Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.391 views

Menyoal Hakim MK

Oleh: Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Sidang Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilpres 2019 agak seru. Pertama, beberapa saksi ada yang mengaku diancam. Ditolak LPSK ketika minta perlindungan. Kedua, ada pengacara yang mau diusir dari sidang, bahkan mau dipidanakan. Ketiga, sidang dikawal dan ditungguin massa. Jumlahnya pun semakin besar jelang keputusan hari jumat tgl 28 Juni nanti.

Isu rekonsiliasi yang kabarnya sedang didesign oleh kedua belah pihak yang bersengketa menambah proses yang semakin dramatik. Banyak pihak yang kecewa, marah dan bahkan geram. Mereka umumnya adalah para pendukung yang merasa telah all out dan banyak berkorban. Lalu ditinggalin begitu saja. Ada pula yang mendukung rekonsiliasi. Mereka adalah sekelompok kecil orang di tingkat elit yang ingin segera ikut menikmat bancakan. Bagi mereka, politik itu sharing. Gak ada itu oposisi, kecuali bagi yang ingin memperpanjang derita.

Lepas dari serunya sidang MK, tidak sedikit pihak yang meragukan para hakim itu. Faktor asal usul rekomendasi hakim-hakim ini jadi alasan.

Ada sembilan jumlah hakim MK. Tiga dari Mahkamah Agung (MA), tiga dari DPR dan tiga lainnya dari presiden. Ini sesuai UU No 24 Tahun 2003 Pasal 18 ayat 1. Pasal ini tak berubah ketiga muncul UU no 8 Tahun 2011.

Tiga hakim dari Mahkamah Agung, tak ada persoalan. Secara institusional, dari Mahkamah Agunglah seharusnya hakim MK itu berasal. Karena institusi inilah yang punya stok hakim. Mau hakim macam apa, ada di MA.

Bagaimana hakim rekomendasi dari DPR dan presiden? Apakah tidak terbuka peluang terjadinya vested interes? Tidak tersandera kepentingan?

Diantara wewenang MK adalah menyelesaikan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) baik pileg, pilkada maupun pilpres. (UU No 24/2003 pasal 10 ayat 1 huruf d.). Tidakkah dalam pemilu, kontestasinya adalah partai-partai politik? Kalau hakim itu rekomendasi dari DPR yang notabene berasal dari parpol, bukannya ini jeruk makan jeruk?

Bagaimana mungkin hakim bisa netral jika yang bersengketa adalah pihak yang merekomendasikannya untuk mendapatkan posisi dan jabatan hakim itu? Bisa! Tapi, pasti tak mudah. Apalagi ada kaitannya dengan parpol. Bagi parpol, semua keputusan dan langkah pasti akan selalu dihitung betul untung ruginya secara politik.

Sementara hakim rekomendasi dari presiden? Akan disoal ketika presiden sebagai petahana ikut nyapres lagi, lalu bersengketa di MK. Mungkinkah bisa netral menyidangkan perkara dari pihak yang merekomendasikannya? Mungkin! Lagi-lagi, ini tak mudah bagi hakim. Faktor inilah yang banyak disorot oleh sejumlah pihak.

"Gue rekomendasiin lu. Gue lagi sengketa. Masak lu gak belain gue sih? Dasar lu gak punya hati. Keterlaluan!" Begitulah kira-kira yang mungkin akan terjadi jika subyektivitas itu muncul. Ini wajar. Manusiawi!

Dari fakta ini, menjadi wajar jika ada pihak yang meragukan netralitas hakim MK dalam menangani sengketa pemilu. Tidak hanya pilpres, tapi juga pileg dan pilkada yang diikuti oleh calon-calon dari partai politik. Adu kuat lobi di panggung belakang kadang lebih seru dari sengketa di persidangan itu sendiri.

Seandainya benar terjadi vested interes atau hukum balas budi di sidang MK kali ini, maka Prabowo-Sandi akan jadi korbannya. Catat: seandainya! Rakyat berharap itu tidak terjadi. Kendati tak mudah bagi hakim dalam posisi seperti itu.

Kira-kira, Prabowo-Sandi akan jadi korban? Ah, kepo lu!Anda pasti sudah tahu jawabannya. Hanya saja, anda ingin semakin yakin atas jawaban yang sudah ada di  kepala anda.

Satu sisi hakim dituntut profesional, jujur-obyektif, melihat dan memperhatikan semua fakta hukum, lalu memutuskan dengan seadil-adilnya. Sehingga, sebagaimana kata ketua hakim MK bahwa persidangan ini dilihat oleh Tuhan. Tapi di sisi lain, hakim juga manusia biasa yang memiliki rasa dan subyektivitasnya.

Tulisan ini bukan menyoal individu, tapi lebih pada sistem rekomendasi hakim-hakim di MK. Rekomendasi ini membuka peluang terjadinya vested interes dari pihak-pihak yang merekomendasikan, dan membuat keadaan tak mudah bagi hakim-hakim yang direkomendasikan itu. Logis jika kemudian dipersoalkan.

Kedepan, agar hakim keluar dari situasi yang tak mudah itu perlu ada perubahan sistem rekomendasi dengan merubah pasal 18 ayat 1 UU No 24/2003 terkait rekomendasi hakim-hakim MK. Ini penting agar hakim secara internal lebih bebas dan leluasa untuk menjalankan tugasnya secara profesional, dan tidak dicurigai oleh pihak manapun karena faktor latar belakang rekomendasinya. Kalau hakim-hakim MK itu semuanya berasal dari Mahkamah Agung, atau unsur lain yang direkrut berdasarkan vit and proper test panitia independen, mungkin kecurigaan dari pihak-pihak yang meragukan itu minimal akan berkurang secara signifikan. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 25/6/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Rabu, 12 Aug 2020 21:00

 Orang Tua Harus aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Orang Tua Harus aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Rabu, 12 Aug 2020 20:30

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Rabu, 12 Aug 2020 20:05

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Tolong Jangan Buat Stres Kiyai Maruf Amin

Rabu, 12 Aug 2020 19:27

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Tentara Turki Dirikan Pangkalan Militer Baru di Daerah Jabal Akrad Suriah

Rabu, 12 Aug 2020 15:30

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Rabu, 12 Aug 2020 15:17

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Saudi Tiba-tiba Akhiri Pinjaman Dan Pasokan Minyak Ke Pakistan Menyusul Kritikan Atas OKI

Rabu, 12 Aug 2020 14:45

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Pemimpin Libanon Diperingatkan Akan Bahaya Amonium Nitrat Beberapa Pekan Sebelum Ledakan di Beirut

Rabu, 12 Aug 2020 14:00

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Gantz Klaim Israel Dapat Cabut Pengepungan Gaza Jika Mayat Tentara Mereka Dikembalikan Oleh Hamas

Rabu, 12 Aug 2020 13:21

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Rabu, 12 Aug 2020 12:59

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Inilah Manfaat Sertifikat Halal Bagi Produk UMKM

Rabu, 12 Aug 2020 09:00

Muslimah Menyikapi Tiktok

Muslimah Menyikapi Tiktok

Rabu, 12 Aug 2020 08:56

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning, Pertaruhkan Kesehatan Guru dan Peserta Didik

Rabu, 12 Aug 2020 08:21

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Soal RUU Cipta Kerja, Legislator: Musuh Utama Investasi adalah Korupsi

Rabu, 12 Aug 2020 07:56

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Pengamat: Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Rabu, 12 Aug 2020 07:35

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Selasa, 11 Aug 2020 21:45

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Selasa, 11 Aug 2020 21:43

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Selasa, 11 Aug 2020 21:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X