Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.373 views

Fadli Zon: Kunjungan Yahya Staquf Kontraproduktif Dengan Politik Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com), Kehadiran Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru saja dilantik, Yahya Staquf, dalam konferensi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) yang digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018, menuai kritik dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut, kunjungan Staquf ke Israel dinilai  kontraproduktif dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang sejak 1947 konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Kunjungan anggota Wantimpres ini juga bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

“Kunjungan Wantimpres Yahya Staquf ke Israel, selain mencederai reputasi politik luar Indonesia di mata internasional, juga melukai rakyat Palestina. Selain itu, bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Dalam konstitusi kita tertulis tegas penentangan segala bentuk penjajahan. Dan Israel, berdasarkan serangkaian Resolusi yang dikeluarkan PBB, merupakan negara yang telah melakukan banyak pelanggaran kemanusiaan terhadap Palestina. Mulai dari Resolusi 181 tahun 1947 tentang pembagian wilayah Palestina dan Israel, Resolusi 2253 tahun 1967 tentang upaya Israel mengubah status Yerusalem, Resolusi 3379 tentang Zionisme tahun 1975, Resolusi 4321 tahun 1988 tentang pendudukan Israel dalam peristiwa intifada, dan sejumlah resolusi lainnya baru-baru ini.”

"Berdasarkan catatan statistik otoritas Palestina, sejak tahun 2000 hingga Februari 2017, sebanyak 2069 anak Palestina tewas akibat serangan Israel. Bahkan pada serangan Israel ke  Yerusalem Timur dan Tepi Barat pada 2014,  Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyatakan serangan tersebut mengakibatkan kematian warga sipil tertinggi sejak 1967."

"Dari Laporan OCHA tahun 2014 yang berjudul, "Fragmented Lives", menyebutkan bahwa akibat okupasi Israel di Jalur Gaza, terdapat 1,8 juta warga Palestina menghadapi peningkatan permusuhan paling buruk sejak 1967 dengan lebih dari 1.500 warga sipil terbunuh, lebih dari 11.000 orang terluka dan 100.000 orang terlantar. Laporan tahun 2017 pun menunjukan situasi tak berubah. Akibat agresifitas Israel, terdapat  2.8 juta warga Palestina yang membutuhkan pertolongan dan perlindungan kemanusiaan."

“Inilah yang mendasari sikap konstitusi kita. Dimana secara de facto dan de jure Indonesia tidak mengakui keberadaan Israel. Sehingga, kunjungan anggota Wantimpres Yahya Staquf ke Israel, selain bertentangan dengan konstitusi, rentan ditafsirkan sebagai simbol pengakuan pejabat negara Indonesia secara de facto atas keberadaan Israel. Ini sangat berbahaya dan memprihatinkan. Lebih jauh, kunjungan Staquf juga kontraproduktif bagi agenda diplomasi Indonesia yang selama ini konsisten membela Palestina.”

“Pembelaan Staquf yang mengklaim kunjungannya dalam kapasitas pribadi, jelas tak dapat diterima. Staquf adalah penasihat Presiden, anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Posisinya setingkat menteri yang berarti juga pejabat negara. Dan jabatan tersebut selalu melekat, tak bisa dipisahkan. Artinya, sebagai pejabat negara sikap politik luar negerinya, harus tunduk pada konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Tak boleh keluar dari koridor tersebut.”

“Selain bermasalah secara prosedural, saya melihat kunjungan anggota Wantimpres ke Israel juga mengandung cacat moral. Di tengah agresifitas serangan Israel ke Palestina belakangan ini, ironis jika ada ada pejabat negara Indonesia berkunjung ke Israel. Kunjungan tersebut jelas menunjukkan sikap yang sangat tak sensitif. Selain itu, ironisnya lagi, kunjungan Staquf juga bisa dinilai oleh dunia internasional sebagai justifikasi simbolis dukungan pejabat negara Indonesia terhadap tindakan Israel selama ini.”

“Mengingat sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, kehadiran Staquf di Israel sangat tidak konstruktif. Bahkan kontraproduktif. Apalagi jika kita perhatikan pembicaraan Yahya Staquf di Forum Global AJC, tak ada pernyataan Staquf yang menyiratkan dukungan terhadap Palestina. Bahkan dari video yang beredar, tak ada kata Palestina dalam pernyataan Staquf. Apakah ini menandai sikap polugri Indonesia yang sudah meninggalkan prinsip bebas aktifnya? Atau telah mengubah kebijakan terhadap Israel?"

"Karena itu, sangat penting bagi pihak pemerintah untuk memberikan klarifikasi sekaligus teguran terhadap kunjungan anggota Wantimpres Staquf, yang menyandang status sebagai pejabat negara."tandasnya. (bil/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, dakwah pedalaman, kampung muallaf dan rawan pemurtadan....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Mushalla korban gempa ini hancur dan belum selesai dibangun sampai saat ini. Mari sisihkan harta untuk investasi akhirat. Kita raih pahala amal jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Web RemajaIslamHebat.Com Diblokir, Kominfo Anti Islam?

Web RemajaIslamHebat.Com Diblokir, Kominfo Anti Islam?

Sabtu, 18 Aug 2018 07:34

Kisah Perang Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Kisah Perang Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Sabtu, 18 Aug 2018 07:06

Bagaimana Ulama Seharusnya Berpolitik?

Bagaimana Ulama Seharusnya Berpolitik?

Sabtu, 18 Aug 2018 06:40

Menapaki Kemerdekaan Hakiki

Menapaki Kemerdekaan Hakiki

Jum'at, 17 Aug 2018 23:33

Kontribusi Hakiki Untuk Kemerdekaan Sejati

Kontribusi Hakiki Untuk Kemerdekaan Sejati

Jum'at, 17 Aug 2018 22:30

Kelompok Pejuang Oposisi Suriah Ahrar Al-SHam Pilih Pemimpin Baru

Kelompok Pejuang Oposisi Suriah Ahrar Al-SHam Pilih Pemimpin Baru

Jum'at, 17 Aug 2018 22:20

Muslim Tak Boleh Lupa Challenge yang Satu Ini

Muslim Tak Boleh Lupa Challenge yang Satu Ini

Jum'at, 17 Aug 2018 22:20

Memerdekakan Kemerdekaan

Memerdekakan Kemerdekaan

Jum'at, 17 Aug 2018 21:57

Tentara Zionis Serbu Sekolah Pelestina di Tepi Barat, Tangkap 3 Siswa Tanpa Beri Alasan

Tentara Zionis Serbu Sekolah Pelestina di Tepi Barat, Tangkap 3 Siswa Tanpa Beri Alasan

Jum'at, 17 Aug 2018 21:54

Batal Deklarasi di Gedung Sate, Pembacaan Teks Relawan #2019GantiPresiden Jabar Tetap Berlangsung

Batal Deklarasi di Gedung Sate, Pembacaan Teks Relawan #2019GantiPresiden Jabar Tetap Berlangsung

Jum'at, 17 Aug 2018 21:40

Abdullah Al-Audah Sebut Ayahnya Dipindahkan Tiba-tiba Untuk Jalani 'Persidangan Rahasia'

Abdullah Al-Audah Sebut Ayahnya Dipindahkan Tiba-tiba Untuk Jalani 'Persidangan Rahasia'

Jum'at, 17 Aug 2018 21:36

Bukannya Ikut Membantu Ankara, UEA Malah Kecam Janji Investasi Qatar Senilai 15 Miliar USD di Turki

Bukannya Ikut Membantu Ankara, UEA Malah Kecam Janji Investasi Qatar Senilai 15 Miliar USD di Turki

Jum'at, 17 Aug 2018 21:20

Investor Asing Berjanji Terus Dukung Perekonomian Turki

Investor Asing Berjanji Terus Dukung Perekonomian Turki

Jum'at, 17 Aug 2018 21:06

Ketika Bambu Dianggap Aib Bangsa Indonesia di Hari Kemerdekaan

Ketika Bambu Dianggap Aib Bangsa Indonesia di Hari Kemerdekaan

Jum'at, 17 Aug 2018 13:43

Yusril Bantah PBB Golput pada Pilpres 2019

Yusril Bantah PBB Golput pada Pilpres 2019

Jum'at, 17 Aug 2018 12:43

Kemerdekaan RI di Mata Ustaz Felix Siauw

Kemerdekaan RI di Mata Ustaz Felix Siauw

Jum'at, 17 Aug 2018 12:35

Adu Kuat Capres-Cawapres dan Potensi Kemenangan Prabowo-Sandi

Adu Kuat Capres-Cawapres dan Potensi Kemenangan Prabowo-Sandi

Jum'at, 17 Aug 2018 11:43

Data Bocor, FB Indonesia Siap Disidang di Jakarta

Data Bocor, FB Indonesia Siap Disidang di Jakarta

Jum'at, 17 Aug 2018 10:53

Rupiah Terendah dalam Sejarah, dan 2 Juta Ton Impor Beras per 6 bulan

Rupiah Terendah dalam Sejarah, dan 2 Juta Ton Impor Beras per 6 bulan

Jum'at, 17 Aug 2018 10:43

Pesan UAS di Hari Kemerdekaan

Pesan UAS di Hari Kemerdekaan

Jum'at, 17 Aug 2018 10:35


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X