Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.816 views

Pemanggilan Anies Menampar Wajah Keadilan Negeri

 

Oleh:

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

PEMANGGILAN Anies oleh Reskrimum Polda Metro Jaya membuat suhu politik agak sedikit tegang. Sebenarnya, gak perlu tegang jika kita mau membaca sekenario dibalik alur ini. Banyak pihak yang menyayangkan pemanggilan tersebut.

Sebagai kepala daerah, Anies telah menjalankan prosedur sesuai aturan yang ada. Anies tidak memberi ijin setiap acara yang berpotensi terjadinya kerumunan. Termasuk acara pernikahan putri Habib Rizieq dan mauludan pasca walimahan tersebut. Sebaliknya, Anies justru memberi sanksi kepada siapapun yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Termasuk kepada Habib Rizieq. Oleh Pemprov DKI, Habib Rizieq didenda 50 juta rupiah karena dianggap melanggar pergub No 79/2020 tentang prokes dan pergub No 80/2020 tentang PSBB.

Lalu, atas tindakan apa yang membuat Anies dipanggil pihak kepolisian? Inilah yang menjadi pertanyaan publik. Kalau anda sedikit cerdas, anda akan bertanya: apa maksud dibalik pemanggilan Anies? Ini lebih substansial dan faktual. Panggung belakang biasanya lebih dinamis dari peristiwa yang tampak di panggung depan.

Ada dua hal yang oleh publik dianggap mengejutkan. Pertama, surat pemanggilan kepada Anies. Dikirim hari senen 16/11 untuk pemanggilan hari selasa 17/11. Hanya selang sehari. Mendadak, dan terkesan sangat mendesak. Meski demikian, Anies tetap datang dan tepat waktu. Pemeriksaan jam 09.00, Anies datang jam 08.40.

Kedua, Anies diperiksa selama sekitar sembilan jam. Ini menunjukkan seolah masalahnya sangat serius. Padahal hanya terkait soal protokol kesehatan. Belum pernah ada warga negara, atau kepala daerah, menteri dan pejabat yang diperiksa selama dan seserius itu terkait prokes.

Kabarnya, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk memastikan bisa tidaknya kasus ini dinaikkan ke penyidikan. Ini artinya, ada potensi untuk menetapkan tersangkanya. Tentu, ini sedikit berlebihan. Tidak ada unsur pidana dalam kasus pelanggaran terhadap prokes, kata Mahfudz MD.

Disamping itu, Tito Karnavian selaku mendagri, sedang menunggu hasil pemeriksaan kepolisian terhadap Anies untuk kemudian mengambil tindakan yang tepat terhadap gubernur DKI Jakarta ini. Ah, jangan nakut-nakuti pak Tito. Slowly. Mungkin Pak Tito bicara sambil menyimpan senyum di hatinya.

Disisi lain, pelanggaran protokol kesehatan hampir terjadi di setiap daerah. Baru-baru ini ada parade Merah Putih yang digelar Ansor dan Banser di Banyumas. Ada pengajian dan ulang tahun Habib Luthfi yang dihadiri seorang menteri dan bupati Pekalongan. Sebelumnya juga ada rombongan yang mengantar Gibran Rakabuming mendaftar di KPUD Solo. Di tiga acara ini, terjadi kerumunan yang melanggar prokes. Ketiga-tiganya ada di Jawa Tengah. Namun begitu, tak ada pemanggilan terhadap menteri, gubernur dan bupati. Kapolda dan kapolresnya juga aman. Asyik tenan.

Kalau dirunut ulang, hampir di setiap daerah terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Meski begitu, para pejabat di wilayah itu aman-aman saja. Gak was was. Ini berbeda jika terjadi di Jakarta. Kenapa? Karena Anies gubernurnya, kata netizen.

Banyak pihak yang melihat pemanggilan Anies ini kental dengan nuansa politik. Pertama, selama ini Anies dianggap ancaman. Baik bisnis maupun politik. Penutupan reklamasi adalah bentuk nyata dari ancaman bisnis itu. Dalam konteks politik, Anies adalah ancaman bagi pihak-pihak yang kesulitan mendapatkan calon sepopuler Anies di pilpres 2024.

Selama ini, hubungan Anies dengan pihak-pihak yang merasa terancam tersebut selalu mengalami ketegangan. Faktanya, telah terjadi begitu banyak upaya untuk menjegal Anies. Bahkan kabarnya, ada tim dan buzzer khusus yang bekerja untuk menghadang Anies nyapres. Sejumlah video yang beredar dan berisi arahan untuk menghajar Anies seolah mengkonfirmasi eksisnya tim buzzer tersebut. Sayangnya, semua upaya itu gagal! Sampai disini, dinamika terkait Anies Baswedan memang selalu menarik untuk dibicarakan publik.

Kedua, ada faktor Habib Rizieq yang selama ini dianggap cukup merepotkan istana. Kepulangan dan road show dakwah Habib Rizieq telah membuat istana panik. Maka, upaya untuk mencegah Habib Rizieq melakukan konsolidasi massa akan terus diusahakan dengan berbagai cara.

Alasan pandemi Covid-19 menjadi narasi yang dirasa tepat oleh istana untuk menghentikan upaya konsolidasi massa yang dilakukan Habib Rizieq. Protokol kesehatan yang semula longgar, mendadak dilaksanakan dengan ketat. Sampai disini, kepulangan Habib Rizieq membawa berkah.

Jadi, pemanggilan Anies yang terkesan mendadak dan mendesak itu telah menghadirkan sejumlah spekulasi. Pertama, publik berspekulasi ada upaya membenturkan antara Anies dengan Habib Rizieq. Jika para pendukung Habib Rizieq marah terhadap Anies, maka akan mudah untuk menggagalkan Anies maju di pilpres 2024.

Spekulasi kedua, pemanggilan Anies dan saksi-saksi lainnya tak lebih dari sekenario untuk menyasar Habib Rizieq. Publik menduga pemanggilan para saksi pasca pencopotan dua Kapolda dan dua kapolres dimaksudkan untuk menghentikan langkah Habib Rizieq melakukan konsolidasi.

Melalui kesaksian para saksi, akan dicari celah untuk menjadikan Habib Rizieq berstatus tersangka. Disiinilah akan dibuka ruang komunikasi dan negosiasi. Habib Rizieq aman asal tidak ganggu istana. Silahkan ceramah, tapi jangan nyinggung politik.

Begitulah spekulasi yang berkembang di masyarakat. Namun, drama apapun yang akan terjadi pasca pemanggilan Anies, rakyat selalu melihat adanya intervensi politik yang terus menerus terjadi di wilayah hukum. Jika ini dibiarkan, maka Indonesia akan menjadi negara yang semakin lama makin rapuh. Sebab, wajah keadilan selalu disisihkan oleh tangan-tangan kekuasaan. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Rabu, 22 Sep 2021 13:21

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Rabu, 22 Sep 2021 12:48

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud,  Harus Tepat Sasaran

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Harus Tepat Sasaran

Rabu, 22 Sep 2021 10:36

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Rabu, 22 Sep 2021 02:39

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Selasa, 21 Sep 2021 23:51

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Selasa, 21 Sep 2021 23:28

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Selasa, 21 Sep 2021 23:17

´╗┐Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

´╗┐Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Selasa, 21 Sep 2021 22:29

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Selasa, 21 Sep 2021 22:18

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Selasa, 21 Sep 2021 22:08

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Senin, 20 Sep 2021 22:20

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Senin, 20 Sep 2021 22:12

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Senin, 20 Sep 2021 20:30

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

Senin, 20 Sep 2021 17:45

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Senin, 20 Sep 2021 15:52

Jaminan Pangan Halal

Jaminan Pangan Halal

Senin, 20 Sep 2021 14:08

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Senin, 20 Sep 2021 13:00

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Senin, 20 Sep 2021 12:55

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Senin, 20 Sep 2021 12:27

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Senin, 20 Sep 2021 11:58


MUI

Must Read!
X