Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.910 views

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Indonesia terus gaduh! Diantara sumber kegaduhan adalah adanya persekusi, maraknya isu kriminalisasi dan manipulasi pemilu, tindakan represi aparat dan berbagai narasi-narasi permusuhan.

Pilpres usai, Jokowi-Ma'ruf sudah dilantik. Bahkan Prabowo pun legowo dan bersedia gabung istana untuk jadi menhan Jokowi. Suasana mulai reda, meski perseteruan umat vs Jokowi tak pernah selesai. Setidaknya sedang dalam gencatan senjata.

Sayangnya hanya sebentar saja. Belum sempat kabinet bekerja, suasana digaduhkan kembali dengan nyanyian "lagu radikalisme." Jagat Indonesia pun ramai lagi.

Tidak hanya Indonesia yang dibuat gaduh, tapi juga Jakarta. Kali ini lewat isu lem aibon. Anies Baswedan yang sedang dalam proses menertibkan anggaran dan membenahi mental anak buah malah jadi obyek serangan. Yang salah siapa, yang diserang siapa. Anda sudah lihat videonya? Perhatikan! Tentu dengan otak, tidak dengan kedunguanl.

Mari obyektif melihat kronologi peristiwa. Ada kesalahan input anggaran. Sengaja atau tidak sengaja, itu dilakukan oleh pegawai Pemprov DKI. Anak buah Anies. Kualitas teknologi e-budgeting yang masih dalam proses penyempurnaan membuat anggaran tak wajar itu lepas kontrol. Anies koreksi satu persatu. Manual. Ditemukan keganjilan. Anies tegur keras anak buah, dan minta diperbaiki.

Sepuluh hari kemudian, keganjilan input anggaran yang sedang direvisi diposting keluar. Ada yang sengaja meramaikannya. Dan Anies dituduh sebagai pelaku. Loh! Kok jadi kebalik-balik. Anies yang koreksi dan menegur untuk dilakukan perbaikan, malah jadi tertuduh. Tuduhannya pun melebar kemana-mana. Katanya, Anies mau bagi-bagi dana hibah ke kroni-kroninya. Kok gak nyambung ya!

Janggal sekali! Dari kronologi peristiwa, lalu munculnya keramaian di luar oleh beberapa aktor yang dari dulu itu-itu saja orangnya, dan beredarnya video yang digarap secara rapi dan profesional membuat publik lalu bertanya: "Siapa perekayasa isu ini?"

Satu pertanyaan saja yang perlu anda renungkan: Kenapa ada anak buah Anies mundur setelah usulan anggaran dikoreksi dan ditegur Anies? Uniknya, ketika mundurnya pejabat itu diumumkan ke publik, kenapa Anies justru menjawab: "itu bijak".

Anies gak pernah bilang bahwa pejabat itu diminta mundur atau dipecat. Bukan tipe Anies mencari panggung dan mempermalukan anak buah. Sampai disini anda paham?

Berulangkali saya tulis bahwa Anies terlalu berani ambil risiko. Menutup reklamasi dan sejumlah bisnis gelap itu berisiko. Yang dihadapi Anies bukan warga Aquarium. Itu kecil. Bawa satpol PP dan aparat selesai. Yang dihadapi Anies itu pengusaha kakap yang selama ini bisa kendalikan para kepala daerah, bahkan pemimpin negara. Mereka itu oligarki. Selama Anies tak bisa diajak kompromi, ia akan selalu dikerjain.

Apalagi nama Anies terus bergaung untuk pilpres 2024. Ini makin jadi ancaman buat mereka. Tapi, Anies tetap Anies. Dengan kematangan pribadinya, dia tetap tenang dan cool menghadapi semua risiko itu. Sementara para pendukungnya ketar-ketir kalau terjadi apa-apa dengan Anies.

Ketika host salah satu radio mewawancarai saya terkait isu Anies, saya justru balik bertanya: "kapan Anies tidak dikerjain?" Selama Anies terus menghambat dan mengganggu "bisnis gelap" itu, dia akan terus dikerjain.

Menyerang Anies, apa targetnya? Anies terganggu, lalu menyerah. Apa bukti Anies menyerah? Kalau Anies sudah mau kompromi dengan para pebisnis gelap itu. Ini tidak berlaku hanya bagi Anies, tapi juga untuk semua kepala daerah atau pejabat yang tidak bisa berkompromi.

Kasus seperti ini sering terjadi dan banyak menimpa para pejabat. Diantara mereka ada yang menyerah. Sebagian terperangkap jebakan dan masuk penjara. Malah ada yang mati. Ingat Baharuddin Lopa, Jaksa Agung yang mati mendadak? Atau Novel Baswedan, sepupu Anies yang disiram air keras?

Upaya ngerjain Anies yang paling efektif dan punya efek kegaduhan yang dahsyat adalah membenturkannya dengan Ahok. Ahok dikenal sebagai tokoh yang paling gaduh. Makian dan pilihan kata-katanya yang kasar membuat ramai di publik. Maka, siapapun yang dibenturkan dengan Ahok pasti akan ikut gaduh.

Membenturkan Ahok dengan Anies sesungguhnya merugikan Ahok itu sendiri. Ahok yang seharusnya hidup tenang dan dikenang jasa-jasanya harus ditarik lagi ke gelanggang kegaduhan. Dengan ditariknya nama Ahok justru akan mendorong banyak pihak yang gak suka dengan Ahok membongkar dan menyerang kembali Ahok.

Sejak nama Ahok dimunculkan dan dibenturkan lagi dengan Anies, maka kasus-kasus yang diduga melibatkan Ahok kembali viral di media sosial. Mulai kasus Rumah Sakit Sumber Waras, kasus pembelian Tanah di Cengkareng, sampai kasus reklamasi dan temuan korupsi oleh BPK. Belum lagi kasus penistaan agama yang memposisikan Ahok sebagai mantan napi.

Tidak hanya kasus, tapi problem pribadi Ahok terkait rumah tangganya yang berantakan pun diangkat ke publik. Dalam konteks ini, Ahok juga jadi korban oleh para pendukungnya sendiri. Ini tentu cara mendukung yang tidak beradab.

Ingat, Ahok kalah di Pilgub DKI 2017. Itu fakta. Artinya, ada lebih dari separuh warga Jakarta yang tak suka, bahkan benci kepada Ahok. Kenapa kebencian yang sudah reda ini harus didorong muncul kembali? Mengangkat kembali nama Ahok dan membenturkannya dengan Anies justru akan memperburuk citra Ahok.

Disisi lain, ini akan memberi panggung buat Anies untuk muncul dengan segala kematangan diri dan prestasinya. Lihat tweet Anies menanggapi majalah Tempo. Rakyat justru semakin simpati kepada Anies.

Belum lagi banyaknya penghargaan kepada Anies diantaranya dari KPK, BPK dan sejumlah institusi dan lembaga kredibel, baik dalam maupun luar negeri akan mendapatkan panggung kembali. Ini branding gratis buat Anies ditengah adanya tekanan terhadap media. 

Dan yang paling dirugikan dari semua kegaduhan ini adalah masyarakat Jakarta. Usaha mengganggu kinerja Anies sebagai gubernur DKI dengan berbagai isu yang tak pernah bisa dibuktikan akurasi data dan faktanya itu telah mengganggu ketenangan masyarakat Jakarta.

Jika memang Anies melanggar hukum, ada dugaan mengambil anggaran, laporkan ke polisi atau KPK. Gitu aja kok repot. Kenapa kalian gak lapor? Tapi justru buat gaduh di ibu kota?

Pada akhirnya, rakyatlah yang jadi musuh dan akan menghukum kalian. Sebab, rakyat tahu mana kritik, mana suara pesanan. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 11/11/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Anis Byarwati Minta  BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Anis Byarwati Minta BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Kamis, 03 Dec 2020 19:52

Pejabat AS: Israel Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Pejabat AS: Israel Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Kamis, 03 Dec 2020 18:46

Prancis Akan Geledah 76 Masjid di Seluruh Negeri Dalam Beberapa Hari Mendatang

Prancis Akan Geledah 76 Masjid di Seluruh Negeri Dalam Beberapa Hari Mendatang

Kamis, 03 Dec 2020 18:20

Anis Matta: Sudah Waktunya Aksi Kerumunan Umat Islam Diubah Jadi Kekuatan Politik Riil

Anis Matta: Sudah Waktunya Aksi Kerumunan Umat Islam Diubah Jadi Kekuatan Politik Riil

Kamis, 03 Dec 2020 17:17

Soal Calling Visa Israel, Legislator: Pemerintah Harus Segera Cabut!

Soal Calling Visa Israel, Legislator: Pemerintah Harus Segera Cabut!

Kamis, 03 Dec 2020 16:15

Wartawan Mujahid Itu Mendahului Kita

Wartawan Mujahid Itu Mendahului Kita

Kamis, 03 Dec 2020 12:41

Perjalanan Menghantar Sang Mujahid Dakwah

Perjalanan Menghantar Sang Mujahid Dakwah

Kamis, 03 Dec 2020 11:38

Tingkatkan Solidaritas Anak Muda untuk Palestina, Adara Dukung Millennial Peacemaker Festival

Tingkatkan Solidaritas Anak Muda untuk Palestina, Adara Dukung Millennial Peacemaker Festival

Kamis, 03 Dec 2020 11:17

SOHR Klaim 900 Pejuang Suriah Kembali Ke Rumah Setelah Pertempuran Usai di Nagorno-Karabakh

SOHR Klaim 900 Pejuang Suriah Kembali Ke Rumah Setelah Pertempuran Usai di Nagorno-Karabakh

Kamis, 03 Dec 2020 11:16

Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai

Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai

Kamis, 03 Dec 2020 10:45

NMI Sukses Gelar Milad Keempat dan Munas di Sukabumi

NMI Sukses Gelar Milad Keempat dan Munas di Sukabumi

Kamis, 03 Dec 2020 05:56

Pemerintah Iran Tolak Keputusan Parlemen untuk Meningkatkan Pengayaan Uranium

Pemerintah Iran Tolak Keputusan Parlemen untuk Meningkatkan Pengayaan Uranium

Rabu, 02 Dec 2020 21:35

Amnesty Sebut 57 Orang Dieksekusi di Iran Dengan 'Eksekusi Yang Mengerikan' Dalam 2 Bulan Terakhir

Amnesty Sebut 57 Orang Dieksekusi di Iran Dengan 'Eksekusi Yang Mengerikan' Dalam 2 Bulan Terakhir

Rabu, 02 Dec 2020 20:45

7 Anak Tewas Akibat Bombardir Pemberontak Syi'ah Houtsi di Kota Taiz Yaman

7 Anak Tewas Akibat Bombardir Pemberontak Syi'ah Houtsi di Kota Taiz Yaman

Rabu, 02 Dec 2020 20:05

Menteri Saudi Adel Al-Jubeir Bantah Negaranya Terlibat Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Menteri Saudi Adel Al-Jubeir Bantah Negaranya Terlibat Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Rabu, 02 Dec 2020 19:46

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi

Rabu, 02 Dec 2020 14:55

Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, Pasagan Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid19

Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, Pasagan Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid19

Rabu, 02 Dec 2020 11:59

Innalillahi, Aktivis Dewan Da'wah dan Wartawan Senior Nurbowo Wafat

Innalillahi, Aktivis Dewan Da'wah dan Wartawan Senior Nurbowo Wafat

Rabu, 02 Dec 2020 10:15

Terpilih Secara Aklamasi, Hilal Hizbuloh Alfath Sebagai Ketua Hima Persis Banten 2020-2022

Terpilih Secara Aklamasi, Hilal Hizbuloh Alfath Sebagai Ketua Hima Persis Banten 2020-2022

Selasa, 01 Dec 2020 22:45

Kondisi Kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Semakin Membaik

Kondisi Kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Semakin Membaik

Selasa, 01 Dec 2020 22:34


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 01/12/2020 09:50

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an