Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
502.782 views

Inilah Dosa Mega dan Jokowi?

JAKARTA (voa-islam.com) - Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah, pernah melalui akun Twiternya, mengemukakan tentang "7 Dosa Megawati", dan secara gamblang, tokoh KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) itu, membuat rakyat Indonesia menjadi 'ngeh', sejatinya PDIP itu, tak seharum namanya yang selalu dilekatkan sebagai partainya 'wong cilik'. (lihat : laporan ICW)

Kesadaran kolektif rakyat Indonesia itu, membuat berubah peta poliltik, dan terjadinya kejutan hasil pemilu 2014,di mana PDIP gagal mencapai target perolehan suara yang diinginkannya. PDIP mentok di angka 19,7 persen. Walaupun tetap bertengger di urutan pertama.

Perolehan suara yang pas-pasan itu membuat PDIP dan Jokowi, terpaksa harus melakukan koalisi dengan partai lain. Prediksi akan kemenangan mutlak itu, hanyalah 'pepesan kosong' yang sudah diskenariokan para media kristen dan sekuler yang berada di belakang Jokowi.

Sejatinya PDIP itu tak lain, karakternya merupakan partai nasionalis sekuler, dan tidak memiliki pembelaan riil terhadap kepentingan nasional Indonesia. Itu terbukti saat Mega berkuasa. Inilah kasus-kasus yang terjadi PDIP :

1. PDIP Partai Paling Korup

Di kalangan kelompok menengah perkotaan selama ini belum banyak yang faham, bahwa PDIP itu gudangnya koruptor. Banyak politikus PDIP yang tersangkut korupsi. Kader dan tokohnya menjadi langganan KPK, dan tokohnya seperti Emir Moeis, yang sekarang menjalani pengadilan Tipikor. Termasuk Mega memberikan pengampunan kepada obligor BLBI yang sudah mengeruk dana Rp 650 triliun.

2. Jokowi Presiden Boneka

Calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto menyindir Jokowi sebagai calon presiden boneka yang diduga akan diintervensi oleh Megawati. Faktanya, Jokowi bukan 'boneka' rakyat, tetapi Jokowi boneka 'konglomerat Cina', seperti James Riyadi Cs, kalangan missionaris, dan kepentingan asing. Itu terbukti kunjungan Menlu Inggris, William Hague, yang jelas-jelas mendukung Jokowi. Termasuk adanya pengaruh Rotary Club dan Freemasonry yang berada di belakang Jokowi.

3. Anak Sulung Jokowi Terima Suap

Anak sulung Jokowi dituding menerima Rp 2 miliar dana suap proyek busway. Informasi ini menyebutkan bahwa Michael Bimo Putranto, bekas Ketua Tim Sukses Jokowi di Solo pada 2005, yang memberikan uang itu. Nama Bimo pertama muncul di majalah Tempo dalam laporan utama mengenai proyek pengadaan 656 bus asal Cina untuk busway senilai Rp 1,5 triliun yang bermasalah. Kabar semakin hangat, karena informasi soal anak sulung Jokowi itu diperoleh dari sumber internal Tempo.

4. Jokowi Presiden, Menteri Agama dari Syiah

Kabar Jalaluddin Rahmat, tokoh Syiah yang  menjadi calon anggota DPR dari PDIP di daerah pemilihan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat (Jawa Barat II), diangkat menjadi menteri agama oleh Jokowi merebak dikalangan masyarakat luas. Ini suatu kejutan yang sangat luar biasa, bahwa seandainya  Jokowi terpilih presiden mengangkat Jalaluddin Rahmat menjadi menteri agama.

5. Jokowi Penganut Syiah

Dalam blog Kompasiana pada 20 Maret 2014 muncul informasi bahwa istri Jalaluddin Rahmat yakin suaminya masuk daftar calon legislatif dari PDIP karena Jokowi juga penganut Syiah. Kang Jalal, begitu nama panggilan Jalaluddin, berada di nomor urut dalam daftar calon legislatif PDIP di daerah pemilihan Jawa Barat II.

6. Jokowi Bayi di Gendongan Megawati dan James Riyadi

Sepekan sebelum pemilu legislatif di media sosial nampak foto Jokowi menjadi bayi yang digendong Mega. Foto ini menegaskan Jokowi berada di bawah bayang-bayang Mega. Jokowi bukan hanya digendong Mega, tetapi Jokowi juga digendong oleh 'Taipan' James Riyadi.

7. Jokowi pengkhianat Rakyat

Jokowi itu sejatinya seorang pengkhianat rakyat tulen. Betapa dia diberikan amanah oleh rakyat yang memilihnya, kemudian dia mengkhianatinya. Dia dipilih rakyat Solo, dan rakyat Solo berharap akan perbaikan kehidupan mereka, tetapi ditinggalkannya.

Jokowi diberi amanah oleh rakyat DKI Jakarta, baru satu tahun, sudah ditinggalkanya. Padahal, di DKI Jakartai belum melakukan apapun, terutama bagi perbaikan kehidupan dan kota Jakarta, tetapi Jokowi sudah menerima pencapresan oleh PDIP. Ini menggambarkan karakter Jokowi itu, sebagai pengkhianat rakyat.

8. Megawati Pengkhianat Perjanjian Batu Tulis

Prabowo menyatakan bahwa dalam perjanjian Batu Tulis pada 2009, Mega sepakat mendukung Prabowo menjadi calon presiden pada 2014. Dengan mengajukan Jokowi sebagai calon presiden, Mega dan PDIP dianggap mengkhianati perjanjian.

9. Megawati Tukang Jual Aset Negara

Isu ini mengacu pada penjualan sejumlah aset negara, antara lain perusahaan telekomunikasi Indosat, ketika Mega menjabat Presiden RI pada 2001-2004. Termasuk menjual gas 'Tangguh' kepada Cina dengan harga yang sangat murah, dan merugikan triliunan bagi Indonesia. (lihat : Fahri Hamzah : 7 Dosa Megawati)

10. Zaman Megawati Pulau Sipadan dan Ligitan Lepas dari Indonesia

Lepasnya Sipadan dan Ligitan, ketika Megawati menjadi presiden, kasus itu menandakan ketidak mampuan Megawati menyelamatkan integritas nasional Indonesia.

11. PDIP menjadi menjadi kandang Salibis, JIL dan Syiah

PDIP menjadi kandang 'Salibis', JIL, dan Syiah. Hampir 163 caleg PDIP yang beragama Nasrani, dan masih ditambah dengan yang beragama Islam, tetapi penganut JIL (sekuler-liberal), dan masuknya Syi'ah, seperti Jalaluddin Rahmat, dan ini akan menjadi potensi konflik di masa depan.

Itulah sejumlah fakta yang rakyat dan bangsa Indonesia harus menyadari, betapa PDIP yang selama ini sebagai partai  yang selalu dikonotasikan partai nasionalis, dan berada pada posisi membela 'wong cilik', ternyata kenyataan tidak membela kepentingan nasional Indonesia, dan rakyat kecil. (afg/dbs/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Jum'at, 27 Nov 2020 21:45

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Jum'at, 27 Nov 2020 21:14

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Jum'at, 27 Nov 2020 21:05

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Jum'at, 27 Nov 2020 21:00

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Jum'at, 27 Nov 2020 20:46

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Jum'at, 27 Nov 2020 19:00

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Jum'at, 27 Nov 2020 16:45

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X