Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.003 views

Mengembalikan Peran Mulia Seorang Ibu

 
Oleh: Winda Yusmiati, S.Pd*
 
IBU, satu kata yang begitu simple. Tapi jika diartikan, ibu mempunyai banyak makna. Berbicara soal ibu, tidak akan habis-habisnya kita bahas. Bagaimanapun kita ketahui, betapa pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu itu begitu besarnya. Mulai dari harus mengandung, melahirkan, merawat dan menjaga anak-anaknya. Begitu muliannya posisi ibu dalam membangun generasi pemimpin bangsa.
 
Namun, bagaimanakah potret ibu masa kini? Apakah seorang ibu masih melaksanakan peran mulia tadi? Potret kaum ibu saat ini sangatlah memprihatinkan. Kebanyakan wanita (ibu) yang hidup di zaman kapitalis seperti sekarang, lebih banyak memilih untuk bekerja di luar rumah daripada mengurus rumah tangga dan anak-anaknya di rumah.
 
Hal ini terlihat dari data Badan Statistik (BPS) pada bulan Februari 2017. Menurut kepala Badan Statistik Suhariyanto, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan mengalami kenaikan sebesar 2,33 persen, sementara TPAK laki-laki justru mengalami penurunan sebesar 0,41 persen. (Tempo.com 5 Mei 2017). Hal ini menunjukkan begitu banyaknya para ibu yang bekerja di ranah publik. Status ibu yang disandangnya hanya sebatas "gelar" saja karena telah melahirkan anak-anaknya, sementara perannya sebagai seorang ibu dialihkan kepada pengasuh bayi (baby sitter) atau pembantu.
 
Tempat Penitipan Anak atau day care pun menjadi incaran. Dan tidak sedikit juga yang menitipkan anak mereka kepada orang tua. Akhirnya anak lebih dekat dengan orang lain daripada dengan ibunya sendiri. Seorang ibupun berlomba-lomba mencari harta untuk hanya sekedar memenuhi "life style" untuk bisa membeli peralatan make up, belanja, hingga jalan-jalan ke luar negeri. Sungguh miris!
 
Semua ini terjadi karena sistem kapitalisme. Kapitalisme adalah sebuah peraturan hidup yang lahir dari ide sekuler (pemisahan agama dari kehidupan), sistem ini sangat berorientasi pada materi (uang, harta dll) dan menjadikan ide liberal (kebebasan) sebagai pijakan kehidupan. Uang adalah segalanya. Materi tujuan utama hidupnya. Sistem kapitalisme-liberalis lah yang menjadi penyebab utama bergesernya peran ibu yang sangat mulia. Banyak para ibu yang tidak sadar terjebak dalam ide ini.
 
Padahal sesungguhnya tugas seorang ibu itu bukan sekedar menyediakan materi untuk anak. Tugas ibu adalah sebagai ummun warobatul bait (ibu pengatur rumah tangga). Ibu hakekatnya adalah pengatur rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda yang artinya "seorang suami adalah pengembala dalam keluarganya dan dia diminta bertanggungjawab atas gembalaanya. Isteri adalah pengembala dalam rumah suaminya, dan dia diminta bertanggungjawab atas gembalaannya.." (Riwayat Al-Bukhori dan Muslim). 
 
Selain itu juga, ibu mempunyai peran yang mulia yaitu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Dari didikan ibu yang sholehah akan melahirkan anak-anak yang bersyaksiyah Islam (kepribadian Islam), generasi pemimpin ummat. 
 
Para ibu yang memegang aturan Allah akan mendidik anak-anaknya agar taat kepada Allah pula. Jika generasi mudanya berkualitas, maka negara akan menjadi negara yang kuat yang menerapkan aturan Allah secara kaaffah. Hanya sistem Islam-lah peran mulia ibu akan dihidupkan kembali sebagaimana fitrahnya.
 
 
Sudah saatnya kita mencampakkan sistem kapitalisme-sekuler dan mengembalikan peran mulia seorang ibu sebagai ummun warobatul bait pencetak generasi tangguh yang dapat meneruskan kembali kehidupan Islam di dunia. Semoga para ibu dan calon ibu menyadari peran dan tugas mulia seorang ibu sebagai ummun warobatul bait dan pendidik generasi. [syahid/voa-islam.com]
 
*penulis adalah seorang ibu rumah tangga bertempat tinggal di purwakarta.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Selasa, 16 Oct 2018 09:21

Maksiat Mengundang Bencana!

Maksiat Mengundang Bencana!

Selasa, 16 Oct 2018 09:14

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

Selasa, 16 Oct 2018 08:40

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Selasa, 16 Oct 2018 05:24

Duka Rakyat Palu Masih Pilu

Duka Rakyat Palu Masih Pilu

Selasa, 16 Oct 2018 05:12

 Kebangkitan Ideologi dan Penerapannya

Kebangkitan Ideologi dan Penerapannya

Senin, 15 Oct 2018 23:00

Penanganan Pasca Bencana yang Carut Marut, Bukti Pemerintah Gagal

Penanganan Pasca Bencana yang Carut Marut, Bukti Pemerintah Gagal

Senin, 15 Oct 2018 22:45

Kehidupan yang Fana

Kehidupan yang Fana

Senin, 15 Oct 2018 22:30

Terobos Bandara, Preman Projo Hadang Dan Persekusi Kedatangan Habib Hanif Alatas Dan Habib Bahar

Terobos Bandara, Preman Projo Hadang Dan Persekusi Kedatangan Habib Hanif Alatas Dan Habib Bahar

Senin, 15 Oct 2018 22:10

Dewan Dakwah Aceh Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Dewan Dakwah Aceh Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Senin, 15 Oct 2018 21:50

Dugaan Phobia dan Fitnah pada Simbol Tauhid dari Sekelompok Santri dan Mahasiswa

Dugaan Phobia dan Fitnah pada Simbol Tauhid dari Sekelompok Santri dan Mahasiswa

Senin, 15 Oct 2018 21:27

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

Senin, 15 Oct 2018 20:15

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Senin, 15 Oct 2018 20:05

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

Senin, 15 Oct 2018 18:55

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Senin, 15 Oct 2018 18:48

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

Senin, 15 Oct 2018 18:35

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Senin, 15 Oct 2018 17:50

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Senin, 15 Oct 2018 12:35

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Senin, 15 Oct 2018 11:18

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Senin, 15 Oct 2018 10:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 16/10/2018 05:12

Duka Rakyat Palu Masih Pilu