membuat seluruh sektor berjalan maksimal, yaitu sistem dan regulasi yang tepat dibutuhkan. Tanpa sistem yang tepat, penanganan pandemi seperti panggang jauh dari api.

Dunia sudah membuktikan sengkarut penanganan pandemi akibat sistem saat ini yang tidak mendukung. Diperlukan sistem alternatif yang akan mampu mengayomi setiap langkah kebaikan penanganan pandemi. Adalah sistem Islam, sebagai salah satu solusi alternatif yang layak diperhitungkan. Sistem yang memadukan petunjuk ilahiah dan saintek mutakhir. Sistem yang menjadi harapan atas siapa pun yang ingin pandemi berakhir. Wallahu a'lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: cnn indonesia

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15


MUI

Must Read!
X