Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.916 views

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Boooommm...! Bom meledak. Di Monas. Hari sabtu, 1 Desember 2018.  Jam 18.15. Dekat dan menyasar Genset. Tapi gagal.

Setelah semua wilayah Monas disisir panitia, satu bom lagi ditemukan di bawah panggung. Tapi belum sempat meledak.

Dua tempat strategis, yaitu genset dan panggung. Jika genset meledak dan panggung roboh, Reuni 212 akan berantakan. Sebab, tak mudah dapat genset, dan  tidak cukup waktu untuk membuat panggung baru. Fortunately,  kedua bom tidak meledak sesuai rencana. Jika meledak, ini akan jadi teror besar. Bukan hanya kepada panitia, tapi terutama untuk para peserta Aksi Reuni 212 yang akan hadir.

Peristiwa ini disimpan rapi oleh panitia. Tak disebar. Mereka sepakat untuk diam. Beritanya disembunyikan rapat-rapat. Kenapa? Jika publik tahu, akan ada beberapa kemungkinan terjadi. Pertama, ada peserta yang urung hadir. Dapat nasehat dan hambatan sana-sini. Kedua, aparat punya cukup alasan untuk melarang Reuni 212. Ketiga, memancing emosi para peserta 212 yang belum atau sudah hadir untuk marah dan bersikap anarkis.

Tapi, semua itu tak terjadi. Panitia sudah mulai cukup matang menghadapi teror. Mencoba beradu strategi dengan pihak penteror. Reuni 212 tetap berjalan, lancar dan aman. Pesertanya membludak tanpa terpancing isu bom. Sampai disini, panitia sukses.

Orang bijak berkata: "Zeal ia vulcano, the pick of which the grass of indecisiveness does not grow". Semangat adalah sebuah gunung berapi, dimana di atas puncaknya rumput keraguan tak akan pernah tumbuh.

Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah: siapa terorisnya? Apa targetnya? Lalu, adakah implikasi sosial dan politiknya?

Publik melihat, ada upaya penghadangan hingga penggagalan yang cukup masif terhadap Reuni 212. Siapa yang menghadang? Bukan rahasia umum lagi. Publik juga tahu mengapa sebagain besar media tidak meliputnya. Gak suka? Boleh jadi bukan! Gak layak jadi berita? Sama sekali tidak. Semua pakar media dan komunikasi massa menganggap bahwa Reuni 212 kali ini spektakuler. Selain jumlah dan faktor amannya, juga beragam keunikan yang menarik jadi berita.

Media tertekan. Itulah kesimpulan publik. Berarti ada pihak yang menekan? Pasti! Siapa itu? Publik juga sudah punya jawaban.

Reuni 212 oleh panitia didesign sebagai ikhtiar persatuan umat untuk menyuarakan tegaknya keadilan. Karena diadakan menjelang pilpres, maka otomatis punya implikasi politik cukup kuat. Konsentrasi massa di tahun politik pasti punya implikasi politik. Itulah hukum sosialnya. Karenanya, ada pihak-pihak yang merasa dirugikan secara politis, dan berupaya menggagalkannya. Kepanikan mereka terbaca oleh publik. Sayangnya, tak berhasil.

Reuni 212 adalah sebuah kekuatan sosial yang sukses digelar. Ia dihadirkan untuk melawan ketidakadilan hukum dan berbagai perlakuan yang mengecewakan sebagian besar umat Islam. Berbeda dengan pandangan Syafi'i Ma'arif, mantan ketua umum Muhammadiyah ini bilang: jangan menuduh tidak adil kepada penguasa! Maklum, kata peserta Reuni 212. Mungkin karena Syafi'i Ma'arif tidak pernah ikut merasakan ketidakadilan itu.

Ledakan bom Sabtu malam dilaporkan, lalu diserahkan barang buktinya kepada polisi. Apakah akan ditindaklanjuti, kemudian pelakunya tertangkap? Atau didiamkan dan menguap seperti bom Cawang dan bom molotov yang meledak di rumah Mardani Ali Sera? Juga kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan? Rakyat mesti sabar menunggu. Jika tak ada tindakan, maka akan semakin mempertegas wajah ketidakadilan bangsa ini. Ini pertaruhan moral bagi polisi, dan pertaruhan politik bagi Jokowi sebagai kepala negara.

Ledakan bom yang sedianya jadi teror terhadap peserta Reuni 212, boleh jadi malah akan berbalik arah dan justru menteror elektabiltas Jokowi. Pepatah bijak berkata: "engkau kalah bukan karena kuatnya lawanmu, tapi karena tak terkontrolnya nafsumu".

Mereka yang hadir di Reuni 212 hampir dipastikan adalah kelompok yang ingin "Ganti Presiden". Kelompok "Anti Jokowi." Maka, teror kepada mereka, akan secara otomatis oleh mereka diarahkan persepsinya kepada kubu Jokowi. Ini soal persepsi. Karena politik itu berhubungan dengan persepsi.

Akumulasi dari semua kekecewaan yang dialami peserta dan simpatisan 212, mulai dari penghadangan, tekanan kepada pers dan puncaknya pada peledakan bom di Monas, akan menjadi ancaman serius terhadap elektabilitas Jokowi. Alih-alih menciptakan rasa takut, ledakan bom justru menjadi bom waktu yang menteror elektabilitas Jokowi. Benarkah? Kita tunggu hasil surveinya.  Jika pasca Reuni 212 elektabilitas Jokowi anjlok, maka teror itu benar-benar menusuk jantung pertahanan istana. Dan besar potensinya membuat Jokowi kalah. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Selasa, 25 Jun 2019 12:35

Literasi dan Keislaman

Literasi dan Keislaman

Selasa, 25 Jun 2019 11:37

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Selasa, 25 Jun 2019 11:35

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Selasa, 25 Jun 2019 11:27

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Selasa, 25 Jun 2019 10:04

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Selasa, 25 Jun 2019 09:10

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Selasa, 25 Jun 2019 08:02

Zonasi

Zonasi

Selasa, 25 Jun 2019 04:21

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Senin, 24 Jun 2019 22:30

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Konsep Perang

Konsep Perang

Senin, 24 Jun 2019 22:17

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Senin, 24 Jun 2019 21:42

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Senin, 24 Jun 2019 21:20

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Senin, 24 Jun 2019 21:10


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X