Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.095 views

Menggugat 'Syuhada Parlemen' Para Pendukung Demokrasi

JAKARTA (voa-islam.com) - Gegap gempita demokrasi negeri ini akan kembali menggema, pasalnya pada bulan April 2014 sebuah perhelatan akbar akan menyita perhatian publik dengan gelaran pemilu. Acara berbandrol triliunan rupiah tersebut merupakan acara wajib bagi negara yang menerapkan demokrasi sebagai sistem pengaturan pemerintahannya.

Tak ayal lagi, pembahasan tentang demokrasi pun menjadi sesuatu yang terus mengemuka baik mendudukan hukum demokrasi itu sendiri dalam timbangan Islam maupun dari sisi kalkulasi dan kultur.

Dari timbangan syariat Islam telah disepakati bahwa demokrasi adalah sistim kufur, sehingga haram bila dijadikan sebagai wasilah perjuangan menegakan syariah Islam. Namun ada juga yang masih memaknai dengan syirkun akbar dhohiroh (syirik besar yang jelas) atas syirkun akbar khofiah (syirik besar yang masih samar).

Tak tuntas hingga disitu, masih ada sisi lain yang muncul dengan adanya perdebatan tentang memperjuangkan Islam lewat demokrasi apakah mereka kafir murtad mutlaq atau sekedar melakukan hal yang di haramkan dalam Islam tapi tak sampai di hukumi kafir.

Bahkan, muncul statement nyeleneh dan syubhat baru dengan predikat “SYUHADA PARLEMEN” untuk para aktivis Islam yang gugur karena memperjuangkan Islam lewat parlemen yang berasaskan demokrasi.

Narasumber ahli kami kali ini dengan menghadirkan sejumlah keterangan para asatidz yang kami hubungi secara langsung via telefon untuk memberikan keterangan yang ada terkait kebathilan istilah tersebut.

Narasumber pertama adalah Ustadz Ade Hidayat, beliau adalah salah satu pengasuh senior di Ma'had Al Mukmin Ngruki Surakarta, saat sesi wawancara via telepon (7/12/2013)  beliau mengatakan dengan tegas bahwa yang namanya 'syuhada’ itu sudah menjadi istilah qur'ani, dan maknanya sesungguhnya adalah mereka yang yuqotiluna fi sabilillah yaitu berperang di jalan Allah.

Berarti memang orang yang ingin menegakan aturan Allah dan bercita-cita untuk menegakan aturan Allah, sehingga dia mengorbankan harta dan jiwanya puncaknya berperang. Kalau hal itu di berikan kepada para anggota parlemen meskipun meniatkan kebaikan maka hal itu jelas tidak benar.

Karena kebenaran itu tidak cukup hanya dengan niatan yang baik, tetapi perlunya ada keselarasan dengan sunnah Nabi. Adapun jalan yang tepat untuk meraih syuhada' itu dengan dakwah dan jihad bukan dengan demokrasi”. Demikian uraian Ust Ade Hidayat yang khas dengan tutur kata lembut dalam setiap penyampaiannya.

Ditegaskan pula oleh Ustadz Hazim Hasan, LC pengasuh Mahad Aly Darul Anshor di Blora “itu termasuk subhat, kita kan tahu parlemen itu symbol kesyirikan, nanti khawatirnya muncul syuhada kuburan, jadi kita itu jangan membuat istilah yang ada subhat apalagi memakai istilah symbol kesyirikan" ungkapnya (9/12/2013) .

Jadi kalau apa yang kita maksudkan adalah orang yang datang ke parlemen terus dia mengatakan bahwa apa yang kamu lakukan ini adalah haram sehingga dia di bunuh maka cukup dia di katakan syahid. Jangan pakai istilah syuhada' parlemen.

“Kalau yang dia maksud itu syuhada' parlemen dengan tujuan menegakkan syariat dengan tegas maka itu fatal, bagaimana dia akan memperjuangkan Islam, dia masuk di parlemen saja dia itu sudah batal syahadatnya kan... parlemen itu asasnya demokrasi, sedangkan demorasi itu membatalkan syahadat, karena demokrasi itu kesyirikan yang nyata..." tambahnya

Jadi tidak benar dong kata Allah dalam Al Quran surat Al A'raf 71 : "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu". Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang Nama-nama (itulah) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, Padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu?" ujarnya lagi

Maka tunggulah (azab itu), Sesungguhnya aku juga Termasuk orang yamg menunggu bersama kamu". Kalau ada ang mengatakan ayat ini idak benar antuf suda tahu bagaimana hukumnya orang itu.” Demikian penjabaran Ustadz yang lama belajar di Sudan ini.

Setali tiga uang dengan Ustadz Said Sungkar, ia memberikan logika sederhana tapi mudah di terima  “ada air zam zam seember besar tapi di kasih dua sendok kotoran apakah ini bisa di katakana air murni? Nah syirik itu dosa yang paling besar, mungkinkah orang yang mengatakan syirik itu bisa mendapatkan syahid?” tanyanya (7/12/2013)

Kemudian Ustadz Said melanjutkan “Saya hanya melihat dari realita yang ada, dari mulut-mulut yang katanya mau memperjuangkan Islam di parlemen, tatkala Islam mau di hinakan, mereka masih mau berangkulan dengan orang kafir, sedangkan dalam surat al mujadalah ayat 22 Allah mengatakan tidak pernah seumur hidup antum, orang yang bertauhid bermesraan dengan musuh Allah, bahkan dalam ayat itu di sebutkan bapaknya atau anaknya”

Di akhir penyampaian beliau mengatakan “sedangkan kita melihat mereka itu yang akan berjihad di parlemen, dia ketawa-tawa, dia berangkulan bahkan mereka rela Islam di hinakan, satu contoh sudah, tanya yang sudah duduk di parlemen, tatkala i’dad di Aceh dikatakan teroris, apa yang dia lakukan?

Ini pelecehan terhadap Islam, bayangkan saja ada satu pertunjukkan di mal Bekasi Square yang menghadirkan group band Edane dan Ras Muhammad dalam bakti sosial kristenisasi Gereja Bethel Indonesia. Lalu apa yang di katakan orang-orang di parlemen? Lalu kalau begitu jihad yang mana?” demikian uraian ustadz sepuh ini.

Tak mau ketinggalan, Ustadz Mustaqim, seorang ustadz alumni Tambak Beras Jombang yang menyelesaikan S1 dan S2 di Mesir dengan tegas beliau sampaikan (7/12/2013) “kalau syuhada' parlemen itu sampai ada, saya khawatir lama kelamaan ada istilah syuhada' pelacur. Yang penting itu pijakan awal, yang namanya parlemen itu konsepnya demokrasi, sedangkan demokrasi itu kufur dan syirik, maka siapapun yang masuk dan mati dalam kondisi itu, dia kafir murtad”

Kemudian ustadz dengan julukan “Singa Tauhid dari Pantura" ini memberikan penjelasan “kalau toh itu benar, apa ada seorang DPR yang mengatakan apa adanya sistem kafir ini? Belum pernah ada, karena orang yang masuk dalam comberan tidak mungkin keluar sebagai permata dan itu tidak akan pernah ada selama cara yang di pakai pijakan itu keliru."

Demokrasi itu yang memunculkan adalah orang-orang kafir, maka mau tidak mau orang yang masuk di dalamnya akan ikut orang kafir itu, jika syuhada' parlemen itu dibiarkan, itu pasti akan muncul syuhada' pelacur dan sebagainya, sedangkan kalau dia masih mau di sebut sebagai orang yang berakhlakul karimah, maka dia harus keluar dari parlemen” .

Terakhir dari ustadz Abu Azzam yang menjabat sebagai Direktur Ma'had Islam Salman Al Farisi di Karanganyar Jawa Tengah. Beliau berpendapat “Jadi kalau saya berpesan jangan berharap berjuang melalui parlemen bisa memenangkan Islam. Kemudian di Indonesia ini tidak ada lagi partai dakwah tapi yang ada adalah dakwah partai. Terus  jangan pernah menamakan istilah-istilah baru dalam ajaran Islam, seperti syuhada parlemen”

Kemudian beliau menjelankan “yang namanya syuhada' ya di medan jihad, orang jihad itu tidak bisa di samakan sebagaimana dalam surat At Taubah, orang yang memberi minum di masjid haram itu tidak sama dengan orang yang berjihad dan tidak ada dalilnya syahid karena parlemen, kalau orang tenggelam, itu malah ada dalilnya kalau syahid, jadi tidak ada orang yang mati karena di parlemen itu dikatakan syahid, itu gak ada dalilnya.

Di akhir penyampainya beliau menghimbau kepada umat “Ini adalah istilah baru, bahkan saya tidak merekomendasikan, bahkan untuk menjauhi kalimat-kalimat itu, jangan pernah kembali lagi, tidak ada dakwah melalui parlemen yang ada adalah kita bersabar dengan ujian di dalam Islam ini. Bersabar dengan dakwah dan jihad jangan bermain-main dengan demokrasi. Istilah baru itu adalah bidah”

Demikianlah beberapa narasumber yang langsung kami hubungi, mereka semua sepakat bahwa istilah SYUHADA PARLEMEN” adalah sebuah istilah yang di ada-adakan dan tak layak kita menyematkan predikat syuhada pada pejuang demokrasi, baik dia seorang yang benar-benar ingin meneriakkan syariat di dalam parlemen atau tidak. Wallahua'lam bishowab. [Ukhwatuna/KLS/jundi/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Selasa, 07 Jul 2020 15:00

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Selasa, 07 Jul 2020 14:15

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Selasa, 07 Jul 2020 13:00

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Selasa, 07 Jul 2020 12:30

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Selasa, 07 Jul 2020 11:48

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Selasa, 07 Jul 2020 01:59

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Senin, 06 Jul 2020 23:56

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Senin, 06 Jul 2020 23:01

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Senin, 06 Jul 2020 22:51

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Senin, 06 Jul 2020 22:45

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Senin, 06 Jul 2020 22:25

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Senin, 06 Jul 2020 22:02

PPDB Bikin Galau, Apa Obatnya?

PPDB Bikin Galau, Apa Obatnya?

Senin, 06 Jul 2020 21:41

Ennahda: Presiden Tunisia Essebsi Tolak Bantuan Keuangan dari UEA untuk Mengecualikan Kami

Ennahda: Presiden Tunisia Essebsi Tolak Bantuan Keuangan dari UEA untuk Mengecualikan Kami

Senin, 06 Jul 2020 21:30

Muhammadiyah: Wabah Belum Berakhir

Muhammadiyah: Wabah Belum Berakhir

Senin, 06 Jul 2020 20:32

Ini Maslahat-Mudharat RUU Omnibus Law Menurut MUI

Ini Maslahat-Mudharat RUU Omnibus Law Menurut MUI

Senin, 06 Jul 2020 19:43

[VIDEO] Ustaz Fadlan: Ketuhanan Yang Maha Esa Ruh Bernegara

[VIDEO] Ustaz Fadlan: Ketuhanan Yang Maha Esa Ruh Bernegara

Senin, 06 Jul 2020 18:22

Legislator Minta Operator Telekomunikasi Fasilitasi Internet Murah

Legislator Minta Operator Telekomunikasi Fasilitasi Internet Murah

Senin, 06 Jul 2020 17:49

Legislator PAN Apresiasi Penghentian Program Kartu Prakerja

Legislator PAN Apresiasi Penghentian Program Kartu Prakerja

Senin, 06 Jul 2020 16:58

Mengkhianati Bung Karno

Mengkhianati Bung Karno

Senin, 06 Jul 2020 15:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X