Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.241 views

Mustafa Kemal Attaturk Tidak Sekuler

 

Oleh:

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

LAGI-LAGI, Indonesia gaduh. Beberapa tahun ini, negeri ini selalu diterpa gelombang kegaduhan. Bangsa yang dulu tenang, damai, nyaman, mendadak berubah situasinya menjadi bangsa yang saling curiga, suka menyerang satu sama lain, dan terus mengalami kegaduhan.

Belum reda isu Jl. Mustafa Kemal Attaturk, kini ramai soal pernyataan Menag bahwa kementerian Agama itu hadiah buat NU, bukan buat umat Islam secara umum. Gaduh lagi!

Tulisan ini hanya akan bicara soal Mustafa Kemal Attaturk. Ia adalah seorang perwira militer yang menjadi presiden pertama Turki. Nama aslinya adalah Ghazi Mustafa Kemal Pasha. Lahir di Thessaloniki 12 Maret 1881, dan meninggal di Dolmabahce Istambul 10 Nopember 1938. Presiden pertama Turki ini dimakamkan di Ankara tahun 1953. Beberapa tahun lalu saya sempat berkunjung ke makamnya.

Bagi mahasiswa UIN, IAIN dan STAIN, sepak terjang dan pemikiran Mustafa Kemal Attaturk pasti tidak asing. Di semester awal ada mata kuliah yang mengkaji sejumlah tokoh Islam, salah satunya adalah pendiri negara Turki itu.

Mustafa Kemal Attaturk dikenal sebagai tokoh sekuler. Bahkan dinobatkan sebagai bapak sekularisme. Selama ini, kita memahaminya begitu. Benarkah Mustafa Kemal adalah seorang sekuler?

Saya ingin mengawali diskusi ini dengan arti sekuler. Biar clear. Sekuler itu suatu gagasan yang memisahkan agama dari negara. Intinya, negara gak ngurusi agama. Gak melarang, juga gak mendukung. Agama menjadi urusan privat, dan tidak diurus negara.

Anda mau beragama atau tidak, negara gak peduli. Anda punya tuhan atau ateis, bagi negara itu gak penting. Itu urusan pribadi anda. Negara gak mau ikut campur. Inilah makna sekuler.

Indonesia bukan negara sekuler. Sebab, ada kementerian agama. Soal kementerian ini hadiah buat siapa? Itu soal lain.

Amerika, Australia, sejumlah negara Eropa dan beberapa negara Asia adalah negara-negara sekuler. Negara-negara itu gak ikut campur soal agama. Di negara-negara itu, hidup beragama punya kebebasan. Selama tidak menimbulkan gangguan kepada publik, monggo. Mau pakai jilbab lengkap dengan cadar, pakai kalung salib, bangun tempat ibadah, bebas. Silahkan saja menjalankan agama, asal tidak mengganggu hak orang lain. Simple!

Saya pernah ke Singapora, Hongkong, Macau, Amerika dan Kanada. Umat beragama di sana punya kebebasan menjalakan ajaran agamanya, dan negara menjamin hak-hak mereka.

Apakah Turki di bawah kekuasaan Mustafa Kemal Attaturk memberi kebebasan beragama sebagaimana negara-negara sekuler tersebut? Tidak!

Jilbab dilarang, adzan dirubah bahasanya, masjid dijadikan musium, semua yang berbau Islam tidak diperbolehkan ada di Turki. Apakah ini sejuler? Tidak! Sekuler itu memisahkan agama dari urusan negara. Bukan melarang orang menjalankan ajaran agamanya.

Jadi, kalau selama ini orang bilang bahwa Mustafa Kemal Attaturk bapak sekuler, itu salah kaprah. Yang benar dia memusuhi agama. Dalam konteks ini adalah Islam.

Apakah tokoh seperti ini akan menjadi nama jalan di ibu kota Indonesia yang notabene sangat menghargai dan menjunjung tinggi agama? Inilah yang menunai protes banyak pihak. Protes tidak hanya oleh warga Jakarta, tapi telah menjadi protes nasional. Kabarnya, Gubernur DKI telah mendapat banyak surat dari berbagai elemen masyarakat: baik organisasi, komunitas maupun daerah. Intinya: mereka menolak Mustafa Kemal Attaturk dijadikan nama jalan di Jakarta.

Menamai jalan tidak seperti menamai jenis makanan. Ada regulasinya. Ini diatur dalam Keputusan Gubernur No 28 Tahun 1999 tentang Pedoman Penetapan Nama Jalan, Taman dan Bangunan. Di pasal 7 (2) huruf c angka 1 berbunyi: bahwa nama jalan yang diusulkan tidak menyinggung perasaan salah satu golongan atau agama/kepercayaan.

Masyarakat berharap Gubernur DKI menolak Mustafa Kemal Attaturk jadi nama jalan di ibu kota dengan berpedoman pada Kepgub No 28 tahun 1999 ini. Soal aturan, gubernur DKI terkenal paling ketat, patuh dan disiplin.

Jika mau bertukar nama jalan, ada baiknya dipilih nama tokoh lain yang tidak menimbulkan potensi kegaduhan, atau nama kota. Misal Jl. Istambul. Sebagaimana nama Cassablanca. Ini nama kota di Maroko yang dijadikan nama jalan di Jakarta, sebagai barter nama Soekarno di Maroko. Ini akan jauh lebih elegan dan bijak.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Laporan: Turki Klaim Tangkap Pemimpin Baru Islamic State Abu Al-Hassan Al-Hashimi Al-Qurayshi

Laporan: Turki Klaim Tangkap Pemimpin Baru Islamic State Abu Al-Hassan Al-Hashimi Al-Qurayshi

Kamis, 26 May 2022 22:55

Pengadilan India Vonis Penjara Seumur Hidup Pemimpin Pro-Kemerdekaan Kashmir Yasin Malik

Pengadilan India Vonis Penjara Seumur Hidup Pemimpin Pro-Kemerdekaan Kashmir Yasin Malik

Kamis, 26 May 2022 21:25

Niger Klaim Militernya Tewaskan 40 Pejuang Boko Haram Dalam Pertempuran Di Danau Chad

Niger Klaim Militernya Tewaskan 40 Pejuang Boko Haram Dalam Pertempuran Di Danau Chad

Kamis, 26 May 2022 16:07

Pengadilan Prancis Tangguhkan Aturan Dewan Kota Grenoble Yang Mengizinkan Muslimah Memakai Burkini

Pengadilan Prancis Tangguhkan Aturan Dewan Kota Grenoble Yang Mengizinkan Muslimah Memakai Burkini

Kamis, 26 May 2022 15:05

Anis Matta: Bangsa Ini Masih Lahirkan Para Pelawak, Bukan Pemimpin

Anis Matta: Bangsa Ini Masih Lahirkan Para Pelawak, Bukan Pemimpin

Kamis, 26 May 2022 11:33

Apakah Tepat Singapore Sudah Mengusir UAS?

Apakah Tepat Singapore Sudah Mengusir UAS?

Kamis, 26 May 2022 10:20

Negara Abai, Keimanan Tergadai

Negara Abai, Keimanan Tergadai

Kamis, 26 May 2022 09:07

Penembakan Massal di AS Berulang, Kemana Mencari Rasa Aman?

Penembakan Massal di AS Berulang, Kemana Mencari Rasa Aman?

Kamis, 26 May 2022 08:56

Prabowo

Prabowo "Dibobodo"?

Kamis, 26 May 2022 07:28

Seorang Pria Irak Ditangkap Di AS Karena Berencana Untuk Membunuh Mantan Presiden George W. Bush

Seorang Pria Irak Ditangkap Di AS Karena Berencana Untuk Membunuh Mantan Presiden George W. Bush

Rabu, 25 May 2022 20:49

AS Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Dan Jaringan Keuangan Hamas

AS Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Dan Jaringan Keuangan Hamas

Rabu, 25 May 2022 14:15

Tentara Israel Tangkap 1.228 Warga Palestina Selama Bulan April

Tentara Israel Tangkap 1.228 Warga Palestina Selama Bulan April

Rabu, 25 May 2022 12:05

Laporan: Putin Rekrut Ahli Bom Barel Suriah Untuk Bantu Rusia Dalam Kampanye Perang Di Ukraina

Laporan: Putin Rekrut Ahli Bom Barel Suriah Untuk Bantu Rusia Dalam Kampanye Perang Di Ukraina

Selasa, 24 May 2022 21:00

Anggota Parlemen Senior Israel Peringatkan 'Perang Agama' Menyusul Bolehnya Yahudi Berdoa Di Al-Aqsa

Anggota Parlemen Senior Israel Peringatkan 'Perang Agama' Menyusul Bolehnya Yahudi Berdoa Di Al-Aqsa

Selasa, 24 May 2022 16:21

Jalan Hidayah Dari Utrecht

Jalan Hidayah Dari Utrecht

Selasa, 24 May 2022 16:03

Kepala Dinas Intelijen Ukraina Sebut Presiden Rusia Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Kepala Dinas Intelijen Ukraina Sebut Presiden Rusia Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Selasa, 24 May 2022 15:05

Kibarkan Bendera LGBT, HNW Minta Kedubes Inggris Hormati Norma Diplomatik

Kibarkan Bendera LGBT, HNW Minta Kedubes Inggris Hormati Norma Diplomatik

Selasa, 24 May 2022 08:25


MUI

Must Read!
X

Kamis, 26/05/2022 07:28

Prabowo "Dibobodo"?