Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
30.583 views

Buya Hamka tentang Bahaya Kontes Kecantikan Miss World

Oleh : Beggy – Pegiat JIB (Jejak Islam untuk Bangsa)

 “Yang Pindah agama itu telah banyak, tetapi lebih banyak lagi yang lepas lolos dari ikatan Islam, tersapu habis pandangan dan cinta Islam dari dalam hatinya.”-Buya Hamka.

Penyelenggaraan Miss World tahun 2013, yang sebentar lagi akan berlangsung nampaknya akan terus melaju. Meskipun penyelenggaraan itu menuai kecaman dari umat Islam di Indonesia. Pendapat kontra sudah kita sering dengar gaungnya, mulai dari umbar aurat, pelecehan terhadap martabat perempuan hingga bau kapitalisasi perempuan. Bahkan sejarah mencatat di Amerika Serikat sana pun, penyelenggaraan Miss America telah dikecam puluhan tahun silam oleh pegiat feminis.[1]

Miss World yang akan singgah dalam tanah air kita ini sebetulnya bukan barang baru. Kecaman ulama terhadap kontes-kontes semacam ini juga bukan sesuatu aneh dikolong langit nusantara. Ulama besar Buya Hamka pernah mengecam kontes semacam ini. Ia bertutur,

“Orang-orang perempuan maju kemuka berlomba merebut kehidupan, sehingga alat-alat penghias diri, alat-alat kecantikan lebih melebihi mahalnya. Kemudian muncullah lomba kecantikan,memperagakan diri, lomba ratu-ratuan. Perempuan muda yang cantik tampil ke muka mendedahkan (memamerkan) dada, pinggul, dan pahanya,di tonton bersama dan diputuskan oleh juri siapa yang lebih cantik tampil ke muka mendedahkan. Maka ratu-ratu kecantikan itu jangan sampai menurun. Dan ini pun menghendaki perbelanjaan banyak dan mewah. Macam-macam nama yang diberi bagi ratu-ratu itu; Ratu Personality, Ratu luwes, Ratu daerah, Ratu Propinsi, Ratu Nasional, dan Ratu internasional.”[2]

Tepat sekali ucapan Buya Hamka. Miss World hanyalah satu dari sekian banyak ajang eksploitasi perempuan. Kontes semacam ini hanya berganti-ganti kulitnya. Beribu nama bisa tercetus, namun esensinya tetap sama. Bahkan pencitraan perempuan dengan mitos-mitos tertentu tentang kecantikan, sudah membanjiri pikiran terdalam kita. Melalui, iklan, sinetron, dan lainnya. Lebih mengenaskannya lagi, mulai dari penyelenggara, peserta hingga penikmatnya adalah orang Islam itu sendiri.

Salah satu akar dari kerusakan ini adalah lenyapnya pengetahuan di masyarakat akan kedudukan perempuan dalam Islam. Orang Islam tak lagi memahami kedudukan perempuan dalam agama mereka, sehingga mereka mengamini tatkala ajang seperti Miss World disebut promosi kebudayaan, ekspresi wanita atau lebih mengenaskan lagi penghargaan pada perempuan.

Sebagian orang Islam saat ini sampai meraba-raba dalam kegelapan pengetahuan, bagaimana cara menghargai perempuan. Sehingga jebakan Kontes ratu-ratuan hingga mitos kecantikan dijadikan pegangan. Sementara kedudukan perempuan yang telah digariskan Islam digugat dan diseret ke muka umum. Diskriminasi dijadikan senapan untuk membidik ajaran Islam.  Orang Islam yang hendak mencari penghargaan diluar Islam, sejatinya tak paham bahwa mereka makin terperosok jauh ke dalam lembah kerancuan.

Hendaklah kita resapi nasehat dari Buya Hamka tatkala berbicara penghargaan perempuan dalam Islam. Menurutnya,

 “Mereka (perempuan) dipandang sebagai bagian yang sama pentingnya dengan laki-laki dalam memikul tanggung jawab beragama, mengokohkan aqidah dan ibadat, sehingga timbullah harga diri yang setinggi-tingginya pada mereka, timbul ilham perjuangan.”[3]

Ketidakpahaman juga seringkali dialamatkan kepada pembagian tugas laki-laki (suami) dan perempuan (istri).  Ajaran Islam mengenai pembagian tugas kepada istri sebagai pemelihara rumah tangga dianggap rantai yang membelenggu. Dihakimi ramai-ramai dalam tuduhan diskriminasi. Insyaflah kita ketika dalam hal ini ketika mengingat keterangan Buya Hamka,

“Hanya perempuan yang kurang sehat jiwanyalah yang akan ingkar pada pembagian tugas seperti ini. Atau perempuan yang gagal di dalam rumah tangga lalu dia ‘kasak-kusuk’ menontonkan diri keluar minta persamaan hak dengan laki-laki, namun dia tak kenal lagi di mana batas hak itu.”[4]

Perihal pembagian peranan dalam rumah tangga, Buya Hamka mengingatkan, “Pengorbanan! Itulah yang selalu diminta dari kedua belah pihak. Yang laki-laki sampai putih rambut di kepala, mencarikan keperluan rumah tangga. Yang perempuan habis; tenaga, memelihara rumah tangga, menyelenggarakan suami, mendidik anak-anak. Keduanya sama-sama berkurban!”[5]

Seandainya saja kita semua sebagai umat Islam memahami kedudukan perempuan dalam Islam, niscaya kita tidak akan tertipu dalam kemasan kosong kontes ratu-ratuan atau pencitraan rapuh tentang perempuan. Namun tantangan tak berhenti di situ. Kontes ratu-ratuan ala Miss World juga menggunakan promosi kebudayaan sebagai topeng. Kita yang menentang Miss World mungkin akan  dianggap tak berbudaya atau anti budaya. Batin ini tentu bertanya-tanya, kebudayaan macam apa yang hendak diusung Miss World?

Umat Islam di Indonesia sudah seringkali disudutkan dan dibenturkan dengan persoalan budaya. Umat semakin terjerembab ketika tak mampu untuk menafsirkan, kebudayaan apa yang sesuai dengan Islam di Indonesia ini? Padahal hanya dengan memahami hakekat budaya itu sendiri umat Islam akan mampu menepis beragam gelombang tantangan budaya ini.

Salah satu usaha menafsirkan kebudayaan ini juga datang puluhan tahun yang silam oleh Buya Hamka. Menurut Buya Hamka penting bagi generasi muda Islam untuk memperdalam pengetahuan ajaran Islam dan mempelajari sejarah umatnya di Indonesia dan diluarnya,

“...sehingga dia insyaf bahwa kebudayaan Islam itu universil sifatnya. Dan kebudayaan yang universil itulah tujuan terakhir dunia di zaman ini. Dan Nasionalisme sempit, tidaklah panjang usianya.”[6]

Budayawan Islam diingatkan Buya Hamka untuk kembali mengambil bagian dalam perkembangan kebudayaan, serta melakukan risalah-nya (tugasnya) yang suci itu untuk mengisi kebudayaan dunia. Karena terlihat di Indonesia -mengutip istilah Buya Hamka- ‘gejala pancaroba kebudayaan.’ Seperti budaya materialistis, kebudayaan menuhankan manusia. Kebudayaan yang tak lagi melihat manfaat dan mudharat, yang tak kenal lagi halal dan haram. Umat Islam hendaknya jeli untuk menafsirkan dan mewarnai kebudayaan, karena ada berbagai upaya untuk memasukkan agama menjadi bagian dari budaya. Padahal budaya adalah hasi kegiatan manusia. Sedangkan agama adalah wahyu.

Budaya atau kebudayaan dapat dipahami sebagai usaha dan hasil usaha-usaha manusia menyelesaikan kehendaknya buat hidup dengan alam yang ada di kelilingnya. [7] Menurut Buya Hamka semua manusia yang berakal-budi adalah berbudaya, sebab budaya adalah hasil akal budi yang dipengaruhi ruang dan waktu, serta masyarakat yang mengelilinginya. Maka bagi Islam, kebudayaan haruslah diterangi oleh iman.

“Maka adalah iman sebagai pemberi cahaya bagi akal budi dan daya-upaya dalam hidup, hendaklah menjadi amalnya yang saleh!”, terang Buya Hamka.[8]

Ketika dalam masyarakat telah dipahami bahwa kebudayaan terdiri dari tiga hal, pengetahuan, filsafat dan seni, maka hal-hal itu perlu diterangi cahaya Iman. Buya Hamka kembali mengingatkan, “Islam mengajarkan bahwasanya di dalam mencari ilmu pengetahuan,atau filsafat atau seni, satu hal perlu diingat. Yaitu betapa nilainya bagi jiwa. “ Kemudian beliau melanjutkan, “...Disamping mencari yang benar dan mengelakkan yang salah, atau mencari yang baik dan menjauhi yang jahat, haruslah diperhatikan yang manfaat dan yang mudharat itu.”[9]

Dan sejarah telah mencatat, baik di dunia dan di Indonesia, cahaya Islam telah menerangi berbagai aspek kebudayaan. Islam-lah yang memberi kita budaya yang lebih beradab. Islamlah yang memberikan pakaian keindahan. Memakaikan pakaian dan menutupkan aurat bagi orang-orang yang sebelumnya telanjang. Islam pula yang mewarnai bahasa lisan dan tulisan di nusantara dengan huruf arab-jawi atau huruf Pegon. Sebelum semuanya dilindas secara tragis oleh huruf latin yang dibawa oleh penjajah. Terlebih dalam bahasa, Bahasa Indonesia demikian jernih terlihat diwarnai oleh bahasa melayu yang diterangi kosa-kata berjiwa islam, seperti adil, wilayah, hikmah, dan lainnya. Karya sastra klasik juga diwarnai jiwa Islam, baik oleh Raja Ali Haji atau Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Betapa banyak hikayat dan syair berjiwa jihad yang membakar semangat perang melawan penjajah. Sebut Hikayat Perang Sabi dari tanah Aceh sebagai salah satu contohnya.[10]

Bahkan menurut Buya Hamka, “Hindu telah meninggalkan pusaka berupa candi-candi yang sekarang dijadikan barang antik bernilai sejarah, untuk opbyek turis, untuk mencari riwayat lama pada batu-batu. Tetapi Islam telah meninggalkan Mesjid yang hidup setiap hari dan ramai setiap Jumat.”[11]

Tak heran jika kita sebagai muslim patut berbangga dengan Islam yang telah mewarnai kebudayaan Indonesia. Dan tak patut kita merasa rendah diri dengan Islam jika berbicara kebudayaan, sedang Buya Hamka berani dengan lantang berkata,

“Dengan tegas dan berani mempertanggung-jawabkan, dapatlah saya katakan bahwa modal yang diberikan Islam yang paling terbanyak, yang diberikan untuk membangun kebudayaan Indonesia.[12]

Kebudayaan ibarat air sungai yang mengalir, ia memberi dan menerima. Sudah menjadi tanggung jawab kita mengaliri air itu dengan kejernihan Tauhid Islam. Dan salah satu cara memandang kebudayaan adalah dengan meresapi nasehat dari Buya Hamka perihal kebudayaan ini,

“Hendaklah angkatan Muda Islam memperdalam pengetahuan dan pengertian ajaran Islam, dituruti dengan amal, sehingga menjadi pandangan hidup yang sebenarnya, dan dapat membanding ‘mana yang punya kita dan mana yang kepunyaan orang lain’.”[13]

Racun pembunuh bangsa bernama Miss World ini hanyalah satu dari sekian banyak kerusakan yang hendak disuntikkan perlahan kepada generasi kita dan penerus kita. Ketika penyelenggara Miss World sesumbar berkata mendompleng kuda troya Kebudayaan, maka kita dapat bertanya lantang, kebudayaan mana yang hendak mereka maksud? Medan perjuangan begitu lapang terbentang, termasuk dalam bidang budaya. Dan seperti hendak Buya Hamka pesankan,

“Modal menghadapi perjuangan kebudayaan masih amat terbatas dan kerdil, sebab itu maka, ‘dengan kail panjang sejengkal, tidaklah ada daya upaya menduga lautan’.”[14]

 

  1. J. Dow, Bonnie. Feminism, Miss America, and Media Mythology. Rethoric & Public Affairs. Vol 6, No.1. 2003.
  2. HAMKA. Racun Pemusnah Bangsa dalam Dari Hati ke Hati. Pustaka Panjimas. 2005. Jakarta.
  3. HAMKA, Perempuan Juga Dimuliakan dalam Kedudukan Perempuan dalam Islam. Pustaka Panjimas. 1986. Jakarta.
  4. HAMKA, Pembagian Tugas dalam Kedudukan Perempuan dalam Islam. Pustaka Panjimas. 1986. Jakarta.
  5. Ibid.
  6. HAMKA. Kebudayaan Dipandang Dari Segi Ajaran Islam dalam Pandangan Hidup Muslim. Bulan Bintang. 1992. Jakarta.
  7. Ibid.
  8. Ibid.
  9. Ibid.
  10. Alfian, Ibrahim. Sastra Perang, Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Perang Sabil. Balai Pustaka. 1992. Jakarta.
  11.  HAMKA. Kebudayaan Dipandang Dari Segi Ajaran Islam dalam Pandangan Hidup Muslim. Bulan Bintang. 1992. Jakarta.
  12. Ibid
  13. Ibid
  14. Ibid

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Fraksi PKS Apresiasi Pembatalan Aturan Legalisasi Industri Miras

Fraksi PKS Apresiasi Pembatalan Aturan Legalisasi Industri Miras

Rabu, 03 Mar 2021 07:46

Lampiran Perpres Miras Dicabut, MUI: Momentum Kaji Ulang Seluruh Regulasi yang Destruksi

Lampiran Perpres Miras Dicabut, MUI: Momentum Kaji Ulang Seluruh Regulasi yang Destruksi

Rabu, 03 Mar 2021 07:12

Masalah Pengelolaan Wakaf dari Berbagai Negara

Masalah Pengelolaan Wakaf dari Berbagai Negara

Rabu, 03 Mar 2021 07:04

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Selasa, 02 Mar 2021 19:05

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Selasa, 02 Mar 2021 18:35

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

Selasa, 02 Mar 2021 17:45

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Selasa, 02 Mar 2021 17:05

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Selasa, 02 Mar 2021 16:35

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05


MUI

Must Read!
X