Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.823 views

Terpapar Radikalisme Versus Terpapar 'Abu Janda'

 

Oleh:

Ainul Mizan*

 

ISTILAH radikalisme saat ini menjadi senjata mematikan yang begitu ampuh. Banyak orang yang menjaga jarak dengan radikalisme. Entah mulai kapan ada konvensi menstempelkan radikalisme kepada mereka yang cuman sekadar ingin menyampaikan ajaran Islam dengan apa adanya. Hasilnya memang umat Islam ini terbelah. Sebuah keterbelahan yang kontraproduktif bila ingin berbicara tentang ukhuwah islamiyah.

Suara–suara kritis dari rakyat itu mutlak dibutuhkan. Di samping itu, suara-suara kritis itu bernarasi untuk mengoreksi kebijakan dari kekuasaan. Tentunya adanya koreksi ini akan melahirkan perbaikan dalam pengurusan semua urusan rakyat. Lebih dari itu, mengoreksi kekuasaan merupakan bagian dari kewajiban di dalam ajaran Islam.

Baru–baru ini, Ganjar Pranowo menjadi berang dengan fenomena pengibaran bendera tauhid di SMK Negeri 2 Sragen (inews.id, Jumat 18/10/2019). Pengibaran bendera tauhid tersebut dilakukan oleh guru dan siswa. Bahkan ia akan menurunkan tim khusus untuk mengungkap terpaparnya paham radikal atau tidak.

Kecintaan umat Islam kepada lafadz tauhid termasuk yang ada di bendera tidak akan pernah bisa dipadamkan oleh tudingan radikalisme. Buktinya para guru dan siswa tersebut memandang bendera tauhid itu bagus milik semua umat Islam, bukan milik golongan tertentu. Lantas, apakah mereka diberikan sanksi hanya lantaran mereka bangga dengan tauhidnya?

Selalu yang digaung – gaungkan adalah terpapar paham radikal. Mengapa tudingan paham radikal itu ditujukan kepada Islam? Ajaran–ajaran Islam tentang jihad dan negara Islam dipandang sebagai paham radikal yang membahayakan.

Sesungguhnya kemerdekaan Indonesia dari penjajahan bisa diraih berkat umat Islam mengobarkan jihad melawan para penjajah. Begitu pula, tersebarnya ajaran Islam di nusantara termasuk di pulau Jawa berkat adanya dakwah yang dilakukan oleh para ulama dan mubaligh yang sengaja diutus oleh negara Islam yakni al Khilafah termasuk Kesultanan Islam yang ada di nusantara. Artinya ajaran–ajaran Islam yang dipandang radikal dan berusaha dipersekusi dengan berbagai macam cara tersebut yang sebenarnya akan mampu membebaskan Indonesia dari penjajahan dalam berbagai bentuknya.

Sementara di sisi yang berseberangan terdapat kalangan yang seolah kebal hukum. Ada Abu Janda di dalam vlognya, dengan tegasnya menyatakan bahwa bendera tauhid itu adalah benderanya teroris. Entah si Abu Janda ini mendapat bisikan dari mana sehingga dengan lantangnya menyatakan hal yang demikian. Yang pasti tudingan Abu Janda tanpa disertai dengan bukti – bukti ilmiah. Abu Janda dalam melontarkan pernyataannya justru menunjukkan akan fenomena lunturnya intelektualitas.

Yang mengherankan adalah sosok intelektual seperti Pak Lukman Syaifuddin, termasuk Pak Ganjar Pranowo ikut – ikutan latah bernada yang sama dengan Abu Janda, walaupun dengan narasi yang berbeda. Dimanakah letak intelektualitas itu?

Begitu pula pernyataan Moeldoko terkait aksi Bela Islam. Menurutnya Islam itu tidak perlu dibela. Tuhan itu tidak perlu dibela (www.cnnindonesia.com, Kamis 17/10/2019). Pernyataan seperti ini hanya menunjukkan ketiadaan keberpihakan terhadap Islam dan umatnya. Justru hanya menegaskan adanya pembiaran terhadap adanya kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam.

Abu Janda seolah menjadi ikon akan lunturnya intelektualitas dalam menyematkan istilah terorisme dan radikalisme ini. Padahal mungkin saja Abu Janda tidak ada niatan untuk menjadi ikon di dalamnya. Akan tetapi sanksi sosial itu lebih kejam. Masyarakat bisa dengan jujur menilai siapakah yang betul–betul memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, termasuk siapakah yang memperjuangkan kepentingannya sendiri dengan mengatasnamakan rakyat, bangsa dan negara.

Memang pilihan diserahkan kepada masing – masing orang. Mengingat pilihan itu erat kaitannya dengan masalah keberpihakan. Hal ini juga berlaku bagi Abu Janda sendiri. Ia bisa mengambil pelajaran dari fragmen kisah sahabat Kholid ibnul Walid, Wahsyi dan ataukah berlaku layaknya Abdullah bin Ubay bin Salul.

Terkait sahabat Kholid bin Walid ra. Yang selalu menjadi catatan buram sejarah hidupnya adalah sumbangsihnya terhadap kekalahan kaum muslimin dalam perang Uhud. Maka ketika di masa Islam, ia benar – benar bertekad untuk mengabdikan seluruh hidupnya dalam jihad di jalan Allah SWT. Akhirnya tinta emas sejarah menuliskan kiprah perjuangannya demi Islam. Terbukti bahwa Islam telah menghapus catatan buram sebelumnya.

Sedangkan Wahsyi, seorang budak yang telah membunuh pamanda Rasul SAW yakni Hamzah bin Abdul Mutholib ra. Walaupun memang stempel sebagai pembunuh Hamzah masih melekat pada dirinya. Rasul SAW sendiri mau ditemui oleh Wahsyi untuk menyatakan keIslamannya. Hanya yang disayangkan adalah Wahsyi akhirnya bunuh diri, sesuatu perbuatan yang sangat dilarang di dalam Islam.

Dari fragmen Wahsyi  terlihat bahwa tidak mudah untuk mengubah image yang sudah dibangunnya sendiri sedari awal. Ketika sedari  awal dikenal sebagai kalangan pembenci Islam dan umatnya, tentu membutuhkan waktu yang panjang dan pengorbanan yang besar guna memperbaiki diri.

Di samping itu, keinginan untuk mengubah imej dari ikon negatif harus didasari oleh kejujuran dan kebenaran hati dalam ber-Islam. Tidak seperti sikap yang ditampilkan oleh sosok Abdullah bin Ubay bin Salul. Ia adalah sosok dan ikon kemunafikan. Lahirnya menampakkan ke-Islamannya. Sedangkan yang ada di dalam hatinya menampakkan permusuhan terhadap Islam dan umatnya.*Penulis adalah guru tinggal di Malang, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
 Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ahad, 12 Jul 2020 07:18

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Ahad, 12 Jul 2020 06:51

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

Ahad, 12 Jul 2020 06:16

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Ahad, 12 Jul 2020 05:56

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Ahad, 12 Jul 2020 05:35

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Sabtu, 11 Jul 2020 21:05

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

Sabtu, 11 Jul 2020 20:46

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Sabtu, 11 Jul 2020 20:45

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Sabtu, 11 Jul 2020 20:20

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Sabtu, 11 Jul 2020 20:18

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X