Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
36.112 views

Isu Radikalisme Kampus = Topeng Islamofobia

 

Oleh: Ummu Naira Asfa

Isu radikalisme mulai diangkat kembali. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan dia mengantongi data kampus dan mahasiswa yang terpapar radikalisme.

Sebelumnya, Boy juga mengatakan ratusan pondok pesantren yang terafiliasi dengan jaringan terduga teroris di berbagai wilayah (tempo(dot)co, 25/5/2022). Namun sayangnya lagi, data tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut dan tidak dibuka.

Narasi-narasi seperti ini sebenarnya tidak menyelasaikan masalah isu radikalisme, namun justru menimbulkan kegaduhan dan kecurigaan berkepanjangan. Karena apakah kita lalu akan mencurigai semua kampus dan pondok pesantren kemudian memberi cap negatif kedua lembaga ini tempatnya orang-orang radikal? Tentu ini adalah kesimpulan yang ceroboh. Tanpa data otentik, kita tak bisa menyimpulkan apa-apa.

Isu Radikalisme Menyasar Islam Politik?

Setiap kali isu radikalisme diangkat, selalu yang menjadi sasaran objek pembahasan adalah Islam. Ada pihak-pihak yang sengaja menempelkan label radikal itu kepada Islam. Stigma negatif seperti Islam radikal, Islam fundamental, Islam ekstrimis dan seterusnya. Atau kepada masyarakat muslim dilabeli muslim radikal, muslim fundamental, muslim eksklufif, julukan kadrun (kadal gurun), intoleran dan seterusnya. Islam dan kaum muslim dipojokkan dan dicitraburukkan.

Menurut Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, karakteristik dari paham radikalisme adalah paham-paham yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila seperti terorisme dan kekerasan (tempo(dot)co, 25/5/2022). Namun sayangnya data-data berkaitan dengan radikalisme ini tidak pernah dibuka di publik oleh Lembaga negara secara resmi. Yang terjadi kemudian adalah kecurigaan dan kegaduhan yang tak jelas.

Radikalisme diarahkan kepada makna negatif dan buruk. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) radikalisme/ra·di·kal·is·me/ diartikan sebagai paham atau aliran yang radikal dalam politik. Arti yang lain, radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Radikalisme juga diartikan sebagai sikap ekstrem dalam aliran politik. Apakah Islam termasuk dalam definisi radikal menurut KBBI ini?

Islam sebagai agama sekaligus pandangan hidup sejatinya juga memiliki aturan dan cara memanajemen urusan publik seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan politik pemerintahan. Namun sayangnya, keholistikan Islam ini oleh sebagian orang dipahami sebagai sesuatu yang mengganggu kepentingan ideologi lain.

Islam politik ditakutkan akan mengganti ideologi bangsa yang sudah sekian lama dipakai untuk membangun negeri. Lebih parah lagi jika Islam diidentikkan dengan kekerasan karena ada aturan jihad, qishash atau hukuman potong tangan. Padahal kesemuanya itu dalam Islam ada aturannya, tidak boleh sembarangan dilakukan, hanya bisa dilakukan jika ada institusi politik Islam kaffah. Selain itu, jika ditelaah lebih mendalam dan dilihat secara jernih, hukum Islam itu sangat memanusiakan manusia (manusiawi) dan menjaga/menghargai jiwa manusia.

Makna Politik dalam Islam Tidak Radikal

Pegiat anti-radikalisme Haidar Alwi menyebut di Indonesia ada tiga radikalisme. Pertama, radikalisme secara keyakinan yaitu orang yang selalu menilai orang lain kafir dan akan masuk neraka kecuali kelompoknya. Kedua, radikalisme secara tindakan yaitu melakukan tindakan kekerasan fisik. Ketiga, radikalisme secara politik, yaitu ingin mengganti ideologi negara yang sah dengan khilafah (Alinea[dot]id, 14/11/2019).

Lalu, apakah Islam politik itu radikal dan harus diwaspadai? Bagaimana Islam memandang politik?

Jika kita pahami dengan benar dan mendalam, Islam memaknai politik sendiri sebagai ri’ayatus-su’unil ummah dengan maknanya memikirkan, mengelola dan mengatur urusan umat agar berjalan dengan baik dan benar sesuai syariat.

Dalam khazanah pemikiran Islam, politik yang disebut dengan سِيَاسَة (siyasatan). Kata ini diambil dari akar kata: سَاسَ - يَسُوْسُ, yang berarti mengurus, merawat, memelihara, memerintah dan sebagainya.

Politik dalam Islam berisi hal-hal tentang bagaimana peran negara memenuhi kebutuhan hidup rakyat mulai dari kebutuhan primer/pokok, sekunder dan tersiernya. Jadi, fokus dalam politik Islam adalah bagaimana agar kebutuhan rakyat terpenuhi, bukan tentang bagaimana dan siapa yang berkuasa. Khilafah sendiri adalah bagian dari ajaran Islam yang secara de facto dan de yure pernah diterapkan di dunia Islam. Jika kita adil menilai, banyak prestasi dan kegemilangan yang dicapai oleh kekhilafahan Islam dalam kurun waktu berabad-abad lamanya. Di dalamnya, rakyat dipenuhi kebutuhannya person to person oleh negara.

Edukasi tentang Islam politik ini yang belum sampai sepenuhnya kepada masyarakat. Islam belum dipahami dengan benar sehingga banyak yang masih memberi stigma negatif, fobia dengan Islam (Islamofobia), fobia dengan khikafah, hingga timbul kecurigaan dengan sesama muslim. Islam politik itu sejatinya mengayomi semua elemen agama dan masyarakat, bukan sesuatu yang harus ditakuti.

Radikalisme Kampus Topeng Islamofobia

Bagaimana dengan isu radikalisme kampus? Kampus seharusnya menjadi ruang terbuka bagi diskusi berbagai macam pemikiran, termasuk pemikiran tentang Islam sebagai sebuah ideologi dan aturan kehidupan (politik).

Diskursus tentang Islam politik termasuk pembahasan tentang khilafah bukanlah hal yang tabu karena khilafah adalah bagian dari ajaran Islam juga. Jika kemudian dibenturkan dengan isu radikalisme, itu adalah topeng dari islamophobia atau bentuk ketakutan berlebihan terhadap Islam. 

Begitupun jika ada cap mahasiswa atau dosen radikal. Jika dikaitkan dengan ide-ide radikal, sebenarnya ada yang lebih radikal dari Islam. Yaitu orang-orang yang getol menyuarakan kebebasan tanpa batas. Contohnya, mereka yang mengkampanyekan LGBT di tengah-tengah kampus, menyuarakan kebebasan dan hak asasi manusia, dan meninggalkan aturan agama/Tuhan.

Mereka itulah orang-orang yang radikal dan harus lebih diwaspadai karena secara radic (mengakar, kembali kepada akar pemikirannya) mereka telah menyelisihi kodrat kemanusiaan dari Tuhan dan melanggar sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Karena sejatinya Tuhan mereka adalah hawa nafsu, bukan Allah Swt. Wallahu a’lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Jum'at, 23 Sep 2022 21:30

Menjadi Pemuda Istimewa

Menjadi Pemuda Istimewa

Jum'at, 23 Sep 2022 21:19

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Jum'at, 23 Sep 2022 20:55

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Jum'at, 23 Sep 2022 18:15

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Jum'at, 23 Sep 2022 17:32

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

Jum'at, 23 Sep 2022 17:24

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

Jum'at, 23 Sep 2022 17:01

Benteng Itu akan Bobol Juga

Benteng Itu akan Bobol Juga

Jum'at, 23 Sep 2022 15:47

Isu Aksi: Jokowi Turun

Isu Aksi: Jokowi Turun

Jum'at, 23 Sep 2022 13:46

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Jum'at, 23 Sep 2022 12:17

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Jum'at, 23 Sep 2022 11:45

Simple Notes of UUD 1945 Post Amandement

Simple Notes of UUD 1945 Post Amandement

Jum'at, 23 Sep 2022 11:03


MUI

Must Read!
X