Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.448 views

Pajak, Tanda Hidup Belum Berkah

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Apa komentar mayoritas teman-teman kita di grup wa atau di platform sosial media yang lain, ketika terdengar kabar sembako akan dikenai PPN? Karena begitu keterlaluan kebijakan ini, selain menolak, kebanyakan curiga bahwa pemerintah juga akan menarik pajak atas nafas kita juga buang angin kita. Ironis. Di tengah wabah, di tengah PHK mengintai, dan kemiskinan yang semakin meningkat, kebijakan perluasan objek pajak jelas menjadikan masyarakat seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Kesusahan datang kepada mereka secara bertubi-tubi dari pihak yang seharusnya melindungi.

Solusi Menuai Masalah

Memperluas objek pajak menjadi jalan bagi pemerintah untuk menyelesaikan defisit APBN, apalagi setelah diterpa wabah setahun lebih. Defisit APBN yang  dipatok akan menjadi 1000 triliun di akhir tahun 2021 menunjukkan bahwa defisit semakin melebar. Masih kata pemerintah, solusi memperbanyak objek pajak plus menaikkan tarifnya adalah solusi menyelamatkan APBN setelah opsi utang sulit dilakukan karena tingginya rasio utang pemerintah yang naik dari tahun sebelumnya hanya 30,5% dari PDB menjadi 38,5%.

Dalam revisi draft Rancangan Undang Undang nomor 6 tahun 1983, tentang Ketentuan Umum dan Tatacara perpajakan(KUP), pemerintah menghapus beberapa jenis barang yang tidak dikenai PPN. Setelah dihapus, jadilah Sembako yang sebelumnya termasuk ke dalam barang yang tidak dikenai PPN, di tahun 2022 nanti akan dikenai pajak pertambahan nilai sebesar 12%.

Masyarakat praktis menolak wacana ini. PPN yang akan dibebankan kepada penjual jelas akan menjadikan harga naik. Semua kebutuhan sehari-hari yang akan dikenai pajak seperti beras, biji-bijian, susu, daging, sagu, sayur, buah akan semakin mahal. Padahal, pandemi yang menerpa telah menurunkan daya beli masyarakat menengah ke bawah hingga di angka 50%. Masyarakat menolak, tapi begitulah konsekuensi bila APBN bergantung hanya pada pajak.

Berbagai solusi diberikan oleh para ahli ekonomi agar pemerintah membatalkan rencananya. Semua ingin agar masyarakat bawah tidak semakin menderita. Tetap saja, sistem ekonomi kapitalis akan selalu berpihak kepada pemodal besar, para kapitalis, yang dianggap sebagai pemeran utama dalam roda perekonomian negara. Ketidakadilan pun terjadi. Bila bahan makan sehari-hari dikenakan pajak, barang mewah akan mengalami pemotongan pajak hingga hanya dikenakan pajak 0%.

Keberpihakan kepada kapitalis juga terlihat sangat jelas ketika negara hanya menerima pajak dari kekayaan alam yang dikuasai mereka. Sangat kecil jumlahnya dibandingkan dengan penghasilan para pengusaha besar dengan 'memiliki' sumber minyak, tambang emas, hutan, yang seharusnya semua itu dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat.

Kalau sudah begitu, maka maklumlah bila pemasukan negara sangat terbatas. Padahal menjalankan roda pemerintahan, membangun fasilitas umum, melayani dan mengurusi rakyat butuh biaya yang besar.

Solusi Berkah dari Islam

Salah satu kisah masyhur bagaimana kesejahteraan hidup dialami oleh umat manusia bahkan hewan adalah kisah kekhilafahan Umar bin Abdul Aziz. Bukan dengan menarik pajak dari rakyatnya. Bahkan di satu kisah beliau menghapus retribusi yang ditarik dari pedagang di pasar tanpa alasan yang dibenarkan agama. Retribusi itu dalam fiqh bernama Maksun.  Beliau juga memerintahkan wakilnya di Palestina untuk merobohkan dan menghanyutkan bangunan Al Makas. Umar bin Abdul Aziz meghapusnya karena Rasulullah melarangnya. Dalam hadis Riwayat Abu Dawud, keharamannya diindikasikan dengan ancaman neraka bagi penariknya.

Bukan hanya di masa ke Khilafahan Umar bin Abdul Aziz, para Khalifah hanya menarik harta karena telah disyariatkan oleh Allah seperti zakat dari orang muslim, jizyah dari Ahlu zimmah, kharaj dan usyur atas hasil tanah pertanian yang sudah mencapai nishobnya. Kalaupun dalam satu kondisi darurat, negara menarik dharibah, tabaruat, atau 'urunan' dari kaum muslimin, itu terjadi hanya saat kas negara sedang kosong. Tidak bersifat rutin setiap hari, bulan, juga tahun.

Karena ketaatan pemimpin dan rakyatnya kepada Allah dan Rasulullah, tercatat di berbagai dokumen, warga negara saat Islam diterapkan secara Kaffah, hidup makmur dan bahagia. Maha Benar Allah yang telah berjanji dalam firmanNya di surat Al A'raf ayat 96 yang artinya,

" Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi..." Wallahu A'lam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Ahad, 02 Oct 2022 21:23

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Ahad, 02 Oct 2022 21:20


MUI

Must Read!
X