Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.884 views

STII Serukan Investasi Sosial Pertanian

JAKARTA (voa-islam.com)--Bersyukur kita, yang sehari-hari masih bisa mengonsumsi menu 4 sehat 5 sempurna. Tapi ingatlah, di sebaliknya adalah nasib jutaan petani kita yang jauh dari sehat.

Ada sekitar 33,4 juta petani Indonesia, yang lebih dari 90% diantaranya sudah tua. Lahan milik mereka rata-rata hanya 0,2 ha. Nilai Tukar Petani atas produk-produk mereka juga kian merosot. Bahkan acapkali mereka memilih tidak memanen dan menjual hasil bertaninya ketimbang makin merugi.

Itulah alasan eksistensi STII dipertahankan dan direvitalisasi saat ini. Serikat Tani Islam Indonesia (STII), dalam sejarahnya, merupakan organ Masyumi untuk mengimbangi gerakan organ PKI di kalangan petani.

Pada 26 Oktober mendatang, STII memasuki usia 74 tahun. Untuk lebih mengetahui peran pentingnya, berikut wawancara dengan Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) Fathurrahman Mahfudz:

Sudah sejauh mana perkembangan STII?

STII sudah 74 tahun sejak berdiri pada 26 Oktober 1946. Dalam perkembangannya, STII organisasi yang diperhitungkan. Misalnya, ketua umum pertama dan kedua pernah ditunjuk menjadi menteri pertanian ketika itu.

Sejak awal STII punya berbagai usaha kerakyatan dalam rangka menjaga kedaulatan pangan dengan produk mulai dari padi, tanaman palawija seperti jagung, singkong dan lainnya. Dalam perjalanannya, STII mengalami dinamika yang naik turun. Pada periode saat ini kita revitalisasi lagi dengan tagline "STII Hadir untuk Petani". Ini sebuah muhasabah sekaligus semangat dalam membantu mensejahterakan petani.  STII harus hadir di tengah-tengah mereka.

Bagaimana kondisi petani di masa pandemi, khususnya yang tergabung dalam STII?

Banyak yang menjadi pahlawan saat wabah COVID-19 saat ini, tetapi yang sering terlupakan adalah keberadaan petani. Di masa ada wabah ataupun tidak, petani menjadi garda terdepan untuk memastikan ketahanan pangan tercukupi, apapun kondisinya.

Di saat pandemi ini, hampir semua negara sangat protektif atas hasil pangan masing-masing. Thailand, Myanmar atau Kamboja, mereka semua sangat protektif. Tidak mengeluarkan produk dari petani mereka, karena mereka harus bertahan untuk mayarakat dan bangsanya sendiri. Bisa dibayangkan kalau bangsa kita yang dua ratus tujuh puluh juta penduduknya terdapat persoalan kelangkaan pangan, bagaimana nasib rakyatnya? Sementara ini kita masih impor sekian ton per tahunnya, kalau kita sendiri tidak bisa melakukan ketahanan pangan sendiri sudah pasti kita akan chaos. 

Wabah ini merupakan ujian berat, dan sektor lain pun banyak yang terpengaruh termasuk pertanian. Jika pabrik ada waktunya berhenti, tetapi kami harus terus berjalan, tidak boleh berhenti. Walaupun memang wabah sekarang ini di saat demand masyarakat menurun, itu sangat mempengaruhi hasil panen para petani, khususnya anggota di STII. Tetapi kami bersyukur secara umum, khususnya anggota STII itu memiliki mental pejuang, apapun yang terjadi mereka tetapi tangguh dalam menghadapi situasi.

Sejauh mana pentingnya STII dipertahankan dan dikembangkan?

Hari ini kita masih impor padi, jagung bahkan garam. Dalam UU No 18 tahun 2012 dinyatakan ketahanan pangan didapatkan dari hasil pertanian lokal dan apabila tidak mencukupi diperbolehkan untuk impor. Tetapi dengan UU Omnibus Law dinyatakan bahwa ketahan pangan adalah hasil petani dan impor, artinya petani dalam keadaan terpuruk saat ini harus berhadapan dengan produk impor. Cukup atau tidak stok pangan lokal kita, akan ada produk impor. Di sinilah bagaimana STII hadir agar petani bisa berdaulat, karena mereka adalah pahlawan pangan bangsa.

Kita tidak cukup retorika, harus membuktikannya. STII punya target membuka demplot di seluruh Tanah Air seluas 10 ribu hektar dengan benih padi "Trisakti", hasil produksi STII sendiri. Benih ini kelebihannya dalam 75 hari sudah bisa panen, sementara kalau benih lain itu sekitar 3 sampai 4 bulan baru bisa panen. Setahun padi Trisakti bisa 3 sampai 4 kali panen. Selain itu kelebihannya adalah tahan hama.

Kita juga punya pupuk organik buatan sendiri, namanya Migo "Microba Google". Alhamdulillah dengan izin Allah kita sudah menanam dari Sabang sampai Merauke, hasilnya bisa 2 bahkan 3 kali lipat dari biasanya. Kalau para petani kita memakai benih dan pupuk tersebut, dan ditanam di seluruh Indonesia, Insyaaallah hitungan kami sekitar 500 ribu hektar, nantinya kita tidak perlu impor lagi. Ini sebuah tantangan buat STII. Dan kita sudah banyak menanam di banyak kabupaten. 

Bagaimana strategi STII dalam mewujudkan ketahanan pangan?

Persoalan petani ini kompleks, kalau kita datang ke petani misalnya, biasanya itu tidak hanya satu persoalan, dari mulai pupuk, benih sampai masalah pendampingan dan pembiayaan dan seterusnya. Karena itulah di STII kita punya skema untuk petani, contohnya hari ini kita luncurkan program untuk membantu petani agar berdaulat di tanahnya sendiri dan mempertahankan ketahanan pangan, maka kita mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama membantu petani, semua yang dibutuhkan oleh petani kita bantu baik dari sisi pendampingan, teknologi pertanian, mekanisasi bahkan sampai pada pembiayaan.

Saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat, bila mana berminat untuk gabung di STII kami sangat terbuka untuk kerja sama dalam rangka membantu semua petani dengan berbagai produknya. Dan alhamdulilah STII pada Kamis (15/10) menandatangani MoU perjanjian dengan usaha kerakyatan. 

Diantaranya ada kerjasama tentang pendanaan. Dana ini datang dari rakyat untuk ikut menanam padi di area seluas 100 hektar, dimana per hektarnya kita membutuhkan biaya operasional semuanya sebesar 15 juta. Jadi tadi kita sudah MoU untuk memberikan suatu komitmen sebesar 1,5 milyar untuk penanaman padi 'Trisakti' seluas 100 hektar. Dalam perjalanannya kita akan kerjakan bersama-sama dengan mengedepankan amanah dan profesionalitas. Insyaallah teknologi, pendampingan, dan pembiayaan kami untuk petani.

Apa harapan Anda di momen Milad STII ke 74 tahun ini?

Kami selalu ingatkan bahwa tujuan STII itu untuk mensejahterakan masyarakat khususnya petani baik di dunia dan sukses di akhirat. Artinya, kami selalu ingatkan kepada seluruh anggota bahwa perbedaan kita dengan organisasi lain adalah kita selau diminta untuk mengajak petani agar hidupnya sejahtera dunia akhirat. Dengan adanya pandemi, maka kita mengingatkan kembali tentang ketauhidan, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu tidak akan terjadi kecuali dengan izin dan ridha Allah, maka dari itu kita meminta kepada semua pengurus untuk tidak putus hubungan dengan Allah. Semua usaha termasuk pertanian bila kita serahkan kepada Allah maka kita akan kuat. (ipung/bowo)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Senin, 21 Jun 2021 12:00

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Senin, 21 Jun 2021 10:44

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Senin, 21 Jun 2021 08:53

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

Sabtu, 19 Jun 2021 10:47

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Sabtu, 19 Jun 2021 09:49

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Jum'at, 18 Jun 2021 20:35

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Jum'at, 18 Jun 2021 20:22

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Jum'at, 18 Jun 2021 19:30

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

Jum'at, 18 Jun 2021 18:44


MUI

Must Read!
X