Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
24.834 views

Nelayan Pemburu Ikan Paus Itu Berasal dari Masyarakat Muslim Lamakera

Kupang  (voa-islam) – Dalam kunjungan voa-islam ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama lima hari, seorang tokoh masyarakat muslim asal Lamakera, Flores Timur (Flotim) menyampaikan protesnya kepada Pemerintah Flores Timur terkait sikap dan tindakan diskriminasinya kepada masyarakat Lamakera yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Tokoh masyarakat asal Flotim itu kecewa, kenapa pemerintah hanya menyebut Lamalera (bukan Lamakera) sebagai nelayan pemberani pemburu ikan paus, yang kemudian menjadi ikon parawisata di NTT. Padahal, sejatinya masyarakat Muslim Lamakera lah awal mula historical itu dimulai dan berasal.

“Pemerintah FloresTimur telah bersikap diskriminatif terhadap Lamakera. Apakah karena masyarakat Lamakera itu muslim? Saya tidak tahu,” kata Syukur kepada voa-islam di Kampung Airmata, Kupang, NTT.

Adapun Lamalera terletak di pantai selatan Pulau Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat ini Pulau Lembata sudah menjadi kabupaten sendiri yang sebelumnya gabung dengan Kabupaten Flores Timur. Mayoritas penduduk di Lamalera beragama Kristen (Protestan dan Katolik). Upacara ritual masyarakat Lamalera sebelum memburu paus, dilakukan secara Kristiani, sedangkan Lamakera yang muslim tidak.

Keyakinan Syukur, seorang mantan PNS NakerTrans itu, sangat beralasan jika Lamakera adalah tempat para nelayan pemburu ikan paus itu berasal.  Hal itu diperkuat oleh Dahlan Paing Ebang, seorang tokoh Flotim yang menulis buku “Sejarah Pahlawan Flores Timur Melawan Kolonialisme dan Imperalisme”.

Menurut Dahlan Paing Ebang yang juga pensiunan PNS Departemen Penerangan RI Kabupaten Flores Timur, nelayan Lamakera ini memiliki keahlian khusus atau keunikan tersendiri, yaitu menangkap ikan paus sejak zaman dahulu, yaitu jauh sebelum 1225 Masehi.

“Pekerjaan menangkap ikan paus ini membawa resiko tinggi yang selalu menelan korban jiwa, tetapi pelaut Solor (Lamakera) tidak gentar menghadapinya. Mengingat pekerjaan ini menghasilkan pendapatan keluarga untuk menyekolahkan anak-anak mereka,” tulis Dahlan, mantan Ketua Bidang Da’wah dan Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur (1973-1985).

Nelayan Ulung Penentang Badai

Cara tradisional menangkap Paus biasa disebut Kotoklema. Kotoklema itu adalah bahasa Lamakoholot yang terdiri dari dua kata yang digabung menjadi satu. Kotok artinya kepala, kelema artinya melekuk ke dalam. Jadi Kotoklema adalah kepala yang melekuk kedalam.

Perahu layar yang digunakan untuk memburu ikan paus tersebut dilengkapai dengan alat tikam/harpun tangan yang disebut tempuling, tali panjang (tali leo), yang diikatkan pada mata tombak (tempuling), dan ditambah bambu sepanjang 4 meter sebagai alat bantu tikam. Dalam satu peledang (perahu) biasanya di muati oleh 7 crew dan orang yang khusus memegang peranan dalam menikam paus adalah juru tikam yang disebut balafaing (lamafa).

Sejarawan asal Portugis dan Belanda memberi gelar kepada nelayan asal Lamakera sebagai nelayan ulung  penentang badai. "Jadi nenek moyang kami di Lamakera sudah memburu ikan paus. Tapi yang diekspos malah Lamalera. Pemerintah harus memperhatikan hal ini. Masyarakat Muslim Lamakera punya hak budaya dari nenek moyang mereka, jangan dianaktirikan,” ungkap Syukur.

Syukur kembali menegaskan, ikan Paus biru yang menurut sejarah adalah ikan paling besar di Lamakera tidak pernah diekspos oleh Pemerintah Flotim. “Ada apa? Apakah karena kami muslim? Disini, ada kesan diskriminatif untuk tidak mempromosikan Lamakera segai ikon parawisata dalam perburuan ikan Paus dari dulu hingga sekarang,” tandasnya.

Yang menarik, adalah ketika badan PBB (FAO) memberi  hadiah berupa sebuah speed boad warna merah sekitar tahun 1968. Di sekitar lambung kapal tersebut tertulis Lamakera. Tapi yang disesalkan kemudian, kata Lamakera tiba-tiba menjadi Lamalera. Huruf K diganti menjadi L, sehingga menjadi Lamalera. Jadi kenapa kapal itu tidak diberikan kepada masyarakat Lamakera.

Syukur juga mempertanyakan sejarah yang menulis sejak kapan orang Lamalera membunuh ikan paus berabad-abad lamanya. Dulu orang tidak berani memburu ikan paus dengan cara melompat, di tahun 200o saja mereka baru berani melompat. Cara mendayung orang Lamakera juga ditiru oleh orang Lamalera, punggung menghadap ke haluan.

Penjelasan Pak Syukur ini terkait Lamakera ini tentu sangat berpengaruh bagi ikon parawisata di NTT. Sayangnya Pemerintah Flotim tidak satupun menyebut Lamakera, yang sering disebut adalah Lamalera. Apakah masyarakat Lamakera, tidak dianggap sebagai orang NTT, atau memang sengaja dilupakan. Wallohu’alam. “Sejarah mencatat, perahu orang Lamakera sejak tahun 1.600 sudah sampai ke Batavia. Ini menunjukkan nelayan Lamakera adalah yang pemberani.”

 Waktu untuk memburu ikan paus itu biasanya pada saat bulan ke-4 atau ke-5, atau bulan  ke-9 atau ke-10, itu tanda yang bagus. Lebih baik lagi, jika terlihat awan halus menyerupai perut ikan paus yang putih, maka inilah saatnya melaut untuk memburu ikan paus. “Dulu, hanya dua orang saja bisa berburu, bahkan anak kecil usia 14 tahun sekalipun,” tukas Syukur menjelaskan.

Syukur membantah jika orang Lamakera dianggap menurunkan populasi ikan paus. Ia mengatakan, nelayan Lamakera dalam setahun hanya menangkap dua ikan paus. Bagi masyarakat Lamakera, ikan paus itu bukan untuk tujuan industri.  Jadi, tidak benar kalau orang Lamakera banyak menangkap ikan paus.

Setidaknya, Pemerintah Flores Timur mau mendengar aspirasi tokoh Flotim ini yang mempertanyakan, kenapa masyarakat Lamakera yang muslim itu terkesan dianaktirikan (diskriminasi). Ikon Parawisata nelayan yang memburu ikan paus itu sesungguhnya ada di Lamakera. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News
Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Kamis, 19 May 2022 21:44

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Kamis, 19 May 2022 19:22

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Kamis, 19 May 2022 18:00

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Kamis, 19 May 2022 17:00

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Kamis, 19 May 2022 12:57

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Kamis, 19 May 2022 08:59

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Rabu, 18 May 2022 20:51

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Rabu, 18 May 2022 20:39

Welkam Hom, Pak

Welkam Hom, Pak

Rabu, 18 May 2022 17:51

Ruhut Makin Kacrut

Ruhut Makin Kacrut

Rabu, 18 May 2022 15:50

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Rabu, 18 May 2022 15:43

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Rabu, 18 May 2022 15:40

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Rabu, 18 May 2022 15:37

Corbuzier Main LGBT

Corbuzier Main LGBT

Rabu, 18 May 2022 13:44

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Rabu, 18 May 2022 08:45

Ramadhan Yang Membekas

Ramadhan Yang Membekas

Selasa, 17 May 2022 22:10

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

Selasa, 17 May 2022 22:06

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Selasa, 17 May 2022 21:52

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Selasa, 17 May 2022 21:02

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Selasa, 17 May 2022 12:01


MUI

Must Read!
X