Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.674 views

Pledoi Ustadz Abdullah Sunata: Saya Dizalimi dan Dikambing-hitamkan!

Jakarta (voa-islam) - Dalam pledoinya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, belum lama ini, Rabu(6/4), Ustadz Abdullah Sunata membeberkan proses penangkapan dirinya, penyiksaan hingga pengkondisian penunjukkan penasihat hukum pada saat pemeriksaan di penyidikan.

Berikut kronologis penangkapan yang disertai dengan penyiksaan itu: Pada tanggal 23 Juni 2010 sore, Ustadz Nata – begitu ia akrab disapa -- disergap ketika turun dari bis antar kota. Ia ditangkap Densus 88 dari arah belakang dan tubuhnya dijatuhkan ke aspal, lalu diinjak-injak lebih dari lima orang. Saat penyergapan, matanya diikat dan digiring masuk ke dalam mobil.

“Inilah babak awal penekanan dan penyiksaan saya, mulai dari mobil hingga dibawa ke hotel. Selama tiga hari saya merasakan berbagai penyiksaan, dari ujung kaki hingga kepala. Luar dan dalam anggota badan saya habis babak belur. Termasuk pelecehen dan tekanan psikis saya alami saat penangkapan,”kisahnya.

Setelah empat hari, Ustadz Nata mulai diperiksa dan disidik sebagai tersangka tanpa didampingi pengacara. Setelah selesai dan disuruh menandatangani BAP, baru kemudian datang pengacara Asludin untuk mendampingi.

Ketika itu Nata protes dan tidak mau memakai Asludin sebagai kuasa hukumnya. Ia ingin didampingi oleh Tim Pengacara Muslim (TPM), tetapi akses kepada TPM selalu dipersulit. Acapkali Nata ia ditekan agar tetap menggunakan pengacara “titipan Densus” Asludin. Lalu dengan terpaksa, Nata menandatangani surat kuasa. Tapi anehnya, setiap kali pemeriksaan, ia tidak pernah didampingi  oleh Asludin.

Bagaimanapun Ustadz Nata dan keluarga berkomitmen untuk mengganti pengacara, karena tidak terima dengan tekanan ini.  Kesempatan untuk mengganti pengacara adalah setelah selesai P21, dimana tekanan sudah mulai berkurang, walau terkadang disindir dengan ucapan dan kata-kata “apakah akan ganti pengacara”.

Perlu diketahui, para tahanan teroris yang mengganti pengacara pasti akan diisolir dan dijauhi dari tahanan yang lain dan besukan keluarga akan dipersulit. Sehingga tidak sedikit kawan-kawan yang senasib dibayangi ketakutan dan tertekan kalau ingin mengganti pengacaranya.

“Setelah penggantian pengacara dari Asludin ke TPM, saya dipindah dan diisolir seorang diri dari tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok ke tahanan Polres Jakarta Selatan hingga saat ini. Inilah kezaliman yang saya alami. Sengaja saya ungkapkan agar menjadi pertimbangan Majelis Hakim dalam menentukan vonis nanti.

Pengadilan Rekasaya

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut Abdullah Sunata dengan hukuman 15 tahun penjara. Atas tuntutan JPU tersebut, Ustadz Nata menilai, JPU tidak melihat fakta dalam persidangan, tetapi hanya berdasarkan BAP saksi-saksi dan terdakwa. Padahal semua keterangan saksi-saksi dan terdakwa dalam BAP berada dalam tekanan fisik maupun psikis. Semestinya yang menjadi tolak ukur adalah fakta dalam persidangan, bukan dari BAP.  

Tingginya tuntutan JPU kepada Abdullah Sunata karena berangkat dari faktor “besarnya” nama dirinya yang terbentuk dari opini media tanpa data dan bukti yang jelas. Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) pernah menyebut Nata di hadapan pers, bahwa dirinya adalah orang kedua pengganti Dulmatin. Nata bahkan disebut-sebut BHD sebagai tokoh sentral dan Panglima Pelatihan Aceh yang militan dan selevel dengan DR. Azhari.

Tidak tanggung-tanggung, Abdullah Sunata yang dibesar-besarkan oleh BHD dan media, dituduh mempunyai rencana penyerangan pada saat HUT RI di Istana Negara dengan target Kepala Negara, Pejabat-pejabata Negara dan Tamu-tamu Negara. Tuduhan tersebut akhirnya tidak terbukti, baik oleh penyidik maupun di pengadilan.

Paket bom bukum yang belum lama ini terjadi, membuat Ustadz yang pernah berjihad ke Ambon dan Poso itu kembali dikambinghitamkan dan dikait-kaitkan dengan menyebut namanya sebagai otak. Tuduhan itu jelas tanpa dasar dan bukti yang jelas. Dari rangkaian tuduhan yang disematkan kepada Abdullah Sunata, dengan blow up media yang menggiring opini publik, seolah Ustadz Nata adalah teroris nomor wahid di Indonesia yang harus ditangkap dan diburu.

Semoga Allah Swt menjaga mujahid ini, diberi ketabahan dan tetap istiqomah. Amin. ● Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Ahad, 19 Sep 2021 15:35

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Ahad, 19 Sep 2021 14:30

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Ahad, 19 Sep 2021 11:46

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Ahad, 19 Sep 2021 09:18

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ahad, 19 Sep 2021 08:20

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Sabtu, 18 Sep 2021 21:31

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

Sabtu, 18 Sep 2021 20:25

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Sabtu, 18 Sep 2021 19:48

 HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

Sabtu, 18 Sep 2021 16:55

Arah Demokrasi Terpimpin

Arah Demokrasi Terpimpin

Sabtu, 18 Sep 2021 16:47

Ah Dudung, Memang Parah

Ah Dudung, Memang Parah

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Sabtu, 18 Sep 2021 15:45

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Sabtu, 18 Sep 2021 15:41

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Sabtu, 18 Sep 2021 09:36

Pesta Miras Berujung Nahas, Islam Punya Solusi Tuntas!

Pesta Miras Berujung Nahas, Islam Punya Solusi Tuntas!

Sabtu, 18 Sep 2021 09:10

Cara Promosi 'A to Z' Bisnis Kuliner Agar Raih Puluhan Juta

Cara Promosi 'A to Z' Bisnis Kuliner Agar Raih Puluhan Juta

Sabtu, 18 Sep 2021 08:17

Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jum'at, 17 Sep 2021 23:55


MUI

Must Read!
X