Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.583 views

PDIP Diserang, PDIP Melawan

 

Oleh:

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

KALAU di masa Orde Lama ada Tritura, era Jokowi ada "Tiga Tuntutan Umat. Boleh disingkat "Trituma". Pertama, batalkan RUU HIP. Kedua, usut para oknum dibalik RUU HIP. Dua tuntutan ini dimaklumatkan oleh MUI. Ketiga, tinjau kembali UU dan RUU yang dianggap telah merugikan rakyat.

Apa itu? Diantaranya UU KPK, UU Minerba, UU Corona, RUU Omnibus Law, dan undang-undang lainnya.

Maklumat MUI Pusat, selain didukung oleh semua pengurus MUI di seluruh Indonesia, juga dikawal oleh hampir semua ormas dan elemen Umat Islam. NU, dan Muhammadiyah berada di garda terdepan.

Pernyataan K. H. Said Aqil Siroj, K.H. Mashudi dan Hilmy Faeshal Zaini dari PBNU sangat keras. Begitu juga pernyataan Din Syamsudin dan Buya Anwar Abbas dari Muhammadiyah. Gak kalah tegas.

Demo perdana telah dimulai Rabu kemarin, 24/6/2020. Puluhan hingga ratusan ribu massa kepung gedung DPR. Atas desakan massa, DPR berjanji akan pertama, menghentikan pembahasan RUU HIP. Kedua, mengusut para oknum dibalik RUU HIP. Para pendemo bersumpah akan mengawal janji DPR itu.

Dalam demo, terjadi insiden. Ada pembakaran bendera PDIP. Partai berlambang banteng ini berang. Marah, dan akan melaporkan orang-orang yang membakar bendera partainya ke polisi. Ini juga langkah konstitusional.

Beberapa pekan terakhir memang telah beredar kampanye anti PDIP. Sangat masif. Bergaung di sejumlah medsos. Baik dalam bentuk meme, tulisan maupun video. PDIP dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas lahirnya RUU HIP ini.

Umat marah. Dan kkimaks kemarahan itu terjadi di depan gedung DPR. Sejumlah orang kemudian membakar bendera partai banteng itu.

Apa respon PDIP terhadap semua bentuk serangan ke partai itu? Hadapi. Tak ada tanda-tanda PDIP kendor.

Saat didesak untuk membatalkan RUU HIP, Hasto, sekjen PDIP siap memasukkan TAP MPRS No 25 Tahun 1966 dalam RUU HIP asal larangan radikalisme dan khilafaisme juga dimasukkan. Coba bernegosiasi.

Ahmad Basarah, salah satu kader militan PDIP justru memberi sinyal bahwa fraksi-fraksi yang lain akan mendukung kembali pembahasan RUU HIP.

Dan saat demonstrasi perdana digelar dan bendera PDIP dibakar, partai pemenang pemilu ini akan membawa para oknum pembakar bendera itu ke polisi. Dalam konteks ini, PDIP gak pernah kehilangan langkah.

Melihat pernyataan dan sikap sejumlah kader PDIP, nampak bahwa partai yang berhasil dua kali menjadikan Jokowi presiden ini tak mundur, walau satu langkah sekalipun. Dalam hal ini, keteguhan dan militansi kader PDIP tak diragukan. Berdiri tegak bagai karang. Tetap tegar meski dihantam gelombang demonstran.

Wajar! PDIP partai pemenang pemilu. Bahkan hingga dua kali. Saat ini paling dekat dengan -dan punya kekuatan untuk menekan - penguasa. Mental pemenang dan mental berkuasa, tentu tak mudah digertak. Apalagi cuma puluhan atau ratusan ribu massa.

Jika massa umat Islam membidik PDIP dengan menuntut pengusutan terhadap para oknum dibalik RUU HIP, maka PDIP membidik balik dengan mempolisikan oknum yang membakar bendera PDIP. Makin seru!

Bagaimana kira-kira ujung dari saling bidik ini? Di negara ini, hukum kadang tak berdiri sendiri. Ada kekuatan, terutama politik, yang seringkali ikut masuk dan menyusup ke dalam pasal-pasal dakwaan.

Usut oknum dibalik RUU HIP, meski DPR sudah janjikan, jangan anggap itu mudah. Fraksi-fraksi di DPR selama ini tak pernah sanggup berhadapan dengan PDIP. Penegak hukum? Anda pasti masih ingat kasus e-KTP dan hilangnya Harun Masiku.

Kecuali jika umat mampu menciptakan gelombang demo yang menghadirkan jumlah massa yang sangat besar. Mesti berjumlah jutaan.

Gelombang massa berjumlah jutaan hanya akan terjadi jika MUI turun langsung dan memimpin demo. Atau ada pernyataan kontra, entah dari pemerintah, parlemen, atau terutama dari kader PDIP yang bisa menjadi trigger massa dalam jumlah besar itu turun.

Jika tidak, serangan balik PDIP justru akan lebih efektif. Para oknum pembakar bendera partai banteng ini akan jadi tersangka dan diproses secara hukum. Bidikan PDIP akan mengenai sasaran, dan tepat di jantung lawan.

Situasi kedepan, tak ada yang tahu. Yang pasti, genderang sudah ditabuh. Bidikan sudah saling diarahkan. Karena itu, dibutuhkan sikap politik yang dewasa dan matang dari para elit. Terutama di pemerintahan dan DPR. Jika tidak, situasi bisa tak kondusif. Bahkan di luar kendali. Sampai disini, entah apa yang akan terjadi, hanya Tuhan Yang Maha Tahu. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Selasa, 22 Jun 2021 22:00

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Selasa, 22 Jun 2021 21:41

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

Selasa, 22 Jun 2021 21:07

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya Untuk Operasi Di Afghanistan

Selasa, 22 Jun 2021 20:00

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Selasa, 22 Jun 2021 19:30

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Selasa, 22 Jun 2021 17:24

Darah Kucing Najis?

Darah Kucing Najis?

Selasa, 22 Jun 2021 17:05

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Selasa, 22 Jun 2021 15:02

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Selasa, 22 Jun 2021 14:42

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Selasa, 22 Jun 2021 14:11

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Selasa, 22 Jun 2021 13:26

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Selasa, 22 Jun 2021 13:01

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Selasa, 22 Jun 2021 10:35

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

Selasa, 22 Jun 2021 10:30

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Covid-19 Kembali Mengamuk, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyahl: Mari Berhusnuzan kepada Allah

Selasa, 22 Jun 2021 10:00

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Pajak Sembako dan Pendidikan, Wujud Kezaliman Negara

Selasa, 22 Jun 2021 09:16

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Pondasi Negara Idealnya Bukan Pajak

Selasa, 22 Jun 2021 08:54

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59


MUI

Must Read!
X