Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.679 views

Aksi 1000 Sesaji, Akankah Menjadi Solusi?

 

Oleh: Shita Ummu Bisyarah

Kota Malang dipenuhi 1000 sesaji dan dupa. Pasalnya warga Malang berbondong-bondong menghadiri diskusi Gerakan Lintas Agama yang diinisiasi oleh Hisa Al-ayyubi dengan tajuk "melawan intoleransi" pada Sabtu 22 Januari 2022. Diskusi ini merupakan reaksi atas kasus yang sempat viral beberapa waktu lalu, yakni pelemparan sesaji di daerah erupsi Semeru oleh HF.

Diskusi lintas agama ini diharapkan mampu memelihara keberagaman dan memupuk toleransi di Indonesia. Pasalnya setelah kejadian HF, toleransi di Indonesia seolah terciderai. Umat Islam dipandang sebagai umat yang radikal, intoleran, bahkan merusak keberagaman di Indonesia.

Narasi semacam ini bukan hanya sekali ini terjadi. Isu toleransi memang sedang berhembus kencang di seluruh penjuru negeri. Namun sayangnya toleransi yang dihembuskan kebanyakan justru kebablasan hingga mengampanyekan pluralisme berlebihan. Para pengusung Islam Moderat memandang prinsip toleransi yakni umat islam sebagai mayoritas harus melindungi umat yang minoritas di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Said Aqil mantan ketua umum PBNU. Prinsip ini menganggap semua agama sama-sama mengajarkan kemanusiaan dan keharmonisan, sehingga merupakan hal yang niscaya melakukan ritual agama lain.

Makna toleransi yang diusung penyeru Islam moderat ini justru berbahaya karena bisa kebablasan bahkan menjerumuskan kepada kesyirikan. Bahkan makna toleransi semacam ini jauh dari apa yang syariat atur dan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Alih-alih menjadi solusi dalam menjaga keberagaman dan kedamaian antar umat beragama, justru membuat celaka akidah umat.

Islam sejatinya mengatur toleransi dengan sangat elegan. Dalam catatan emas sejarah umat Islam yang berlangsung selama 14 abad, telah terbukti bagaimana syariat Islam mendudukkan toleransi dengan sangat adil sehingga tercipta kedamaian antar umat beragama.

Islam tidak pernah memaksa siapapun untuk masuk agama Islam. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 256 "Laa Ikraaha fid diin", tidak ada paksaan dalam masuk Islam, karena kebenaran dan kebatilan sudah sangat jelas, sehingga tidak perlu dipaksa untuk memasukinya. Islam juga mewajibkan berbuat baik kepada non muslim, menghormatinya, dan negara Islam wajib menjaga harta, darah dan kehormatan seluruh warga negaranya termasuk non muslim.

Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah dan par Kholifah setelah beliau. Seperti pada masa Umar bin Khattab, beliau melakukan perjanjian damai dengan pendeta Sofranius yang dinamai "perjanjian Ihdat Umariyah". Perjanjian ini memberikan jaminan kepada warga non-Muslim agar tetap bebas memeluk agama dan keyakinan mereka.

Khalifah Umar tidak memaksa mereka sama sekali untuk memeluk agama Islam dan tidak menghalangi mereka untuk beribadah sesuai keyakinan agama mereka. Mereka hanya diwajibkan membayar jizyah bagi yang mampu membayarnya sebagai bentuk ketundukan pada pemerintahan Islam. Bahkan Khalifah memberikan kebebasna kepada mereka untuk tetap memasang salib-salibnya di Gereja al-Qiyamah.

Negara juga memperlakukan warga non-muslim dengan baik, memuliakan mereka dan bersikap adil tak pandang bulu di ranah hukum. Begitulah gambaran toleransi kaum muslim di ranah muamalah duniawi. Namun hal tersebut bukan lantas membenarkan keyakinan mereka. Di ranah akidah dan ibadah Islam sangat tegas kepada pemeluknya. Ritual-ritual agama lain jelas haram untuk dilakukan oleh kaum Muslim. Apalagi ritual yang bisa menjerumuskan kepada kesyirikan.

Sikap toleransi semacam ini membuat non muslim merasakan indahnya agama Islam dan memberikan teladan toleransi yang sesungguhnya. Hal ini dituturkan oleh Dr. Gustav Lypon dalam Arab Civilization mengatakan, “Kekuatan (power) tidak selamanya menjadi faktor penentu penyebaran ajaran al-Quran. Bangsa Arab (kaum Muslim) membiarkan orang-orang yang pernah memerangi negeri mereka hidup dengan bebas dalam menjalankan keyakinan agama mereka. Jika ada sebagian umat Kristiani yang memeluk Islam dan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa kesehariannya, hal itu mungkin terjadi karena prinsip mereka yang melihat adanya keadilan di kalangan Arab yang tidak ditemukan di kalangan mereka, kaum non-Muslim. Mungkin juga karena mereka tertarik dengan sikap toleransi dan keramahtamahan yang ditampakan Islam; kedua sikap itu tidak dikenal dalam agama-agama selainnya”.

seorang orientalis Inggris, TW Arnold juga berkata, “The treatment of their Christian subjects by the Ottoman emperors—at least for two centuries after their conquest of Greece—exhibits a toleration such as was at that time quite unknown in the rest of Europe (Perlakuan terhadap warga Kristen oleh pemerintahan Khilafah Turki Utsmani—selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani—telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa).” (The Preaching of Islam: A History of the Propagation of the Muslim Faith, 1896, hlm. 134).

Maka tuduhan bahwa jika Islam diterapkan dan kaum muslim mendominasi, akan terjadi kerusuhan dan perpecahan adalah tuduhan yang tak berdasar. Justru Islam lah yang memberikan contoh toleransi antar umat beragama dengan sangat bijak dan elegan. Bahkan Islam mampu selama 14 abad menjaga kedamaian antar umat beragama dan keberagaman dunia.

Maka ritual 1000 sesaji ini bukanlah cara bijak dalam menjaga perdamaian antar umat beragama, justru malah mendatnagkan murka Allah SWT dengan adanya kesyirikan dimana-mana. Harusnya kita mencontoh bagiamana Rosulullah  dan para Kholifah setelah beliau bertoleransi, yang telah terbukti mewujudkan perdamaian hakiki. Wallahualam bissawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X